Di dunia yang dipenuhi para ahli bela diri dan kultivator kuat, Goo Yoon hanyalah seorang pemuda biasa yang bahkan tidak mampu mengalahkan murid terlemah di sekte.
Namun Goo Yoon memiliki satu hal yang tidak dimiliki orang lain—tekad yang tidak pernah patah.
Setelah terus dipermalukan dan diremehkan, suatu hari ia menemukan sebuah seni bela diri kuno yang telah lama hilang. Seni tersebut dikenal sebagai Teknik Pedang Dewa Gila, sebuah kekuatan yang bahkan para master legendaris tak mampu kuasai.
Dengan latihan yang penuh darah, rasa sakit, dan kegagalan, Goo Yoon perlahan berubah.
Dari seorang pemuda lemah…
Menjadi legenda yang ditakuti seluruh dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jenih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5:Pertemuan dengan Pendekar Muda
Hari itu matahari sudah tinggi ketika Goo Yoon akhirnya kembali ke kaki gunung. Kakinya terasa seperti bukan miliknya lagi. Setiap langkah terasa berat, seolah-olah ada batu besar yang menekan tubuhnya dari atas.
Tas penuh batu masih berada di punggungnya.
“Haah… haah…”
Napasnya terengah-engah.
Namun ia tetap berjalan.
Ketika akhirnya ia sampai di halaman belakang rumahnya, Goo Yoon langsung menjatuhkan tas batu itu ke tanah.
BRUK!
Tubuhnya ikut jatuh terduduk.
Tangannya gemetar hebat.
Master Cheon Mu berdiri di dekat pohon sambil memperhatikannya dengan tenang.
“Lambat,” katanya singkat.
Goo Yoon hanya bisa tersenyum lemah.
“Maaf, Guru…”
Namun sebelum Goo Yoon sempat beristirahat lama, Master Cheon Mu berkata lagi.
“Ambil pedangmu.”
Goo Yoon sedikit terkejut.
“Sekarang…?”
Master Cheon Mu mengangguk.
“Latihan pedang belum selesai.”
Goo Yoon menelan ludah.
Tubuhnya sudah hampir tidak punya tenaga.
Namun ia tetap berdiri perlahan dan mengambil pedang kayu miliknya.
Tangannya masih gemetar.
Master Cheon Mu melihat itu, lalu berkata:
“Seribu tebasan.”
Mata Goo Yoon langsung membesar.
“Seribu…?”
Namun ia tidak berani membantah.
Ia berdiri tegak dan mulai mengayunkan pedangnya.
SWOOSH!
Ayunan pertama terasa sangat berat.
SWOOSH!
Ayunan kedua membuat lengannya hampir mati rasa.
Namun Goo Yoon tetap melanjutkan.
“Sepuluh…”
“Sebelas…”
“Dua belas…”
Waktu terus berlalu.
Setiap ayunan pedang terasa seperti siksaan.
Namun Goo Yoon tidak berhenti.
Master Cheon Mu berdiri diam sambil mengawasi setiap gerakan muridnya.
Ketika Goo Yoon mencapai ayunan ke dua ratus, kakinya mulai gemetar.
Namun ia tetap berdiri.
Tiba-tiba—
Suara langkah kaki terdengar dari depan rumah.
Beberapa orang mendekat.
Goo Yoon menoleh sedikit.
Tiga orang pemuda berpakaian seperti murid sekte bela diri sedang berdiri di depan pagar.
Pedang asli tergantung di pinggang mereka.
Salah satu dari mereka tersenyum sinis.
“Oh? Bukankah ini petani desa yang ingin belajar pedang?”
Wajah Goo Yoon langsung berubah.
Ia mengenali mereka.
Mereka adalah murid dari sekte bela diri yang pernah mengejeknya beberapa hari lalu.
Pemuda yang berada di depan melangkah masuk ke halaman.
Namanya Kang Jae.
Seorang murid sekte yang cukup terkenal di daerah itu.
Ia melihat pedang kayu di tangan Goo Yoon dan tertawa kecil.
“Hanya pedang kayu?”
“Apakah ini permainan anak-anak?”
Dua temannya ikut tertawa.
Namun Master Cheon Mu tetap berdiri dengan tenang seolah tidak tertarik.
Kang Jae kemudian memandang Goo Yoon dengan merendahkan.
“Aku dengar kau ingin menjadi pendekar terkuat.”
Goo Yoon tidak menjawab.
Tangannya menggenggam pedang kayu lebih erat.
Kang Jae mencabut pedangnya perlahan.
CLING!
Suara logam terdengar jelas.
“Kalau begitu… bagaimana kalau kita bertanding sedikit?”
Dua temannya tersenyum penuh ejekan.
Goo Yoon tahu ini bukan pertarungan yang adil.
Ia hanya punya pedang kayu.
Sementara lawannya memiliki pedang sungguhan.
Namun sebelum ia sempat berbicara, suara Master Cheon Mu terdengar.
“Terima saja.”
Goo Yoon sedikit terkejut.
“Guru…?”
Master Cheon Mu berkata dengan santai.
“Jika kau ingin menjadi kuat, kau harus menghadapi orang yang lebih kuat darimu.”
Kang Jae tertawa keras.
“Hahaha! Orang tua itu benar.”
Ia menunjuk Goo Yoon dengan pedangnya.
“Ayo, petani desa.”
“Coba tunjukkan kemampuan pedangmu.”
Goo Yoon menarik napas panjang.
Tubuhnya memang lelah.
Namun di dalam hatinya muncul sesuatu.
Tekad.
Ia mengangkat pedang kayunya.
Angin pelan berhembus di halaman kecil itu.
Kang Jae langsung menyerang.
SWOOSH!
Pedangnya melesat cepat menuju Goo Yoon.
Goo Yoon panik dan mengangkat pedangnya untuk menahan.
TOK!
Pedang kayu bertabrakan dengan pedang baja.
Benturan itu membuat tangan Goo Yoon hampir mati rasa.
Kang Jae tersenyum sinis.
“Lemah.”
Ia menyerang lagi dengan lebih cepat.
SWOOSH!
Namun kali ini Goo Yoon bergerak sedikit berbeda.
Ia mengingat latihan yang diberikan oleh Master Cheon Mu.
Tubuh harus rileks.
Napas harus stabil.
Pedang, tubuh, dan niat harus menjadi satu.
Goo Yoon menebas ke depan.
SWOOSH!
Angin kecil muncul di ujung pedang kayunya.
Kang Jae sedikit terkejut.
“Hmm?”
Pedang kayu itu hampir mengenai lengannya.
Kang Jae langsung mundur satu langkah.
Dua temannya terlihat kaget.
“Dia hampir kena…”
Master Cheon Mu yang berdiri di belakang hanya tersenyum tipis.
“Menarik.”
Sementara itu Goo Yoon juga terkejut dengan gerakannya sendiri.
Namun untuk pertama kalinya…
Ia merasa pedangnya benar-benar hidup.
Pertarungan mereka baru saja dimulai.
yg bner mn nih?
Hubungannya dengan gurunya membuat aku nostalgia sama guruku /Determined/