NovelToon NovelToon
Penerus Warisan Dewa Season 2

Penerus Warisan Dewa Season 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Balas Dendam
Popularitas:27.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

(PENERUS WARISAN DEWA SEASON 2)

Tiga Tahun Kemudian.
Dunia Tianyun, Alam Fana. Kerajaan Zhao.

Ini adalah sebuah dunia yang tidak memiliki konsep Qi, tidak ada kultivator yang membelah gunung, dan tidak ada dewa yang menginjak-injak langit. Ini adalah alam yang murni fana, di mana baja dan kuda adalah senjata tertinggi, dan umur seratus tahun adalah sebuah mukjizat.

Di halaman belakang Istana Kerajaan Zhao, bunga persik sedang bermekaran dengan indahnya. Angin musim semi berhembus sejuk.

Di atas hamparan tikar bambu yang mewah, seorang anak laki-laki berusia tiga tahun sedang duduk diam menatap kelopak bunga yang jatuh. Wajahnya sangat tampan namun memancarkan ketenangan yang tidak wajar untuk anak seusianya. Matanya hitam pekat, sedalam lautan malam.

Ia adalah Zhao Xuan, Pangeran Ketiga dari Kerajaan Zhao.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 111: Sepuluh Roda Bintang

Langit keemasan di atas Dunia Tianyun memancarkan tekanan spiritual yang membuat udara terasa kental seperti raksa. Armada raksasa dari Benua Tengah melayang bagaikan dewa kematian yang siap memanen ladang gandum.

Di istana Kerajaan Zhao, kepanikan telah mencapai puncaknya. Jenderal fana berlarian tanpa arah, menyadari bahwa taktik perang apa pun tidak akan berguna melawan ratusan kapal terbang raksasa tersebut.

Namun, di teras Paviliun Bunga Persik, Sang Ratu ibunda dari Zhao Xuan, Zhao Ling, dan Zhao Tian berdiri mematung menatap langit.

Biasanya, di saat bahaya fana mengancam, ia akan menjadi ibu yang paling cemas, memeluk anak-anaknya erat-erat sambil gemetar. Tapi hari ini, di bawah tekanan ranah Nascent Soul dan Soul Transformation yang bocor dari celah dimensi, Sang Ratu tidak bergetar sedikit pun.

Matanya yang selalu memancarkan kehangatan dan kelembutan kini berubah menjadi sedingin kosmik. Ada sebuah keagungan kuno yang tertidur pulas di balik postur tubuh fana tersebut.

Panji Pedang Menyilang. Tungku Api. Teratai Darah, batin Sang Ratu, matanya menyipit tajam. Mereka adalah klan kuno dari Benua Tengah. Bukan sosok bayangan misterius dari Benua Barat yang dulu memburuku.

Sang Ratu perlahan menyentuh dadanya, tepat di atas jantungnya.

Tidak ada yang tahu bahwa di dalam tubuh wanita fana ini, tersimpan sebuah Dantian yang telah hancur lebur. Di dalam reruntuhan Dantian itu, mengambang tujuh buah bola hitam pekat menyerupai piringan cakram yang retak parah.

Itu adalah Roda Bintang Hitam, lambang kekuatan mutlak dari Klan Dewa Bintang, klan penguasa absolut dari Benua Barat di Alam Atas.

Dalam hierarki Klan Dewa Bintang, jumlah roda menentukan segalanya. Pemilik satu hingga lima roda adalah Tetua biasa. Pemilik enam hingga sembilan roda adalah Anggota Inti dan Patriark. Sang Ratu, dengan tujuh Roda Bintang, dulunya adalah salah satu jenius paling bersinar di Benua Barat, mampu memanggil Binatang Suci dari gerbang bintang hanya dengan jentikan jarinya.

