NovelToon NovelToon
Lazy Emperor

Lazy Emperor

Status: sedang berlangsung
Genre:Budidaya dan Peningkatan / Action
Popularitas:244
Nilai: 5
Nama Author: kristanto artsx,....

setelah menyebrang, aku ingin berkultivasi dengan santai tetapi semua orang memubuat ku bekerja keras, saat aku berkata bahwa aku berkultivasi dengan bekerja keras, orang-orang ngin menghajar ku berkata bahwa aku orang termalas di dunia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kristanto artsx,...., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

cap 4 berburu

Setelah kembali ke daerah dekat goanya, ary segera mempersiapkan diri.

ary pertama-tama pergi ke hutan dan mencari kayu sambi, pohon kusambi adalah pohon yang tumbuh memenuhi hutan ini dan hanya perlu keluar tak jauh dari celah batu untuk menemukan nya.

Kayu kusambi sendiri sangat keras garing dan kokoh, biasanya di gunakan untuk pedang kayu untuk latihan.

Ary mengambil beberapa batang yang lurus dan kering, kayu yang kering lebih garing dan padat daripada saat mentah, ary mengambil pedahan batu yang sedikit tajam memukulnya ke ujung kayu kusambi memotong sedikit demi seikit.

Satu jam kemudian, Setelah menghancurkan batu pemukul beberapa kali, ary akhirnya mencapai tujuan nya.

Sebuah tongkat kayu dengan ujung runcing sebagai tombak akhirnya selesai.

Meskipun hanya tongkat kayu sederhana, itu sudah cukup untuk menghadapi ular biasa dan ular setingkat pemurnian tubuh.

Ary mengayunkan nya beberapa saat menusuk udara beberapa kali sebelum berhenti, senyum tanpa sadar muncul di bibir nya, entah kenapa dia sedikit bersemangat.

Setelah itu, Ary membuat beberapa tombak lagi sebelum berhenti.

Saat 9 tombak selesai ary menyandarkan nya di dinding goa kemudian mengintip ke luar goa ke arah utara celah batu dimana cahaya matahari sudah berwarna sedikit oranye menandakan hari sudah senja.

Melihat terbenamnya matahari tak lama lagi, ary segesa menutup mulut goa dengan dedaunan sebelum duduk di atas rerumputan tempat tidurnya.

Iya melihat tangan nya yang melepuh di beberapa tempat saat membuat tombak kayu, meski begitu, tubuh ary bagaimanapun adalah kultivator tahap pemurnian qi, meskipun tak akan sembuh secara instan namun penyembuhan pasti hanya 2 atau 3 hari sebelum lepuhan itu hilang tak berbekas.

Ary menenangkan diri kemudian duduk bersila memfokuskan diri untuk berkultivasi.

Ary merasakan dan menyadari Qi yang mengalir bebas di dalam tubuh nya masih jauh dari pemurnian qi selanjut nya.

Setelah berkultivasi selama 2 jam, ary membuka matanya dan berhenti.

Ary menyadari bahwa qi yang bertambah hanya sedikit jadi dia berhenti.

Saat masih di bumi, ary adalah orang biasa yang sering membaca novel kultivasi. Setelah membaca banyak novel ary menyadari satu hal.

Mc yang berkata "aku harus menjadi kuat lebih cepat untuk melindungi orang yang kusayangi" Adalah mc naif yang tak ary sukai.

Alasanya adalah, mc berlatih siang dan malang, menghadapi bahaya di mana-mana demi menjadi lebih kuat namun, saat dia menjadi lebih kuat, masalah nya semakin besar hingga kekuatan nya tak pernah cukup, saat itu, dia akan mengulangi lagi perkataan nya, "aku harus menjadi lebih kuat secepatnya untuk melindungi orang yang ku sayangi".

Hal itu terus berulang namun sang mc terus mengulangi perkataan itu, ary merasa, bodoh sekali.

Semakin kuat seseorang, semakin besar tanggung jawabnya, kau memang harus berkultivasi menjadi kuat dan bertahan hidup namun tak perlu terburu-buru dan berkata harus melindungi segalanya seolah semua orang di dunia adalah tanggung jawab mu untuk kau lindungi.

Ary lebih memilih berkultivasi secara perlahan sambil menikmati hidup dan menjadi kuat dengan santai, daripada bekerja keras memeras otak, dibawah tekanan dan tak bahagia, "huh itu bukan gayaku" Ucap ary dalam hati

"Perlahan saja, menikmati hidup, tak perlu bekerja keras, jika ada hal bagus seperti buah racun darahku di selatan sana setiap hari, itu akan lebih bagus untuk berkultivasi dengan gampang hahaha" Ucap ary dalam hati langsung menyatakan buah racun darah sebagai propertinya.

