NovelToon NovelToon
Terjerat Boss Playboy

Terjerat Boss Playboy

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Playboy / Nikah Kontrak / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Kantor
Popularitas:17.8k
Nilai: 5
Nama Author: Kim.nana

"Tuan, ayo tidur denganku?" Kalimat gila itu Dea ucapkan pada sang boss di bawah kendali alkohol.
Namun Dea pikir semuanya akan berakhir malam itu juga, namun siapa sangka satu sentuhan membuatnya dikejar selamanya oleh sang boss playboy.
"Dea, kamu harus tanggung jawab padaku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim.nana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 - Agenda Baru

Rapat akhirnya dimulai tepat waktu.

Alex melangkah menuju ruang rapat utama dengan didampingi Juan yang membawa tablet berisi agenda dan dokumen penting. Pintu kaca tertutup rapat, menyisakan suasana formal dan serius di dalam ruangan itu.

Sementara itu Dea dan Millie tetap berada di area sekretariat.

Dea fokus menatap layar komputernya, membuka agenda temu Alex hari ini, mengecek ulang jadwal rapat lanjutan, serta memastikan semua email penting sudah difilter dengan rapi. Jemarinya bergerak cepat, seolah tenggelam dalam pekerjaan adalah satu-satunya cara untuk menenangkan pikirannya.

Millie sesekali melirik Dea.

“Aku ambil arsip kontrak klien dulu ya,” ucap Millie sambil berdiri.

“Oke,” jawab Dea tanpa mengalihkan pandangan dari layar.

Baru beberapa menit Millie pergi, suara ketukan sepatu hak tinggi terdengar mendekat dari arah lorong. Langkahnya jelas penuh percaya diri, bukan langkah karyawan biasa.

Dea mengernyit pelan.

Belum sempat ia menoleh, seorang wanita sudah berdiri tepat di depan meja resepsionis sekretariat.

Berpenampilan seksi dengan gaun pas badan, rambut panjang terurai dan riasan wajah sempurna, tak perlu bertanya dua kali, Dea langsung tahu siapa dia.

Serine.

“Apa Alex ada?” tanya Serine, nadanya dingin tapi penuh superioritas, seolah tempat ini memang miliknya.

Dea berdiri dengan perasaan sedikit canggung di dalam hati. Dea sangat tahu siapa wanita ini, sosok wanita yang kini sedang dekat dengan bossnya, atau dengan nama lain suami rahasianya.

Kini saat bertemu lagi rasanya aneh sekali, terlebih pernikahannya dengan Alex adalah pernikahan yang dirahasiakan.

“Tuan Alex sedang rapat, Nona. Apakah ada janji sebelumnya?” tanya Dea dengan ramah.

Namun sorot mata Serine langsung menyapu Dea dari atas ke bawah, menilai tanpa sungkan. Ada senyum tipis di sudut bibirnya, sinis dan meremehkan. “Tidak,” jawab Serine ringan. “Aku hanya ingin menemuinya sebentar.”

“Maaf, jika tidak ada janji, saya tidak bisa_”

“Aku pacarnya,” potong Serine cepat. Kalimat itu sengaja ditekan, jelas diarahkan pada Dea. "Kamu tau siapa aku kan?" tanyanya lagi, semakin menegaskan apa posisinya di sini.

Memang benar, ini bukanlah pertemuan pertama mereka berdua. Tapi Dea hanya sedang berusaha bekerja secara profesional, Alex memiliki jadwal yang padat untuk pekerjaannya. Kunjungan secara tiba-tiba seperti ini justru akan merusak jadwal yang sudah diatur. Bahkan setelah rapat kali ini, Alex memiliki janji temu dengan kliennya.

“Tetap saja, Nona. Rapat tidak bisa diganggu. Jika ingin menunggu, silakan duduk di ruang tunggu.”

Serine menatap Dea beberapa detik lebih lama, lalu terkekeh pelan. “Berani sekali kamu padaku ya, aku bisa membuat Alex memecatmu,” balas Serine.

Dia kemudian mendengus, jelas tidak berniat mengikuti prosedur apa pun.

Tanpa menunggu jawaban Dea, wanita itu melangkah melewati meja sekretaris dengan angkuh. Sepatu hak tingginya berdetak tajam di lantai marmer, langsung menuju pintu ruang kerja Alex yang terpisah dari ruang rapat.

