NovelToon NovelToon
Sisa Cinta, Bara Dendam

Sisa Cinta, Bara Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Pihak Ketiga / Pernikahan rahasia / Selingkuh / Cinta Terlarang / Chicklit
Popularitas:49.9k
Nilai: 5
Nama Author: Wida_Ast Jcy

Naila tak pernah menyangka hidupnya akan hancur dalam sekejap. Dihujani fitnah dan kebencian dari keluarga mantan suaminya, ia menjadi orang asing di rumah yang dulu dianggap tempat pulang. Difitnah suami dan dikhianati adik sendiri. Luka batin bertubi-tubi dan pengkhianatan yang mendalam memaksanya bangkit menjadi sosok baru yang tegas, penuh perhitungan, dan siap membalas setiap luka yang pernah diterimanya.

Lima tahun berlalu, Naila kembali dengan wajah dan tekad yang berubah. Bukan lagi wanita lemah, ia kini hadir sebagai ancaman nyata yang mengguncang rumah tangga mantan suaminya. Dalam perjalanan membalas dendamnya, ia akan menguak rahasia-rahasia kelam dan menetapkan aturan baru, tidak ada yang boleh melecehkannya lagi.

Siapakah yang akan bertahan saat permainan balas dendam dimulai?
Bersiaplah menyelami kisah penuh emosi, intrik, dan kekuatan wanita yang tak tergoyahkan dalam novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wida_Ast Jcy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 AIR BILASAN KAKI IBU

Olivia memapah Naila dengan hati-hati, membawanya menjauh dari makam. Hujan masih mengguyur deras, membasahi keduanya hingga ke ujung kaki. Sepanjang perjalanan menuju rumah, Naila hanya diam. Sesekali isaknya terdengar, namun ia tak lagi menangis sekeras tadi.

Olivia tetap memegang erat sahabatnya, memastikan agar tidak terjatuh. Saat tiba di halaman rumah, beberapa tetangga memandang mereka dengan prihatin. Namun tidak satu pun yang berani menghampiri. Naila hanya menunduk, tak sanggup menatap mata siapa pun.

Setelah memasuki rumah, Olivia bertanya kepada salah satu sepupu Naila tentang di mana kamar sahabatnya itu. Mereka pun menuntun Naila ke kamarnya, kamar yang selalu dirawat dengan baik oleh ibunya meskipun Naila sudah tidak tinggal lagi di sana.

Olivia mengganti baju Naila dengan gamis kering yang tersedia di dalam lemari. Naila hanya duduk di atas ranjang, memeluk lututnya erat-erat. Matanya menatap kosong ke arah jendela yang masih diselimuti hujan. Olivia duduk di sampingnya, meraih tangan Naila, lalu menggenggamnya lembut.

“Kamu tidak sendirian, Nai. Aku di sini untukmu. Kita akan melewati ini bersama-sama, ya? Kamu harus kuat, Nai. ” ucap Olivia tulus.

Air mata Naila kembali menetes, namun kali ini lebih tenang.

“Terima kasih, Liv… terimakasih.” suaranya bergetar.

Langit tampak gelap di senja yang kelabu. Setelah dirasa Naila lebih tenang, barulah Olivia bertanya apa yang sebenarnya terjadi? Ia benar-benar belum tahu kejadian yang sesungguhnya. Yang ia tahu hanyalah Nadia yang saat ini menggantikan posisi Naila sebagai pengantin di acara resepsi hari ini.

"Naila... Aku mohon jangan pendam semuanya sendiri. Ceritakanlah semuanya. Apa yang sebenarnya terjadi?" Olivia bertanya dengan pelan-pelan.

Naila mengangkat wajahnya yang kini terlihat sembab dan pucat pasi. Dengan suara lirih dan serak karena terus-menerus menangis, ia pun menceritakan semuanya. Mulai dari ia dijemput Nadia kemarin malam, hingga ia terbangun dalam keadaan sudah tak berbusana. Naila mengatakan saat ia bangun, ada seorang pria asing di sampingnya.

Secara bersamaan, Naufal juga baru saja tiba dan melihat itu semua. Naufal marah kemudian melontarkan kata talak. Naila juga mengatakan jika kejadian itu membuat ayahnya tiba-tiba terkena keserangan jantung.

