NovelToon NovelToon
Rahimku Diangkat Suamiku Menikah Lagi

Rahimku Diangkat Suamiku Menikah Lagi

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Romansa / Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Almesha

Tiga tahun Davira bertahan dalam pernikahan perjodohan yang dingin dengan Arka. Baginya, Arka adalah satu-satunya tempat bersandar setelah ayahnya meninggal karena bangkrut dan adik laki-lakinya hilang tanpa kabar di luar negeri. Davira terus bertahan, berharap kehadiran seorang anak kelak bisa melunakkan hati suaminya.

Namun, takdir justru merenggut segalanya dalam semalam. Di saat dokter memvonisnya menderita kanker rahim stadium 3 dan harus mengangkat rahimnya.

Bukannya mendapat perlindungan, Davira malah dihujat mandul oleh ibu mertua dan adik iparnya. Arka yang tega bahkan memberinya ultimatum: menerima Sheila sebagai istri kedua, atau pergi dari rumah tanpa membawa sepeser pun uang.

Di titik terendah hidupnya, hati Davira mati. Dia memilih pergi membawa luka dan penyakitnya. Davira bersumpah akan sembuh, bangkit, dan kembali untuk membuat Arka beserta keluarganya membayar mahal setiap tetes air mata dan penghianatan keji ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Almesha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6: Perhatian sang Kaisar Bisnis

Sementara badai kecemasan sedang menggulung emosi Arka di kantor Narendra Group, atmosfer yang jauh lebih tenang namun intens terjadi di lantai teratas Menara Atmadja. Gedung itu merupakan pusat kekuasaan dari Adrian Atmadja, sang kaisar bisnis yang memegang kendali atas banyak sektor fundamental di Asia.

Adrian duduk di kursi kerjanya yang terbuat dari kulit premium. Tatapannya tidak tertuju pada laporan saham harian atau proyek akuisisi bernilai triliunan yang biasanya menyita waktu, melainkan pada sebuah stoples bening berisi camilan organik di sudut meja. Di dekatnya, sebuah berkas berlambang rahasia tergelak pasrah dalam keadaan terbuka.

Tok! Tok!

"Masuk," perintah Adrian tanpa mengalihkan pandangan.

Yuda, sekretaris pribadi sekaligus orang kepercayaan Adrian yang telah bekerja bersamanya selama hampir satu dekade, melangkah masuk dengan langkah teratur. Wajah Yuda tampak sedikit tegang, tanda bahwa tugas yang diberikan sang bos tadi malam bukanlah perkara mudah.

"Semua informasi yang Anda minta mengenai wanita di bandara semalam sudah terkumpul, Pak Adrian," ucap Yuda seraya meletakkan sebuah tablet digital di hadapan Adrian, melengkapi berkas fisik yang sudah ada.

Adrian menegakkan posisi duduknya. Sorot mata elangnya menajam, menelusuri baris demi baris informasi yang tertera di layar.

"Nama resminya saat ini adalah Vira Mahendra. Beliau baru saja kembali dari New York bersama adiknya, Reno Mahendra, setelah tiga tahun menetap di sana," Yuda menjeda kalimatnya sejenak, menakar reaksi sang atasan. "Dia adalah Direktur Utama sekaligus wajah baru dari V-Tech Investment, firma modal ventura asing yang pagi ini baru saja meneken kesepakatan awal untuk menyuntik dana ke Narendra Group."

Adrian menyandarkan punggungnya, mengetukkan jemari kokohnya ke atas meja kayu ek dengan ritme yang lambat. "Narendra Group? Perusahaan milik Arka Narendra?"

"Benar, Pak. Dan ada satu detail masa lalu yang sengaja dihapus dari dokumen publik," Yuda merendahkan volume suaranya. "Tiga tahun lalu, sebelum berganti nama menjadi Vira Mahendra, nama aslinya adalah Davira. Dia adalah mantan istri sah dari Arka Narendra."

Gerakan jemari Adrian mendadak terhenti. Alisnya bertaut rapat. "Mantan istri?"

"Benar. Berdasarkan data rekam medis tersembunyi yang berhasil kami lacak dari sebuah rumah sakit daerah, tiga tahun lalu Davira diusir oleh keluarga Narendra dalam kondisi menderita kanker rahim stadium tiga dan harus menjalani operasi pengangkatan rahim sepihak. Di hari yang sama saat dia keluar dari rumah, Arka Narendra membawa selingkuhannya yang sedang hamil lima bulan ke dalam rumah mereka."

Mendengar penuturan Yuda, rahang Adrian mengeras seketika. Sesuatu di dalam dadanya bergejolak hebat. Perpaduan antara rasa tidak suka terhadap kekejaman Arka dan rasa kagum yang kian mendalam terhadap ketegaran wanita itu.

