NovelToon NovelToon
Gairah Terlarang Cinta Pertamaku

Gairah Terlarang Cinta Pertamaku

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Duda / Selingkuh / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:751.1k
Nilai: 5
Nama Author: Kikan dwi

Nadeo Gibran Erlangga berniat untuk melamar Arzela Kayzel Atharva, yang selama ini dia klaim sebagai jodohnya.

Namun Nadeo terpaksa harus mengubur impiannya itu demi membalas budi pada keluarga yang sudah merawat dan membesarkannya selama ini.

Nadeo harus menikah dengan Sabrina Eleazar menggantikan sang adik yang kabur di hari pernikahannya.

Arzela hancur dan patah hati, namun ia harus tetap mengikhlaskan cinta pertamanya itu menikahi Sabrina yang tak lain adalah sahabatnya sendiri.

Akankah Nadeo bertahan dengan pernikahannya setelah tahu kebenaran yang selama ini tersembunyi?

Ataukah justru takdir mempersatukan Nadeo dan Arzela kembali?


Sekuel Belenggu Cinta Pria Beristri

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kikan dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 10

Nadeo membawa Arzela ke kamar pribadi yang berada di dalam ruangannya. Pria itu mendudukkan gadis cantiknya di tepi ranjang. Dengan sisa-sisa kewarasannya Nadeo mencoba untuk menjelaskan apa yang terjadi padanya.

"Zela, kakak mohon, bantu kakak," ucapnya dengan mata yang kian memerah. Ia berusaha mati-matian menahan hasratnya yang semakin bergejolak di dalam tubuhnya.

Obat perangsang yang Sabrina masukan mulai bereaksi sepenuhnya. Nadeo benar-benar sudah diambang kesadarannya. Namun ia tetap mencoba mengendalikan dirinya, Nadeo tidak ingin membuat gadis yang dicintainya tersakiti apalagi trauma nantinya.

"Kakak sebenarnya kenapa? Aku bantu apa?"

Arzela masih belum sepenuhnya paham apa yang terjadi dengan Nadeo.

"Sabrina masukin obat perangsang ke dalam minuman kakak."

"Hah?" Arzela tidak bisa menyembunyikan keterkejutan nya, namun ucapan gadis itu selanjutnya berhasil membuat Nadeo semakin frustasi. "Lalu masalahnya di mana? Kalian kan suami istri. Kakak tinggal--- hmmmpptttt..."

Nadeo membungkam bibir Arzela dengan bibirnya, ia benar-benar sudah kehilangan kesabarannya. Yang ada dalam pikirannya saat ini hanyalah ingin menuntaskan sesuatu yang semakin sesak di bawah sana.

Nadeo memagut bibir Arzela dengan rakus, memberinya gigitan-gigitan kecil namun penuh kelembutan membuat Arzela mendesah tertahan.

Keduanya sama-sama larut dalam kenikmatan yang baru mereka rasakan. Ya, ini adalah ciuman pertama untuk keduanya. Walaupun Nadeo dan Arzela sudah cukup lama menjalin hubungan, namun Nadeo benar-benar menjaga Arzela.

Gaya pacaran mereka hanya sebatas pegangan tangan, tidak lebih dari itu. Nadeo mencintai Arzela tanpa syarat, ia tidak butuh alasan kenapa harus mencintainya.

Wujud cinta Nadeo pada Arzela hanyalah menjunjung tinggi kehormatan gadisnya, menjaga harga diri dan identitasnya sebagai seorang gadis terhormat.

Walaupun Nadeo dalam pengaruh obat perangsang, Nadeo tidak bersikap brutal ataupun agresif berlebihan. Mungkin karena dosis yang Sabrina berikan tidak terlalu tinggi, ia hanya mengikuti naluri nya sebagai pria sejati. Hanya saja semakin lama Nadeo semakin kesulitan mengendalikan gairahnya.

Dengan napas yang masih memburu Nadeo melepaskan pagutannya, ia menangkup wajah cantik Arzela dengan kedua tangannya.

"Kakak tidak sudi menyentuh wanita murahan itu, kakak cuma mau Kamu," ucap Nadeo dengan memelas. Mata sayu itu menatap Arzela penuh permohonan.

Arzela mengerjapkan matanya berulang-ulang. Ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Di satu sisi Arzela tidak mau kehilangan kesuciannya, kebangggannya yang selama ini menjadi identitasnya.

Namun di sisi lainnya, ia tidak tega melihat Nadeo tersiksa. Sedikit banyak Arzela tahu betapa berbahayanya pengaruh obat laknat itu. Bahkan yang paling fatal bisa menyebabkan kematian.

