Ameera, sangat terpukul saat mengetahui suaminya Caleb selingkuh di depan matanya sendiri. senua pengorbanannya selama ini terasa sia-sia.
Ameera tidak bisa merima kenyataan itu dan memilih pergi meninggalkan rumah. meninggalkan Ibu mertua yang sakit. yang menganggapnya tidak lebih dari seorang pembantu.
Saatnya membangun harapan baru, mengejar impian yang selama ini dia hancurkan.
Berhasilkah Ameera meraih mimpi dan cintanya. Apakah Caleb berhasil menemukan istrinya yang minggat dari rumah.
Mohon dukungannya atas cerita ini. Dari awal hingga akhir. Bukan hanya sekedar mampir atau jadi pembaca hantu, tiba-tiba muncul dan tiba menghilang. Tinggalkan jejaknya sebagai tanda cinta buat Emak. Love you untuk kalian semua. Horas!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda Pransiska Manalu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10. Mengepakkan sayap
Waktu bergulir begitu cepat. Tiga bulan yang dinanti tiba jua hari ini. Gedung tempat lomba dilaksanakan sudah dipenuhi para tamu undangan. Semua peserta mempersiapkan segala sesuatunya yang terbaik dalam event itu.
Jantung Ameera berdegup tak beraturan. Hatinya kecut melihat tampilan para peserta yang menurutnya begitu luar biasa. Mereka itu adalah para peserta yang sudah kenyang pengalaman.
Mereka orang-orang profesional dibidangnya. Sedang dirinya masih pemula dan belum memiliki jam terbang.
Satu persatu para model menampilkan rancangan dari desainer di atas catwalk. Tepuk riuh para penonton begitu antusias setiap kali para model muncul memperagakan hasil rancangan para peserta.
Para peserta yang mengikuti acara lomba kebanyakan utusan dari perusahaan yang bergerak di bidang fashion. Tidak terkecuali perusahaan tempat Caleb bekerja juga turut jadi peserta lomba.
Hasil rancangan para desainer mereka selalu terpilih menjadi yang terbaik dan menjadi langganan juara.
Kali ini pun, dengan rasa bangga menampilkan hasil rancangan mereka. Diperagakan oleh model papan atas pula.
Satu persatu setiap peserta telah selesai tampil. Giliran hasil rancangan Ameera akan tampil. Sepuluh hasil rancangan pembuka telah diperagakan. Tiba untuk penampilan rancangan inti. Seorang model muncul dengan anggun. Penampilannya begitu luwes mengenakan kebaya panjang menjuntai hingga menyapu lantai.
Kebaya brokat merah yang bertabur mutiara sangat kontras dengan juntaian selendang di kedua sisi pinggang sang model yang berwarna hijau.
Setiap mata memandang tanpa berkedip. Penampilan model serta pakaian yang dia kenakan sangat serasi. Sebuah perpaduan yang menakjubkan. Semua terdiam menahan napas. Tidak terkecuali Caleb dan Zita, yang berada di kursi depan sap kiri. Caleb sangat mengagumi hasil rancangan yang dikenakan model itu.
Terlebih lagi disesi terakhir sang model mengepakkan sayapnya yang menyatakan dia terbang. Yang membuat unik penampilan sang model setiap langkahnya seolah ada yang terlepas dari tubuhnya. Sesuai dengan tema hasil rancangan itu "Kepompong" .
Tepuk riuh penonton mengakhiri penampilan sang model. Saat MC mengenalkan Ameera dengan nama merek brand "Selasih". Ameera muncul diapit dua model cantiknya. Seseorang menyerahkan buket bunga.
Ameera melambaikan tangannya kepada para penonton. Menundukkan kepalanya beberapa kali sebagai tanda penghormatan. Senyumnya merekah begitu percaya diri. Seolah sudah terbiasa tampil padahal MC menjelaskan secara gamblang kalau Ameera atau Selasih pendatang baru dalam dunia fashion.
Para penonton juga dibuat penasaran karena Ameera tampil memakai topeng. Sehingga wajahnya sulit dikenali. Saat melihat penampilan Ameera, Caleb merasakan dadanya berdegup kencang.
Cara jalan dan senyum itu tampaknya begitu familiar. Seolah ada kontak batin kalau dia kenal sosok itu. Caleb berusaha memperjelas pandangannya. Zita yang duduk tepat dekat Caleb merasa cemburu melihat itu.
"Abang kenapa sih," bisik Zita lirih, karena Caleb tidak bisa menjaga pandangannya.
"Tidak apa-apa. A-aku hanya seperti kenal wajah dibalik topeng itu," ucap Caleb gugup. Berusaha mengentaskan pikiran yang tiba-tiba muncul. Tidak mungkin. Monolog hatinya saat bayangan Ameera muncul dibenaknya.
Di puncak acara gebyar fashion show, yakni pengumuman sang juara. Semua peserta mulai tegang menunggu siapa sang jawara tahun ini.
