(🌶️🌶️🌶️🌶️🌶️)
"Aku tidak mau menceraikan Alexa Ma!" pekik Stevan, suaranya menggelegar memenuhi ruang tamu.
"Mama tidak meminta kamu untuk menceraikan Alexa! Tapi kamu harus bertanggung jawab atas apa yang sudah kamu lakukan, Stevan! Karena saat ini, Emily tengah mengandung anak kamu!"
Duar!
Perkataan Nyonya Eta Raven, ibu kandung Stevan sekaligus ibu mertua Alexa bagaikan petir yang menyambar Alexa di pagi hari. Alexa mematung di tempat menatap pertengkaran mereka tanpa mengeluarkan suara. Jantungnya terus berdetak kencang tanpa henti, membuat Alexa tiba-tiba merasakan sesak nafas. Pandangannya pun perlahan kabur dan...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon medusa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab~10. (Visual karakter)
...🔥🔥🔥🔥...
(Visual Alexa Cove Raven)
(Visual Emily)
(Visual Stevan Raven)
(Visual Tristan Wade Raven)
*
*
*
*
...🔥🔥🔥🔥...
...(Kembali ke cerita)...
...Beberapa menit kemudian Tuan Josep pun tiba, dan perdebatan pun terjadi diantara mereka di ruang tamu. Sebab ia tak percaya putra yang sudah dinyatakan meninggal beberapa tahun yang lalu, akibat kebakaran hebat yang menimpa sebuah mobil yang digunakan untuk melakukan penyelundupan manusia. Jadi, bagaimana bisa, ia kembali hidup dan sehat wal alfiat seperti saat ini?...
"Kau bohong! Kau bukan Tristan putraku! Berhenti bicara omong kosong dan segera pergi dari sini!" usir Tuan Josep marah."Sebelum aku memanggil polisi!"
"Ayah... kalau Ayah tidak percaya, ayo kita lakukan test DNA," tantang Tristan.
"Cih, siapa tau nanti kamu akan memanipulasi DNA nya, agar kamu bisa menjadi salah satu pewaris keluar ini," tuduh Nyonya Eta mencibir.
"Aku takut malah sebaliknya. Jika aku terbukti adalah Tristan putra pertama keluarga Raven, posisi putramu sebagai pewaris satu-satunya akan terancam, bahkan ia hanya bisa menerima sisa dariku, Nyonya Eta," balas Tristan tersenyum smirk.
"Cukup kalian berdua," lerai Tuan Josep."Sebaiknya kita melakukan test DNA terlebih dahulu, dan akulah yang akan melakukan sendiri," putus Tuan Josep telak.
...Ia segera menelfon dokter pribadi keluarga Raven, memintanya datang untuk mengambil beberapa sempel darah dan rambut keduanya. Akan tetapi Nyonya Eta nampak tak nyaman dan terlihat sangat frustasi memikirkan sesuatu....
"Apa yang harus aku lakukan sekarang...? Kalau pria busuk ini benar-benar Tristan bodoh itu. Maka nasib putraku sebagai pewaris tunggal akan kaca," pikir Nyonya Eta mengigit kuku jarinya dengan frustasi.
"Saya akan mengabari Anda setelah tiga hari kemudian, Tuan Josep," kata Dokter.
"Baik, saya akan menunggunya. Tolong hati-hati, dan jangan berikan hasilnya kepada siapa pun, kecuali aku," perintah Tuan Josep penuh tegas.
"Baik."
...Setelah kepergian sang Dokter, Tuan Josep pun melirik ke arah mereka. Ia mengerutkan kening melihat Tristan memeluk Alexa dengan posesif. Sedangkan Emily terus merangkul lengan Stevan....
"Ada apa ini?" tanya Tuan Josep.
"Apa?" jawab mereka serempak.
"Maksudku, apa kalian semua salah makan obat?!" bentak Tuan Josep marah.
"Pa, apa maksudmu?" Nyonya Eta segera menghampiri Tuan Josep, mencoba menenangkannya.
