Wang Ryu, seorang pria modern, tiba-tiba menemukan dirinya terlempar ke masa lampau, lengkap dengan status setengah dewa yang misterius.
Di dunia yang asing ini, di mana kelangsungan hidup adalah prioritas utama, Wang Ryu memutuskan untuk menggunakan pengetahuannya dari masa depan untuk membangun sebuah bisnis.
Dengan kecerdikan dan sedikit sentuhan magisnya sebagai setengah dewa, dia berusaha keras untuk tidak hanya bertahan hidup, tetapi juga menciptakan jejaknya sendiri di zaman kuno.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mooi Xyujin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dewa?!
"Awalnya saya ingin bernegosiasi dengan baik, tapi itu sepertinya sulit..."ucap Wang Ryu tersenyum enggan.
"Anda...anda..."Jenderal Tua mengangkat tangan dengan gemeter.melihatnya dengan tak percaya.
dari kecil dia sudah mendengar cerita soal dewa surgawi yg diutus dewa Cahaya untuk turun ke dunia manusia. Bahkan leluhur di ibu kota pernah bertemu dengan dewa surgawi secara Langsung.
Keluarga mereka bahkan menyimpan potret dewa surgawi yg dilukis sendiri oleh leluhur nya, menjadikannya warisan turun temurun dikeluarga nya.
Saat dia kecil dia merasa itu sangat menakjubkan namun saat dia bertambah dewasa kesannya pada sosok Dewa itu telah memudar dan menganggap sebagai dongeng anak-anak.
Tapi siapa kira ...siapa kira diusianya yg 70 Tahun ini dia bisa bertemu secara langsung dengan dewa surgawi!
Hakim daerah tak jauh lebih baik,dia membeku melihat Wang Ryu dengan linglung.
"......" Sudah dia duga.jadi Wang Ryu dengan sadar mengambil kembali topinya dan memakainya.
Keduanya segera sadar ,dan menegakkan punggung mereka.
Jendral Tua berkata dengan wajah semangat , hati-hati."Anda ...jika anda ingin tanah itu saya akan memberikan cuma-cuma...!"
"....."Wang Ryu.dia melambaikan tangannya menolak."....Tidak perlu...Tuan ku bisa menghukum ku jika anda melakukan itu,saya akan tetap membeli dengan harga yg seharusnya...."
Dia tak bisa menerima suap seperti ini!dia orang yg jujur.
" ...ini baiklah jika anda berkata demikian....tuan,anda berapa usia anda?"Sejak kecil Jendral tua benar-benar ingin tau berapa lama Dewa bisa hidup.
Karena semua orang yg lebih tau bercerita bahwa ,usia dewa surgawi bisa beribu-ribu tahun yg dia bahkan tak bisa membayangkannya.
"Jendral tua apa yg anda tanyakan..."Hakim daerah merasa tak nyaman dengan pertanyaan orang tua itu.
Wang Ryu tertawa kecil dengan pertanyaan pria tua itu,dia melihat bahwa pria ini telah melakukan banyak hal baik selama hidupnya walaupun banyak juga darah yg tumpah ditanganya.
Sejak dia melakukan latihan dia bisa melihat hal baik dan buruk seseorang, aura kekayaan mengalir deras pada Jendral tua.
mungkin seumur hidup 7 keturunannya tak perlu mencemaskan kekayaan mereka.
"Ini lebih dari 300 Tahun didunia ,dan lebih dari 1800ribu tahun di surga..."Ucap Wang Ryu tanpa rasa bersalah.
Ke dua pria tua itu segera melihat dengan takjub.
dewa ini benar-benar awet muda! Dia masih terlihat berusia 20 tahun.!
Zhang Fei dan Paman Feng yg berdiri didepan pintu aula terasa seperti penjaga pintu.tak lama terdengar suara tawa pria tua dan tuan mudanya.
