Aneska Maheswari ratu bisnis kelas kakap yang di bunuh oleh rekan bisnisnya tapi dengan anehnya jiwanya masuk pada gadis desa yang di buang oleh keluarganya kemudian di paksa menikahi seorang pria lumpuh menggantikan adik tirinya .
Mampukah aneska membalaskan semua dendam dan menjalani kehidupan gadis buangan tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mila julia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10 . Rumah Mertua
HAPPY READING!!!
.
.
.
Saat Raline menemani Raka berjalan-jalan di taman belakang mansion yang luas dan tertata rapi, angin sore berembus pelan menyapu dedaunan. Raline menarik napas dalam-dalam, mencoba mengumpulkan keberanian. Ia ingin menyampaikan apa yang dikatakan ibu tirinya pagi tadi.
“Mas, bolehkah aku meminta sesuatu kepadamu?” ucap Raline akhirnya.
“Hm, sudah kuduga,” sahut Raka dingin. “Pasti ada maksud lain. Kamu mau menerima pernikahan ini sepenuhnya? Atau kamu ingin sesuatu dariku? Uang? Apa uang di kartu yang Mama berikan kepadamu masih belum cukup?”
Raline sontak mengerutkan kening. Ia bahkan belum sempat menyelesaikan ucapannya, namun Raka sudah menuduhnya dengan hal-hal yang tak pernah ia pikirkan.
“Sebelum pernikahan ini berjalan lebih lama dan penuh drama, lebih baik katakan sekarang,” lanjut Raka sambil memutar kursi rodanya, menatap Raline lurus. “Berapa banyak uang yang kamu inginkan dariku?”
“Kamu benar-benar mengira aku membutuhkan uangmu?” tanya Raline lirih, dadanya terasa sesak.
“Lalu apa lagi?” ucap Raka tanpa ragu. “Kamu juga menikah terpaksa dengan pria lumpuh sepertiku. Kalau bukan karena uang, tidak mungkin kamu bertahan. Lagipula kamu anak buangan keluarga Kusuma. Ke mana lagi kamu akan pergi selain kembali ke pedesaan dan menjalani hidup susah bersama nenekmu?”
Ucapan itu menghantam Raline tanpa ampun. Ia sontak terdiam. Kata-kata Raka terlalu tajam, terlalu merendahkan. Meski tubuh ini bukan milik jiwanya yang asli, rasa sakitnya tetap nyata—ia dipandang serendah itu oleh lelaki di hadapannya.
Ya, Raka adalah rival perusahaan Anes.Itu semua terjadi karna Raka yang menolak kerja sama perusahaan saat Anes masih merintis perusahaannya sebelum perusahaan Anes sebesar sekarang ini. Raka mengatakan hal kejam dengan meremehkan proposal kerja samanya, mengatakan jika rencana kerja sama Anes sangat buruk dan tidak terstuktur , bekerja sama dengan perusahaan Anes hanyalah suatu pekerjaan yang sia- sia. Hingga permusuhan itu berlanjut saat Raka dengan sombongnya memenangkan tender perusahaan besar mengalahkan Anes.
“Kamu benar-benar menilaiku seperti itu?” suara Raline bergetar, matanya berkaca-kaca. “Aku tidak pernah mengharapkan uangmu sedikit pun. Aku setuju menikah denganmu dan masuk ke keluarga Pranoto hanya karena aku ingin tahu rasanya dianggap sebagai keluarga… diperlakukan layak… tidak direndahkan lagi oleh keluargaku sendiri.”
Air matanya jatuh, namun segera ia hapus kasar, menolak terlihat lemah.
Raline menunjuk Raka dengan wajah tegang, amarah bercampur luka. “Dan asal kamu tahu, permintaanku kepadamu bukan soal uang. Aku hanya ingin kamu ikut denganku ke rumah keluargaku… memenuhi undangan mereka untuk makan malam.”
“Kamu tahu bagaimana mereka memandangku. Jika aku datang tanpa dirimu, penghinaan mereka kepadaku akan berlipat-lipat.”
Raline menghela napas panjang, dadanya terasa berat. “Tapi sepertinya kamu tidak peduli. Melihat bagaimana kamu menilaiku tadi… aku tidak akan memintamu lagi. Aku akan datang sendiri ke sana.”
Tanpa menunggu jawaban, Raline berbalik dan meninggalkan Raka di taman belakang itu.
"Aku salah berharap padamu, Raka. Aku pikir sedikit kebaikanmu bisa membantuku membalas dendam pada keluarga gadis ini dan pada pembunuhku. Tapi ternyata tidak. Aku akan mencari cara lain. Aku tidak akan berharap apa pun lagi darimu. Sepertinya hubungan kita memang hanya pantas sebagai rival—baik di tubuh Anes maupun di tubuh Raline sekarang."Batin Raline bergejolak, namun ia tak menoleh sedikit pun ke belakang.
Sementara itu, Raka menatap punggung Raline yang menjauh.
“Apa yang sudah aku katakan…” gumamnya pelan. “Ucapanku tadi terlalu keterlaluan. Kenapa aku bisa menilainya seperti itu?”
