NovelToon NovelToon
Miss Magang Menyebalkan

Miss Magang Menyebalkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Idola sekolah / Diam-Diam Cinta
Popularitas:640
Nilai: 5
Nama Author: Nadiya Nafras

Mahasiswa magang dari universitas A, dan mereka semua kembar berjumlah 6 orang. Tentunya hal itu sering membuat siswa dan guru salah mengenali mereka. saksikan kisah mereka

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadiya Nafras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perpustakaan

" Biar sekali bapak, dan untuk menjaga agar tidak terjadi keributan. Maka mereka berenang akan kita tempatkan di perpustakaan, agar mereka juga bisa membantu penjaga perpustakaan." jelasnya.

" Oh tentu saja saya merasa tidak keberatan jika mereka berada di perpustakaan, tetapi mereka diharap suaranya tidak terlalu berisik ya karena perpustakaan adalah tempat untuk belajar."

" Baik Bu kami akan menjaga ketertiban perpustakaan." ucap mereka serentak.

" Baiklah karena jam pulang juga sudah lewat, bapak dan Ibu guru sudah bisa kembali ke rumahnya masing-masing. Dan untuk para mahasiswa yang 6 orang ini akan saya proses lagi, dan besok sudah bisa menemui bapak Ibu secara langsung." ucapnya dan para guru-guru itu pun mulai berhamburan pergi meninggalkan kantor, dan keenam mahasiswa itu pun dibawa kembali ke ruangan wakil kepala sekolah.

Kini di dalam ruangan kepala sekolah hanya tinggal mungkin kepala sekolah bagian kurikulum saja, karena kebetulan wakil kepala sekolah bagian kesiswaan dan juga sarana dan prasarana sudah pulang.

" Saya sudah membagikan kepada kalian siapa guru kamu kalian masing-masing, kalian juga sudah mengetahui siapa gurunya kan. Besok pagi ketika datang kalian harus sudah berada di gerbang sekolah, untuk pengaturan piket lebih baik kalian sendiri saja yang atur. Kita masuk dari hari Senin sampai dengan hari Sabtu, dan sebelum jam 07.00 kalian semua harus sudah sampai di sekolah ini." jelasnya.

" Baik Pak kami akan menjalankan perintah dari bapak." ucap indah selaku ketua tim.

" Baiklah kalian bisa langsung berkeliling atau pun kalian juga bisa langsung pulang ke kampus kalian, karena hari ini kalian juga ada jam kuliah kan."

" Baik Pak kami orang segera keluar dari ruangan bapak." ucapnya dan mereka pun segera keluar dari ruangan wakil kepala sekolah itu.

Kini tampak seorang mahasiswa dari kampus sebelah yang menghampiri mereka, Ia pun memperkenalkan dirinya kepada semua yang berada di situ. " Hay, perkenalkan namaku Khalid dan aku adalah mahasiswa kampus sebelah."

" Hai namaku adalah indah, semoga kita bisa bekerja sama dengan baik di sekolah ini."

" Gimana kalau kita gabung kemeja piket, biar aku perkenalkan semua teman-temanku pada kalian kebetulan kalian juga sama berjumlah 6 orang."

" Boleh." jawabnya dan mereka pun segera pergi menuju meja piket.

" Teman-teman kita ada teman baru dari kampus sebelah, izin kalian bisa memperkenalkan diri kalian terlebih dahulu agar teman-temanku mengetahui kalian." ucap Khalid.

" Hai semuanya perkenalkan namaku indah, di sebelahku ada Grace, kemudian Gina, ada intan saudara kembarku, ada Ira dan juga Irma." jelas indah memperkenalkan dirinya dan juga teman-temannya.

" Hai juga, aku Kenan, bisa berlaku ada Kurniawan, kemudian jenny, Jessica, dan juga Jovita." jelaskan dan memperkenalkan teman-temannya.

" Maaf ya kalau kalian jadi terganggu karena kedatangan kami yang juga magang di sekolah ini."

" Kau tidak perlu sungkan kepada kami indah, lagian sekolah ini adalah tempat umum dan bisa mahasiswa mana saja magang di sekolah ini."

" Tapi tetap aja kalian yang lebih dulu magang di sini, tidak seharusnya yang kami datang di saat kalian sudah berada di sini."

" Itu tahu kalian mengusik kami, lalu kenapa kalian datang ke sini." ucap Jovita yang tentunya melihatkan teman-temannya karena ia berkata-kata sedikit kasar.

