Apa jadinya jika yang menjadi sekretaris di perusahaan adalah istri sendiri? jangankan bisa menggoda karyawan wanitanya bahkan untuk sekedar lirik sana-sini pun tidak akan bisa dilakukan.
Sementara itu, dibalik sikap ceria sang istri ternyata dia harus bertahan menghadapi keluarga suami yang sering menyindirnya karena belum dikaruniai anak. Akankah rumah tangga mereka bisa kuat ataukah harus hancur hanya gara-gara sang istri belum juga dikaruniai keturunan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 10 Reuni
1 minggu kemudian....
Rio saat ini sedang sibuk dengan pekerjaan. Dia sama sekali tidak ingat dengan acara reuni yang dibicarakan Riki minggu lalu. Hingga tiba-tiba ponselnya bergetar, dan Rio pun segera melihatnya.
"Astaga, nanti malam reunian," batin Rio.
Rio terdiam, lalu menyandarkan tubuhnya ke punggung kursi. Dia bingung antara mau datang atau tidak. Jika datang, dia belum siap bertemu dengan Nathalie tapi jika gak datang merasa gak enak karena selama ini dia terlalu sering absen.
"Apa Ashika akan mengizinkan aku untuk datang? Atau aku ajak Ashika saja?" batin Rio.
Setelah berpikir lumayan lama, akhirnya dia pun memutuskan untuk mengajak istrinya. Rio segera menghubungi Ashika supaya nanti malam dia bersiap-siap. Rio tidak mau sampai menyakiti hati istrinya, maka dari itu dia ingin memperkenalkan istrinya kepada teman-temannya.
Malam pun tiba....
Ashika mematut penampilannya di depan cermin. "Apa penampilanku sudah cantik? Mas Rio suka gak ya, sama penampilan aku kaya gini?" gumam Ashika.
Malam ini Ashika memakai dress putih tanpa lengan dengan motiv bunga-bunga kecil warna kuning. Ashika terlihat cantik dan seksi, gaya penampilan dia memang seperti itu bahkan bajunya semuanya seksi. Tidak lama kemudian terdengar suara mobil Rio, Ashika pun dengan cepat keluar dari kamarnya dan menyambut kepulangan Rio.
"Sayang!" teriak Ashika.
Ashika berlari dan langsung memeluk suaminya itu. Rio melepaskan pelukannya dan memperhatikan penampilan Ashika dari bawah hingga atas.
"Bagaimana penampilanku? Cantik gak?" tanya Ashika meminta penilaian.
"Kamu cantik banget sayang, pasti teman-teman aku iri melihat istri aku yang sangat cantik ini," puji Rio sembari tersenyum.
"Ah, Mas bisa saja," sahut Ashika tersipu malu.
Rio membuka pintu mobilnya. "Ayo masuk, sepertinya kita sudah terlambat," ucap Rio.
Rio dan Ashika pun segera meluncur ke sebuah hotel di mana tempat reunian diadakan. Sementara itu, Nathalie tampak celingukan dia dari tadi menunggu kedatangan Rio.
"Hayo, kamu celingukan cari siapa?" goda Riki.
"Pasti kamu sudah tahulah, aku cari siapa?" sahut Nathalie.
"Tapi kalau dia sampai datang, kamu jangan sedih ya, soalnya dia sudah menikah dan kemungkinan dia akan datang bersama istrinya," ucap Riki.
"Menikah? Kok aku gak tahu dia sudah menikah?" ucap Nathalie kaget.
"Aku juga baru tahu minggu lalu pas ketemu sama dia, dia sudah menikah 1 tahun lebih tapi istrinya belum hamil juga," sahut Riki.
"Apa? Menurut kamu, cantikan mana aku sama istri Rio?" tanya Nathalie sedikit kesal.
"Aku tidak tahu bagaimana wajah istrinya Rio jadi aku tidak bisa membandingkan kamu dengan istrinya Rio," sahut Riki.
"Aku yakin, cantikan kamu dibandingkan istrinya Rio," celetuk Asri.
"Iya, dan aku juga yakin jika Rio menikah dengan wanita itu karena pelampiasan saja soalnya cintanya sudah mentok untuk kamu. Buktinya dia menikah diam-diam tanpa mengundang kita sama sekali, itu tandanya dia tidak benar-benar mencintai istrinya," timpal Lina.
Nathalie tersenyum penuh kemenangan. "Benar juga, aku sangat yakin jika Rio masih mencintai aku," sahut Nathalie.
Nathalie dan yang lainnya sedang mengobrol, tiba-tiba pintu ruangan privat room itu terbuka. Semua orang yang ada di sana, reflek melihat ke arah pintu. Rio dan Ashika masuk, membuat semua orang melongo ternyata yang mereka pikir istrinya Rio jelek salah besar.
"Maaf, aku terlambat," seru Rio.