Mungkin Arzela masih sanggup untuk sekedar memutuskan hubungannya, walaupun rasanya juga tak kalah menyakitkan. Tapi setidaknya ia masih bisa melihat Nadeo walau hanya dari kejauhan.

Namun jika membayangkan Nadeo pergi untuk selamanya, Arzela tidak sanggup, ia belum sekuat itu untuk tidak melihat Nadeo selamanya. Sambil menggigit bibir bawahnya, Arzela perlahan menganggukkan kepalanya.

"Kamu yakin, Sayang?" Tanya Nadeo kembali memastikan.

Arzela mengangguk pelan, sebenarnya ia masih belum sepenuhnya yakin. Namun ia tidak memiliki pilihan lain. Arzela juga tidak yakin Nadeo akan melepaskannya andai ia tidak mau melakukannya.

"Maafkan Kakak. Kakak janji setelah ini Kakak akan bertanggung jawab."

Cup

Nadeo mengecup kening Arzela cukup lama, setelah itu ia membaringkan tubuh Arzela di tempat tidur yang tidak terlalu luas namun tidak sempit juga.

Arzela memalingkan wajahnya saat Nadeo membuka satu persatu kancing kemeja yang ia kenakan. Nadeo meneguk salivanya saat melihat tubuh Arzela yang hanya menyisakan dalamannya saja.

"Kamu sangat indah, Sayang." Ucap Nadeo dengan suara seraknya.

Nadeo yang sudah diliputi kabut gairahnya, perlahan membuka kain penutup yang menghalangi bukit kembar milik Arzela.

Arzela menutup wajahnya dengan kedua tangannya, ia sangat malu melihat Nadeo yang menatap tubuhnya tanpa berkedip.

"Sayang, Kamu kenapa? Apa Kamu berubah pikiran?"

Dalam hati Nadeo bersumpah jika Arzela berubah pikiran, ia akan bersikap egois untuk kali ini. Nadeo menarik pelan tangan Arzela membuat keduanya kini saling bertatapan.

"Katakan, sebelum Kakak hilang kendali."

Arzela menggelengkan kepalanya membuat Nadeo mengernyitkan keningnya.

"Aku malu, Kak. Kakak menatapku seperti itu membuatku terlihat seperti wanita murahan," lirih Arzela.

Nadeo mengecup kedua mata Arzela yang mengembun, jujur saja hatinya sangat sakit harus melakukan ini pada gadis yang sangat dia cintai. Gadis yang selama ini begitu ia jaga, pada akhirnya ia sendiri yang merusaknya.

Nadeo benar-benar tidak bisa menahannya lagi. Ia membuka seluruh pakaian yang ia kenakan menyisakan celana dalam yang membungkus tongkat ajaibnya yang sudah berdiri tegak.

Gleg

Arzela melebarkan bola matanya sambil menelan kuat salivanya. Arzela merapatkan kakinya, tiba-tiba ia takut dengan tongkat sakti milik Nadeo yang ukurannya sangat luar biasa itu.

Namun Nadeo tidak membiarkannya, pria itu menarik kain penutup terakhir di tubuh wanitanya. Lembah Arzela itu sangat bersih dan terawat. Nadeo sangat terpesona melihatnya.

Arzela menahan napasnya saat merasakan tangan Nadeo mengusap lembah miliknya. Nadeo mengikuti naluri nya, ia memasukkan jarinya ke dalam lembah milik Arzela.

Ahhhhh

Arzela mendesah panjang saat Nadeo berhasil membuatnya orgasme. Desahan Arzela terdengar sangat merdu di telinga Nadeo. Pria itu membuka lebar paha Arzela, bersiap untuk melesakkan rudal kebanggannya.

Dengan napasnya yang masih memburu, Arzela bergumam pelan.

"Kak, aku takut."

Nadeo tersenyum sambil menyeka keringat di kening Arzela.

"Kakak akan melakukannya pelan-pelan."

Nadeo mengarahkan rudalnya di bibir lembah Arzela. Satu kali percobaan gagal, kedua gagal, sampai di percobaan ketiga...

Jleb

"Arrrrrgggghhhhhttttt!"

...----------------...

Prang

Prang

Sabrina mengamuk melemparkan semua barang-barang yang ada di kamarnya.

"NADEO SIALAN!"

Sabrina berteriak frustasi mengingat rencana yang sudah ia susun rapi hancur berantakan. Sabrina sudah membayangkan ia akan mendesah di bawah kungkungan Nadeo. Namun ternyata, sebelum keinginannya itu terjadi, Nadeo lebih dulu pergi dan menyadari perbuatannya.

Amarah Sabrina semakin memuncak mengingat bayangan Nadeo yang kini mungkin sedang mencumbu wanita lain.

"Aku tidak akan membiarkan siapapun merebutmu dariku, Nadeo. Kali ini Kamu lolos, tapi lain kali Kamu yang akan memintaku memuaskanmu."

