Kisah sebuah balas dendam dari seorang wanita bernama Kiara yang dikhianati oleh kekasihnya sendiri, membawanya bertemu dengan sosok NYAI RONGGENG yang dapat menjanjikan kecantikan, dan digemari banyak pria.
Kisah mistis ini berasal dari daerah Dusun 16, Desa Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan-Deli Serdang-Sumutera Utara (Sekitaran Medan).
Bagaimana kisah Kiara selanjutnya? ikuti kisahnya dalam novel ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Usaha
Reva mengerutkan keningnya, dan ia menatap sang suami dengan rasa penasaran.
"Apa itu, Bang?"
"Kau gadaikan motormu, soalnya abang peelu modal untuk usaha, kita tidak mungkin tinggal dengan orangtuamu seterusnya," Rama mulai meracuni otak sang istri dengan memanfaatkan rasa cinta yang ada dihati wanitanya.
"Gadai?"
"Ya, kalau kau tidak mau, abang akan pulang ke rumah orangtuaku, dan kita berpisah," Rama mulai mengancam.
Reva terlihat ketakutan. Meskipun Rama seorang mokondo, tetapi ia merasa kenyang dengan menatap wajah tampannya.
.Ia terlihat berfikir, tapi apa yang dikatakan oleh sang suami ada benarnya, mereka harus bisa hidup mandiri dan tidak tergantung pada orangtuanya.
"Ya, sudah. Aku akan menggadaikannya, tapi abang pulang ke rumah, mamak sedih liat abang kabur, apa kata tetangga," Reva akhirnya setuju, dan keduanya akhirnya memilih pulang.
****
Syamsuddin duduk diruang tamu, merokok sembari menyeruput kopinya.
Saat bersamaan, Kiara pulang dengan rantang ditangannya.
"Yah, ini titipan dari Bu Lek," ucapnya dengan nada datar, lalu meletakkan rantang berisi makanan itu ke atas meja.
Ia akan beranjak pergi, tetapi Syamsuddin mencegahnya.
"Kiara, tunggu," cegahnya dengan suara yang tenang.
"Ya, Ayah."
"Duduklah, ada yang ingin ayah bicarakan."
Kiara memutar tubuhnya, lalu duduk di sofa, dan Halimah datang dari arah dapur, membawa camilan gorengan cempedak goreng.
"Dengarkan, dan kamu harus mengambil keputusan," ucapnya dengan tegas.
Kiara merasa hatinya sedikit was-was, sebab ucapan sang ayah mengandung firasat yang tidak mengenakan.
"Apa itu, Yah?" tanyanya dengan rasa penasaran.
Syamsuddin mengambil nafasnya dengan berat, lalu menghelanya. Ia menatap puterinya dengan sangat dalam.
"Dengarkan, ayah dan mamakmu akan pergi ke luar provinsi."
"Hah?! Mau liburan?"
Syamsuddin menggelengkan kepalanya. "Ke Aceh, untuk menggantikan manager yang lama disana," kalimatnya terasa sangat berat. Tetapi harus ia utarakan.
"Maksudnya? Ayah dan mamak menetap disana?" Kiara merasakan jika berita ini cukup memukulnya.
"Iya, kami tak bisa membawamu, sebab ayah sudah memasukkanmu ke jabatan didivisi yang lama, semoga kamu bisa lebih dewasa," Ucap Syamsuddin dengan berat hati.
Halimah tak sanggup mengatakan apapun, sebab ia juga tak rela jika harus berpisah dengan sang anak, tetapi keadaan yang mendesak.
"Jadi kapan ayah pergi?"
"Besok, dan hari ini mamakmu berkemas," Ia terlihat sangat berat mengatakannya, tetapi semua demi pekerjaan dan masa depan mereka.
"Aku tak.mau bekerja diperkebunan, aku ingin meneruskan CV. Kiara saja. Sebab Pak Kades menawarkan kerja sama, dana desa tahap pertama yang dicairkan akan dipakai membangun jalan desa," sahut Kiara dengan tegas.
"Terserah kamu saja, tetapi seharusnya kamu bisa tetap menghandle meskipun bekerja di Kantor perkebunan," saran Syamsuddin.
"Nanti aku pertimbangkan,"
Halimah adalh orang yang paling bersedih dalam hal ini. Tapi entah mengapa, Kiara justru merasa jika ini adalah puncak kebebasannya, tanpa pengawasan orangtuanya.
****
Tiga hari setelah kepergian kedua orangtuanya. Kiara sedang berbaring di sofa, sembari membalas chat dari seseorang.
"Sayang, aku sudah dapat motornya, nanti diantar sama dealer-nya, kamu tunggu, ya." pesan dari Rama yang baru saja dikirimnya. Bahkan pria itu tak.lagi segan memanggilnya dengan kata 'Sayang'.
"Iya, Bang. Aku tunggu dulu motornya datang,"
Tak berselang lama, motor yang ditunggu datang, dan sesuai dengan warna yang diinginkannya, sama persis seperti milik Rama. "Lihatlah, Bang. Pembalasanku baru dimulai." ia keluar dari rumahnya, dan menyambut motor baru tersebut.
Setelah mobil pengangkut pergi, Rama muncul dengan motor bututnya. Ia mengulas senyum sumringah. Ternyata ia menjual motor pemberian Kiara, dan membelikannya untuk gadis tersebut, ditambah lagi dengan uang gadai motor milik Reva.