" Jangan didengarkan kata-kata Jovita, dia hanya bercanda saja kok pada kalian." ucapkan yang merasa tidak enak.

" Lagian apa yang aku katakan memang benar dan tidak ada salahnya, kalau mereka sendiri tiba-tiba datang ke sekolah kita ini." ucap Jovita.

" Ini tempat umum Jovita, Jadi bebas aja siapapun yang mau magang di sini." jelas Jenny yang mencoba menenangkan situasi agar tidak terjadi perdebatan antara dua kampus.

" Ya udah nih terserah kalian aja, yang terpenting mereka berenam tidak akan mengusir jam kita di kelas apalagi sampai merebut pamong kita." ucap Jovita.

" Mereka tidak akan mungkin berebut tabung dengan kita Jovita, tadi aku sudah menanyakan kepada wakil kepala sekolah mereka jurusan apa saja. Dan ternyata mereka itu jurusan bahasa Indonesia, bahasa Inggris dan juga biologi. Jadi tidak ada satupun dari mereka yang merebut guru pamong kita, Jadi kau tenang saja ya." jelas Kenan yang memang sebelumnya telah mempertanyakan hal tersebut.

" Syukurlah kalau mereka memang berbeda jurusan dengan kita, aku tidak perlu khawatir mereka akan mengambil jam ku." ucapnya yang mengeluarkan undang-undangnya.

" Maafkan Jovita ya teman-teman, sejak dulu Ia memang tidak bisa mengontrol emosinya. Tapi kalian semua tenang aja, Jovita bukanlah anak nakal kok. Dia memang tidak terlalu bisa mengatakan emosinya saja, tetapi semuanya pasti bisa berjalan dengan lancar nantinya." ucap Jessica yang akhirnya buka suara.

" Kami mengerti dan juga paham dengan apa yang telah dirasakan oleh Jovita, tentunya Ia hanya merasa terancam karena ada kami di sini. Tapi kalian semua tenang saja, kami tidak akan mengusik kalian dan akan membuat perdebatan panjang diantara dua kampret kita." ucap Grace yang akhirnya buka suara.

Mahasiswa dari kedua kampus itu pun berbincang, karena mereka memang masih masa pengenalan. Dan tentunya mereka masih membutuhkan situasi yang tepat untuk berbincang, apalagi para mahasiswa magang yang baru ini juga membutuhkan teman yang baru juga. Dan mereka berharap dengan pertemuan dua kampus ini akan menjalin sebuah persahabatan, bukannya menjalin sebuah permusuhan di akhir.

" Jadi kapan kalian akan masuk ke kelas?"

" Untuk satu minggu kedepan kami hanya akan melakukan observasi di lingkungan sekolah saja, dan kami akan masuk ke kelas minggu depan."

" Oh ternyata kalian baru akan masuk ke kelas minggu depan, kalau begitu kalian gabung saja sama kami di sini."

" Kami akan berusaha untuk bergabung dengan kalian semua, tapi keputusan wakil kepala sekolah tadi menyatakan kalau kami akan ditempatkan di perpustakaan."

" Baiklah kalau kalian memang ditempatkan di perpustakaan, tapi jika kalian ingin berbicara atau membutuhkan teman kami selalu ada di meja piket ya."

" Terima kasih, kami akan selalu mengingat pesan kalian ini."

Mereka pun terus saja berbincang diiringi dengan tawa, dan tentunya melihat jam yang sudah semakin siang akhirnya mereka memutuskan untuk pulang. Karena memang tidak ada kegiatan yang akan mereka lakukan lagi, Sebab semua siswa telah pulang dari sekolah dan hanya tinggal para guru dan juga beberapa mahasiswa itu saja.

Tentunya mereka menantikan hari esok yang akan dipenuhi dengan begitu banyak tertawa dan juga kebimbangan, tetapi sebelum itu mereka sempat mempertanyakan jadwal piket dari para mahasiswa magang dari kampus sebelah itu. Karena mereka juga sangat ingin tahu siapa yang akan menjadi teman piketnya nantinya, Sebab mereka sebenarnya masih belum menyusun jadwal piket.

" Oh iya, tadi wakil kepala sekolah meminta kami untuk menyusun jadwal piket. jadi untuk esok hari siapakah diantara kalian yang piket?" tanya Intan.

1
mond ☘︎☘︎
boleh kasih saran?
etto... sampulnya kurang menarik perhatian (sorry kalau menyinggung☹️)
Nadiya Nafras
oke kak, terimakasih
mond ☘︎☘︎: sama sama ^^
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!