Realitanya,kita tidak pernah tahu bagaimana jalan menuju takdir itu sendiri
yang membuat kita menerka-nerka dimana kaki ini akan menapak esok hari.
'Tuhan tidak pernah salah dan tidak pula terlambat dalam menetapkan suatu takdir kepada hamba-Nya'
'Kamu tahu sayang?aku bertaruh dengan diriku sendiri bahwa suatu saat hatimu yang sempit itu akan menjadikanku tempat pulang yang paling nyaman untuk kamu singgahi'.~ Elvita
'pernikahan ini hanya sementara,Sampai Kakak pertamaku melahirkan anak pertamanya mari mengurus surat perceraian'~Bian
Pernikahan yang awal nya berdasarkan kesepakatan itu akhirnya mengungkap tabir lama kedua keluarga yang hampir diambang kehancuran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Twdyaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mencari tahu
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Kamu sudah menemukan titik terang dari kejadian dua puluh tahun yang lalu?"
"Aku harap kita menemukan kebenarannya lebih cepat"
Dion memberikan sebuah map kepada Bian.
Beberapa hari belakangan ini Bian memang memberinya tugas untuk mencari tahu kebenaran kejadian beberapa puluh tahun yang lalu.
"Kejadian itu memang mengarah kepada Tuan Agung,tapi ada yang mencurigakan disini"
Dion lantas menunjukan sesuatu kepada Bian dan membuat nya sedikit terkejut.
Entah mengapa kejadian yang sudah lama itu terasa janggal bagi Bian,tapi dia tidak menyangka seseorang yang begitu dekat akan menjadi dalang kekacauan saat itu.
"Kamu yakin Dion?"
"Nyonya Tina sendiri yang memberikan ini kepada Tuan Agung dimasa lalu"
Jika memang ada campur tangan seseorang dari kejadian beberapa puluh tahun itu,maka Bian sangat menyesal sudah salah menuduh dan berniat menjatuhkan perusahaan dari ayah mertuanya.
Agung adalah adik dari Tuan Heru,dimasa lalu Agung terlibat konflik pelik dengan mommy nya yang mengakibatkan kedua orang tuanya bercerai.
Desas desus nya Nyonya Tina ibu dari Bian berselingkuh dengan Agung.
Itulah mengapa Bian begitu dendam dengan keluarga dari Tuan Agung,dan Keluarga Heru juga ikut menjadi tumbal akan dendam lama nya.
Tapi beberapa hari sebelum pernikahannya,entah kenapa Daddy nya tiba-tiba saja menyuruhnya untuk mengulik kasus lama tersebut.
sebab Arga berkata dirinya terus saja mendapatkan beberapa pesan yang mengganggunya belakangan.
Dan benar saja!rupanya ada seseorang yang berusaha menjebak Tina dan Agung kala itu.
Dulu,setiap kali Bian bertanya tentang kejadian yang sudah lama itu Daddy nya begitu marah dan membuat peraturan baru dirumah itu agar tidak ada seseorang pun yang membicarakan kasus Tina.
sampai suatu saat ketika kabar kematian nyonya Tina menyeruak begitu saja membuatnya terpukul,bahkan saat itu Bian tidak di perbolehkan Arga untuk menemui Ibu nya untuk yang terakhir kali.
"Daddy sudah tahu?"
"Sudah Tuan..."
"Aku akan menemui Elvita,kamu urus lah perusahaan untuk beberapa waktu"
Bian berlalu meninggalkan Dion menuju kamar nya
sejak mereka sampai di manshion tadi Bian menyuruh Elvita langsung masuk ke kamar mereka untuk beristirahat
Sebelum masuk ke kamarnya,Bian lebih dulu melangkahkan kakinya menuju dapur mengambil Alpukat di kulkas dan memutuskan akan membuat jus untuk Elvita.
"Biar bibi bantu..."
"tidak apa-apa Bi,Bibi bisa menyiapkan makanan untuk nanti malam" ucap Bian pada Elma seorang wanita tua yang selama ini selalu setia mengurus dirinya.
meskipun dibayar untuk membantu mengerjakan pekerjaan rumahnya,Elma begitu baik dan memperlakukannya seperti anak nya sendiri.
