NovelToon NovelToon
Ayunda Dan Dosen Dingin

Ayunda Dan Dosen Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Identitas Tersembunyi / Diam-Diam Cinta / Cintamanis / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama
Popularitas:315.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Gadis Scorpio

Saat semua mahasiswi mencari muka di hadapan Revan, si dosen tampan tapi dingin. Ayunda justru sudah kehilangan mukanya. Setiap kali bertemu Revan, Ayunda selalu dalam masalah yang membuatnya malu di hadapan dosennya itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gadis Scorpio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Siang ini Revan terpaksa pergi ke rumah sakit. Sebagai salah seorang pemegang saham di rumah sakit Medika Sejahtera, Revan harus menghadiri rapat laporan semester setiap enam bulan sekali.

Revan tidak sengaja melihat Ayunda yang sedang duduk di halte bus. Jadi dia ingin memberikan tumpangan kepada gadis malang itu yang tujuannya ke rumah sakit juga.

"Terima kasih, pak." ucap Ayunda kepada dosennya itu.

Tanpa bertanya mengapa dan apa urusan dosennya itu ke rumah sakit, Ayunda langsung masuk ke dalam rumah sakit.

Ayunda sudah tidak sabar melihat perkembangan kesehatan sang ibu hari ini. Perlahan Ayunda membuka pintu kamar rawat sang ibu, takut jika ibunya itu sedang tidur. Dan ternyata memang benar, wanita yang ia panggil ibu sedang berbaring sambil memejamkan mata.

Melihat ibunya yang sedang tertidur, Ayunda pun ikut mengistirahatkan tubuhnya dengan duduk bersandar di kursi.

Sudah setengah jam berlalu, Ayunda melihat ibuku tak kunjung sadar. Sang ibu juga tidak terlihat bergerak.

"Bu, ibu." panggil Ayunda dengan lembut.

Kemudian Ayunda menyentuh tangan ibunya karena sang ibu tidak merespon. Namun ibunya tak juga membuka mata. Ayunda mulai cemas dan dia pun segera memanggil perawat.

"Bagai mana keadaan ibu saya, sus ?" Tanya Ayunda.

"Sabar nona, kami akan memanggil dokter untuk memeriksa ibu anda lebih lanjut." jawab perawat itu sambil menekan tombol darurat.

Beberapa detik kemudian dua orang perawat dan seorang dokter masuk kedalam kamar rawat itu. Membuat Ayunda semakin panik dan takut.

"Ada apa dengan ibu saya ?" tanya Ayunda.

"Anda tenang dulu nona, dokter sedang memeriksanya." jawab salah seorang perawat.

Melihat kesibukan perawat dan dokter yang tengah memeriksa ibunya, Ayunda bisa menebak jika keadaan ibunya tidak baik-baik saja. Air mata Ayunda pun langsung jatuh begitu saja.

Ayunda berdoa kepada Tuhan agar sang ibu baik-baik, tapi sayangnya takdir justru berkehendak lain. Sang ibu tercinta telah pergi untuk selamanya.

"Ibu jangan tinggalkan Ayu !!"Ayunda menangis, meratap sambil memeluk tubuh ibunya yang kaku.

"Ibu jangan pergi, hiks hiks hiks, jangan tinggalkan Ayu Bu hiks hiks hiks !" suara tangisan seorang anak yang di tinggal mati ibunya terdengar pilu di telinga.

Revan yang ingin menjenguk ibu Ayunda setelah selesai rapat malah menyaksikan kesedihan Ayunda.

Untuk beberapa saat Revan hanya berdiri diam. Membiarkan gadis itu puas melihat dan memeluk sang ibu untuk terakhir kalinya. Setelah Ayunda lebih tenang barulah Revan bicara.

"Beritahu keluarga dan kerabat mu."

Ayunda langsung menoleh begitu mendengar suara dosennya. Sungguh dia tidak tahu jika ternyata pak Revan ada di sana.

Dengan pandangan mata yang sendu Ayunda menggeleng dan menjawab.

"Kami tidak punya keluarga atau kerabat lain."

Mereka hanya berdua menjalani hidup. Ayunda tidak pernah tahu siapa paman, bibi atau saudara ibu atau saudara almarhum ayahnya.

Dan sekarang Ayunda benar-benar tinggal sendiri.

Kemudian Revan memutuskan untuk membantu Ayunda mengurus jenazah ibunya sampai mengurus pemakamannya.

Meski terlihat dingin, namun Revan memiliki hati yang baik dan peduli. Revan memang tidak memberikan semangat dan pelukan hangat pada Ayunda. Tapi dia bisa membantu prihal materi.

Sore itu juga ibu Ayunda selesai di makamkan. Ayunda masih bersimpuh di sana seolah tidak tega berpisah dengan sang ibu.

"Sebentar lagi malam, ayo pulang!"

Ayunda menoleh ketika lagi-lagi mendengar suara dosennya. Ayunda pikir semua orang sudah pergi, termasuk pak Revan. Rupanya dosennya itu masih di sana.

1
ummu sulaim
lanjut thor💪
Maseni Maseni
wah perempuan ga tau malu itu dwi
dosen kok modelan gitu yah
kayaknya bakal diberhentikan dgn tdk hormat tuh dosen
ayunda harus jadi perempuan yg smart dan kuat mental
lanjut kak
Maseni Maseni
ayo ayunda selamatkan suamimu dari ulet bulu
lanjut kak
Maseni Maseni
akhirnya gooool
lanjut kak
Rian Moontero
mampiirr😍👍👍
Maseni Maseni
wkwkwk akhirnya konangan den,
semoga riska tdk salah paham
lanjut kak,
Maseni Maseni
saling cinta tapi tdk mau saling mengakui
Nayaka Utari Famuji
bagus
Maseni Maseni
menunggu upnya lama banget kak
Maseni Maseni
semoga setelah kejadian ini, ayunda dan revan makin mesra dan punya anak
lanjut kak😍
Maseni Maseni
ceritanya tetap bagus walau sudah lama banget baru update, makasih thor😍
Eroh Geulis
terimakasih author sudah update,semangat terus author updatenya.💪 klo bisa jangan lama lama updatenya🙏🙏
Manda Eme
yg dtunggu2 skian purnama, sampe lupa alurnya.. 😍
octa viani: aduh mana iya lagi
total 1 replies
Sekar Anggraini Indrawati
wah tidurx masih dilanjutin nih
Lastri Asiqoo
lanjut tor
Lastri Asiqoo
lanjut lagi dong
Lastri Asiqoo
lanjut dong
Lastri Asiqoo
lanjut lagi dong
Lastri Asiqoo
lanjut bagus
mfi Pebrian: Hay kak,mampir yuk di novel aku judul nya "dialah sang pewaris"di tunggu yah kak
total 1 replies
Eroh Geulis
lanjut Thor klo bisa up nya jangan lama lama👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!