Andreas, sosok mafia berdarah dingin yang bergelar duda tampan dan kaya raya. Dia sudah bercerai sebanyak tiga kali karena ulah putra semata wayangnya. Hingga suatu hari, dia bertemu dengan seorang penari striptis di sebuah club malam. Andreas pun memutuskan untuk menikahinya secara kontrak.
Di satu sisi, Sophia juga sosok single mom yang pekerja keras. Sophia bekerja sebagai penari striptis di sebuah club malam. Pertemuannya dengan Andreas mendatangkan masalah baginya, hingga Sophia memilih menerima segala skenario yang dijalankan oleh Andreas dengan menjadi istri kontraknya.
Lantas apa yang membuat Andreas ingin menikah kontrak dengan Sophia, sosok penari striptis!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alif Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10
"Kenzo!, ayo pulang!" teriak seseorang yang baru saja masuk ke dalam ruangan tersebut.
Kenzo langsung mengalihkan pandangannya ke sumber suara dan tampak terkejut melihat ayahnya sudah berada dalam ruangan tersebut.
"Daddy!" ucapnya dengan mata melebar.
Sementara Sophia dan putranya terlihat terkejut melihat kedatangan Andreas. Apalagi raut wajah putranya tampak bingung melihat dua sosok asing baginya.
"Jangan pernah membawa pergi...."
"Mommy, siapa orang itu? Apakah dia Daddy yang dikirim Tuhan untuk Noah?" tanya Noah dengan tatapan sendu sambil menunjuk sosok pria asing yang tengah berdiri di tengah-tengah ruang perawatannya.
"Ya, dia Daddy yang di kirim Tuhan untukmu, diks. Mulai sekarang kamu punya Daddy. Kenalin namaku Kenzo, sekarang kita bersaudara, atau boleh juga kamu panggil kakak." ucap Kenzo dengan ramahnya sambil mendekat kearah Noah.
"Mommy, apa yang dikatakan dia benar??" tanya Noah dengan penuh tanda tanya.
Sophia dengan ragu mengangguk menanggapi ucapan putranya. Sungguh dia takut Andreas menolak kehadiran putranya.
"Kenzo, ayo pulang. Daddy sudah peringatkan kamu untuk tidak ikut kepadanya, tapi kamu masih saja..."
"Daddy, apanya yang salah sih, Kenzo cuma ikut sama mommy dan sekarang Daddy juga kemari. Itu tandanya Daddy juga mau ketemu anak Mommy." ucap Kenzo dengan antusiasnya lalu menyentuh tangan Noah.
Andreas mengepalkan tangannya, emosinya sudah di atas ubun-ubun melihat putra semata wayangnya bersentuhan langsung dengan anak penyakitan tersebut.
Melihat sorot mata tajam Andreas mengarah kepada putranya, Sophia segera melepaskan tangan Kenzo dari tangan putranya, lalu dia pun berusaha untuk melindungi putranya.
"Dad-ddy" panggil Noah dengan suara seraknya bahkan kedua matanya sampai berkaca-kaca melihat wajah Andreas. Ingin sekali anak laki-laki itu memeluk sosok ayah barunya.
Namun sayangnya, Andreas tidak memperdulikan ucapan anak laki-laki itu, dia malah menarik tangan Sophia, reflek Sophia langsung bangkit dari duduknya.
Tidak apa-apa, mungkin Daddy sedang capek. Batin Noah tersenyum dalam hati. Noah sangat bahagia memiliki ayah baru, itulah keinginannya selama ini
"Kebetulan sekali saya memang perlu bicara dengan tuan Andreas." ucap Sophia dengan ketusnya sambil melepaskan tangan Andreas dengan kesalnya.
Sophia pikir Andreas ingin menyapa putranya dan mengajaknya bermain. Namun apa yang dipikirkannya tidak sesuai ekspektasi.
Aku tidak akan membiarkan pria arogan ini memperlakukan putraku dengan semena-mena. Batin Sophia dengan perasaan sedih, kesal, benci semuanya campur aduk.
"Mommy, Daddy, jangan lama-lama bicaranya." ucap Kenzo cengengesan, sedang Noah hanya tersenyum tipis dengan raut wajah bahagia dan merasa seperti mimpi bahwa saat ini dirinya sudah memiliki seorang ayah.
Sementara Andreas tidak menimpali ucapan putranya. Tanpa aba-aba Andreas kembali menarik tangan Sophia lalu segera membawanya keluar dari ruangan tersebut.
Saat keduanya sudah berada di luar ruangan dengan cepat Andreas menghempaskan tangan Sophia lalu mendorong tubuh Sophia hingga membentur dinding. Kemudian mengurung tubuh Sophia dengan kedua tangannya.
"Ingat baik-baik, ini terakhir kalinya kamu membawa putraku ke rumah sakit, camkan itu!. Satu lagi, aku tidak suka putraku bertemu dengan anak penyakitan mu itu!" ucap Andreas dingin dengan sorot mata tajam.
Sophia hanya diam membisu mendengar ucapan Andreas, wajahnya tampak memanas mendengar ucapan menyakitkan dari pria brengsek nan arogan itu.
"Baik, terima kasih sudah mengingatkan ku tuan." ucap Sophia tersenyum sinis penuh kebencian. Mengapa dirinya harus berurusan dengan pria brengsek, arogan dan super menyebalkan seperti pria dihadapannya itu.
