NovelToon NovelToon
Aku Mencintaimu Adel

Aku Mencintaimu Adel

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Dokter
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Mengisahkan Perjalanan kisah cinta Adel Emanuella Sanjaya anak tunggal dari pasangan suami istri bapak Max Sanjaya dan ibu Jenny Andreas. Kisah ini berawal ketika Adel berkenalan dengan seorang polisi yang identitasnya sengaja di rahasiakan karena tugas negaranya. Di pertemukan lagi ketika Adel sudah menjadi seorang dokter. Saat itu Adel Emanuella Sanjaya baru tahu bahwa Karel Imanuel Barnabas seorang perwira Kepolisian berpangkat Iptu. Apakah cinta mereka bisa bertahan menembus segala cobaan dengan profesi Karel yang adalah seorang intel??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penculikan

Karena trauma, Adel mengalami pendarahan dalam perjalanan. Padahal di dalam mobil tadi Adel sempat sadar. Namun di sela pahanya mengalir darah. Dan sekarang dia lemas. Karel sangat panik di dalam mobil ambulans. Atas saran tenaga medis di dalam mobil, agar membantu menjaga kesadaran Adel sampai rumah sakit.

Sampai di Instalasi Gawat Darurat di rumah sakit terdekat, Adel langsung di beri penanganan. Karel menunggu dalam kecemasan. Sampai dokter menyampaikan bahwa ada pendarahan Adel mengalami keguguran.

"Bapak boleh melihat ibu Adel, ibu bisa di lihat."

Karel langsung menemui istrinya. Yang masih pucat dan ketakutan. Langsung dipeluk istrinya. Sangat erat. Karel merasa bersalah karena tidak bisa menjaga istrinya dengan baik.

"Maafkan mas sayang."

Tenyata suruhan Jack masih memantau keberadaan Adel dan Karel. Hukuman mati yang divoniskan kepada saudara sepupunya membuat dia sangat marah. Dan berjanji mau membalas dendamnya. Karel yang merasa curiga atas gerak gerik dari salah satu orang yang dia curigai, langsung mengikuti orang itu. Tetapi dia tidak mau mengamil keputusan salah meninggalkan Adel sendiri.

Dia menghubungi Reza, untuk datang ke rumah sakit tempat Adel di rawat. Dan atas pembicaraan mereka, dokter Adel Emanuella akan dipindahkan ke rumah sakit polri di Jakarta. Karel sudah memberitahukan papanya tentang keadaan Adel dan orang yang sedang memantau mereka. Atas permohonan Brigadir Jendral Polisi Steven Barnabas Helikopter polri ditugaskan untuk evakuasi pasien. Sambil menunggu helikopter polri datang menjemput, Reza sudah meminta rekaman CCTV di rumah sakit itu. Mereka bergerak cepat. Dalam waktu lima menit muka orang yang mematai Karel dan Adel sudah di peroleh.

Reza menemani Adel istri Karel dan juga Karel di dalam helikopter. Penculikan Adel adalah kasus yang berbahaya. Mereka tidak mau kecolongan. Sampai di rooftop rumah sakit, para medis sudah menanti. Tubuh Adel langsung diangkat dan di pindahkan ke bangkar tempat tidur rumah sakit. Karel ikut dari belakang. Dan catatan medis dokter Adel ikut serta. Dan saat itu dokter Samuel tahu bahwa dokter Adel kehilangan calon anaknya.

Adel sudah ada di ruangan, mama dan kakaknya Karel sudah ada juga di rumah sakit. Sedangkan papanya Karel sudah lebih dahulu. Mama mertua Adel langsung memeluk anak menantunya.

"Maafkan Adel, ma. Adel tidak bisa menjaga calon cucu mama."

"Sayang, tidak masalah. Pasti nanti Tuhan ganti. Yang penting sekarang kesehatan kamu sayang."

"Kalau kakak tahu, mendingan tadi pagi kakak yang antar Adel."

"Sepertinya mereka sudah memantau rumah kita. Makanya mereka tahu waktu Adel keluar rumah."

"Papa juga yakin seperti itu."

Karel langsung mengakses, CCTV di rumah mereka. Dan dia menemukan ada mobil yang terparkir dari semalam di dekat rumah mereka. Nomor plat mobilnya terlihat. Dan dia meminta tim polisi mengecek kepemilikan dari plat nomor itu.

Waktu Adel minum obat, namun istrinya belum bangun untuk makan. Karel langsung ke tempat tidur istrinya dia naik ke atas tempat tidur itu dan langsung memeluk istrinya. Di cium - cium agar dia bagun.

"Mas......"

"Bagun sayang makan dulu, biar mau minum obat lagi."

"Mas..... Maafkan adek."

