Dalam kehidupan sebelumnya, Vanylla Anderson adalah legenda di dunia teknologi. Ia seorang jenius yang berdiri di puncak, ditakuti sekaligus dihormati oleh banyak orang.
Namun ketika membuka mata untuk kedua kalinya, ia justru terbangun di tubuh seorang gadis yang dianggap tidak berguna.
Namanya Vanylla Kennedy. Putri keluarga konglomerat yang dikenal bodoh, malas belajar, dan sering menjadi bahan ejekan di kalangan keluarga kaya.
Lebih buruk lagi, sebuah rahasia besar baru saja terungkap. Vanylla Kennedy ternyata bukan anak kandung keluarga Kennedy. Bayi yang tertukar delapan belas tahun lalu akhirnya ditemukan.
Putri asli keluarga itu, Emilly, kembali dengan kecantikan, kecerdasan, dan reputasi yang sempurna.
Sementara Vanylla hanya dianggap sebagai putri pengganti palsu yang memalukan. Ia dihina, diusir, dan dibuang dari keluarga yang dulu ia sebut rumah.
Namun sayangnya. Gadis yang mereka hina itu bukan lagi Vanylla yang dulu.
Di dalam tubuhnya kini hidup jiwa seorang Ratu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DityaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penyakit Langka
Keesokan paginya, Vanylla bangun seperti biasa dan langsung pergi lari pagi.
Dia mengenakan kaus putih sederhana. Wajahnya yang cerah terlihat tenang, bahkan sedikit dingin.
Orang-orang yang lewat tidak bisa menahan diri untuk tidak menoleh. Tatapan mereka dipenuhi kekaguman.
Setelah selesai berlari, Vanylla pergi ke pasar membeli bahan makanan lalu pulang untuk memasak sup dan sarapan.
Sup itu khusus untuk Lisa.
Selain menyehatkan tubuh, juga bisa memperbaiki kondisi fisiknya.
Vanylla memang ahli pengobatan tradisional, jadi dia punya banyak metode untuk menjaga kesehatan.
Begitu Lisa bangun, dia melihat Vanylla sudah sibuk di dapur. Dia merasa terharu sekaligus sedih. Dia merasa dirinya justru menjadi beban bagi putrinya.
“Ma sudah bangun? Supnya sudah jadi. Minum selagi hangat.”
Lisa menerima mangkuk sup. “Vanylla, kamu kemarin pulang kerja sangat malam. Mulai sekarang gak perlu bangun pagi-pagi lagi buat masak buat Mama, mama udah sehat.”
Vanylla tersenyum. “Gak apa-apa, Ma.”
Saat mereka sedang makan, Easton tiba-tiba berkata, “Oh iya, tadi pagi ada orang telepon cari kamu.”
Vanylla sedikit terkejut. “Siapa?”
“Katanya pemilik kedai obat tradisional Wellness.”
Vanylla langsung teringat kunjungannya waktu membeli obat untuk ibunya. “Dia bilang apa?”
“Dia minta kamu datang ke kedainya pagi ini kalau ada waktu.”
“Baik.”
Vanylla mengangguk. Setelah sarapan, dia bersiap keluar.
Dia pergi membeli HP, mendaftarkan nomor baru, lalu menuju kedai obat tradisional.
“Halo, tadi katanya mencari aku?”
Begitu melihat Vanylla, mata pemilik kedai langsung berbinar.
“Oh, kamu sudah datang!” Dia segera menyambut Vanylla masuk. “Aku memang ingin meminta bantuanmu.”
“Apa yang bisa aku bantu?”
Pemilik kedai berkata, “Perkenalkan dulu. Namaku Mario Saragoza.”
Lalu dia menjelaskan situasinya. Keponakannya jatuh sakit satu tahun lalu. Penyakitnya sangat aneh. Banyak dokter sudah didatangi, tetapi tidak ada yang bisa memastikan diagnosisnya. Kondisinya semakin hari semakin parah.
Sekarang bahkan hampir sekarat. Akhirnya keluarga itu memutuskan mencoba pengobatan tradisional.
Mario Saragoza teringat resep yang pernah ditulis Vanylla. Resep itu hampir sempurna. Karena itu dia ingin meminta Vanylla memeriksa keponakannya.
“Masalah ini tidak bisa ditunda,” kata Vanylla. “Ayo kita pergi sekarang.”
“Baik.”
Mario Saragoza meninggalkan pesan kepada pegawainya, lalu membawa Vanylla pergi.
Keponakan Mario Saragoza bukan orang biasa. Dia tinggal di vila besar di kawasan elit dengan beberapa pelayan.
“Paman sudah datang.”
