Menceritakan tentang Davidson Mahendra seorang pria dengan sikap dingin dan perfeksionis yang tak sengaja di hadapkan dengan Nindi, gadis biasa yang pernah menjadi bagian dari masalalunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yourbee Lebah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14 : Marah
"David!" Teriak surya memanggil.
David terdiam di tempatnya, ia menatap nindi yang semakin berlari menjauh.
"Ngapain kamu kejar dia?" Tanya sang ayah.
"Ini semua gara gara aku pa" ucapnya frustasi.
Surya menggeleng pelan dengan ujaran putranya, ia sebenarnya tak mengerti, "Ayo kembali ke dalam ini acara kamu" Pinta sang ayah.
"Dave!" Sarah berlari mendekatinya
Begitu melihat wanita itu suasana hatinya semakin memburuk, Sarah lah yang menyebabkan kegaduhan ini terjadi.
"Puas kamu?!" bentaknya.
"Apa yang salah sih? aku bener kan dia itu aneh!"
"Kamu pikir apa yang kamu lakuin itu lucu?! hah?!" Bentaknya lagi dan lagi
"Aku gak salah dong, harusnya dia bisa lebih menghargai acara ini, aku kan cuma memperingati dia, dia itu sekertaris loh, masa iya dia mau keliatan konyol di mata banyak orang?"
"Sarah, Om juga gak setuju kamu negur orang di depan banyak orang lainnya" potong Surya.
"Ini gak sepenuhnya salah sarah om" Ivan datang menengahi.
"Apa maksud kamu van?"
"Sebenarnya yang punya ide konyol dan pakein nindi topeng monyet itu David sendiri" Ungkapnya.
Sarah cukup tercengang, ia sempat berfikir bahwa david mungkin tertarik pada nindi, tapi bagaimana laki laki itu ingin membuat nindi terlihat konyol dimata orang lain.
David terdiam, ia menyadari tindakannya yang sudah melampaui batas.
"Om Tanya sama dia apa alasan dia ngelakuin hal itu?" Kata Ivan.
"Bener dave?" Tanya Surya.
"David sadar pa David salah, David kekanakan" sesalnya.
"Kenapa kamu bisa berfikir seperti itu dave? papa gak nyangka sama kamu!" Kesal sang ayah.
Sarah tersenyum samar, secara tidak sengaja Ivan membantunya.
"Gue gak bermaksud ngebuat om Surya marah sama lo, gue cuma mau lo tau kalau sabarnya nindi pasti ada batasnya, kali ini lo keterlaluan" Ujar Ivan.
...****************...
David menatap rumah nindi dari kejauhan, ini sudah tengah malam, perasaannya kacau karena pertengkaran yang terjadi pada saat pesta tadi, saat ia ingin mengejar nindi ayahnya melarang, ia terpaksa mengikuti ucapan sang ayah dan kembali ke pesta.
Sudah sejak 1 jam yang lalu ia hanya diam di dalam mobil dan menatap rumah nindi dari jarak yang lumayan dekat, kini ia memberanikan diri dan turun menghampirinya.
David menarik napasnya sebelum tangannya melayang di udara dan mengetuk pintu kayu itu.
Tok tok tok...
"Nindi?" Panggilnya pelan.
Tok tok tok...
Ia kembali mengetuk dan memanggil nama nindi beberapa kali sebelum pintu rumah sebelah terbuka menampilkan seorang wanita dengan pakaian ala rumahanya.
"Cari siapa mas?" Tanyanya.
"Nindi bu" Jawabnya kaku.
"Ohh dia pasti lagi tidur di rumah sakit, ayahnya kan sakit" Ungkapnya.
David tertegun, ia tak pernah mengetahui tentang fakta ini, tiba tiba ia jadi teringat dengan peringatan ivan dulu.
"Udah lama, kayanya hampir sebulan" Katanya lagi.
"Kalau boleh tau rumah sakit mana bu?"
"Prasetiya indah" Katanya.
David tersenyum ramah "Terimakasih ibu"
"Sama sama."
Wanita itu kembali masuk ke dalam rumahnya, sementara David berjalan menjauhi rumah nindi dan kembali ke dalam mobil.
Perasaan bersalahnya semakin besar, nindi pasti mengalami kesulitan selama ini, ia jadi ingat sikapnya yang terlampau menyebalkan, apakah nindi mau memaafkannya nanti?
David memilih menyalakan mesin mobilnya dan bergegas pergi ke rumah sakit.