"Adek ngak ada salah. Mas yang salah."

"Calon anak kita......"

"Bukan salah kamu sayang. Mungkin kita berdua belum di percaya sama Tuhan. Mas yakin pasti nanti jika Tuhan sudah percaya kamu akan mengandung lagi."

Karel mulai menyuapi istrinya makan. Bersamaan dengan mertua dan kakak iparnya makan malam. Karel tetap memilih menyuapi istrinya. Padahal Adel bisa makan sendiri.

"Mas, ade bisa sendiri."

"Ngak ya sayang."

"Kalau gitu bantu ade ke meja makan."

Karel langsung mengendong istrinya ke meja makan dan dengan cepat Kaleb membantu membawa satu ting infus untuk meletakkan infusnya Adel, adik iparnya.

"Kakak, kira dokter itu ngak bisa sakit."

"Kak, dokterkan manusia juga."

"Nah sekarang Adel sakit siapa yang jadi dokternya."

"Akulah suaminya kak."

Meskipun makan malam di rumah sakit, tetapi keluarga ini menikmati makan malam bersama. Selesai makan malam. Dua perempuan, tuan putri keluarga Barnabas sudah tidur. Saatnya laki- laki dari keluarga ini mulai membahas masalah yang sedang di hadapi. Meskipun Karel di rumah sakit menjaga istrinya, namun timnya bergerak cepat. Sehingga tiga orang pelaku penculikan Adel bisa tertangkap.

Saat ini mereka sudah ada di tahanan kepolisian. Karel ditemani Kaleb sedang menuju kesana. Sedangkan dua putri dari keluarga ini di jaga oleh papa mereka. Dan tentu ada dua anggota lengkap dengan perlengkapannya sedang berjaga di depan pintu masuk ruangan rapat Adel.

Setelah di introgasi, ternyata ketiga orang ini. Memilih menghabisi nyawa mereka. Karena sebelum mereka di tangkap mereka sudah meminum racun. Dan sekarang mereka meninggal sebelum tim penyidik memeriksa mereka, oleh dokter ketiga orang itu keracunan, hasil otopsinya.

Kondisi Adel sudah membaik dan sudah di ijinkan pulang. Dan sekarang sudah berada di rumah. Adel berusaha sebisa mungkin melupakan bahwa dia perna di culik. Jika mengingatnya membuat dia trauma.

Sementara Jack Omar sudah mendapat infomasi bahwa ketiga anak buahnya ketangkap dan kondisi mereka meninggal karena keracunan. Jadi jejaknya tidak tercium, sebagai otak dari penculikan itu.

"Bos mereka pergi dengan semua informasi untuk selama - lamanya." Jack Omar saudara sepupu Amos hanya tersenyum.

"Biar kejadian ini menjadi shok terapi buat AKP Karel Imanuel Barnabas."

"Apa rencana selanjutnya bos."

"Hidup normal seperti biasanya."

Jack Omar pengusaha terkaya pemilik Omar Grup , perusahaan retil terbesar. Banyak hal yang mereka lakukan, bergerak di bidang infestasi, properti bahkan manufacture. Di kalangan pebisnis, banyak orang tahu siapa itu Jack Omar. Banyak orang tidak tahu, bahwa dia juga mempunyai bisnis gelap obat - obatan, senjata dan perdagangan organ manusia.

Omar Grup bukan hanya ada di Indonesia terutama Jakarta, perusahaan ini ada di Singapore, bahkan Malaysia.Di usianya yang masih muda kekayaannya banyak. Jack Omar sudah menikah istrinya adalah seorang sosialita dulu dia adalah model, sekarang lebih banyak bekerja membantu suaminya. Leonora Sisca, nama istrinya Jack Amor yang adalah mantan model.

Adel sudah bekerja seperti biasa, setiap hari dia akan ke kantor bersama suaminya.

"Sayang.... Sebentar pulang kerja jam berapa ada operasi ngak."

"Hari ini tidak ada ma yang terdaftar. Ngak tahu kalau ada pasien darurat. Kalau tidak ada halangan jam tiga ma. Mama ada perlu???"

"Iya hari ini akan ada tamunya mama, makan malam disini??"

"Sayang... Bahaya itu. Kalau mama punya acara begitu biasanya mau jodohkan anak temannya??"

"Jangan percaya mantuku yang manis." Adel tersenyum kepada mertuanya. Langsung dia peluk mama mertuanya.

"Ya.... Kamu ngak percaya omongannya mas."

"Atau mungkin mas yang mau cari yang lain."

"Mana mungkin sayangku. Ngak ada. Yang ada di hati mas hanya dokter Adel Emanuella Sanjaya." Adel tersenyum.

"Mama Adel pulang beli desertnya ya ma."

"Oke sayangku."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!