NovelToon NovelToon
Aku Lelah, Mas!

Aku Lelah, Mas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Penyesalan Suami / Fantasi
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Amie.H

Kehidupan yang tidak mudah harus aku jalani. Aku Nisya. wanita usia 29 tahun, seorang Ibu dari 3 orang anak. Awal pernikahan hidup kami baik-baik saja dengan ekonomi yang cukup. namun, setelah tiga tahun menikah dan gaji suami ku jauh lebih besar di banding sebelumnya, ia mulai berubah. Mabuk, judi hingga perselingkuhan mewarnai rumah tangga kami. Bahkan uang bulanan yang biasanya lebih dari cukup itu kini berubah menjadi serpihan kenangan. Ya.. Suamiku, Gani. Kini memberikan nafkah kepada kami dengan asal-asalan, bahkan tak jarang ia justru memberikan makian disaat aku meminta hak kami.
"Kerja kalau mau uang tuh, kerjaannya minta terus. Kamu gak tau kan kalau kerja itu capek, kamu taunya hanya minta saja!" selalu kata itu yang terucap.
Mulai dari situ, hidupku aku rubah. Aku tak ingin lagi berleha-leha. aku ingin merubah hidupku bagaimana pun caranya.
Mari ikuti kisah perjalanan aku mengubah hidupku kali ini😊

Fb : Adivahalwahasanah
Ig : @Adivahasanah
Tt : A.H Hasanah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amie.H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 8

"Gani... Gan... Ngapain sih kamu didepan? Cepat telpon istri kurang ajar kamu itu, dari tadi Ibu telpon nomernya selalu aja sibuk!" Kata Ibu Gani dengan berteriak.

"Ibu ini nggak bisa ya kalau nggak teriak-teriak, kuping Gani pengang bu dari tadi dengerin ibu ngomel-ngomel terus. Ibu pikir Gani nggak pusing, Gani juga pusing bu!" kata Gani dengan kesal.

"Makanya telpon istri kamu itu dan cepat suruh kirimkan kamu uang untuk makan kita, sebentar lagi siang. Mau makan apa kita?" kata Ibu Gani.

"Gani udah telpon Nisya bu, tapi Nisya tetep nggak mau kirim uang untuk beli bahan masakan karna jatah minggu ini sudah ia belikan semua waktu itu dan bahan masakan yang Nisya beli juga sudah habis untuk makan kita beberapa hari kemarin!" kata Gani dengan wajah lesu.

"Terus sekarang kita makan gimana? Udah nggak ada apa-apa loh di kulkas kamu Gin, masa kita nggak makan-makan. Keterlaluan istri kamu itu emang!" kata Ibu Gani yang terlihat sangat kesal dengan Nisya.

"Bu.. Sebetulnya ini juga bukan kesalahan Nisya. Nisya sudah benar, dia sudah menjaga amanah uang belanja yang Gani berikan. Memang uang belanja itu harus cukup untuk satu bulan sampai Gani gajian lagi, kalau nanti Nisya kirimkan untuk kita disini bagaimana kalau setelah Nisya pulang nanti kami sendiri yang justru kebingungan untuk makan" kata Gani mencoba memberikan pengertian untuk Ibunya.

"Halah... Itu hanya alasan kamu aja untuk ngebela istri kamu itu kan? Gani, seharusnya istri itu bisa ngatur keuangan dengan baik. Kalau misal hal kayak gini aja dia begitu perhitungan, gimana kalau misalkan kalian ada kebutuhan mendadak!" kata Ibu Gani membuat anak lelakinya terdiam.

"terserah saja lah apa kata ibu. Gani udah pusing, ini baru sehari Nisya pergi bagaimana untuk kedepannya kalau ibu masih di sini. Malah tambah pusing Gani bu!" kata Gani membuat ibunya memelototkan mata.

"Maksud kamu apa? Kamu ngusir ibu?!" kata Ibu Gani.

