NovelToon NovelToon
AJIAN PEMIKAT NYAI RONGGENG

AJIAN PEMIKAT NYAI RONGGENG

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Balas Dendam / Roh Supernatural / Pelakor jahat / Saling selingkuh / Romansa pedesaan
Popularitas:34.1k
Nilai: 5
Nama Author: Siti H

Kisah sebuah balas dendam dari seorang wanita bernama Kiara yang dikhianati oleh kekasihnya sendiri, membawanya bertemu dengan sosok NYAI RONGGENG yang dapat menjanjikan kecantikan, dan digemari banyak pria.

Kisah mistis ini berasal dari daerah Dusun 16, Desa Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan-Deli Serdang-Sumutera Utara (Sekitaran Medan).

Bagaimana kisah Kiara selanjutnya? ikuti kisahnya dalam novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Usaha

Reva mengerutkan keningnya, dan ia menatap sang suami dengan rasa penasaran.

"Apa itu, Bang?"

"Kau gadaikan motormu, soalnya abang peelu modal untuk usaha, kita tidak mungkin tinggal dengan orangtuamu seterusnya," Rama mulai meracuni otak sang istri dengan memanfaatkan rasa cinta yang ada dihati wanitanya.

"Gadai?"

"Ya, kalau kau tidak mau, abang akan pulang ke rumah orangtuaku, dan kita berpisah," Rama mulai mengancam.

Reva terlihat ketakutan. Meskipun Rama seorang mokondo, tetapi ia merasa kenyang dengan menatap wajah tampannya.

.Ia terlihat berfikir, tapi apa yang dikatakan oleh sang suami ada benarnya, mereka harus bisa hidup mandiri dan tidak tergantung pada orangtuanya.

"Ya, sudah. Aku akan menggadaikannya, tapi abang pulang ke rumah, mamak sedih liat abang kabur, apa kata tetangga," Reva akhirnya setuju, dan keduanya akhirnya memilih pulang.

****

Syamsuddin duduk diruang tamu, merokok sembari menyeruput kopinya.

Saat bersamaan, Kiara pulang dengan rantang ditangannya.

"Yah, ini titipan dari Bu Lek," ucapnya dengan nada datar, lalu meletakkan rantang berisi makanan itu ke atas meja.

Ia akan beranjak pergi, tetapi Syamsuddin mencegahnya.

"Kiara, tunggu," cegahnya dengan suara yang tenang.

"Ya, Ayah."

"Duduklah, ada yang ingin ayah bicarakan."

Kiara memutar tubuhnya, lalu duduk di sofa, dan Halimah datang dari arah dapur, membawa camilan gorengan cempedak goreng.

"Dengarkan, dan kamu harus mengambil keputusan," ucapnya dengan tegas.

Kiara merasa hatinya sedikit was-was, sebab ucapan sang ayah mengandung firasat yang tidak mengenakan.

"Apa itu, Yah?" tanyanya dengan rasa penasaran.

Syamsuddin mengambil nafasnya dengan berat, lalu menghelanya. Ia menatap puterinya dengan sangat dalam.

"Dengarkan, ayah dan mamakmu akan pergi ke luar provinsi."

"Hah?! Mau liburan?"

Syamsuddin menggelengkan kepalanya. "Ke Aceh, untuk menggantikan manager yang lama disana," kalimatnya terasa sangat berat. Tetapi harus ia utarakan.

"Maksudnya? Ayah dan mamak menetap disana?" Kiara merasakan jika berita ini cukup memukulnya.

"Iya, kami tak bisa membawamu, sebab ayah sudah memasukkanmu ke jabatan didivisi yang lama, semoga kamu bisa lebih dewasa," Ucap Syamsuddin dengan berat hati.

Halimah tak sanggup mengatakan apapun, sebab ia juga tak rela jika harus berpisah dengan sang anak, tetapi keadaan yang mendesak.

"Jadi kapan ayah pergi?"

"Besok, dan hari ini mamakmu berkemas," Ia terlihat sangat berat mengatakannya, tetapi semua demi pekerjaan dan masa depan mereka.

"Aku tak.mau bekerja diperkebunan, aku ingin meneruskan CV. Kiara saja. Sebab Pak Kades menawarkan kerja sama, dana desa tahap pertama yang dicairkan akan dipakai membangun jalan desa," sahut Kiara dengan tegas.

