NovelToon NovelToon
Terjebak Satu Malam Dengan Mafia Kejam

Terjebak Satu Malam Dengan Mafia Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Perperangan / Mafia
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Dini Andreina

Lyra Aldebaran hanya ingin melupakan pengkhianatan yang menghancurkan pertunangannya. Namun satu malam di klub hotel mewah mempertemukannya dengan pria yang tidak seharusnya ia kenal.

Darius Baskara, Pria dingin dan berbahaya yang menguasai dunia gelap kota. Sebuah kejadian membuat mereka terjebak bersama sepanjang malam. Lyra mengira semuanya akan berakhir saat pagi datang. Ia salah,Karena bagi seorang mafia seperti Darius Baskara, sekali ia menginginkan sesuatu, ia tidak akan pernah melepaskannya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dini Andreina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Garis Yang Bergerak

Hujan masih turun ketika tubuh Lyra dibawa keluar dari ICU, Seprai putih menutupi hampir seluruh tubuhnya. Darius berdiri di lorong tanpa bergerak.

Para dokter dan perawat menunduk ketika melewatinya, Tidak ada yang berani berbicara. Leon kembali beberapa menit kemudian"Tuan." Darius masih menatap tubuh Lyra."Sudah mulai."

Leon mengangguk "Orang-orang kita sudah bergerak."

Suara Leon menjadi lebih rendah. "Kami sudah menangkap dua orang yang bekerja untuk Viktor."

Darius akhirnya menoleh"Bawa mereka."

Beberapa jam kemudian sebuah gudang tua di pelabuhan menjadi saksi malam yang berbeda, Dua pria terikat di kursi. Wajah mereka penuh darah, Leon berdiri di samping mereka. Darius berjalan perlahan ke depan, Langkahnya tenang Namun aura di sekitarnya membuat ruangan terasa dingin.

"Dimana Viktor?"

Salah satu pria tertawa lemah."Kau terlambat."

Tatapan Darius tidak berubah, Pria itu melanjutkan,

"Bos kami bilang… malam ini kau akan kehilangan semuanya."

Darius mengambil pisau dari meja, Tanpa emosi.

"Jawab pertanyaanku."

Namun pria itu tetap tertawa, Kesalahan besar. Beberapa menit kemudian gudang itu dipenuhi suara teriakan, Sementara itu di rumah sakit, Tubuh Lyra sudah dipindahkan ke ruang jenazah, Ruangan itu dingin, Lampu redup, Seorang perawat masuk untuk memastikan dokumen kematian.

Ia mendekati tubuh Lyra yang tertutup kain putih.

Tangannya mengangkat kain itu sedikit, Namun saat itu sesuatu membuatnya membeku, Monitor kecil portabel yang masih terpasang di samping ranjang…

tiba-tiba mengeluarkan suara sangat pelan.…bip. Perawat itu mengerutkan kening. Ia melihat layar.

Garis lurus itu bergerak sedikit, Sangat kecil. Namun jelas.…bip, Matanya melebar "Tidak mungkin…"

Ia langsung memeriksa nadi Lyra, Sangat lemah, Hampir tidak terasa. Namun ada.

"Dokter!" Perawat itu berteriak panik.

"Pasien ini masih hidup!"

Di gudang pelabuhan Leon menerima telepon mendadak.

"Tuan."

Darius menoleh dengan ekspresi dingin.

Leon terlihat pucat "Ada kabar dari rumah sakit."

Darius tidak berkata apa pun, Namun sesuatu dalam tatapannya berubah, Leon berkata cepat,

"Nona Lyra…"

"...dia menunjukkan tanda kehidupan."

Sunyi.

Pisau di tangan Darius jatuh ke lantai, Untuk pertama kalinya malam itu matanya benar-benar berubah. Karena wanita yang baru saja ia pikir kehilangan selamanya mungkin masih hidup. Namun di sisi lain kota di dalam mobil hitam Viktor duduk santai sambil memutar gelas wiski, Ara duduk di sampingnya."Kau yakin racunnya cukup?" tanya Viktor.

Ara tersenyum tipis."Oh, racunnya memang mematikan."