Sabrina merasa tubuhnya semakin panas, ia bahkan sudah melucuti seluruh pakaiannya. Bukan hanya Nadeo yang meminum obat itu, Sabrina juga sengaja meminum obat yang sama. Ia ingin melewati malam bersama Nadeo tanpa lelah, namun yang terjadi kini justru ia ditinggalkan.

Sabrina tidak memikirkan lagi suaminya kini bersama siapa, yang ia ingin lakukan saat ini hanyalah menuntaskan hasratnya yang semakin memuncak.

Sabrina terlihat menghubungi seseorang, tidak lama kemudian seseorang membuka pintu kamarnya tanpa mengetuk.

"Dad, bantu aku!"

"Let's play baby!"

Seseorang itu langsung menyerang tubuh Sabrina yang sudah polos.

𝘛𝘰 𝘣𝘦 𝘤𝘰𝘯𝘵𝘪𝘯𝘶𝘦𝘥

1
Omah Tien
crei kan aja mebahaya kan
Omah Tien
aneh ko tunangan lebih baik kwin lm2 kelihatan nanti perut nya sm aja haram
ayu cantik
suka
Santhi Agung
seru ceritanya satset satset
Deistya Nur
sukses selalu ka 👍💪
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🐰➢‮: Terima kasih akak😍
total 1 replies
𝔪𝔞𝔯𝔴𝔞𝔥
knp kejadian hazelle terjadi lagi pada arzella yg merupakan anak sah dari pernikahan, sangat disayangkan
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🐰➢‮: hmmmm sayang bgt yaa kak😭
total 1 replies
Sri Afrilinda
Suka bgt sama ceritanya thour, seru, bikin ngakak gx habis²🤣🤣😍😍🤗💪
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🐰➢‮: gak sedih kah🤣 kok malah ngakak🤣😭
total 1 replies
Deni Satam
bagus
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🐰➢‮: 😍😍 makasih kak
total 1 replies
Risna Tanjung
Babiiii ko harley 🙏🙏🙏maaf thor esmosi akunya😭
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🐰➢‮: /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ gpp kak, silahkan hujat Harleya🤣
total 1 replies
Rahma Wati
♥️♥️♥️
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🐰➢‮: Terima kasih😍
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
bocah gendeng 😩
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🐰➢‮: bukan gendeng lagi😭😭🤣🤣 gehell katanya
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lebih tepat asal ga ketaun publik ga masalah wkwk slnya kalo di bilang ga mempermalukan sebenernya ya udah mempermalukan lah 😅
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ga jadi kasian lah kalo gini, kirain bakal sedih calon suami nya minggat ternyata emang ngincer yg lain 😌
Tiara Anjani
pantesan Nadeo tergila gila sama Arzela...Arzela nya cantik banget 😍
Yuli Yanti
suka thor sma visual beda dri yg lain
Elizabeth
𝘱𝘦𝘳𝘪𝘬𝘴𝘢 𝘬𝘢𝘯𝘥𝘶𝘯𝘨 𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘱𝘪𝘬𝘯𝘪𝘬🤣🤣🤣
Elizabeth
𝘚𝘢𝘣𝘳𝘪𝘯𝘢 𝘵𝘪𝘵𝘪𝘴𝘢𝘯 𝘯𝘺𝘢 𝘩𝘢𝘳𝘭𝘦𝘺𝘢
Elizabeth
𝘚𝘢𝘣𝘳𝘪𝘯𝘢 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘩𝘢𝘳𝘭𝘦𝘺𝘢 𝘴𝘪𝘧𝘢𝘵 𝘫𝘢𝘩𝘢𝘵𝘯𝘺𝘢 𝘨 𝘱𝘦𝘳𝘯𝘢𝘩 𝘣𝘦𝘳𝘶𝘣𝘢𝘩
Elizabeth
𝘬𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘴𝘪𝘩 𝘦𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘮𝘦𝘮𝘱𝘦𝘳𝘵𝘢𝘩𝘢𝘯𝘬𝘢𝘯 𝘩𝘦𝘳𝘭𝘦𝘺𝘢.. 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘭𝘢𝘬𝘪" 𝘩𝘳𝘴 𝘵𝘦𝘨𝘢𝘴 𝘫𝘨𝘯 𝘭𝘦𝘮𝘰𝘵
Elizabeth
𝘯𝘢𝘥𝘦𝘰 𝘢𝘨𝘢𝘬 𝘭𝘦𝘮𝘣𝘦𝘬 𝘬𝘢𝘺𝘢 𝘦𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘯𝘨 𝘱𝘢𝘱𝘢𝘯𝘺𝘢.. 𝘴𝘪𝘨𝘢𝘱
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!