Perlahan Andreas melepaskan tangannya lalu menjaga jarak dengan Sophia. Sementara itu, tampak pria berkacamata yang sedari tadi memperhatikan mereka lekas berjalan tergesa-gesa untuk menghampiri mereka.
"Nona Sophia, rupanya anda sudah datang. Kebetulan sekali ada hal penting yang ingin saya sampaikan perihal kondisi Noah. Mari, ikut ke ruangan saya." ucap Pria berkacamata tersebut dengan ramahnya dan tidak lain adalah dokter Jimmy, dimana dokter Jimmy lah yang menangani putranya.
"Baik dok." sahut Sophia cepat dengan raut wajah cemas.
"Mari." ucap Dokter Jimmy lalu menggenggam tangan Sophia, reflek Sophia terkejut dengan perlakuan dokter tampan tersebut. Hingga Sophia hanya mampu menurut sembari berjalan disamping dokter tampan tersebut.
Andreas mengepalkan tangannya, wajahnya tampak menahan amarah melihat Sophia digandeng pria lain. Padahal wanita penari itu adalah miliknya sepenuhnya.
"Shittt!" umpatnya kesal dengan rahang mengeras melihat keduanya. Namun Andreas memilih masuk kembali ke ruang perawatan anak dari wanita penari yang baru saja dinikahinya.
Tampak Kenzo sedang bercanda gurau dengan Noah, bahkan keduanya tertawa dengan lepasnya. Andreas sampai di buat tertegun melihat keduanya langsung akrab. Padahal mereka baru saja bertemu.
"Daddy, Mommy mana?" tanya Kenzo dan Noah dengan kompaknya.
Andreas menghela nafas panjang sebelum menjawab pertanyaan keduanya. "Lagi ngobrol sama dokter, sekarang kita harus pulang." ucap Andreas dengan wajah kesalnya.
"Kenapa buru-buru pulang sih. Daddy bahkan belum berkenalan sama Noah." ucap Kenzo dengan mata melotot menatap wajah ayahnya. Seolah-olah sedang memarahi ayahnya.
Dengan malas Andreas mendekat kearah tempat tidur lalu duduk di kursi yang tadi ditempati oleh Sophia. Dia begitu cuek menatap wajah tirus anak berpenyakitan itu.
"Hai Noah." ucap Andreas sambil melambaikan tangannya. Dia berusaha bersikap ramah kepada anak laki-laki penari itu.
"Hai Daddy, boleh Noah peluk Daddy." ucap Noah dengan mata berkaca-kaca.
Andreas terdiam mendengar ucapan anak laki-laki, refleks Kenzo langsung buka suara.
"Tentu boleh, dia juga Daddy kamu." ucap Kenzo tersenyum sambil merangkul pundak Noah lalu melirik ayahnya untuk melakukan hal yang diucapkannya.
"Baiklah, kemarilah Noah." ucap Andreas dengan keadaan terpaksa sambil mencondongkan tubuhnya lalu memeluk tubuh kurus anak penari tersebut yang sekarang sudah menjadi anak sambungnya.
Kalau saja bukan putranya yang menyuruhnya, dia benar-benar tidak sudi memeluk tubuh anak wanita penari itu.
"Daddy, hiks....hiks...hiks, Noah senang sekali bisa memeluk Daddy. Selama ini Noah kangen sama Daddy." ucap Noah terisak mencurahkan isi hatinya.
Hal itu membuat Andreas diam seribu bahasa dan hatinya yang sekeras batu sedikit tersentuh mendengar ucapan anak laki-laki itu.
Sementara Kenzo tampak tersenyum merekah melihat keduanya dan sama sekali tidak merasa iri ayahnya dipeluk anak laki-laki yang sekarang menjadi saudaranya.
Cukup lama Noah memeluk tubuh Andreas, sedangkan Andreas mulai risih dan merasa ilfil terus dipeluk anak Sophia.
Tidak masalah, bertahanlah Andreas, cepat atau lambat kau bisa membunuh keduanya. Batin Andreas menyeringai dan sama sekali tidak memiliki belas kasih.
"Terima kasih, Daddy. Noah janji akan menuruti semua ucapan Daddy." ucap Noah dengan polosnya dengan wajah memancarkan kebahagiaan.
Bagaimana tidak, anak balita tersebut begitu merindukan sosok ayahnya, sedari kecil dia belum pernah melihat sosok ayahnya, hingga akhirnya ia di diagnosa menderita kanker.
"Ya bagus, kamu harus jadi anak yang berbakti." ucap Andreas menyeringai.
Tidak seperti ibu mu yang pembangkang dan keras kepala. Sial kenapa aku harus menyebut ibunya segala. Batin Andreas.
"Noah, sekarang apapun keinginanmu, Daddy pasti akan mengabulkannya, iya kan Daddy." ucap Kenzo dengan antusiasnya.
"Hahahaha iya" ucap Andreas dengan terpaksa. Membuat Kenzo dan Noah ikut tertawa dengan lepasnya.
Tanpa mereka sadari, Sophia sudah berada dalam ruangan tersebut dan menyaksikan langsung suara tawa dan kehebohan mereka.
Ya Tuhan, semoga apa yang ku lihat saat ini mampu memberikan pengaruh baik bagi putraku. Aku sangat berharap putraku secepatnya sembuh dari penyakitnya dan pria arogan ini mau menerima putraku dalam kehidupannya. Batin Sophia dengan mata berkaca-kaca.