Mereka saling melirik dan pintu aula terbuka, Kakeknya yg awalnya kesal pada Tuan muda itu kini tengah memegang lengannya dan tersenyum bahagia.
Dan Hakim Daerah berjalan disisi yg lain dengan senyum lebar.
"......" Apa yg terjadi selama 10 menit lalu.melihat ini paman Feng lega,tuan muda mereka memang luar biasa!
"Tuan muda apa kita akan langsung kembali?"Tanya Paman Feng. Mendengar hal ini membuat Hakim daerah dan Jendral tua merasa tak nayam.
Mereka masih ingin mengobrol lebih jauh dengan Tuan Surgawi.
"Tuan muda bagaimana jika anda pergi kerumah saya...kami bisa bermain catur jika anda mau....?"Jendral segera mencoba membujuknya untuk bisa bicara lebih lama.
"....Tuan muda kenapa anda tak makan dirumah saya saja, Jenderal Tua rumah anda terlalu jauh lebih baik kita makan malam disini saja?" Hakim daerah tersenyum dengan mata hampir terpejam.
"..... omong kosong apa ! rumah ku hanya berjarak 5 rumah dari aula mu!"bantah Jendral tua dengan wajah bau.
Melihat bahwa keduanya akan bertengkar,Wang Ryu segera menengahi."...maaf saya harus kembali, Hakim dan Jendral tua apa besok anda bisa pergi ke tanah yg akan saya beli?"
"Tentu saja !"jawab keduanya serempak."...kita bisa melihat!"
Wang Ryu tertawa kecil."bagus kalau begitu saya akan menunggu didekat sungai besok..."
"Baiklah tolong pergi perlahan...."mereka mengantar Wang Ryu pergi dengan senyum yg tak pernah turun dari wajah mereka.
Tak lama Jenderal Tua berpamitan pergi,dia harus membuat pakai bagus lusa,Hakim daerah juga tak mau kalah.
Setelah mengantar pria tua itu pergi dia segera menyuruh orang menyiapkan baju yg terbaik namun jangan terlalu mencolok.
"Kakek apa yg terjadi....?"tanya Zhang Fei pada kakeknya yg nampak bersemangat.
Pria tua itu melambaikan tangannya."Kita akan membicarakan dirumah...."
Sesampainya dirumah Jenderal' tua meminta ke 3 anaknya dan 2 cucunya untuk berkumpul diruang kerjanya.
Sedangkan para menantu dan Istri Jenderal nampak bingung dan cemas dengan sikap Jenderal' tua,apa ada yg salah dengan membeli tanah itu.!
Tapi kenapa anak-anak dan cucunya harus ikut masuk ke dalam ruang kerjanya.
" ..Ayah ada apa ...?"tanya putra no.1 Jendral tua bingung,dia sedang rapat dengan rekan bisnisnya sampai kabar ayah memintanya pulang.
"...Ayah apa pembelian Tanah berjalan dengan buruk?" Tanya putra no.2 bingung .sedangkan si bungsu hanya dia mendengar dengan ke dua keponakannya.
Mata pria tua itu memerah." Aku benar-benar diberkati,diusia tua ku aku benar-benar bertemu dengannya...."
"Ayah apa maksudnya?" Tanya anak-anak tak mengerti, Kenapa dengan ayah mereka.
pria muda dengan pakai Hijau menepuk pahanya dengan semangat." Apa jangan-jangan itu cinta pertama kak- Ahm!"
"Diam !jangan sampai nenekmu mendengar nya...!"putra no.3 segera menutup mulut keponakan yg duduk disampingnya.
"......"Zhang Fei dan ayahnya berusaha menahan tawa.
"Zhang ling kendalikan otak putramu,dia benar-benar tidak bisa berfikir normal...!"Pria itu dibuat darah tinggi pada cucu ke duanya ini,anak ini terlalu sembrono.
