NovelToon NovelToon
Rahasia Milyuner Amnesia

Rahasia Milyuner Amnesia

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat
Popularitas:36.6k
Nilai: 5
Nama Author: Rahma AR

Mikael Wijaya, putra milyuner dari Surabaya Wijaya Agra mengalami kecelakaan di Dubai setelah memergoki calon istrinya berselingkuh. Kecelakaan fatal itu membuatnya hilang ingatan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma AR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10 Mendatangi Kael

"Jadi setelah dia kecelakaan di Dubai, dia lupa ingatan?" Baim menatap Ayra dan Adelia bergantian. Dia masih kaget dengan penjelasan Ayra dan Adelia.

Jayden, Jetro dan Abiyan masih terdiam. Mencerna ucapan kedua sepupu cantik mereka.

"Masih ada file kecelakaannya di Dubai?" tanya Jetro.

"Aku rasa masih. Nanti aku tanyakan," jawab Adelia.

"Selama ini Levi ngga bisa menemukan dari mana Kael berasal?" decak Abiyan.

"Dia pake identitas palsu kayaknya," simpul Jayden.

"Enam bulan di Jakarta juga ngga ada yang ngenalin dia?" Baim mulai mengerti.

Adelia menganggukkan kepalanya.

"Dia bukan berasal dari Jakarta. Mungkin," ucap Baim lagi.

"Aku belum dengar ada anak teman papi ada yang hilang," ucap Jayden.

"Mungkin dia dari circle yang beda," sahut Baim.

"Kalo begini, enaknya kita kerja sama dengan Malik," usul Jayden.

"Boleh juga," sambung Jetro.

*

*

*

Sore ini Adelia memberanikan diri datang ke perusahaan tempat Kael bekerja. Selain mau berterima kasih soal bunganya, juga ingin meminta data data yang dipunyai Kael dan Levi.

Ayra tidak bisa menemaninya karena ada meeting yang tidak bisa ditunda.

Adelia baru saja memasuki lobby perusahaan, dan dia melihat laki laki itu baru keluar dari dalam lift.

Ada beberapa orang bersama dengannya.

Adelia belum berniat memanggil, karena laki laki itu terlihat sedang mengobrol.

"Cari siapa, nona?" tanya seorang staf perempuan muda yang mendekatinya.

Adelia tersenyum ramah.

"Orangnya sedang ngobrol," ucap Adelia sambil menunjukkan keberadaan Kael dengan dagunya ke arah Kael.

"Pak Kael?" tanya staf perempuan memastikan.

Adelia tersenyum.

Staf perempuan itu memperhatikan Adelia. Dia yakin gadis di depannya bukan gadis biasa. Penampilannya tampak elegan.

"Klien Pak Kael?" tanya staf perempuan itu lagi.

Adelia menggelengkan kepalanya sambil menoleh sebentar, masih dengan senyum di bibirnya.

"Bukan." Dia menatap Kael lagi yang masih belum menyadari kehadirannya.

"Perlu saya kasih tau Pak Kael?" staf perempuan muda itu menawarkan bantuan.

Adelia tersenyum. Dia juga agak risi karena staf itu selalu menempelinya.

"Boleh."

Staf perempuan muda itu tersenyum ramah sebelum beranjak pergi.

Tapi selagi Adelia dan staf perempuan muda itu berbicara, Kael baru menyadari kehadiran Adelia.

Awalnya kaget dengan debar halus di dada. Bibirnya menyunggingkan senyum.

"Ngga nyangka Pak Kael sudah punya pacar," goda laki laki paruh baya yang ada bersamanya.

"Kayak kenal," ucap salah seorang lagi yang seusia dengan laki laki pertama.

"Bukannya itu yang memiliki kembaran juga. Saya agak bingung membedakannya. Nathalia atau Adelia," sahut laki laki muda yang seusia dengan Kael, antusias. Tatapnya penuh kagum pada Adelia membuat Kael merasa kurang suka.

Mereka kembar juga? Kael baru tau.

"Anda kerja sama dengan mereka?" ucapnya lagi penuh tanya.