Bertahun-tahun lalu, ia diburu oleh entitas misterius berkekuatan tak terbayangkan. Dalam pelariannya, ketujuh Roda Bintangnya hancur demi menyelamatkan nyawanya. Ia jatuh ke Dunia Tianyun, kehilangan seluruh kultivasinya, dan menjadi manusia fana yang diselamatkan oleh Raja Zhao muda. Kebaikan sang Raja, kehangatan keluarga, dan kelahiran tiga anaknya membuat sang dewi bintang yang jatuh ini rela mengubur masa lalunya selamanya demi menjadi seorang ibu fana.

Aku adalah Ratu dari kerajaan ini. Aku adalah ibu dari Tian'er, Ling'er, dan Xuan'er, batin Sang Ratu, tinjunya mengepal erat hingga kukunya menancap ke telapak tangan. Jika dewa-dewa dari Benua Tengah ini berani menyentuh sehelai rambut keluargaku... aku akan membakar esensi nyawaku untuk menyalakan kembali Ketujuh Roda Bintangku yang retak, dan menyeret armada mereka ke neraka.

Tanpa ia sadari, di sudut taman yang teduh, Zhao Xuan (12 tahun) sedang mengawasinya dalam diam.

Mata emas asura Zhao Xuan yang tersembunyi menangkap kejanggalan ibundanya. Namun, sebelum Zhao Xuan bisa menganalisis postur ibunya yang tiba-tiba tidak terpengaruh oleh tekanan spiritual, sebuah rasa sakit yang membakar mendadak meledak di dalam jiwanya.

Ukh! Zhao Xuan memegang kepalanya, bersandar pada pilar batu.

Di dalam lautan kesadarannya yang kosong tanpa Tulang Emas Asura, sebuah mutasi garis darah yang tidak pernah ia rasakan di kehidupannya yang lampau tiba-tiba bangkit, merespons Qi kosmik dari celah dimensi.

Sepuluh bayangan bola hitam pekat sepuluh Roda Bintang berputar perlahan di dalam jiwa Zhao Xuan. Bentuknya begitu primitif, pekat, dan memancarkan hawa kehancuran yang setara dengan kaisar dewa.

Dalam sejarah Klan Dewa Bintang yang membentang ratusan ribu tahun, Roda Bintang Kesepuluh tidak pernah muncul. Roda kesepuluh bukan sekadar senjata, itu adalah kunci menuju Gerbang Bintang Terlarang yang menyegel Monster Zun Penghancur Dewa sebuah entitas primordial yang kekuatannya setara dengan God Emperor.

Zhao Xuan mengernyitkan dahi. Ia merasakan sepuluh bayangan bola itu, namun pikirannya yang terbiasa dengan kekuatan Asura salah mengartikan fenomena tersebut.

Apakah ini adaptasi dari Cincin Jiwa Kuno untuk memulihkan Embrio Asura-ku di tubuh fana ini? batin Zhao Xuan, sama sekali belum menyadari bahwa itu adalah warisan dari garis darah ibunya yang bermutasi hingga mencapai puncak absolut yang belum pernah dicapai oleh leluhur Dewa Bintang mana pun.

Tidak peduli kekuatan apa ini, mata Zhao Xuan berkilat kejam saat menatap armada klan-klan dari kehidupan masa lalunya. Aku akan menggunakannya untuk menelan mereka semua.

Sementara itu, di dimensi yang sangat jauh, terpisah oleh miliaran galaksi.

Benua Barat Alam Atas. Wilayah Suci Klan Dewa Bintang.

Ini adalah sebuah dunia yang tidak mengenal malam gulita, karena jutaan bintang berukuran planet mengambang dengan jarak yang sangat dekat, menyinari istana-istana raksasa yang terbuat dari debu kosmik.

Di sini, hukum rimba Xianxia yang kejam, di mana klan saling membunuh dan saudara saling berkhianat, sama sekali tidak berlaku. Klan Dewa Bintang ditakuti oleh seluruh klan kuno lainnya bukan hanya karena kekuatan tempur mereka yang tidak masuk akal, tetapi karena persatuan keluarga mereka yang sangat mengerikan. Menyentuh satu anggota Klan Dewa Bintang sama dengan menyatakan perang terhadap ribuan ahli tempur kelas atas yang akan memburu pelakunya hingga ke ujung semesta.