20 menit kemudian...
"Halo selamat malam ada yang bisa di bantu?"
"Saya ingin menjenguk pasien atas nama Hendra" Kata David.
"Maaf Pak jam besuk nya hanya sampai jam 10 malam, di atas jam 10 malam tidak di perbolehkan" Tolak resepsionis rumah sakit.
David semakin frustasi, ia ingin segera meminta maaf pada nindi.
"Makasih mbak"
"Sama sama pak"
Ia berbalik menuju parkiran dan masuk ke dalam mobilnya, David menyandarkan kepalanya pada kursi mobil, ia tak akan pergi kemana mana, ia akan menunggu sampai pagi, ia akan segera meminta maaf pada nindi.
...****************...
Nindi berjalan gontai dengan dua kotak bubur ayam yang ia beli di depan rumah sakit, tiba tina langkahnya terhenti saat sepasang sepatu mahal menghadang jalan nya, ia mendongak mendapati kehadiran david disana.
"Kamu ngapain di sini?" Tanya nindi.
"Saya mau minta maaf sama kamu" David dengan suaranya yang sedikit bergetar mencoba meraih tangan nindi, namun wanita itu dengan cepat menarik nya dan menghindar.
"Cukup Dave! cukup!" Pintanya.
"Nindi please!"
"Apalagi?! Saya gak bakalan balik ke kantor lagi, Saya udah mengundurkan diri! Saya resign Saya capek tau?"
"Saya janji gak bakalan buat kamu kesel nin, Saya minta maaf Saya salah" Katanya.
"Saya capek pak, Saya gak mau, ngeliat muka bapak aja Saya udah gak bisa! Sakit tau gak?"
Nindi ingin segera meninggalkan David, namun laki laki itu mencekal tangan dan menahannya.
"Nindi Saya jelasin sesuatu, tolong dengerin Saya" Pintanya.
"Apa?!"
David menengguk ludahnya susah payah, ia akan menurunkan egonya sebaik mungkin, ia akan mengakui segala kesalahannya.
"Saya tau Saya kekanakan, dari awal Saya hanya berniat mempermainkan kamu Saya tau, Saya salah dan Saya minta maaf" Sesalnya.
"Berarti bener selama ini hal hal yang bapak lakuin karena Saya pernah nolak bapak dulu?"
David mengangguk membenarkan, "Saya minta maaf sama kamu"
"Egois tau gak?!"
"Saya tau nindi Saya minta maaf, Saya cuma gak tau gimana ngambil sikap yang bener, Saya sakit hati dan Saya gak bisa berfikir jernih" Katanya.
Nindi diam, ia masih menunggu apa yang akan di katakan David setelahnya.
"Hidup Saya gak pernah baik baik saja setelah kejadian itu"
"Lalu apa yang buat bapak berfikir kalau Saya selalu bahagia, Saya selalu baik baik saja sampai bapak bisa semena mena sama Saya, apa pak?!" Nindi tak mampu lagi menahan air matanya, ia terlewat marah dan kesal, mungkin ini adalah emosi yang selama ini ia pendam.
"Bapak kaya, punya tunangan yang cantik, sementara saya?"
David menggeleng tak setuju, ia tak ingin nindi menyebut bahwa ia memiliki wanita lain dihidupnya, padahal sejujurnya ia masih mengharap kan cinta dari wanita didepannya ini.
"Kalau bapak udah sampai kesini artinya bapak tau seberapa sulit hidup Saya, artinya bapak seharusnya gak ganggu saya lagi, artinya bapak jangan dateng kesini lagi! Saya gak suka! Saya sama sekali gak mau ketemu bapak lagi!" Tegas nindi.
Nindi berlari meninggalkan David yang masih berdiri ditempatnya, koridor rumah sakit ini seolah menjadi saksi nindi meninggalkan nya untuk yang kedua kali, namun kali ini ia sama sekali tak menyangkal bahwa ini semua adalah karena kesalahannya.
"Saya masih cinta sama kamu nindi" Gumamnya.
David berbalik ke arah dimana nindi berlari, wanita itu sudah tak terlihat dari panjangnya koridor rumah sakit, kakinya terasa lemas.
"Saya cinta sama kamu nindi, dulu dan sekarang" Ucap David lirih.
Apakah dirinya masih memiliki kesempatan untuk mendapatkan nindi? ia masih berharap ini bukanlah akhir dari segalanya.