Wanita yang menyambut mereka sangat cantik. Usianya sekitar dua puluh tujuh atau dua puluh delapan tahun. Namun lingkar hitam di bawah matanya terlihat jelas.
Mario Saragoza berkata, “Julia, ini dokter pengobatan tradisional yang Paman ceritakan. Namanya Vanylla.”
“Vanylla, ini keponakan saya, Julia Saragoza.”
Julia baru menyadari keberadaan Vanylla. Dia tampak terkejut. Gadis ini sangat cantik. Namun usianya terlihat terlalu muda.
Benarkah dia bisa mengobati penyakit suaminya?
Vanylla lebih dulu menyapa.
“Halo. Nama aku Vanylla. Panggil saja Vanylla.”
“Halo, Vanylla. Silakan duduk.”
Julia menyuruh pelayan menyajikan teh. Vanylla duduk dan menyesap sedikit teh.
“Tolong bawa aku menemui pasiennya.”
Julia sempat ragu. Namun akhirnya dia mengangguk.
“Baik.”
Walaupun Vanylla masih sangat muda, dia direkomendasikan langsung oleh pamannya. Dia tidak bisa menolak begitu saja. Julia membawa Vanylla ke kamar tidur.
Kamar itu sangat besar. Bau disinfektan memenuhi udara. Baunya cukup menyengat. Di atas tempat tidur terbaring seorang pria yang tubuhnya sudah sangat kurus. Dia hampir tidak terlihat bernyawa.
Vanylla duduk di samping tempat tidur. Dia memegang pergelangan tangan pria itu dan memeriksa nadinya dengan serius. Beberapa saat kemudian dia melepaskan tangannya.
Dia menatap Julia.
“Nona Julia, sebelum sakit apakah suamimu pernah pergi ke negara tropis?”
Julia tertegun. Namun dia segera mengangguk.
“Iya. Kami pernah pergi ke Bolivia.”
Vanylla mengangguk. “Berarti benar.”
“Suamimu terkena penyakit yang sangat langka, namanya Penyakit Annox. Kasusnya sangat jarang. Biasanya menular melalui konsumsi daging mentah, dan hanya ditemukan di daerah tropis.”
“Penyakit Annox?”
Vanylla menjelaskan. “Singkatnya ini penyakit akibat parasit. Di seluruh dunia bahkan belum ada tiga kasus yang tercatat.”
Julia langsung bertanya, “Kalau itu parasit, kenapa rumah sakit tidak menemukannya waktu kami periksa?”
“Karena parasit Annox bentuknya seperti benang transparan,” jawab Vanylla. “Parasit ini sangat licik. Begitu masuk ke tubuh manusia, dia akan menyatu dengan jaringan tubuh. Dengan teknologi medis saat ini, sangat sulit menemukannya.”
Di dunia tempat Vanylla dulu hidup, penyakit ini sebenarnya cukup umum.
Namun dia tidak mengerti kenapa di era ini penyakit itu juga bisa muncul.
“Kalau kamu tidak percaya, aku bisa membuktikannya.”
Vanylla membuka selimut pasien.
Dengan tangan kiri, dia menekan beberapa titik akupunktur di dada pria itu.
“Blegh!”
Pria yang terbaring itu tiba-tiba duduk dan memuntahkan darah segar ke lantai. Lalu dia kembali pingsan.
Julia langsung panik.
“Aaada apa!”
Vanylla berkata tenang, “Nona Julia, lihat ke lantai.”
Julia menunduk.
Wajahnya langsung pucat.
“Apa... apa itu?”
Di dalam darah merah terlihat beberapa cacing transparan seperti benang yang menggeliat.
Pemandangan itu sangat mengerikan.
“Itu parasit Annox.”
Berbeda dengan Julia dan Mario Saragoza yang panik, Vanylla tetap sangat tenang.
“Nona Anderson. Tolong selamatkan suami aku! Aku mohon!”
Julia bahkan tanpa sadar mulai memanggilnya Nona Anderson. Itu tanda dia benar-benar mempercayai Vanylla.
“Tenang saja. Aku akan berusaha sebaik mungkin. Apakah kalian punya kertas dan pena?”
“Ada!”
Julia segera menyuruh pelayan mengambilkannya.
Vanylla menunduk menulis resep lalu menyerahkannya. “Minum obat ini sesuai aturan. Aku akan datang lagi satu minggu lagi untuk memeriksa kondisinya.”
“Baik! Baik!”
Julia begitu terharu sampai hampir berlutut.
“Nona Anderson, kalau kamu bisa menyembuhkan suamiku, seluruh keluarga kami akan berutang budi padamu!”
Vanylla segera menahannya.
“Nona Julia, tunggu sampai suami Kamu benar-benar sembuh baru Kamu berterima kasih.”