"Kamu suka, Sayang?" tanya Rama dengan tak sabar. Gadis yang dulu ia manfaatkan, kini berbalik arah, dan semua begitu cepat, membolak-balikkan keadaan.
"Suka, terimakasih." jawab Kiara, lalu menyimpan surat-suratnya yang semua atas namanya. Sebab pagi tadi mereka pergi bersama, karena Kiara ingin motor itu atas namanya, sama yang dilakukan oleh pria saat mencoba memanfaatkannya.
Rama memasuki teras rumah. Ia merasa gelisah, dan saat melihat Kiara kembali teras, ia duduk dengan gelisah.
"Sayang, abang mau ngomong sesuatu," Rama tak sanggup untuk mengatakan perasaannya.
"Ngomong apaan, Bang? Kamu sebaiknya pulang, sebab nanti Reva bisa ngamuk kalau tau kamu ada disini,"
"Abang gak bisa lagi nahan, Kiara. Abang butuh kamu, tolonglah. Abang setiap kali ketemu kamu itu bawaannya tegang mulu." Rama menunjuk kearah rudalnya yang bangun.
Kiara menatapnya, dan mengulas senyum nakal. "Kamu kan ada istri, lalu apa hubungannya denganku?" ia berusaha mempermainkan sang pria, dan itu sangat memuaskan hatinya.
"Tentu ada hubungannya. Abang gak bisa bangun kalau bersama Reva, tetapi mengkhayalkan kamu saja sudah buat panas dingin,"
"Aku gak bisa, Bang. Maaf. Lagi pula itu permintaan yang sangat gak masuk akal."
"Abang udah korban motor, kamu masih juga bilang gak bisa?"
"Anggap saja impas, bukankah itu motor juga pemberianku? Kamu lupa?"
Rama.seperti kehilangan kendali, ia tak lagi dapat berfikir jernih. Semua yang ada pada gadis itu sudah membuatnya gelap mata.
Kiara beranjak bangkit dari bangku teras. Lalu berjalan masuk ke rumahnya.
Melihat hal itu, Rama mengambil kesempatan, dan ikut menyusul masuk, lalu dengan cepat mengunci pintu.
"Aku akan berikan ponsel ini, dan ini juga." Rama menyerahkan ponsel seharga dua puluh juta, yang dulu ia minta dari sang gadis, dan kini ia kembalikan. Bahkan ia juga memberikan sisa uang disaku celananya dari hasil menggadaikan motor Reva
Ternyata pria itu benar membuktikan apa yang diucapkannya. Pengaruh ilmu pemikat itu tidak main-main, dan membuat siapa saja akan menjadi budaknya.
"Kau harus memenuhi keinginanku, aku sudah tak sanggup menahan semuanya. Aku terasa gila dengan apa yang ku alami saat ini." Rama mendorong sang gadis menunu kamar, lalu menyergapnya.
"Lepasin!" ucap Kiara, berusaha memberontak. Kali ini taktiknya salah, ia kalah tenaga, dan tidak dapat melawan saat pria itu berhasil meloloskan pakaian yang dikenakannya.
"Kiara?" Rama seolah gila, ia tak sanggup lagi menahan gejolak hasratnya yang menggebu.
Semua keindahan yang ada pada sang gadis, telah menghilangkan akalnya.
Kiara yang saat ini dikuasai oleh sosok perewangan Nyai Ronggeng, ternyata memiliki dorongan yang sama, dan pengaruh jin yang membawa kedua terhanyut dalam sebuah permainan terlarang.
Melihat Kiara tak lagi memberontak, membuat Rama semakin bersemangat, dan seluruh hasratnya yang terpendam, ia salurkan secepatnya.
Hingga saat pembobolan gawang terjadi, Rama terdiam sejenak, mengatur nafasnya. Ada sesuatu yang berbeda, rasa yang lebih manis, dan membuatnya semakin tak bisa meninggalkan gadis itu.
"Kiara, aku gila tanpamu." ucapnya dengan nafas yang memburu, lalu menyenggamai sang gadis dengan penuh gelora.
Rama butuh gol. darah O+ ,, aku nti ikutan nyumbang darah yaa Krn aku jg gol. darah nya O+ 🤣
tp spt nya Rama nti koit deh Krn sdh mau ikut sama iblis Nyai Ronggeng 🤣
apakah iblis Nyai Ronggeng mnta Tumbal yaaa ❓❓
maaf yaa kak ,, mmg TDK ada warga yg ngomong / ngadu ke orang tua nya Kiara yaa kalau anak nya JD Jalang Sampah Masyarakat 😤😤
Mungkin di mata Rama, Nyai Punden Ronggeng seperti Kiara kali yah.. 😁😁🤏
apakah kata-kata Kiara itu akan mjd kutukan untuk Beidah ❓❓
Bagus Rama gak mati di dalam galian kuburan yg di buat nya sndri 🤣🤣
Uang Gajian sebulan malah di berikan PD Kiara ,,, mmg nya nti mo d kasih makan apa tuh keluarga di rumah ,,, tp Alhamdulillah untung nya dh ketahuan duluan 💃
si Kiara di suruh nyari 100 orang laki-laki ,, sdgkan Kiara baru dpt 2 orang ( Tarman dan Rama ) ,,, tinggal 98 laki-laki lagi ,,, mmg kudu ke kota kau Kiara ,,,,,,, gaskeun 🤣🤣
Kiara untung bgt tuh , gak di garap tp ttp dapat uang 5jt dr Rama 💃💃