"Ya," sahut Kael datar.

"Kalo begitu kita pergi dulu, Kael. Jangan sampai mengganggu," ucap salah satu laki laki yang lebih tua dengan senyum jahil.

Kael balas tersenyum tipis.

Kedua temannya juga sama sama tersenyum jahil sambil melangkah pergi meninggalkan Kael.

Ketika Kael akan melangkah ke tempat Adelia yang sedang menunggunya, seorang staf perempuan muda yang tadi bersama Adelia kini sedang berjalan mendekatinya. Kael menunggu hingga stafnya mendekat.

"Pak Kael, ada yang mau bertemu," ucapnya sopan setelah tiba di depan Kael.

Kael menatap Adelia yang sedang menatapnya dengan senyum di bibirnya.

"Ya." Sebelum pergi Kael membalas senyum Adelia.

Staf perempuan muda itu, juga beberapa staf yang ada di sana melihat ke arah Kael yang selalu datar kini bisa tersenyum.

"Ngga nyangka, incaran Pak Kael anak konglomerat."

"Senyumnya bukan untuk kita."

Kael mengacuhkan bisik bisik yang sempat mendengung di telinganya. Dia melangkah lurus ke arah Kael. Jantungnya berdebar ketika tatapnya masih beradu dengan Adelia.

"Sudah lama?" tanya Kael setelah berada di depan Adelia.

"Barusan." Adelia merasa pipinya merona.

"Mawarnya sudah sampai. Terima kasih juga," ucap Adelia lagi yang tiba tiba merasa canggung.

"Suka dengan warnanya? Aku pikir kalo warna merah sudah sangat biasa."

Kedua sudut bibir Adelia makin melengkung mendekati sempurna.

"Suka."

Kael spontan tertawa pelan. Hatinya senang begitu saja. Tanpa dia sadari keakrabannya dengan Adelia menjadi fokus staf staf yang ada di sana.

Adelia mengerjap melihat laki laki di depannya tertawa. Hampir dia lupa tujuannya datang ke sini.

"Em.... Aku ke sini karena ada yang mau aku bicarakan."

"Oh, oke. Kita ke ruanganku." Kael baru sadar staf staf di sana sedang memperhatikannya. Wajar karena Adelia sangat cantik.

"Oke."

*

*

*

Adelia memperhatikan ruangan kerja Kael. Putih semua warna dinding bahkan furniturenya.

"Kamu suka warna putih?"

Kael mengedikkan bahunya

"Aku hanya menempati pilihan Kael."

Adelia mengangguk maklum.

"Aku ke sini mau minta data data kamu. Khususnya data di Dubai, tentang mobil super car yang kamu pake di sana."

"Levi sudah menyelidiki. Katanya aku membelinya dari pedagang gelap di sana. Black market. Tapi Levi sulit melacaknya." Kael agak hopeless. Dia menyandarkan tubuh belakangnya di mejanya hingga bisa berhadapan dengan Adelia.

"Serahkan pada kami. Aku punya orang yang bisa melacaknya." Adelia tersenyum meyakinkan.

"Tapi sudah lewat enam bulan." Kael masih tetap ngga yakin. Dia juga sudah membantu Levi. Tapi hasilnya zonk.

"Ngga masalah. Orangnya sangat profesional."

"Siapa?" Kael penasaran.

Dia punya kenalan detektif?

"Masih kerabat aku. Baru baru ini juga, sih." Adelia jadi tersenyum mengingat kedua sepupunya yang menikah dengan keturunan Artha Mahendra.

"Aku jadi tertarik untuk tau. Apa aku kenal?"

"Mungkin. Rasanya ngga ada yang ngga kenal dia." Adelia tertawa setelah mengatakannya.

"Siapa?"

"Malik Arkana Artha Mahendra. Sekarang dia udah di Dubai." (cerita Malik di novel my princess, ya hehe...)

Kebetulan yang tidak dia dan sepupunya sangka. Ketika Jetro menghubungi Malik, sepupu Kayana dan Haykal rupanya sedang jalan jalan dengan keluarga kecilnya di Dubai. Dengan begini mereka akan menghemat banyak waktu, karena perjalanan Jakarta Dubai cukup lama.

