Kisah ini menceritakan seorang anak kecil yang harus menjadi korban ke egois san orang tua... dia bernama Vera Arsiana... bayi berumur 8 bulan, dia terpaksa harus di bawa oleh sang kakek untuk menjauhi Keluarga baru dari Mamah dan papahnya
Ada yang penasaran ngga dengan cerita ini yuk kita mampir
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
10
Sedangkan kepala desa masih terus bertanya-tanya tentang kedatangan Mang Hasan ke kampung tersebut itu ada apa dan niatnya itu apa
Mang Hasan tertawa kecil mendengar pertanyaan demi pertanyaan yang kepala desa itu lakukan dan kepala desa itu pun terus mengorek apa yang akan dilakukan Mang Hasan di kampung itu
"Saya datang ke kampung ini hanya ingin menolong salah satu teman dari cucu juragan saya, Apa itu ada masalah dengan kepala desa? setahu saya-saya tidak melakukan ataupun yang membuat rugi kepala desa bukan?" ucap datar Mang Hasan
GLEK
Salah satu Staf pun maju, dia tidak menerima ucapan yang kasar dari Mang Hasan di tunjuk kan kepada kepala desa mereka
"Jangan kurang ajar anda.... ini bukan desa tempat tinggal anda ya, anda harus menjaga sopan santun anda terhadap kepala desa kami, kepala desa kami hanya bertanya baik-baik kepada anda, tapi jawaban anda begitu tidak sopan kepada kepala desa kami" ucap salah satu staf desa
Mang Hasan terkekeh mendengar ucapan salah satu staf desa itu, dia pun maju ke hadapan tetap itu dan menepuk dua kali bahu tetap tersebut
"Apa kamu mendengar saya berbicara tidak sopan terhadap kepala desa kamu? dari tadi perasaan saya menjawab pertanyaan kepala desa kamu dengan cara baik-baik, bahkan saya tidak mengeluarkan nada yang tinggi terhadap kepala desa kamu" ucap mang Hasan
Jack pun ikut berdiri, dia dari tadi Hanya duduk melihat apa yang akan dilakukan orang-orang tersebut dengan rekan nya juga
"Apa ada larangan kami datang ke kampung ini? kampung ini juga tidak ada plang larangan, untuk tidak memasuki kampung ini bukan? kalaupun ada larangan, untuk datang ke kampung ini sangat mustahil, kampung ini banyak orang yang tinggal, Jadi wajar kalau ada tamu yang datang ke kampung ini?" ujar Jack
Semua staf desa dan kepala desa pun melihat salah satu pria yang memakai pakaian pilot di belakang Mang Hasan
Mereka terkesima dengan tampilan Jack, menurut mereka lelaki yang berada di belakang Mang Hasan itu terlalu tampan untuk berada di kampung ini
"Tapi kalian harusnya melapor kalau ingin datang ke kampung ini, bukan secara tiba-tiba datang seperti itu... harusnya kalian izin untuk menurunkan helikopter di lapangan kampung ini" ucap salah staf desa. Jack dan mang Hasan tertawa
"Wah-wah.... Ada apa ini rame-rame seperti ini?" tanya Vera yang keluar dari rumah Pak RT saat melihat keadaan semakin memanas
Semua orang melihat kearah suara yang begitu kecil dan lucu, mereka juga cukup terkesima dengan wanita kecil yang keluar dari rumah salah satu warga menurut mereka
Tatapan dingin dan datar Vera berikan kepada kepala desa dan beberapa staf yang dari tadi mengajak mang Hasan ribut
"Siapa anda? jangan ikut campur dengan urusan orang dewasa nak, kalau tidak tahu apa-apa lebih baik kamu diam" ucap kepala desa Harto
BUG
"Turunkan nada bicara mu terhadap bos kami" teriak Jack. dia tidak suka mendengar orang lain berteriak seperti itu terhadap Nona kecilnya dan semua orang kaget karena Jak langsung menendang kepala desa tersebut tanpa basa-basi dan aba-aba terlebih dahulu
"Kau..... Apa kau ingin kami laporkan kepada kepolisian karena sudah melukai atau memukul kepala desa" teriak staf
Beberapa staf pun langsung maju ingin menghajar Jack, mereka dengan percaya dirinya mengelilingi Jack
Mang Hasan yang akan membantu Jack pun langsung dihentikan oleh Vera, dia ingin melihat kekuatan Jack dalam bertarung
"Tenang saja mamang jangan ikut campur biar itu menjadi urusan Jack, Vera juga ingin melihat sekuat apa Jak menghadap bandit-bandit berseragam itu" ucap Vera sambil melipat kedua tangannya dia ingin melihat sekuat apa Jak menghadapi bandit-bandit serbuk itu
Bug
BAG
DUG
Tidak sampai lima menit ke lima staf desa itu langsung terjatuh saat mendapatkan tendangan dan pukulan yang Jack berikan
"CK CK CK ITU SANGAT LEMAH, MELAWAN SATU ORANG SAJA TIDAK BISA APALAGI MELAWAN QUEEN KU" UCAP nyinyir sistem
"Suara mu sangat berisik Lily" ucap Vera
Sistem pun langsung menatap Vera
"SIAPA LILY QUEEN?"