Dan yang lebih membuat Olivia sampai mengelus dada, saat Naila mengatakan jika sebenarnya dirinya sedang hamil. Ia keguguran akibat ditendang oleh suaminya sendiri. Naufal yang tidak mengetahui Naila hamil, telah membunuh darah dagingnya sendiri.

Hari Olivia terasa remuk. Bagaimana tidak, dalam waktu semalam, sahabatnya itu mengalami kejadian yang luar biasa. Bahkan jika itu ada di posisinya, mungkin Olivia tidak akan kuat. Ia mungkin saja sudah gantung diri ataupun melakukan hal nekat lainnya.

Namun, Naila sangatlah tegar. Bahkan ia masih menyempatkan untuk melihat akad pernikahan Naufal dan Nadia padahal dirinya sedang sakit karena habis keguguran.

"Naila... Ya Tuhan... Kenapa wanita sebaik kamu mengalami cobaan seperti ini? Kenapa kamu tidak mengabariku sejak semalam? Kamu sebenarnya menganggap aku sahabat atau tidak, sich Nai?!" Olivia bertanya sambil menangis tersedu.

Ia tak bisa membayangkan bagaimana sakitnya Naila. Naila tersenyum, namun matanya terlihat sendu penuh luka. Sudah habis air mata itu. Rasanya ia benar-benar hampir menyerah.

"Terima kasih, Oliv. Terima kasih sudah menjadi sahabat baikku. Maaf jika aku terlalu egois dan merasa bisa menyelesaikan ini seorang diri. Ternyata aku rapuh..."

"Kamu tidak perlu berterima kasih, Naila. Andaikan Renata dan Remon ada di sini, mereka pasti sama sedih dan marahnya seperti aku. Mereka baru mengirim pesan, katanya baru akan pulang dari Paris lusa nanti. Jangan pernah merasa kamu sendiri. Kita akan selalu ada buat kamu, Nai!"

Keduanya berpelukan. Dan saat ini, yang menangis tersedu adalah Olivia. Wanita cantik yang bekerja sebagai seorang advokat itu berjanji akan terus mendampingi Naila. Ia akan membuktikan jika Naila tidak bersalah.

"Sekarang juga, kita harus kembali ke Jakarta. Aku harus menemui Mas Naufal. Aku akan membuktikan jika diriku tak bersalah," ucap Naila setelah Olivia mengurai pelukannya.

"Sekarang? Tapi bagaimana dengan kesehatanmu? Kau terlihat sangat lemah, Nai!"

Naila menggelengkan kepalanya. Ia sudah janjian dengan Julian, asisten pribadi Naufal yang sudah bernegosiasi dengan pria asing itu. Dan malam ini juga, ia akan menemui Naufal dan membuktikan jika dirinya tidak bersalah. Berapa pun uang yang diminta, Naila akan berikan kepada pria asing itu."

 Hujan di luar sana masih deras, seakan enggan berhenti. Langit tetap kelabu, seperti memahami duka yang kini menyelimuti hati Naila. Di dalam kamar itu, dua sahabat duduk berdua dalam keheningan, saling menguatkan di tengah badai yang sedang mereka hadapi.

Sebelum pulang, Naila memutuskan untuk menemui ibunya di kamar. Ia ingin pamit, meskipun nanti mendapatkan penolakan, namun Naila akan tetap bersujud di kaki ibunya.

"Bu..."

Naila membuka pintu kamar ibunya itu. Nampak sang ibu yang duduk di tepi ranjang sambil menatap foto keluarga di tangannya. Dengan hati bergetar, Naila berjongkok di hadapan sang ibu. Ia membawa wadah berisi air.

"Bu, jika memang ibu sudah tak sudi memaafkan Naila, maka izinkan Naila untuk mendapatkan pengampunan Allah. Naila mohon ridho dari ibu."

Dielusnya dengan lembut kaki ibunya itu kemudian ia masukkan ke dalam wadah berisi air yang ia bawa dari dapur. Ibunya diam, tidak merespons apa-apa. Namun Naila tetap melanjutkan. Ia membasuh kaki ibunya, kemudian membasuh mukanya dengan air bilasan kaki ibu. Ia juga meminum air tersebut tanpa rasa jijik ataupun ragu.

