NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Bos Menyebalkan

Terjerat Cinta Bos Menyebalkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: wahyoeni"23

Aleta merasa dunia tidak berpihak padanya. Banyak masalah terus menimpanya, dari kehilangan sang Ayah tercinta hingga kehilangan tunangannya , yang direbut oleh orang terdekatnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wahyoeni"23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10. Rencana Bastian

Tommy tertawa terbahak mendengar cerita dati Bastian.

" Ha...ha....ha.....kamu ada - ada saja Bas , kayaknya hidup kamu lagi ketimpa siap terus sejak bersama dengan Kartika deh ".

Mereka berdua sedang makan siang bersama di kantin.

" Terus saja tertawa Tom , Kayaknya kamu senang sekali lihat aku susah?". cibir Bastian , ia menyesal sudah bercerita pada Tommy yang pada akhirnya cuma untuk di tertawakan bukan simpati.

Tapi hanya dengan Tommy Bastian bisa seterbuka ini . Tommy pendengar yang baik , meskipun kadang komentarnya menyakitkan hati , tapi Tommy berkata jujur dan yang pasti dia tidak ember , rahasia Bastian aman di tangan laki- laki itu.

" Memang.....ha..ha..ha....". beberapa orang sampai menengok ke arah meja mereka, tapi Tommy tidak perduli.

" Eh tapi kamu masih beruntung Bas , aku tidak bisa membayangkan jika waktu itu kamu berkata kasar atau bahkan memaki Bos baru kita itu , aku yakin kamu akan langsung di pecat ".

" Iya juga sih , tapi aku jadi ada rasa canggung kalau ketemu beliau ".

" Ya udah sih Bas , enggak usah di ambil pusing , yang penting Pak Elang nya enggak mempermasalahkan kejadian itu ".

" Tetap saja , aku enggak enak Tom ".

" Kalau enggak enak kamu muntahin saja ".

" Ck...". Bastian berdecak , Tommy selalu sesantai itu.

" Oh ya Bas , tadi kamu menanyakan di mana periksa kehamilan malam - malam ?".

" Iya , di mana Tom ".

" Ke Bidan aja Bas , pasti buka meski malam , kan biasanya Bidan itu praktek di rumahnya sendiri ".

" Terima kasih Infonya Tom ".

" Sama - sama , kamu mau periksa kehamilannya Kartika ya , wahhh sudah sadar rupanya , mau jadi suami siaga nih ".

" Bukan itu , nanti saja aku ceritakan ".

" Loh, ada apa nih....mencurigakan sekali kamu Bas , jangan bilang kamu menduga kalau Kartika berbohong tentang kehamilannya ?".

Bastian memutar bola matanya , " Kenapa tebakan kamu selalu benar sih Tom ?".

" Jadi benar , kok kamu bisa berfikir seperti itu Bas ?".

Bastian pun kembali menceritakan tentang ucapan Aleta padanya .

" Kalau Aleta yang ngomong kayaknya ia jujur deh Bas ".

" Aku juga kepikiran begitu Tom ".

" Buktikan saja dulu , jangan terus menduga - duga nanti kamu kepikiran terus stres deh , aku kan malu kalau punya teman gila ".

Tommy kembali terkekeh.

Mereka pun selesai makan siang , saat masuk ke lobby mereka berdua berremu dengan rombongan Elang yang baru pulang rapat dari luar....tentu saja ada Aleta di sana.

" Aleta makin kesini makin tambah cantik aja ya Bas....yang bisa dapetin dia pasti laki - laki yang sangat beruntung, semoga aku bisa mendapatkan Aleta ya Allah, Aamiin..... akan aku tikung di sepertiga malam ". Tommy sampai menengadahkan kedua tangannya.

" Kayak pernah sholat tahajud aja kamu Tom...Tom....".

" He..he....he...yang penting niat dulu Bas ".

" Terserah kamu sajalah Tom , kalau sudah puas tidurnya bangun , jangan ngimpi terus ". Ucap Bastian menepuk bahu Tommy.

" Sialan kamu Bas , Aamiin kan dong do'a ku !".

" Ogah ".