"Namamu ku ganti jadi Lily, biar gampang" jawab Vera. sang system pun langsung mengangguk-ngangguk saat mendengar ucapan dari majikannya itu
"JADI SISTEM BERNAMA LILY TAPI SEPERTINYA NAMA ITU MIRIP DENGAN BUNGA LILI QUEEN"
"Kalau kau tidak mau bernama Lily, Ya sudah ganti saja menjadi Parto" ucap males Vera
Sistem itu pun langsung cemberut mendengar ucapan dari majikannya itu padahal dia itu sangat imut dan lucu kenapa majikannya itu ingin memberikan nama Parto
"BAIKLAH... NAMA LILY LEBIH BAIK, DARIPADA NAMA PARTO, SISTEM MENGIKUTI KEINGINAN QUEEN"
Kembali ke tarungan staf dan Jack, mereka cukup kewalahan dengan bela diri yang Jack miliki. para warga pun yang ingin membantu Jack pun diberhentikan oleh Mang Hasan, karena mang Hasan juga ingin melihat kekuatan bela diri yang dimiliki Jack
"Neng, apa yakin ingin membiarkan melakukan nya sendiri?" tanya mang Hasan
"Ya... biarkan itu menjadi urusan Jack, untuk kepala desa biar menjadi urusan Vera" jawab Nya sambil mengangguk melihat pertarungan Jack
"Sistem Apa kamu bisa menarik semua saldo milik mereka semua? dan buat satu atm untuk uang yang dimiliki mereka" ucap Vera
"ITU URUSAN GAMPANG QUEEN BIAR SISTEM YANG MELAKUKAN SEMUA PENGAMBILAN SALDO MILIK MEREKA"
"Lakukan dengan baik, jangan sisakan sedikitpun untuk para bandit-bandit berpakaian dinas itu.... Aku ingin melihat sampai mana mereka bisa bertahan tanpa uang sedikit pun" ucap Vera
Sang sistem pun langsung melakukan tugas yang diminta oleh majikannya tersebut, dan Vera pun langsung memukul salah satu staf yang akan memukul Jack dari belakang
"Kau melakukan kecurangan itu sangat tidak adil kawan" ucap Vera
KREK
ARRRGG
Tanpa rasa kasihan Vera pun mematahkan salah satu tangan staf tersebut, dan kepala desa Harto serta warga kampung Anu pun melotot, tubuh kecil Vera begitu santai saat menendang dan memukul salah satu staf yang ingin menghajar Jack dari belakang
Mang Hasan menggelengkan kepala saat melihat kelakuan majikan kecilnya itu "Singa lagi tidur malah dibangunkan ya jadi seperti itu" gumam mang Hasan
Vera pun langsung menatap tajam kepala desa Harto dan Vera pun langsung menunjuk kepala desa Harto
"Cepat pergi dari sini, bawa para staf cemenmu itu... jangan sampai aku marah dan menghajar mukamu juga kali ini" ucap Vera. dan kepala desa itu pun segera meminta para staf untuk berhenti berkelahi
Mereka pun langsung masuk ke dalam mobil yang mereka bawa dan kembali ke tempat mereka
"Brengsek..... Aku tidak akan pernah melepaskan mereka, karena mereka sudah ikut campur dalam urusanku, aku akan membuat mereka menyesal seumur hidup" teriak kepala desa Harto
"Besok aku yakin mereka akan mencari masalah terlebih dahulu saat kami tidak berada di kampung ini, jadi lebih baik kalian berhati-hati dan kami juga akan mengirimkan beberapa orang untuk berjaga di kampung ini terlebih dahulu" ucap Vera
"Apa itu tidak merepotkan neng Vera dan orang-orang neng? kami sudah terbiasa diganggu oleh beberapa staf desa, kami tidak ingin semakin merepotkan neng Vera dan orang-orang neng Vera" ucap pak RT Hery
"Pak Hery tenang saja ini akan menjadi urusan Vera, dan mungkin besok akan ada orang yang memeriksa jalan. Vera akan lebih dulu membangun jalan agar kita bisa leluasa untuk pergi kemanapun" ucap Vera
"Hiks.... terima kasih neng kami benar-benar berhutang Budi kepada neng Vera" ucap sedih salah satu ibu yang memeluk Vera
"SISTEM AJA BELUM MEMELUK QUEEN TAPI IBU ITU SUDAH MEMELUK QUEEN
ohya thor si vera gk ada asistennya sendri gtu selain mang hasan ma mang tubi
lanjut thor