“Nona, Anda tidak bisa masuk ke sana_” Dea mencoba menahan, namun Serine sudah lebih dulu membuka pintu ruang kerja Alex dan masuk begitu saja.

Pintu itu tertutup kembali dengan bunyi klik pelan, Dea menghela napas panjang, jemarinya mengepal di atas meja karena bingung. Ia segera meraih ponselnya, berniat menghubungi Juan, namun langkah kaki tergesa terdengar dari arah lorong.

Millie muncul dengan map di tangan, wajahnya langsung berubah begitu melihat ekspresi Dea.

“De, itu tadi_” Millie melirik ke arah pintu ruang kerja Alex. “Nona Serine?”

“Iya,” jawab Dea pelan. “Dia masuk ke ruang Tuan Alex begitu saja.”

Millie tampak gelisah. “Waduh, ini bisa gawat. Kalau sampai pertemuannya terganggu tuan Alex bisa marah. ”

“Tidak usah khawatir, kalau ada apa-apa, aku yang bertanggung jawab.”

Waktu berjalan lambat.

Beberapa menit terasa seperti satu jam sampai akhirnya pintu ruang rapat terbuka. Alex keluar lebih dulu, wajahnya datar dan penuh wibawa, diikuti Juan dan beberapa petinggi perusahaan.

Alex langsung melangkah menuju ruang kerjanya tanpa menoleh, kebiasaan yang sudah sangat dikenal Dea dan Millie.

Namun begitu pintu ruang kerja itu dibuka langkah Alex terhenti.

Sorot matanya langsung mengeras saat melihat Serine duduk santai di sofa ruangannya, kaki disilangkan seolah itu memang tempatnya.

“Apa yang kamu lakukan di sini?” tanya Alex.

Serine berdiri senyumnya langsung mengembang manis. “Aku kangen,” jawabnya, “Dan sekretarismu itu tidak mengizinkanku masuk.”

Alex menoleh ke arah Dea yang berdiri di luar, wajahnya tetap profesional meski ada sedikit perasaan tak nyaman.

Juan juga ikut melirik Dea, alisnya terangkat tipis jelas paham situasinya tidak sederhana. Karena bagaimanapun dia adalah saksi dari segala kekacauan yang terjadi saat ini, Juan tahu siapapun wanita yang dekat dengan sang boss. Juan juga tahu jika Dea menikah secara rahasia dengan bossnya.

Juan seperti pemegang kunci semua rahasia ini.

Alex kemudian menghela napas pelan, lalu menatap Serine kembali. “Kita bicara nanti, ini kantor.”

“Justru karena ini kantormu,” balas Serine seraya mendekat dengan manja. “Aku ingin bicara sekarang.”

Alex kemudian menutup pintu, sementara Dea menghela nafasnya dengan kasar. Kini di ruangan sang Presdir hanya ada Alex dan Serine berdua. Serine bahkan langsung memeluk tubuh Alex dengan erat, wajahnya disandarkan ke dada pria itu seperti biasa, manja, posesif, seolah takut kehilangan.

“Aku dipermalukan oleh sekretarismu,” keluh Serine dengan suara dibuat lirih. “Dia berani sekali menghalangiku, Alex. Seorang sekretaris, berani-beraninya bersikap seperti itu padaku.”

Alex tidak langsung membalas. Tangannya justru menahan bahu Serine, mendorong wanita itu sedikit menjauh agar mereka berhadapan.

"Kamu harus memecatnya. Dia terlalu berani dan tidak tahu diri. Aku tidak mau ada perempuan seperti itu di dekatmu.”

Alex menatap Serine lekat-lekat. Tidak ada kemarahan di matanya, tidak juga ketertarikan seperti biasanya. Yang ada justru kelelahan dan rasa malas.

“Tidak,” jawab Alex singkat.

Serine tertegun. “Apa?”

“Aku tidak akan memecat Dea,” jelas Alex. “Dia hanya menjalankan tugasnya. Justru kamu yang melanggar aturan dengan masuk ke ruang kerjaku tanpa izin.”

Nada suara Alex membuat Serine terdiam sesaat. Ini bukan Alex yang biasa menuruti semua keinginannya.

“Kamu membelanya?” suara Serine sedikit meninggi. “Sejak kapan kamu begitu peduli pada sekretarismu?”