Sore hari Bastian pulang ke rumah , ia tidak melihat Kartika

" Kartika , kamu mau menghindariku rupanya, kalau begini aku jadi semakin yakin kalau kamu berbohong padaku "..

Bastian tidak mencari Kartika, ia membersihkan dirinya, ia sudah punya rencana malam ini Bastian tersenyum miring, merasa rencananya akan berhasil.

Malam menjelang , Bastian pamit pada Bu Erna mau keluar sebentar , ia tau Kartika memperhatikannya dari jauh.

Tidak terlalu lama Bastian pun pulang bersama seorang wanita paruh baya mungkin hampir seumuran dengan Bu Erna.

Kartika yang sedang duduk bersama dengan Bu Erna , ia tidak bisa menghindar lagi , tadi ia mengira kalau Bastian akan lama keluarnya .

Bu Erna tentu saja kaget melihat Bastian pulang bersama seorang ibu - ibu , " Siapa ini Bas ".

" Ini....".

" Saya Bidan Bu , saya di ajak Pak Bastian untuk memeriksa istrinya ". Bidan itu menjawab sebelum Bastian melanjutkan ucapannya .

Deg.....Kartika menegang.....ia sungguh takut , kenyataan akan terbongkar malam ini.

Aduh gimana ini, apa aku harus lari....sial , masa secepat ini kebohongan ku terbongkar.....sungguh sial sekali...

" Oh Bu Bidan tooo , ya sudah, mari masuk Bu !".

" Terima kasih Bu , lalu mana calon ibu yang harus saya periksa Pak Bastian ?".

" Itu dia istri saya Bu , langsung saja ya Bu ".

" Iya Pak Bastian ".

" Tapi Mas , aku tidak apa - apa kenapa harus di periksa sih Mas ". tolak Kartika.

" Bidannya sudah terlanjur di sini Tik , ayolah cuma sebentar , aku cuma mau memastikan kalian baik - baik saja ". Bastian pura - pura perduli.

" Tapi Mas, aku.....". Kartika berusaha menolak lagi , tapi gagal ketika ibunya Bastian ikut berbicara.

" Iya Tika , ini juga demi kebaikan kamu juga , sudah jangan di tolak, suami kamu sudah capek- capek panggil Bidan, sudah nyampe rumah juga , masa di tolak, ayo , ibu juga akan temani kamu Tika ". Bu Erna yang tidak tau rencana Bastian tanpa sadar mendukung agar Tika di periksa

Kartika berjalan kaku , pikirannya buntu , mau kabur pun tidak bisa , Bastian menegangi kedua bahunya , seakan dirinya orang yang sedang sakit dan perlu di tuntun.

Bastian membantu Kartika berbaring , ia tetap berdiri di dekat ranjang, waspada agar buruannya tidak bisa bebas begitu saja.

Bu Bidan mulai memeriksa perut Kartika , dahinya mengernyit heran.....ia sampai mengulangnya beberapa kali.

" Ada apa Bu , ada yang aneh ya ?" tanya Bastian , pura - pura khawatir.

" Bukan Pak Bas , ini......maaf ya Pak Bas , kok saya merasa istri Pak Bastian tidak hamil sama sekali ".

Hah ???? Bu Erna menutup mulutnya , firasat buruknya mulai menemui titik terang.

" Maksudnya Bu ?". Bastian memastikan.

" Maksud saya , tidak ada janin di perut istri anda , Pak Bastian lihat kan , suara jantung si jabang bayi tidak terdengar sama sekali ".

Bastian mengangguk, " Ya sudah Bu, terima kasih Bu Bidan , Bu....tolong antar Bu Bidan ke depan ya Bu ".

Kepergian Bu Bidan dan Bu Erna dari kamar Bastian mendadak membuat suasana di sana jadi terasa panas , Bastian menatap tajam mata Kartika.

Yang di tatap , salah tingkah dan juga takut . Mata Bastian seperti ingin menelannya hidup- hidup .

" Mas......". Ucap Kartika memecah keheningan.

Bersambung......

--------------------

Bastian bersedekap , ia menuggu istrijya.

1
Rian Moontero
lanjuuuutt👍👍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!