Ia mengacak rambutnya frustrasi, rasa bersalah menyelinap tanpa ia undang.
Namun seketika ia menghentikan gerakannya, kembali memasang wajah dingin. “Tapi kenapa aku harus memikirkannya? Justru lebih baik jika dia membenciku. Dengan begitu, pernikahan ini akan lebih cepat berakhir.”
Raka mengarahkan kursi rodanya perlahan, berusaha menenangkan pikirannya yang kian kacau karna percakapannya dengan Raline barusan.
____
Raline melangkah keluar dari dalam mobil begitu tiba di kediaman orang tuanya. Langkahnya terlihat tenang, namun jantungnya berpacu kencang. Ia sudah bisa membayangkan penghinaan apa saja yang akan ia terima malam ini ,terlebih ia datang sendirian tanpa Raka.
"Ayolah, Anes. Kamu bukan gadis lemah pemilik tubuh asli ini. Kamu bisa melawan semua kata-kata mereka dengan mudah. "batinnya, menegakkan punggung sebelum melangkah masuk ke dalam rumah.
Begitu pintu dibuka oleh seorang maid, Raline langsung disambut oleh Hendra, Maya, dan Arumi yang berdiri di depan. Wajah mereka seketika mengeras saat menyadari satu hal ,Raline datang sendiri.
“Mana Raka? Kenapa hanya kamu sendiri?” tanya Hendra dengan nada kecewa yang tak disembunyikan.
“Kamu tidak berhasil membujuknya keluar dari rumah dan datang ke sini?” sambung Maya sinis. “Kalau hanya kamu sendiri, kami tidak perlu menyambutmu seperti ini. Untuk apa repot-repot menyiapkan makan malam mewah kalau yang datang hanya anak buangan tak berguna sepertimu?”
“Hahaha, benar sekali,” timpal Arumi. “Kamu pasti merasa sombong karena kemarin Tuan Raka membelamu di depan banyak orang. Jangan-jangan pembelaan itu cuma gimmick supaya orang-orang tidak memandangmu rendah. Tuan Raka hanya kasihan melihat tampang memelasmu.”
Raline tersenyum tipis, matanya tajam. “Tidak penting dia merasa kasihan atau apa pun. Yang terpenting, kamu membawa oleh-oleh tamparan dari acara itu, bukan, Arumi? Bagaimana, harga dirimu masih utuh setelah kejadian kemarin?”
Wajah Arumi menegang.
“Terlepas dari apa pun yang kalian katakan,” lanjut Raline tenang namun menusuk, “bukankah yang paling penting sekarang aku adalah nyonya di keluarga Pranoto? Derajatku jauh lebih tinggi dibandingkan kalian semua. Sudah seharusnya kalian menyambutku bak seorang ratu.”
“Lihat, Mas,” Maya mendesis kepada Hendra. “Anak kurang ajar ini benar-benar tidak tahu diri. Dia merendahkan kita, padahal kitalah yang membuatnya menikah dengan anak Pranoto.”
“Tapi itu juga karena kalian tidak ingin anak kesayangan kalian menikah dengan pria lumpuh, bukan?” potong Raline dingin. “Makanya kalian mengorbankanku demi menyelamatkan perusahaan yang hampir bangkrut itu.”
“Ingat baik-baik,” lanjutnya, suaranya semakin tegas. “Aku adalah penyelamat kalian dari kemiskinan. Jika aku selesai, kalian pun akan selesai.”
“Kamu mengancam kami, Raline?” tanya Hendra dengan rahang mengeras.
“Bukankah itu kenyataannya?” Raline tersenyum leluasa. “Kalau bukan karena keluarga Pranoto yang menaruh saham besar di perusahaanmu, kamu dan keluargamu mungkin sudah tinggal di kolong jembatan hari ini. Atau ikut beternak ayam dan sapi di desa, mengemis pada nenek.”ucap Raline membuat ketiga orang tersebut tak mampu berkata-kata.
Dengan langkah anggun penuh kemenangan, Raline berlenggok menuju meja makan, tak memberi kesempatan mereka membalas.
Namun di tengah ketegangan itu __
Suara roda kursi beradu dengan lantai marmer terdengar dari arah pintu.
“Maaf aku terlambat. Ada pekerjaan yang harus aku selesaikan.”
Suara itu membuat semua orang terdiam.
Raka muncul di ambang pintu, duduk di kursi rodanya, didorong oleh sang sopir. Tatapannya tenang, kehadirannya langsung mengubah suasana ruangan.
Raline yang sudah melangkah masuk sontak berbalik.
“Mas Raka?” matanya membesar. “Kamu… menyusulku?”
.
.
.
💐💐💐Bersambung💐💐💐
Waah Raka datang dong, gimana mertua gacor abis nggak tuh anak buangan yang di sepelekan itu.
Lanjut Next Bab ya guys😊
Lope lope jangan lupa ya❤❤
Terima kasih sudah membaca bab ini hingga akhir semuanya. jangan lupa tinggalkan jejak yaa, like👍🏿 komen😍 and subscribe ❤kalian sangat aku nantikan 🥰❤