"Kau masih berani bertanya? Apa kau tidak punya mata, hah?!" pekik Tuan Josep semakin marah menatap tajam Nyonya Eta.
Terkejut, Nyonya Eta pun melirik ke arah Tristan dan Stevan."Kalian, cepat beritahu apa yang sudah terjadi kepada ayah kalian," perintah Nyonya Eta diam-diam memberi kode kepada Emily.
"Pa, Alexa ketahuan tidur-"
"Ehem..." Dehem Tristan memotong perkataan Emily."Sebenarnya, Stevan dan Alexa sudah lama bercerai Ayah." Tristan mengeluarkan ponsel, mengirim pesan kepada seseorang. Dan tak lama ponsel Stevan mendapatkan notifikasi. Cepat-cepat Stevan membukanya dan langsung marah.
"Apa maksudmu?" tanya Stevan melangkah maju.
"Stevan, jadi pria harus berkomitmen. Sekarang kamu sudah mendapatkan yang kamu inginkan. Dan aku."
...Tristan meraih tangan Alexa, mengecupnya dengan lembut sambil menatap Stevan. Seolah ia memberitahu kalau Alexa saat ini miliknya seorang....
"Bajingan! Dia bukan barang!" teriak Stevan melayangkan tinju ke arah Tristan.
"Stevan, hentikan!" teriak Tuan Josep.
...Tapi Stevan yang diselimuti oleh amarah mengabaikannya, setelah ia mendapatkan pesan dari pihak bank yang mengatakan bahwa, akun bank miliknya baru saja menerima uan sebanyak 10M dari Tristan. Hal itu langsung memicu amarah Stevan. Seketika ruang tamu yang awalnya tenang berubah menjadi riuh oleh suara teriak panik dari Nyonya Eta dan Emily. Saat Stevan semakin mendekat, Alexa segera memejamkan dengan takut akan terkena tinju dari Stevan. Tetapi Tristan dengan cepat memeluk Alexa, menahan tinju Stevan, menariknya mendekat ke arahnya, sambil memutar kepalan tangan Stevan....
Krek!
"Aaaarrrggghhh!"
"Dengarkan aku baik-baik bajingan. Wanitaku memenuhi setiap perkataannya, dan dia hampir diperkosa oleh pria tua sialan itu. Jadi, kau jangan jadi pengecut, tepati janjimu, sebelum aku patahkan tanganmu," bisik Tristan penuh penekanan, sambil terus menambah kekuatan cengkeramannya.
...Stevan terdiam memikirkan kesalahannya yang sudah membuat Alexa dalam posisi ini. Akhirnya ia pun mengangguk setuju. Dan Tristan segera menghempaskan tangannya dengan kasar, hingga Stevan mundur kebelakang beberapa langkah....
"Aku dan Alexa sudah bercerai Pa. Sekarang calon istriku sedang mengandung anakku," ungkap Stevan dengan berat hati.
"Iya Pak, betul sekali," timpal Emily mengusap perut ratanya penuh bangga.
"Kalian memang tidak ada habisnya menciptakan masalah di rumah ini. Setiap kali aku pulang, pasti akan ada permasalahan baru yang menyambutku. Dan semua itu terjadi karena kau," geram Tuan Josep melirik tajam Nyonya Eta. Ia tak habis pikir, kenapa masalah selalu muncul saat kakinya mulai menginjak halaman rumah.
"Kok aku sih, Pa? 'Kan mereka yang memilih berpisah," protes Nyonya Eta.
"Diam," bisik Tuan Josep meletakan jari telunjuknya di bibirnya. Dengan tatapan dingin, ia menatap Nyonya Eta."Mulai besok, tidak ada acara kumpul-kumpul, belanja, travelling. Kau akan urus masalah ini sampai tuntas, sebelum aku memblokir semua kartu yang kamu miliki," tegas Tuan Josep berbalik, berjalan pergi meninggalkan mereka.
...(Bersambung)...