Arsen Ketua mafia yang sangat dingin dan arogant, sifat yang terbentuk akibat kejadian kelam dimasa lalu
Arsen tidak sengaja bertemu dengan dokter sepesialis bedah dia adalah valey sigadis cantik dan ramah saat dirumah sakit dan mengharuskan mengoperasinya karena sebuah insiden.
Semenjak pertemuan pertama gadis tersebut memang sedikit mencuri perhatiannya dan kali kedua dia melihat sisi lain gadis itu yang membuatnya semakin penasaran.
Bagaimana kisah manis mereka berdua?
Dibumbui oleh lawakan dan tingkah absurd para sahabat, mewarnai kisah cinta mereka berdua.
Tidak ada konflik serius disini dan kisah ini hanya menceritakan kisah manis si pemeran utama.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nona manies, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
menggoda
Setelah valey lari ia bergegas masuk kedalam mobilnya melihat wajahnya lewat cermin atas kepalanya
"dasar bodoh kenapa tadi gue bersemu, aaaa malunya" valey merutuki dirinya lalu berteriak frustasi sambil menarik narik rambutnya.
Valey masih duduk dengan mulut terus menggerutu lalu dilihatnya arsen yang baru keluar dari dalam cafe berjalan didepan mobilnya lalu mengedipkan sebelah matanya valey memutar bola matanya malas.
"dasar laki laki ganjen,ini lagi jantung gue kenapa lagi berdebar besok gue harus periksa jantung gue jangan jangan gue punya penyakit jantung " ucap valey didalam hati lalu memegang jantungnya sembari menyandarkan bahunya ke kursi mobil.
tok tok tok
seseorang mengetuk kaca mobil, valey yang sedari tadi memejamkan matanya untuk menenangkan diri seketika membuka mata lalu menengok ke arah luar ternyata pencuri ciuman pertamanya yang tak lain adalah arsen, setelah tau siapa yang mengetuk valey melototkan matanya lalu membuka kaca mobilnya arsen langsung memasukan kepalanya ke dalam mobil
"apa?" tanya valey ketus
"ngga papa, saya cuma khawatir saja sedari tadi mobil kamu ngga jalan jalan, saya takut kamu pingsan gegara tadi saya cium" ucap arsen
"gila ya, mana ada saya pingsan, udah sana pergi" usir valey masih dengan nada ketus lalu mendorong kepala arsen supaya menjauh tetapi usahanya gagal lalu berteriak frustasi
"aaaa kamu mau apa sih sebenarnya, dari tadi gangguin saya terus"
"saya maunya kamu" ucap arsen
"dasar pria gilaaa, pergi nggak lo, kalo nggak gue panggil security" ancam valey dan sudah tidak memakai bahasa formal saking geramnya.
"oke saya pergi tapi.." arsen menunujuk bibirnya supaya dicium oleh valey
"apa apa? mau ditabok sini sini" ucap valey mulai kesal
kenapa sesenang ini menggoda dia" batin arsen
tanpa aba aba arsen menyondongkan kepala mendekati bibir valey
cup cup
bibir valey berhasil dikecup singkat dua kali oleh arsen, valey langsung melototkan matanya karna terkejut selang beberapa lama valey merasakan panas di wajahnya lalu keluarlah rona merah dipipi valey.
"apa sesenang itu saya cium hingga pipi kamu semerah ini?" goda arsen , valey langsung memegang kedua pipinya
"hahaha" tawa arsen pecah begitu saja lalu melenggang pergi kearah mobilnya berada
"dasar sialan, pria gilaa pria mesum pria cabul pria bre*gseeek" maki valey dengan penuh semangat sedang arsen hanya menyunggingkan bibirnya tanda dia sedang sangat senang.
Roxi yang menunggu disamping mobil pun dibuat terkejut oleh sikap tuannya, karna parkir mobil mereka agak jauh jadi roxi tidak terlalu dengar obrolan mereka kecuali makian valey yang jelas karna dia berteriak
"kenapa tuan menakutkan sekali, jarang sekali dia tersenyum seperti itu dan itu karna dimaki maki oleh seorang gadis" batin roxi
Roxi membukakan pintu untuk tuannya lalu dia bergegas naik keatas mobil dan mulai menjalankan mobilnya
"kita langsung pulang" ucap arsen
"kita ke mansion tiger white atau mansion tuan?" tanya roxi
" kemansionku saja" jawab arsen
"baik tuan"
Roxi sesekali melirik tuannya menggunakan cermin atas kepalannya
kenapa tuan masih senyum senyum sendiri? berarti tuan benar benar menyukai dokter itu" batin roxi
" gadis yang sangat manis dan menggemaskan apalagi jika sedang marah marah rasanya ingin sekali kucubit pipinya" batin arsen
"roxi kamu mendapatkan nomor ponselnya atau tidak?" tanya arsen
"nomor ponsel siapa?" tanya roxi polos
"astaga,, nomor ponsel valerie" ucap arsen
"ada tuan, semua berkas tentang nona valerie sudah saya kirimkan melalui email tuan, nomor ponsel dan semua tentang nona valerie ada di dalamnya" jelas roxi, arsen hanya mendengarkan tanpa membalasnya.
Setelah sampai dimansion arsen turun dari mobil setelah dibuka kan pintu oleh roxi
"kamu boleh pulang" ucap arsen ke asistennya
" baik tuan, saya permisi" membungkukan badan lalu pulang.
Arsen masuk kedalam mansion berjalan dan terkejut dengan seseorang yang sedang duduk santai diruang keluarganya.