Tiga tahun lalu, di saat Adrian kehilangan istrinya yang meninggal di ruang bersalin, wanita bernama Davira itu rupanya juga kehilangan fungsi rahimnya akibat penyakit, sekaligus dikhianati oleh orang-orang yang seharusnya melindunginya. Namun, alih-alih hancur dan mengakhiri hidup, wanita itu justru bangkit dari abu kemalangan dan menjelma menjadi sosok predator bisnis yang kini datang untuk mencekik leher mantan suaminya.

"Menarik," gumam Adrian, sudut bibirnya terangkat membentuk garis tipis yang nyaris tak kentara. "Dia kembali bukan untuk meminta keadilan, tapi untuk merenggut semuanya secara mandiri."

"Lalu, apa rencana Anda selanjutnya, Pak? Apakah kita perlu mengintervensi pergerakan V-Tech di Narendra Group?" tanya Yuda hati-hati.

"Tidak perlu," sahut Adrian mutlak. "Biarkan dia bermain dengan mangsanya. Tapi, pastikan tidak ada satu pun pihak di luar sana yang berani mengganggu atau menjebak perusahaannya dari belakang. Jika ada pergerakan mencurigakan dari keluarga Narendra yang membahayakan Vira, hancurkan mereka sebelum mereka sempat melangkah."

Yuda membungkuk hormat. "Dimengerti, Pak."

"Papa!"

Suara cempreng nan ceria tiba-tiba memecah keheningan ruangan. Pintu geser yang menghubungkan ruang kerja Adrian dengan ruang istirahat pribadi terbuka. Seorang bocah laki-laki dengan pipi bulat berkulit bersih berlari kecil menghampiri Adrian, diikuti oleh seorang pengasuh paruh baya di belakangnya.

Elvano Atmadja langsung memanjat kursi kerja ayahnya dengan lincah, menaruh kedua tangan mungilnya di atas paha Adrian.

"Ada apa, Jagoan? Sudah selesai makannya?" Adrian mengangkat Elvano ke dalam pangkuannya. Aura dingin dan mengintimidasi yang tadi menyelimuti Adrian menguap begitu saja, digantikan oleh kehangatan seorang ayah yang utuh.

Elvano tidak menjawab pertanyaan ayahnya. Mata bulat bocah itu justru tertuju pada layar tablet digital yang masih menyala di atas meja, menampilkan foto profil Vira Mahendra yang mengenakan setelan kerja formal.

Tangan mungil Elvano langsung menunjuk layar tersebut dengan antusias. "Papa! Ini Tante cantik yang semalam! El mau ketemu Tante cantik lagi, Papa!"

Adrian tertegun melihat reaksi putranya. Elvano tidak pernah sepeduli ini pada orang asing, apalagi seorang wanita. Biasanya, jika ada wanita yang mencoba mendekati atau sekadar menyapa Elvano saat mendampingi Adrian di acara formal, bocah itu akan langsung bersembunyi di balik kaki ayahnya atau menangis kencang. Namun, pada Vira, Elvano justru mengingatnya dengan sangat jelas.

Adrian menatap foto Vira, lalu beralih menatap binar mata putranya yang tampak begitu berharap.

"El benar-benar ingin bertemu dengannya lagi?" tanya Adrian lembut sembari mengacak rambut putranya.

Elvano mengangguk kuat-kuat hingga pipi tembamnya bergoyang. "Iya, Papa! Tante cantik baikk... senyumnya hangat seperti Ibu di foto."

Kalimat polos dari bibir Elvano membuat dada Adrian berdesir aneh. Sosok mendiang istrinya memang sudah lama tiada, dan dia tidak pernah berniat mencari pengganti. Namun, melihat bagaimana Elvano begitu mendambakan kehadiran figur wanita seperti Vira, dinding es di hati Adrian perlahan menunjukkan retakan kecil.

Adrian kembali menatap Yuda yang masih berdiri di depan meja. "Yuda, cari tahu jadwal kegiatan Vira Mahendra di luar jam kantornya minggu ini. Cari tempat yang biasa dia kunjungi untuk menenangkan diri."

"Baik, Pak Adrian. Saya akan segera mengaturnya."

Adrian memeluk tubuh kecil Elvano, pandangannya beralih menatap kaca besar yang memperlihatkan pemandangan kota Jakarta. Vira Mahendra... jika duniamu sebelumnya dipenuhi oleh orang-orang yang membuangmu karena rahimmu tak lagi utuh, maka di duniaku, ketegaranmu adalah hal paling berharga yang ingin kulindungi.

1
Ariany Sudjana
hahaha kamu menyesal arka? itulah hukum tabur tuai, nikmati saja konsekuensinya. kain ini pilihan kamu dan pelacur murahan kesayangan kamu itu 😂😂🤣🤣
Ariany Sudjana
ayo Vira, coba buka hati kamu, laki-laki seperti Adrian dan elvano yang akan menyembuhkan luka di hati kamu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!