NovelToon NovelToon
Emily Rose

Emily Rose

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Cinta Terlarang
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ana kimtae

Hanya tentang seorang perempuan yang menjadi selingkuhan laki-laki yang katanya mencintai nya.. Benarkah ini cinta atau hanya nafsu semata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana kimtae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengakuan

Jeon Hanah menyesap teh melati dengan santai. Dia membiarkan putranya memperhatikan dirinya sejak lima menit yang lalu. Sedangkan suaminya Jeon Rivaldo sedang membaca beberapa berkas dalam diam.

"Ada apa mami memanggilku kemari"ucap Jeon mulai jengah.

Hanah meletakkan teh yang berada ditangannya.Wanita paruh baya itu menatap putra satu-satunya.Sambil berdehem dia menegakan bahu siap untuk menanyakan kegundahan Namira menantunya.

"Kamu selingkuh...?"tanya Hanah tanpa basa-basi. Rivaldo yang masih diam terlihat menaikkan pandangan ke arah istri dan anaknya.

Jeon memejamkan matanya, dia memang sudah menduga keluarganya cepat atau lambat akan menanyakan hubungannya dengan Namira.

"Namira mengadukan tentang apalagi..?"ucap Jeon kelewat santai.

Nyonya Jeon menatap putra kebanggaannya,raut wajah putranya begitu bahagia tanpa beban. Berbanding terbalik dengan menantunya yang berwajah sendu saat menemuinya. Apakah benar semua dugaan Namira tentang putra Jeon.

"Siapa perempuan itu Jeon..?"Hanah bertanya lagi.

"Jangan lupa mami juga Jeon"ucap Jeon Respati terkekeh.

"Jawab saja pertanyaan mami..Jika memang ada sudahilah, kasian Nami dan Evan"ucap perempuan paruh baya itu.

"Iya...ada perempuan lain"jawab Jeon tak ingin berbohong.

"Siapa dia..? Apakah dia anak seorang presiden?apakah dia bisa membantu kita saat perusahaan kolep,Dia hanya menginginkan uangmu saja Jeon, dia akan pergi saat kamu kehilangan segalanya"

Jeon menatap ibunya dengan mata memerah, entah kesal atau kecewa.

"Tidak..aku yakin dia bukan perempuan seperti itu.Aku bertemu perempuan itu hampir setahun yang lalu.. Dia satu-satunya perempuan yang bisa membuatku merasakan apa itu namanya rindu,takut kehilangan dan cinta". Jeon menelan ludahnya susah payah,saat mengatakan kata terakhirnya.

"Bulshit Respati...semua yang kamu rasakan itu sudah kamu rasakan pada istrimu,hanya kamu tidak menyadarinya"Suara Hanah meninggi.

"Apa yang mami tau tentang perasaanku,sedari kecil sampai dewasa aku tidak bisa memilih untuk hidupku sendiri. Bahkan aku baru merasakan kasmaran saat sudah berumah empat puluh tahun"

"Beri perempuan itu uang, biarkan dia pergi dari hidupmu. Sebelum mami melakukan sesuatu.. Pembicaraan kita selesai,mami harap ini terakhir kita membahas siapapun dia. Kembali pada istrimu,mami berharap tahun ini punya cucu kedua". Hanah meninggalkan ruangan suaminya tanpa menoleh lagi.

Jeon terpaku di tempat,bahunya turun dan raut wajahnya terlihat sangat gusar. Tuan besar Jeon menghampiri putra semata wayangnya. Dia sangat terpukul mendengar putranya yang jatuh cinta pada perempuan lain saat dia sudah memiliki keluarga.

"Papi kira selama ini kamu bahagia, karena papi melihat kamu tidak pernah melawan apa yang mami dan papi inginkan "tangan keriput itu mengusap bahu putra Jeon.

"Siapa dia,siapa yang membuat anak kebanggaan keluarga ini begitu menginginkannya.. Pasti perempuan itu sangat spesial "ujarnya lagi.

Jeon menghela nafasnya, tamatlah sudah jika tuan besar keluarga ini sudah bertanya segalanya.

"Tolong jangan lakukan apapun padanya, dia tidak bersalah.Aku lah yang menginginkan nya,aku yang memaksanya"

Jeon segera bangkit dari duduknya karena dia sudah tak ingin mengatakan apapun lagi. Dia membungkukan badannya pada tuan besar Jeon.

"Datanglah pada papi jika kamu ingin perempuan itu di berikan perlindungan.Mami mu tidak akan melepaskannya begitu saja"

Jeon menghentikan langkahnya mendengar ucapan ayahnya. Apa sebenarnya yang dipikirkan pria tua ini,Jeon memutar badannya sekedar ingin tau apakah pendengarannya tidak salah.

Tuan besar Jeon tersenyum melambaikan tangan pada putranya menyuruh segera pergi.

____________________________________

"Cari perempuan itu,bawa dia kerumah besar setelah kamu mendapatkan informasinya" Jeon Hanah meletakkan ponsel yang sedari tadi dia pakai untuk menghubungi anak buahnya. Perempuan paruh baya itu begitu kesal saat mendengar pengakuan putranya. Jika sampai berita ini terdengar ke keluarga besannya habis sudah semua image baik yang telah dibangun susah payah. Dia memijit tengkuknya yang tiba-tiba terasa berat.

"Biarkan Respati mengurusnya sendiri,jangan ikut campur lagi"suara tuan besar Jeon terdengar di rungu Hanah.

Perempuan paruh baya itu mendelik tak terima dengan ucapan suaminya.

"Kamu membiarkan putramu berselingkuh..? membiarkan semua orang mencemooh keluarga kita karena memiliki putra yang tak setia.Bagaimana jika besan tau kelakuan Respati.."

"Hanah apakah kamu tidak merasa bersalah pada putra kita setelah mendengar pengakuannya. Hidupnya tidak bahagia,selama ini semuanya hanya kepura-puraan".

"Jika memang tak ada cinta bagaimana evan bisa hadir..?"teriak Hanah kesal.

"Jika semuanya harus selalu didasarkan cinta tidak ada pemerkosaan di dunia ini"

"Jangan pernah menghentikanku,aku hanya tidak ingin Evan menjadi anak yang tumbuh tanpa kasih sayang orang tua"

"Tidak...bukan kebahagiaan siapapun yang kamu pikirkan,kamu hanya memikirkan perusahaan"

Tuan besar Jeon meninggalkan istrinya yang masih diam di kamar tidur mereka. Tak ingin memperkeruh suasana, karena dia yakin perempuan yang dinikahi olehnya bukan perempuan lembut yang mau mengalah begitu saja.

Para pembaca yang Budiman kiranya sudi untuk sekedar memberikan like di karyaku ini..Like kalian sangat membantu menaikkan mood menulisku.. Terimakasih.

1
Ana Dinozzo
yuk baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!