"Ya mau gimana lagi, dari pada kita terus berdebat hanya soal makan mendingan ibu pulang. Aku juga akan menyusul Nisya kerumah orangtuanya, kalau di sini terus bisa-bisa aku kelaparan bu!" kata Gani semakin membuat ibunya kesal.

"Kamu benar-benar bikin ibu kesal ya Gan, liat aja nanti hidup kamu bakalan sial karna berani sama ibu. Ingat Gan, surga di bawah telapak kaki ibu bukan di bawah telapak kaki istri!" kata ibu Gani. Dengan kesal, perempuan paru baya itu membereskan barang-barangnya. Tak lupa ia meminta anak perempuannya membantu membereskan pakaian cucu nya yang berantakan kemana-mana.

"Lika.. Cepat bantu ibu beresin pakaian ini, masukin ke dalam tas. Kita pulang kerumah!" kata Ibu Gani dengan wajah emosi.

"Duuhh... Ibu, katanya kita dirumah ini sampai liburan selesai. Kenapa baru beberapa hari aja udah mau pulang!" kata Lika dengan santainya.

"Di sini sampai liburan selesai? Mau makan apa kamu, hah? Kamu nggak lihat kalau di kulkas itu kosong melompong!" kata Ibu Gani membuat putrinya memutar bola mata malas.

"Tinggal telpon aja si Nisya bu.. Gitu aja kok repot, kalau Ibu yang ngomong kan dia nggak akan berani ngebantah!" kata Lika.

"Nggak berani ndasmu! Justru dia malah berani nggak jawab panggilan ibu, Gani yang telpon justru dia nggak mau kirimkan uang untuk belanja karna jatah belanja mingguan mereka sudah habis mereka gunakan untuk belanja kemarin dan bahan masakannya pun sudah kita habisi kemarin!" kata Ibu Gani membuat mata Lika membola.

"Kok gitu... Tinggal kirim aja apa susahnya sih!" kata Lika yang mau tak mau membereskan barang-barang pribadinya.

"Ibu juga nggak ngerti, awas aja nanti kalau ketemu akan ibu kasih pelajaran dia!" kata Ibu Gani.

"Terus sekarang kita pulang nih?" tanya Lika.

"Iyalah, tapi kalau kamu masih mau di sini dan kelaparan nggak apa-apa!" kata Ibu Gani dengan santai.

"Ahhh ogaahh... Mendingan dirumah, sama aja keluar uang keluar uang juga!" kata Lika dengan cepat.

"Ngomong-ngomong Gani dimana bu?" tanya Lika yang tidak melihat Gani.

"Ada tuh di depan, dia kayaknya mau kerumah mertuanya!" kata Ibu Gani.

"Hah? Ngapain?" tanya Lika terkejut.

"Ya nyamperin istri dan anak-anaknya lah, kalau nggak dia juga dirumah mau makan apa!" kata ibu Gani dengan sinis.

"Nisya itu bener bener ya, tega banget dia kayak gini sama kita. Padahal kita juga jarang-jarang datang kesini, sekalinya datang malah di perlakuin kayak gini" kata Lika dengan nada kesal.

"Itu dia makanya, liat aja nanti ibu bakalan kasih dia pelajaran. Memangnya dia siapa berani memperlakukan kita kayak gini, kalau bukan karna menikah dengan Gani dia juga bukan siapa-siapa!" kata Ibu Gani.

Tanpa di sadari, sebetulnya Gani mendengar semua perkataan ibu dan kakaknya. Hatinya merasa nyeri karna apa yang dikatakan istrinya itu sedikit banyaknya ternyata benar, mereka tidak memperlakukan istri dan anaknya dengan baik.

"Aku nggak nyangka kalau mereka ternyata seperti itu pada istri dan anakku, pantas saja mereka begitu enggan mendekat!" gumam Gani.