Di dalam Aula Bintang Utama, Patriark Shen Tianzong seorang pria paruh baya dengan wibawa langit yang dikelilingi oleh sembilan Roda Bintang Hitam sedang memijat pelipisnya. Di sisinya, sang istri duduk dengan wajah sendu.

Di bawah mereka, berkumpul puluhan paman, bibi, dan barisan sepupu muda yang memancarkan aura luar biasa. Tidak ada intrik perebutan takhta di ruangan ini; yang ada hanyalah duka dan amarah yang tertahan.

"Tiga belas tahun..." gumam Patriark Shen, suaranya membuat bintang-bintang di luar aula bergetar. "Tiga belas tahun sejak putri bungsuku, Yue'er, menghilang setelah diserang oleh bajingan tanpa nama itu. Apakah masih belum ada kabar dari divisi pelacak di alam bawah?"

Seorang pria bertubuh kekar dengan delapan roda bintang melangkah maju. Ia adalah Paman Tertua. Wajahnya dipenuhi urat kemarahan.

"Ayahanda, kami telah menyapu tiga ratus dunia fana di sektor selatan, namun hawa kehidupan Roda Bintang Adik Yue'er sepertinya terputus total. Namun... kami menolak untuk percaya bahwa dia telah tiada!"

Seorang gadis cantik dengan enam roda bintang (sepupu dari garis keturunan paman) ikut melangkah maju dengan mata berkaca-kaca. "Kakek Patriark, Bibi Yue adalah orang yang mengajariku merapal bintang pertama. Kita tidak boleh menyerah! Bahkan jika kita harus membongkar seluruh lautan reinkarnasi, kita harus membawanya pulang!"

"Tentu saja kita akan membawanya pulang!" Nenek berdiri, mengetukkan tongkat bintangnya ke lantai giok. Matanya yang keibuan memancarkan Niat Membunuh yang sanggup meruntuhkan galaksi. "Siapa pun yang melukai putriku, entah itu dewa kuno, iblis primordial, atau kaisar langit sekalipun... Klan Dewa Bintang akan memastikan seluruh garis keturunannya musnah tanpa sisa!"

"Buka Gerbang Pencari Bintang ke sektor timur! Kirim sepuluh ribu armada elit kita!" perintah Patriark Shen dengan suara menggelegar. "Kita akan terus mencari, menggeledah setiap butir debu fana. Jika Yue'er masih hidup, kita akan menjemputnya. Jika dia memiliki keluarga di alam fana sana... kita akan membawa mereka semua kembali sebagai keluarga kerajaan kita. Klan Dewa Bintang tidak pernah meninggalkan darah dagingnya!"

Seruan persatuan dan tekad bulat bergema di seluruh Aula Bintang Utama. Klan terkuat di Benua Barat terus bergerak, tidak menyadari bahwa putri yang mereka cari kini sedang berdiri di depan kiamat fana.

1
Yanka Raga
😎🤩
Yanka Raga
🤩😎
Yanka Raga
😎🤩
alexander
bagus ceritanya
Yanka Raga
🤩😎
saniscara patriawuha.
gasssdd deuiiii manggg minnnn
saniscara patriawuha.
sikatttttt sudahhhhh
abyman😊😊😊
Hahahah🤣
saniscara patriawuha.
gassssdddd...
Rinaldi Sigar
lnjut
abyman😊😊😊
Bantaiiiiiiiiiiii 💪💪💪
saniscara patriawuha.
wadohhhhhh wadohhhhh
Rinaldi Sigar
lanjut
Yanka Raga
😎🤩
Rinaldi Sigar
lnjut
saniscara patriawuha.
ohh yessss
Yanka Raga
🤩😎
saniscara patriawuha.
bantaiiii habisssd manggg suannnn
saniscara patriawuha.
apa nggak terkencing kencing itu...
Yanka Raga
😎🤩
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!