Kael terdiam. Dia pernah mendengar nama itu walaupun belum pernah bertemu. Terutama nama belakangnya.

Masih kerabat? Ucapan Adelia terngiang lagi di dalam kepalanya.

"Dia sangat ahli mencari orang," ucap Adelia lagi dengan tatapan penuh makna.

"Sebentar." Kael membuka laptopnya dan mencari file pencarian Levi yang disimpan di sana.

"Aku belum punya nomermu," ucap Kael sambil menatap Adelia dalam.

Dengan dada berdebar, Adelia menyebutkan nomor ponselnya.

Nggak lama kemudian terdengar notifikasi dari Kael.

"Itu nomorku, ya. Kalo bisa disimpan," ucal Kael ketika Adelia sedang menatap layar ponselnya.

Adelia yang sedang meneruskan pesan Kael ke Jetro dan Malik, mendongak, menatap laki laki itu dengan senyum samar di bibirnya.

"Ya."

1
Elizabeth Zulfa
semoga ide jahatmu jdi senjata makan tuan dech 😏😏
anggita
bunga🌹, like👍.
Tri Handayani
thorrr...jangan biarkan rencana nafa berhasil.
Tri Handayani
kael bener tuch kata levi mending yg d ingat-ingat adelia g usah mengingat si'nafa.
Tri Handayani
baca obrolan kael dan levi jadi senyum-senyum sendiri apalagi ternyata kael masih ingat adelia tambah senang q .
Tri Handayani
bener nesie...lama-lama teman kamu berujung d rumah sakt jiwa.
Lusi Hariyani
tu kan bnr kael msh ingat adelia,dasar si nafa g th diri bngt buang aja ke laut
Ariany Sudjana
ga rela kalau Kael malah jadi balik sama Nafa, meskipun Kael belum pulih ingatannya. sudah bagus Kael sama Adelia, sama-sama kaya raya dan sama-sama berkelas
Chici👑👑: Mampir juga yuk kak di novelku judul nya " Menikahi Tuan Muda Kejam "
total 1 replies
Ariany Sudjana
dasar Mak lampir serakah kamu Nafa, kamu pikir meskipun Kael amnesia, Kael masih mau balik dengan jalang murahan seperti kamu? jangan mimpi kamu, lebih baik kamu masuk RSJ, ketemu dengan sesama pasien RSJ, itu baru benar 🤣🤣🤭🤭
Dewi kunti
ketiganya,nich jempol kenapa kelebaren sich
Herman Lim
u aja yg terlalu hidup y klo ga tau gimn solid mereka utk saling membantu apa lagi soal cow yg dah di tandai sama keluarga mereka jgn harap BS dpt balik lagi cow tuh nafa 🤣🤣
Gibran AnamTriyono
Belum Tau diaa ,,, Wanita2 Airlangga Wisesa itu Sadis2 klok udah di senggol 🤣🤣🤣
Rahmawati
hahaha jgn kira adelia dan sepupunya gk bisa ngelawan km ya nafa, mereka bisa melawanmu dengan elegan
Tri Handayani
Next thorrr,semangat triple up
Tri Handayani
ayo oma opa dan keluarga adelia'jangan sampai lengah menjaga kael'si latifa dan nafa masih berkeliaran mengancam keselamatan kael.
sleepyhead
Hoho... u mess with the wrong person 😎, lu kaga tau mereka siapa... 🤣
Tri Handayani
kayanya adel udah bener-bener d hati kael'lihat mawarnya aja langsung tersenyum'semoga kael beneran ingat adel.
Tri Handayani
nafa,,cari tau dulu siapa mereka,bagaimana keluarganya'emang kamu punya apa mau melawan mereka...
Lusi Hariyani
nafa...nafa...km g th aja gmn kluarga mereka yg solid saling membantu,kayak y kael dh ingat semua y tp krn kondisi y msh lemah
🔵MENTARY
Nafa salah nyari lawan nih
Kyknya Kael ingat Adel deh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!