Alex menghela napas panjang, lalu melangkah menjauh satu langkah. Jarak kecil itu terasa seperti jurang bagi Serine.

“Serine, Aku rasa kita harus berhenti.”

Dan kata-kata itu seperti petir di siang bolong.

“Berhenti?” Serine tertawa kecil, tak percaya. “Kamu bercanda kan?”

“Tidak,” jawab Alex. “Hubungan ini tidak bisa dilanjutkan.”

Wajah Serine langsung berubah. “Kenapa? Kamu sudah punya wanita lain? Siapa Lex? Apa aku kurang memuaskan mu?"

“Bukan karena siapa pun,” balas Alex dingin. “Karena aku memang sudah selesai.”

Serine menggeleng kuat, emosinya mulai naik. “Tidak, kamu tidak bisa memutuskanku begitu saja.”

“Pergilah, nanti ku transfer 100 juta, kompensasi terkahir dariku."

"Tapi Lex."

"Lebih baik jangan membuatku marah."

Serine tidak bisa lagi berkata-kata sekarang, melawan keputusan Alex justru membuatnya terlihat semakin buruk. Sementara dia ingin Alex menilainya sebagai wanita yang menyenangkan.

"Jika ingin bertemu hubungi aku," ucap Serine, dia mengambil tasnya di atas meja, lalu berjalan menuju pintu. Sebelum keluar, ia menoleh sekali lagi.

Tapi Alex tidak menahannya.

Pintu terbuka dan tertutup sedikit keras .

Di luar Dea dan Millie refleks menoleh saat Serine melangkah keluar dengan wajah marah dan langkah buru-buru. Tanpa berkata apa pun, wanita itu pergi.

Beberapa detik kemudian, pintu ruang kerja Alex kembali terbuka.

Pria itu berdiri di ambang pintu, wajahnya kembali dingin seperti tak terjadi apa-apa.

“Dea,” panggilnya singkat.

Dea menegakkan tubuh. “Iya, Tuan.”

“Batalkan janji makan siangku hari ini,” ucap Alex. “Dan datang ke ruanganku untuk menyiapkan agenda baru.”

Tatapan mereka bertemu sekejap.

Tak ada kata lain, tapi Dea tahu satu hubungan telah berakhir, dan yang lain baru saja dimulai dengan cara yang jauh lebih berbahaya. 'Ya ampun, agenda apa,' batin Dea.

"Baik, Tuan," jawabnya patuh.

1
❤️MOMMY JEJE💋💋💋
hadeeewwhh Kimnana mulai kumatt🙄🙄wes pirangndino ora updet, njaluk di cetoti ginjele ancen
niara
thor kok lama banget up nya???☕nuh q kasih kopi biar semangat
niara
seru ceritanya real fact dg jaman sekarang
Rizka Susanto
km kereeeennn de...,
lupe you pull😍😍
Rizka Susanto
pertahnkan de.... jngan terpengaruh,
biar bang Al tantrum sdri🤣
Rizka Susanto
good job De... 😄
inha
blm up
rahmalia maricar
kok blm up kak
ayr barokah
mana nih up nya thor?
❤️MOMMY JEJE💋💋💋
💋💋💋💋💋💋💋💋
❤️MOMMY JEJE💋💋💋
💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋
❤️MOMMY JEJE💋💋💋
💋💋💋💋💋💋💋
❤️MOMMY JEJE💋💋💋
Akak Kim, ah ah ah ny gitu doank, panjangin dunk!! 😁😁🙈🙈🙈
🌈Yulianti🌈
aseeeek Alex masuk jebakan wonder woman padahal dea lagi menahan kehancuran hatinya, lanjut Dea biar s Alex yg makin cemburu dan marah dengan sikap tenang mu 😅😅😅
Naviah
lanjut thor
Baim Jum
good Dea pertahanan sikap mu, geram aku ma laki modelan Alex thu sukanya sok yes j🤭😂
rizky tria
biar Alex menyadari pentingnya kehadiran Dea di hidupnya, biar nanti Alex yg ngejar" dirimu De 😀
Daneen
Kapok lu lex
Deera
Lex, 1+1 berapa? 🤭
Kim.nana: that simple 🤣
total 1 replies
❤️ TISAFOREVER ❤️
cie.. ada yg ngarep ni🤭🤭🤣
tapi sayang tak digubris🤭..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!