"Hadirin semuanya untuk juara perancang terbaik tahun ini adalah "S E L A S I H" dengan tema rancangan "Kepompong" berhak menerima uang tunai, bla ... bla ...." ucap pembawa acara diiringi tepuk riuh para penonton.
Caleb dan Zita terhenyak lemas di kursinya. Perusahaan mereka yang biasanya jadi yang pertama kini bergeser jadi yang kedua.
Saingan mereka adalah peserta pemula!
Wajah Caleb pucat. Bayangan wajah bosnya yang murka melintas di pupil matanya. Gagal sudah dapat bonus tahun ini karena target tidak terpenuhi. Caleb tanpa sadar meremas rambutnya saking kecewa.
Sementara itu tawa bahagia berkumandang dibalik layar. Saras menerobos, mencari Ameera unyuk mengucapkan selamat.
"Makasih ya, Ameera, kamu berhasil!" ucap Saras memeluk Ameera yang masih shok atas kemenangannya. Dia tidak berani berharap untuk menang tapi rancangannya malah berhasil jadi juara.
"Hei, semangat dong. Mana senyum sang juaranya?" ucap Agnes juga turut memberi ucapan selamat.
"Semua berkat kerja sama kita. Aku belum pantas untuk itu. Tanpa dukungan kalian aku tidak bisa apa-apa." akhirnya Ameera menangis dalam pelukan Saras dan Agnes. Suasana haru menyungkupi ruangan itu.
"Eh, kenapa gue jadi nangis. Mestinyanya kan tertawa bahagia. Ah, sialan lu, Ame, ngajak-ngajak gue nangis." maki Agnes konyol membuat semuanya tertawa.
"Kita akan buat syukuran untuk kemenangan, Ameera. Setuju?" saran Saras.
"Yeah, Makan enak nih, mau dong." celetuk Agnes.
Ameera tersenyum melihat wajah ceria dari orang-orang yang telah mendukungnya. Senyum bahagia Saras dan Agnes juga Amel dan yang lainnya. Membuat semangat Ameera bangkit.
Terlebih saat melihat Caleb dan Zita malam itu. Ini saatnya dia akan balas dendam.
***
"Brakkk!"
Pak Gunawan bos Caleb dan Zita menggebrak mejanya saat Caleb melaporkan hasil lomba yang mereka ikuti.
"Juara dua! Bagaimana bisa berubah. Apa yang telah kalian lakukan selama ini!" gertak Gunawan.
"Maaf Pak, kami sudah berbuat semaksimal mungkin. Perlombaan tahun ini memang beda. Banyak peserta yang ...."
"Alah, alasan lagi! Bukan itu yang mau aku dengar. Ada apa dengan kerja tim kalian, hah!" Pak Gunawan menyela ucapan Caleb. Baginya tidak ada alasan untuk kekalahan itu.
Selama ini perusahaannya selalu berhasil menjadi juara dalam lomba bergengsi itu. Sehingga nama baik perusahaannya makin dikenal dan akan berdampak pada penghasilan mereka.
Pakaian hasil produk perusahaan mereka selalu dicari dan menjadi trending best seller. Siapa sangka posisi mereka bergeser. Bukan dengan saingan bisnis mereka yang selama ini menjadi rival mereka. Tapi oleh seorang perancang pemula yang baru memulai debutnya di dunia fashion.
"Aku ingin informasi akurat tentang Selasih. Tiga hari kedepan laporan itu sudah ada di mejaku. Dan cari cara biar dia bisa kerja sama dengan kita," ucap Pak Gunawan tegas.
"Maksud Bapak, kita membelinya?" ucap Caleb ragu.
"Iya, seperti biasanya. Kenapa? Kamu tidak mau tugas ini?" Manik mata Pak Gunawan menatap tajam Caleb dan Zita, "tugas ini saya serahkan pada kalian. Jika menolak akan saya serahkan pada tim Jay."
Wajah Caleb berubah masam mendengar ancaman atasannya. Jelas dia tidak mau Jay menggeser posisinya. Caleb terpaksa menerima tantangan itu. Jika sampai gagal untuk kedua kalinya itu sama saja menyerahkan jabatannya pada Jay. Ucapan bosnya tidak pernah main- main.
"Apa yang akan kamu lakukan?" ucap Zita.
"Aku? Ini tugas kita berdua juga. Jika aku gagal kamu juga tamat." sahut Caleb kesal meninggalkan Zita dalam ruangan.
"Kamu mau kemana, tunggu!" seru Zita panik melihat suaminya marah dan meninggalkannya. Caleb tidak peduli dan terus keluar menuju tempat parkir. Dia harus pergi mencari angin, melepas pikirannya yang suntuk.
Rasa penasarannya tentang sosok Selasih tidak bisa dia entaskan begitu saja. Semalam Caleb malam bermimpi melihat sosok Selasih adalah Ameera mantan istrinya. ***