Ia melihat ke luar jendela kota "Masalahnya…"

"...Lyra selalu terlalu keras kepala untuk mati."

Viktor tertawa pelan.

"Bagus." Tatapannya menjadi gelap.

"Karena permainan kita dengan Darius…"

"...baru saja dimulai."

*****

Gudang pelabuhan masih dipenuhi bau darah dan hujan yang merembes dari atap besi, Darius berdiri diam di tengah ruangan. Telepon Leon masih menyala di tangannya.

"Nona Lyra… dia menunjukkan tanda kehidupan."

Kalimat itu masih bergema di kepala Darius. Seolah otaknya menolak mempercayainya. "Apa kau yakin?" suara Darius rendah, Leon mengangguk cepat. "Dokter sudah memastikan. Nadinya sangat lemah, tapi dia hidup."

Untuk pertama kalinya sejak malam itu napas Darius terasa kembali, Namun hanya sesaat. Matanya langsung berubah dingin lagi, Ia menatap dua pria yang terikat di kursi, Kemudian berkata pada Leon tanpa emosi.

"Leon."

"Ya, Tuan."

"Lanjutkan."

Leon memahami maksudnya, Tatapan Darius beralih ke para penjaga. "Dan temukan Viktor." Nada suaranya berubah lebih tajam"Aku ingin dia hidup."

Sunyi sejenak."Luka seperti ini…"

"...terlalu cepat jika dia mati."

Leon mengangguk"Akan kami temukan."

Darius tidak berkata apa pun lagi, Ia hanya berjalan keluar dari gudang. Mobilnya sudah menunggu, Beberapa menit kemudian mobil hitam itu melaju cepat menuju rumah sakit.

Rumah Sakit Lorong ICU kembali dipenuhi dokter, Perawat berlari membawa alat, Monitor jantung berbunyi cepat, Lyra masih terbaring di ranjang.

Wajahnya pucat, Namun garis di monitor kini bergerak pelan, Bip… bip… Seorang dokter berkata,

"Nadinya kembali stabil."

Dokter lain menambahkan "Ini seperti keajaiban."

Saat pintu terbuka Darius masuk, Langkahnya cepat.

Namun ketika melihat Lyra ia langsung berhenti. Tubuh wanita itu masih sangat lemah, Namun jelas dia bernapas. Darius berjalan mendekat perlahan, Tangannya menyentuh rambut Lyra dengan hati-hati.

Seolah takut semuanya akan hilang jika ia bergerak terlalu cepat, Beberapa detik kemudian kelopak mata Lyra bergerak, Perlahan, Matanya terbuka sedikit.

Pandangan itu kabur, Namun ia melihat sosok di sampingnya, Siluet seorang pria."Darius…?"

Suaranya hampir tidak terdengar, Namun cukup.

Darius langsung membungkuk sedikit "Aku di sini."

Lyra mencoba fokus menatap wajahnya, Lalu alisnya sedikit berkerut. Seolah pikirannya masih tertutup kabut, Namun kemudian sebuah kalimat keluar dari bibirnya dengan sangat pelan "Aku… masih hidup?"

Ruangan itu sunyi, Darius menatapnya beberapa detik, Dan untuk pertama kalinya sejak lama senyum kecil muncul di wajah pria itu, Namun matanya masih merah. Ia menyentuh tangan Lyra dengan lembut.

Lalu berkata pelan kata pertama yang benar-benar keluar dari hatinya malam itu "Ya."

Ia menggenggam tangannya sedikit lebih erat "Kau terlalu keras kepala untuk mati." Lyra mencoba tersenyum kecil.

Namun kelelahan menariknya kembali ke tidur.

Monitor jantung tetap berdetak stabil.

Bip… bip…

Darius masih duduk di samping ranjang. Matanya tidak pernah meninggalkan wajah Lyra, Namun di balik ketenangan itu badai masih menunggu, Karena di kota yang sama Viktor Hale masih bebas, Dan perang mereka baru saja dimulai.

1
Dini Andreina
sabar ya ka hari ini langsung banyak
Tanece Alu Bunga
update lama.kali thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!