Wajah putra no.2 Zhang Ling merasa tak berdaya." Ayah abaikan saja dia,aku akan menghukumnya nanti...tapi apa yg terjadi...?"
Pria tua itu menarik nafas,dia melihat ke arah mereka."....saya bertemu dengan dewa surgawi...."
Mata ke 3 putranya melebar, sedangkan Zhang xixi dan Zhang Fei melihat kakeknya dengan bingung."...kakek maksudnya Tuan muda tadi?"
"Nak kau juga melihat nya...?"tanya Zhang Ping pada putranya terkejut.
Anak itu mengangguk, namun masih bingung."Aku menemani kakek dan mereka bicara sendiri di aula ...saya tak melihatnya wajahnya....hanya saja Tuan muda itu memiliki kulit yg bagus dan harum..."
Zhang Fei masih ingat kulit itu begitu putih dan saat mereka berpapasan dia mencium bau harum yg sulit untuk digambarkan.
"Ayah apa itu seperti yg digambarkan leluhur kita.....?"tanya putra no.3 dengan semangat.
Jenderal Tua itu mengangguk,dia berdiri dari kursinya menuju peti tua diujung ruangan.
semua orang memperhatikannya.
Jenderal Tua membuka peti itu dan didalamnya terdapat emas dan perak serta perhiasan namun ada juga 1 lukisan.
Jenderal Tua mengambil lukisan itu,dan kembali ke mejanya orang didalam ruangan segera mendekat Lukisan itu dibuka dengan hati-hati lalu sosok yg ditemuin oleh Jenderal Tua muncul lagi dimatanya.
Pemuda didalam lukisan terlihat mirip Wang Ryu.
dia berambut putih panjang dan bermata biru, kulitnya seputih susu dan kontur wajahnya sangat tampan sulit untuk dibedakan antar laki-laki atau perempuan.
3 putranya hanya pernah melihat lukisan ini saat masih kecil sedang,2 cucunya tak pernah tau soal asal usul dewa surgawi yg memberkahi keluarga leluhur mereka.
" Apa ayah benar-benar bertemu dengan nya?" tanya Zhang Ping lagi memastikannya. Jenderal' tua mengangguk yakin.
" Kakek apa kamu ditipu?bisa saja dia menyamar kan..."tanya Zhang xixi dengan tak habis pikir.
Sudut mulut pria tua itu berkedut." Bukan hanya aku yg melihatnya tapi Hakim Jiang juga dan apa manusia bisa mengati bola mata mereka menjadi berwarna!"
"Itu tidak mungkin......." Balas Zhang Fei menunduk, melihat lukisan itu lebih jauh.
Jadi benar-benar ada dewa didunia ini.
"Lalu ayah apa yg terjadi? Kenapa dia ingin tanah itu?"tanya Zhang Ling cemas.
"Tuan itu hanya berkata bahwa dia ingin berbisnis selama dia di dunia fana,tapi aku yakin dia memiliki rencana lain....."
Dia melihat ke arah anak-anak dan cucunya menebaknya dengan serius.
"....kalian tau tanah itu rawan kena banjir orang lain tak berminat membelinya tapi kenapa Tuan begitu menginginkannya....?"tanyanya pada anak-anak nya.
Zhang Fei melihat kakeknya terkejut." Kakek bukankah dia berkata bisa mengatasi banjir dengan caranya sendiri?"
Jenderal Tua menganggu, Zhang Zhan melihat pada Ayahnya lalu saudara nya."Apa dia melakukannya untuk kita?"
"Apa...?" Mereka tertegun, jendral Tua merenungkan kata-kata anak ke 3 dengan serius.
Zhang ling menggaruk hidungnya." ...Ayah ingat tanah itu berasal dari Kaisar untuk pensiun anda,namun tanah itu tak bisa ditanami apapun juga tak bisa digunakan membangun apapun....jadi apa Tuan membelinya untuk membantu kita ?"
Semua orang membeku.benar juga!