"Udah belum bu? Aku udah mau jalan kerumah mertua aku ini, pintu mau aku kunci!" kata Gani yang tak lagi menutupi kekecawaannya pada ibu dan Kakaknya.

"Nahkan... Kurang ajar dia, memang sengaja dia mau mengusir kita ini!" kata Ibu Gani pada Lika.

"Sudah bu.. Ayok cepet biar Lika juga langsung pesen taksi online buat kita pulang!" kata Lika yang sudah selesai membereskan barangnya.

"Huh... Niat mau menginap lama agar hemat malah jadi boncos, semua ini gara-gara menantu kurang ajar itu!" kata Ibu Gani dengan kesal, banyak sumpah serapah yang keluar dari mulut wanita paruh baya itu.

****

Sementara itu dirumah orang tua Nisya begitu ramai. Nisya membantu Mama nya memasak di dapur, sementara kedua anak Nisya tengah bermain dengan Ante dan juga Om nya diruang keluarga.

"Akung, lihat Ante nih. Muka Dila jadi begini gara-gara Ante!" kata Adila mengadu pada Bapak Nisya.

"Mainan ya... Nanti tinggal cuci muka aja" kata Bapak mengelus kepala cucunya dengan sayang.

"Huuuu emang enak, bukannya di belain malah di kasih nasehat. Emang enak!" ledek Lia.

"Dek, udah apa jangan ngeledek Adila terus. Nanti dia nangis aja!" kata Adik lelaki pertama Nisya, Syahrul.

"Apaan sih Mas, orang cuma bercanda doang juga. Lagian dia nggak bakalan nangis, orang jatuh dari kasur aja dia nggak nangis kok" kata Lia.

"hush sudah sudah... Main aja yang betul jangan berantem kaya gitu, sebentar lagi masakan mateng. Mendingan kalian semua sholat zuhur dulu!" kata Mama yang sudah bergabung dengan mereka diruang keluarga.

Saat tengah menikmati makan siang bersama, suara bel rumah berbunyi. Mereka saling pandang karna tidak merasa ada berbuat janji dengan orang lain.

"Kamu buat janji sama temen kamu Li?" tanya Mama pada Lia. Lia menggelengkan kepala.

"nggaklah Ma, ngapain siang-siang gini janjian sama temen. Biasanya kan kalaupun Lia janjian itu sore" kata Lia.

"Coba deh biar aku buka dulu" kata Syahrul di angguki oleh yang lainnya.

Tak sampai Lima menit, Syahrul kembali dengan seseorang di belakangnya. Nisya terkejut karna ternyata Gani menyusul dirinya kerumah ini.

"Loh Mas... Kamu kesini?" tanya Nisya dengan wajah terkejut.

"Iya... Maaf ya Nis kalau Mas nyusul kamu kesini" kata Gani dengan nada lirih.

"Nggak apa-apa nak Gani, ayok duduk kita makan siang sama-sama" kata bapak dengan wajah tersenyum, sementara Nisya tersenyum kikuk menatap Mama yang menaikkan bahunya.

"Duduk Mas!" kata Nisya. Gani pun duduk tepat disebelah Nisya setelah Lia berpindah tempat duduk disebelah Mamanya.

"Sepertinya kalian harus menjelaskan sama bapak kenapa kalian kesini ngga berbarengan dan terkesan menjaga jarak!" kata bapak membuat keduanya saling pandang dalam keterkejutan.

Bersambuunggg

****

Hayooo apa ya yang bakal di jawab sama Nisya dan juga Gani? stay terus yaaa....

1
Jetva
perasaan lia baru masuk SMA..koq udah kuliah..??
AH. HASANAH
Kuat ya kak💪🙏
Jetva
papaq hanya 3 bln melihat cucunya ...beliau meninggalkan dunia ini saat anakq berusia 3 bln....klo mamaq lebih lama..hingga anakq lulus SMA...
AH. HASANAH
Kalau langsung, tamat dong ceritanya kak hehehe😄
falea sezi
cerai sat sset 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!