Rio dan Nathalie saling bertemu pandang, dan seketika Rio memalingkan wajahnya dan membawa Ashika untuk ikut bergabung. "Akhirnya kamu datang juga, kita kira kamu tidak akan datang," ucap Riki.
"Datang dong, mumpung lagi senggang. Oh iya, kenalkan ini Ashika, istri aku," ucap Rio memperkenalkan Ashika.
Ashika hanya tersenyum kepada semuanya. Nathalie memperhatikan penampilan Ashika dari bawah hingga ke atas. Rio pun mengajak Ashika untuk duduk, Nathalie tidak melepaskan pandangannya kepada Rio dan Rio sadar itu tapi dia berusaha bersikap biasa-biasa saja.
"Rio, kamu gak rindu sama Nathalie?" celetuk Lina.
Rio melotot dan berdehem untuk menetralkan perasaannya. Padahal dia sudah berusaha menghindari pembicaraan mengenai Nathalie tapi entah kenapa ada saja yang nyeletuk seperti itu. Ashika hanya bisa tersenyum dan berusaha bersikap tenang.
"Lihatlah Rio, sekarang Nathalie sudah menjadi model internasional, mana cantik banget, apa kamu tidak menyesal dulu putus sama Nathalie," celetuk Asri.
Ashika mulai tidak nyaman, tapi Rio dengan cepat menggenggam tangan Ashika untuk menenangkan istrinya itu. Nathalie yang melihatnya semakin panas dan cemburu.
"Sayang, aku ke toilet dulu sebentar, gak apa-apa 'kan?" bisik Rio.
Ashika menganggukkan kepalanya. "Tapi jangan lama-lama," sahut Ashika.
"Aku janji gak bakalan lama kok." Rio bangkit dari duduknya dan langsung pergi.
Setelah Rio pergi, Nathalie seperti mempunyai kesempatan untuk menghampiri Ashika. "Kamu pakai pelet apa sampai Rio mau menikah denganmu?" tanya Nathalie dengan nada sinis.
"Maaf, aku tidak main pelet-peletan," sahut Ashika berusaha tenang.
"Dilihat dari penampilannya, kayanya dia bekas LC deh, Nat," sindir Lina.
"Iya, apa jangan-jangan memang benar makanya Rio tidak undang-undang saat nikah karena malu," timpal Asri.
"Asalkan kamu tahu ya, Rio dan aku itu belum putus dulu kita berpisah karena salah paham saja beda visi misi tapi sekarang aku sudah pulang dan cita-cita aku pun sudah tercapai. Maka dari itu, aku ingin mengambil Rio kembali," ucap Nathalie dengan sinisnya.
"Kamu tidak malu bicara seperti ini?" kesal Ashika.
Baru saja Nathalie ingin membalas ucapan Ashika, pintu ruangan pun terbuka dan Rio sudah kembali dari toilet. "Mas, rasanya aku tidak enak badan. Aku ingin pulang," rengek Ashika dengan manjanya membuat Nathalie semakin kesal.
Rio menganggukkan kepalanya. "Teman-teman, maaf ya, sepertinya aku harus pulang duluan karena istriku sedang tidak enak badan. Senang bertemu dengan kalian, lain kali kita adakan lagi reunian seperti ini. Kalau begitu, aku dan istriku pamit dulu," ucap Rio.
Rio dan Ashika pun langsung pergi membuat Nathalie mengepalkan tangannya. "Lihat saja, aku akan merebut Rio kembali," batin Nathalie.
Selama dalam perjalanan, Ashika sama sekali tidak bicara bahkan pandangannya dia alihkan keluar jendela. Rio merasa aneh dengan sikap Ashika, dia curiga ada sesuatu yang terjadi kepada Ashika. Sesampainya di rumah, Ashika bergegas keluar dari dalam mobil dan meninggalkan Rio.
"Sayang, kamu kenapa?" tanya Rio pada saat mereka sudah sampai di dalam kamar.
"Tidak apa-apa," ketus Ashika.
Ashika segera mengambil baju tidur dan mengganti bajunya. Ashika naik ke atas ranjang dan mulai merebahkan tubuhnya dengan posisi miring membelakangi Rio. Perlahan Rio menghampiri Ashika dan memeluk Ashika dari belakang.
"Sebenarnya kamu kenapa? Pasti saat tadi Mas ke toilet ada sesuatu yang sudah terjadi 'kan? Cerita sama Mas, apa yang sudah mereka lakukan kepadamu?" tanya Rio.
Ashika menghela napasnya, ternyata Rio sudah tahu apa yang terjadi. Dia berusaha menenangkan dulu perasaannya karena untuk saat ini hatinya masih panas dengan ucapan-ucapan pedas yang dilontarkan Nathalie dan juga teman-temannya.
.lili kyk nya kecintaan sm boy deh..
.ayo lili sadar lah . tunjukan km kuat.. jg nangisan