"baiklah...apakah ada sesuatu yang ingin kamu makan?"
"aku rasa buatlah menu autentik khas Indonesia bi,Elvita pasti menyukainya"
Bian lantas memindahkan jus tersebut kedalam gelas dan berjalan menuju kamar nya.
"Kamu bisa menyuruh Bibi Elma dibawah untuk membantu" Bian mendekati Elvita yang sedang merapikan pakaian dan barang-barang mereka untuk dimasukkan kedalam lemari.
"Tidak masalah Bi,ini tidak akan membuatku lelah" jawab Elvita cepat tanpa menolehkan wajahnya kepada Bian.
"Minumlah...ini akan membuatmu semangat"
ahhh
Elvita terkejut ketika tangannya ditarik pelan oleh Bian.
"terimakasih Bian...aku benar-benar merasa gerah belakangan"
sedari dulu Alpukat adalah buah favoritnya,siapapun yang memberinya Alpukat tentu saja dia tidak akan menolaknya.
dan Elvita sedikit terharu ketika Bian seakan tahu minuman favoritnya.
"menurutmu...apakah aku tetap harus mengurus perusahaan Daddy atau kamu yang ingin mengurusnya?"
Elvita bertanya mendekati Bian seakan lupa kontrak di awal pernikahan mereka.
"Aku terserah padamu Elv,buatlah pilihan yang membuat kamu nyaman" jawab Bian
"Aku begitu lelah mengurus perusahaan sendirian semenjak Daddy memilih mundur,aku rasa untuk saat ini kamu bisa mengurusnya bukan?"
"Karena aku satu satunya penerus di perusahaan Heru company jelas saja membuatku sedikit kewalahan,Daddy menyerahkan segalanya kepadaku,Bi"
"Apalagi Daddy sudah menyuruh ku berhenti agar Kamu saja yang mengurus perusahaan nya"
Untuk pertama kalinya Elvita mengeluh panjang kepada Bian
"Kamu bisa beristirahat sebentar dari perusahaan Elv"
Bian mendekat ke arah Elvita memberi pijatan di kepala dan tengkuk nya dengan gerakan yang lembut
Elvita terkejut ketika mendapati Bian duduk dibelakangnya dan memberikan pijatan yang membuatnya sedikit tenang dan rileks
daripada mempertanyakan sikap Bian,Elvita lebih memilih memejamkan matanya dan menikmati pijatan sang suami.
"Ini akan membuat kamu lebih rileks dan menciptakan rasa nyaman"
Bian tahu bagaimana beberapa tahun ini perusahaan mertua nya itu berkali-kali mengalami kerugian dengan jumlah yang sangat besar,sebab ada campur tangan dirinya lah yang membuat perusahaan itu hampir diambang kehancuran karna dendam di masa lalu yang salah sasaran.
Saat itu Tuan Heru tiba-tiba saja memilih mundur dan mengantikan nya dengan Elvita karena penyakit nya kambuh akibat berbagai tekanan perusahaan.
Jelas saja membuat Bian merasa bersalah
Jika saja dia tahu lebih awal.pikirnya
"Maafkan aku..."Ucap Bian pelan
Hening
tidak ada jawaban dari gadis tersebut.
"Elv?"
Ketika tidak mendapati jawaban,Bian lantas menoleh ke arah Elvita yang sudah tertidur dengan sangat tenang,tanpa suara dan begitu lucu dimatanya sehingga membuatnya sedikit gemas
'ahhh bukankah dia sangat lucu ketika tidur'
Dengan perlahan Bian menggendong Elvita memindahkannya ke kasur agar mendapatkan tidur dengan cara yang lebih nyaman.
"Maafkan aku Elv,beri aku sedikit waktu untuk meyakini diri perihal pernikahan kita"
Bian mencium kening Elvita dengan singkat lalu keluar dari kamar tersebut dengan perasaanya yang berkecamuk.