Hati ibu mana yang tidak tersentuh dengan apa yang dilakukan oleh putrinya itu. Meskipun rasa kecewa dan marah masih menguasainya, namun sisi hati lain Bu Zainab menepis jika Naila tidak bersalah. Tidak mungkin putrinya melakukan hal itu.

Namun,fakta berbicara. Malam itu, saat ia dan suaminya baru saja sampai di hotel, tiba-tiba Nadia meminta mereka berdua untuk datang ke kamar kakaknya. Bu Zainab awalnya menolak, karena khawatir mengganggu istirahat Naila. Namun, Nadia terus memaksa.

"Bangunlah, Nak!" Suara lirih itu terdengar.

Naila mendongak, kemudian duduk di samping ibunya dengan wajah yang sudah basah oleh air mata dan air bilasan kaki ibunya. Bu Zainab mengelus pipi putrinya itu. Ia melihat ketulusan di mata Naila.

"Apa yang terjadi pada keluarga kita, itu semua sudah takdir Allah. Jika kamu memang tidak bersalah, maka buktikanlah!" ucap Bu Zainab dengan suara bergetar.

Naila meraih tangan ibunya yang kini tengah mengelus pipinya itu. Sambil menangis, ia mengangguk kemudian memeluk ibunya. Namun, di sela pelukan dan tangisan ibunya itu, tiba-tiba Bu Zainab mengatakan sesuatu yang membuat Naila terbelalak.

Kata-kata yang kembali menghujam jantungnya. Karena secara tidak langsung, ibunya mendukung pernikahan Nadia dan Naufal saat ini.

"Bukti apa pun yang nanti kamu berhasil dapatkan, ibu mohon agar kamu tidak mengusik kebahagiaan Nadia. Jangan kau rebut Naufal darinya."

"DUGGH... "Seketika jantung Naila terasa sakit.

BERSAMBUNG...

1
Meee
Hayooo, Juliannya kemana itu~ Panik dah tu si Nadia
Icha sun
setiap pasangan yg selingkuh pasti bilangnya gitu, menemukan kebahagian yg di rumah gak ada. kliseees
D'Mas0712
pasti julian kecewa banget tuh
Icha sun
Pgn bgt ngeliat Nadia kepergok sama Naufal
D'Mas0712
tidak... tidak salah lagi bu. mereka kekasih gelap
studibivalvia
enak aja congor lo kalo ngomong
studibivalvia
ga mungkin semudah itu lah pasti ada sesuatu nya
Addb_Rh
padahal ibunya belum menuduh secara detail, tapi Nadia malah jwb duluan. Definisi ngaku duluan, sebelum di tanya "Apaa itu kamu?"

🤣🤣 dodol si Nadia.
GreenForest
lah yang Ja.lang tuh kamu 🤣🤣🤣 Nad. Ngaca ngaca
GreenForest
Julian yang Ba.jing. an tuh kamu sama Nadia 😭😭😭 tau
Addb_Rh
si Abi kalau bersikap manis terus gini sih, di jamin Naila jatuh hati. 😅
chemistrynana
lah si Nadia ini hawek nya
putri bungsu
tp sayang nggk sih, rambut yang dulu nggk pernah dilihat siapa pun, eh sekarang malah dilihat ribuan orang,,,
putri bungsu
berubah drastis nih cerita nya, masa sih Naila lepas hijab demi balas dendam
putri bungsu
aku suka dengan semangat mu kali ini Nai
Serena Khanza
bener-bener nyesek dan sedih banget pas disini kalo ada di posisi naila, disaat semua orang menuduhnya atas perbuatan yg gak dia lakukan dan gak ada yg menolongnya🥹🥹🥹
sebenernya naila anak kandung nya atau bukan sih kok bisa gitu seorang ibu ngomong gitu..
aku jadi kesel sama nadia dia kan adik nya masa setega itu, atau jangan jangan mereka adik kakak tiri
Serena Khanza
alurnya bagus, diluar nalar beda dari cerita lainnya, suka sama tokohnya
Chimpanzini Banananini
bencana akan segera datang🤭
Mingyu gf😘
aaa abi love youu
Mingyu gf😘
memjijikan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!