Setelah memikirkan rencana berburu kawanan ular sejenak, ary kemudian tidur lebih awal untuk beristirahat.

Keesokan harinya, ary terbangun dari tidurnya, mengintip ke arah utara, cahaya matahari sudah cukup terang.

Ary segera melakukan olahraga pemanasan singkat sebelum mengambil beberapa tombak kayunya dan segera berangkat untuk berburu.

Entah kenapa, ary sedikit bersemangat untuk berburu.

Dalam perjalanan, ary sarapan dengan buah bery liar kemudian menggosokan lumut ke seluruh tubuhnya menutupi hidung nya dengan bajunya yang kotor dan memasukan buah bery liar di mulut nya zeperti kemarin.

Kebanyakan hewan di hutan ini sensitif dengan bau, termasuk ular, aroma napas seseorang bisa dengan mudah di deteksi jika tanpa kamuflase.

Meskipun ary hanya menggunakan cara kuno sederhana untuk menyembunyikan diri, hal ini cukup baik daripada tidak sama sekali.

Jika raja ular tak terganggu, ary pasti bisa bersembunyi dengan aman.

Setelah bergegas beberapa saat, ary mendekati tempatnya mengintai kemarin dan mengamati tempat itu.

Seperti kemarin, tempat itu sangat sepi tanpa tanda-tanda bahaya, akan tetapi ary tahu bahwa ular-ular beracun itu sedan bersembunyi.

Ary melihat ke arah buah racun darah dan menyadari bahwa buah racun darahnya masih lengkap dan tersenyum.

Ary kemudian mengambil sebuah batu seukuran kepalan tangan kemudian melemparkan nya.

wusss

bam

batu itu melesat kencang sebelum menghantam dinding tebing di dekat pohon buah racun darah berada sebelum hancur berkeping-keping.

kekuatan lemparan itu sekitar 5 kali lipat seorang atlet best ball sekalipun.

hanya beberapa saat setelah suara berbenturan terdengar, beberapa kepala kecil mengintip keluar dari beberapa tempat.

Saat mereka melihat sekeliling yang sepi, terdengar suara khas desisan ular di tempat itu. kemudian, lebih banyak ular keluar dari persembunyian mereka untuk melihat sekeliling apakah ada mangsa yang datang.

beberapa keluar dari lubang tersembunyi yang tertutup rumput di tanah, beberapa dari lubang di tebing, dan beberapa bahkan keluar dari lubang pohon tempat tanaman buah racun darah menumpang.

kebanyakan yang muncul adalah ular biasa, hanya 3 ular yang setara tahap pemurnian tubuh berwarna coklat kehijauan yang kepalanya terlihat mengintip keluar sarangnya. sedangkan raja ular, bayangan nya pun tak terlihat dimanapun.

ukuran ular-ular ini sendiri cukup kecil, hanya sebesar linggis dan panjang nya hanya 1 meter lebih, yang membedakan tingkat mereka adalah warna mereka, ular biasa berwarna coklat, kemudian ular yang setara pemurnian tubuh berwarna coklat kehijauan. sedangkan dari informasi yang diketahui pemilik sebelumnya, raja ular berwarna hijau.

hal ini wajar saja karena kekuatan ular beracun jenis ini adalah racun dan kecepatan menyerang tiba-tibanya bukan ukuran nya.

ary memantau dari sudut, melihat tempat munculnya ular-ular itu menghafalnya baik-baik.

setelah beberpa saat. ular-ular itu kembali menyembunyikan diri saat merasa tak ada yang aneh.

ary tetap tenang dan menunggu.

beberapa saat kemudian, ary kembali melemparkan sebuah batu.

wusss

brak.

Batu itu kembali menambrak tempat yang sama dengan kecepatan tinggi menyebabkannya hancur berkeping-keping.

Saat itu, lebih banyak ular keluar dari tempat persembunyian mereka, mereka melihat sekeliling beberapa saat namun tak melihat satu mangsa pun di tempat itu.

kemudian terdengar suara desisan khas ular, sepertinya mereka berusaha mencari aroma mangsa yang mungkin ada di sekitar.

namun semuanya sia-sia, mereka tak menemukan apapun.

Sepertinya penyamaran ary untuk menyembunyikan aroma tubuh cukup efektif.

setelah mendesis beberapa saat, ular-ular itu kembali ke sarang mereka. namun, dari awal hingga akhir, raja ular sama sekali tak terlihat.

makasih dah baca.🙏🙏🙏

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!