...----------------...
dua puluh tahun yang lalu
"Tina..."
"Apa yang kamu lakukan?..Arga tidak akan memberi kamu ampunan jika tahu kita berada dikamar yang sama"
Agung berusaha menyadarkan Tina yang sedikit sempoyongan dan entah dari mana bisa masuk kedalam kamar hotel yang sama dengan dirinya.
jelas saja dia takut membuat suami dari sahabatnya itu salah paham akan kehadiran Tina dikamar hotel nya.
siapa yang tidak tahu jika Arga Brawijaya yang terkenal dingin dan kejam itu sangat mencintai Tina,dan mereka sudah memiliki seorang putra yang saat ini sudah berusia sepuluh tahun.
Keluarga yang terkenal begitu harmonis dan rukun.
Apalagi di masa sebelum Arga menikahi Tina,semua orang tahu betul jika Agung sudah beberapakali berusaha mendekati Tina namun beberapa kali juga dia ditolak.
'aku sudah menganggap kamu seperti kakakku sendiri'
itulah yang selalu Tina katakan jika Agung beberapakali dengan serius mengajaknya untuk menikah.
lalu bagaimana Arga tahu jika wanita yang sangat ia cintai dan hormati itu mendatangi kamar seorang pria yang pernah dia cemburui dimasa lalu?
niat hati ingin beristirahat dengan tenang ketika sampai di Indonesia,Agung malah terlibat masalah besar.
"Aku dijebak..."
Tina masih berusaha menyadarkan diri,namun entah minuman apa yang seseorang berikan padanya sehingga membuatnya sangat tidak berdaya saat ini.
Padahal Arga membawanya ke hotel untuk merayakan anniversary pernikahan mereka yang ke dua belas tahun.
Namun,suami nya itu berkata jika akan menemui klien sebentar di perusahaan.
Tina dengan sabar menunggu,namun dia merutuki perutnya yang tidak bisa diajak kompromi
Dia pun memilih keluar untuk mendapatkan makan malam dan tidak sengaja bertemu dengan adik tiri nya.
dan entah bagaimana selanjutnya dia merasa kepalanya begitu pusing dan sakit
disinilah dirinya berakhir masuk ke sembarang arah seakan seseorang sudah mengarahkannya untuk masuk ke kamar ini.
"Dimana suami mu?"
"oh sialan...Tina!" pekik Agung saat mendapati perempuan itu ambruk dan pingsan lantas dengan cepat membawanya ke atas kasur.
Sebelum Agung berniat menelpon Arga,entah kenapa kepala nya juga sangat sakit
'oh ayolah jangan membuat masalah baru Agung' dia memegang kepalanya berusaha menekankan kesadarannya.
dia bisa menebak kejadian ini akan sangat pecah jika seseorang memang merencanakan hal buruk kepada mereka.
"Tidak!"
Dan didetik berikutnya betul saja tiba-tiba saja dia ikut terjatuh di samping Tina ambruk pingsan seketika.
...----------------...
"Semuanya sudah sesuai rencana nona..."
seorang laki-laki berseragam berbicara dengan menundukkan kepalanya hormat pada perempuan yang saat ini duduk dihadapannya.
"Buat beritanya pecah dalam beberapa jam lagi,dan ikut masuk ketika Arga mencari Tina"
"Baik nona"
Dia menganggukan kepala nya dan meninggalkan perempuan itu sendirian untuk melaksanakan rencana berikutnya.
"ini masih belum setimpal dengan penderitaan ku selama ini"
Dia tertawa senang seakan-akan sudah menunggu waktu yang sangat lama untuk akhirnya bisa membalaskan dendam.
...----------------...
~Kamu tahu sayang?jika saja saat itu aku diberi kesempatan untuk berkata yang sebenarnya...maka aku hanya ingin mengatakan kamu adalah suami yang begitu sempurna untukku,sehingga tidak pernah terlintas niat untuk mengkhianati janji suci kita
jika memang begitu,maka sebut aku perempuan gila yang taktahu diuntung~Tina
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
maaf jika ada typo atau kesalahan dalam penulisan kata*