"Terserah kamu saja, tetapi seharusnya kamu bisa tetap menghandle meskipun bekerja di Kantor perkebunan," saran Syamsuddin.

"Nanti aku pertimbangkan,"

Halimah adalh orang yang paling bersedih dalam hal ini. Tapi entah mengapa, Kiara justru merasa jika ini adalah puncak kebebasannya, tanpa pengawasan orangtuanya.

****

Tiga hari setelah kepergian kedua orangtuanya. Kiara sedang berbaring di sofa, sembari membalas chat dari seseorang.

"Sayang, aku sudah dapat motornya, nanti diantar sama dealer-nya, kamu tunggu, ya." pesan dari Rama yang baru saja dikirimnya. Bahkan pria itu tak.lagi segan memanggilnya dengan kata 'Sayang'.

"Iya, Bang. Aku tunggu dulu motornya datang,"

Tak berselang lama, motor yang ditunggu datang, dan sesuai dengan warna yang diinginkannya, sama persis seperti milik Rama. "Lihatlah, Bang. Pembalasanku baru dimulai." ia keluar dari rumahnya, dan menyambut motor baru tersebut.

Setelah mobil pengangkut pergi, Rama muncul dengan motor bututnya. Ia mengulas senyum sumringah. Ternyata ia menjual motor pemberian Kiara, dan membelikannya untuk gadis tersebut, ditambah lagi dengan uang gadai motor milik Reva.

"Kamu suka, Sayang?" tanya Rama dengan tak sabar. Gadis yang dulu ia manfaatkan, kini berbalik arah, dan semua begitu cepat, membolak-balikkan keadaan.

"Suka, terimakasih." jawab Kiara, lalu menyimpan surat-suratnya yang semua atas namanya. Sebab pagi tadi mereka pergi bersama, karena Kiara ingin motor itu atas namanya, sama yang dilakukan oleh pria saat mencoba memanfaatkannya.

Rama memasuki teras rumah. Ia merasa gelisah, dan saat melihat Kiara kembali teras, ia duduk dengan gelisah.

"Sayang, abang mau ngomong sesuatu," Rama tak sanggup untuk mengatakan perasaannya.

"Ngomong apaan, Bang? Kamu sebaiknya pulang, sebab nanti Reva bisa ngamuk kalau tau kamu ada disini,"

"Abang gak bisa lagi nahan, Kiara. Abang butuh kamu, tolonglah. Abang setiap kali ketemu kamu itu bawaannya tegang mulu." Rama menunjuk kearah rudalnya yang bangun.

Kiara menatapnya, dan mengulas senyum nakal. "Kamu kan ada istri, lalu apa hubungannya denganku?" ia berusaha mempermainkan sang pria, dan itu sangat memuaskan hatinya.

"Tentu ada hubungannya. Abang gak bisa bangun kalau bersama Reva, tetapi mengkhayalkan kamu saja sudah buat panas dingin,"

"Aku gak bisa, Bang. Maaf. Lagi pula itu permintaan yang sangat gak masuk akal."

"Abang udah korban motor, kamu masih juga bilang gak bisa?"

"Anggap saja impas, bukankah itu motor juga pemberianku? Kamu lupa?"

Rama.seperti kehilangan kendali, ia tak lagi dapat berfikir jernih. Semua yang ada pada gadis itu sudah membuatnya gelap mata.

Kiara beranjak bangkit dari bangku teras. Lalu berjalan masuk ke rumahnya.

Melihat hal itu, Rama mengambil kesempatan, dan ikut menyusul masuk, lalu dengan cepat mengunci pintu.

"Aku akan berikan ponsel ini, dan ini juga." Rama menyerahkan ponsel seharga dua puluh juta, yang dulu ia minta dari sang gadis, dan kini ia kembalikan. Bahkan ia juga memberikan sisa uang disaku celananya dari hasil menggadaikan motor Reva

Ternyata pria itu benar membuktikan apa yang diucapkannya. Pengaruh ilmu pemikat itu tidak main-main, dan membuat siapa saja akan menjadi budaknya.

"Kau harus memenuhi keinginanku, aku sudah tak sanggup menahan semuanya. Aku terasa gila dengan apa yang ku alami saat ini." Rama mendorong sang gadis menunu kamar, lalu menyergapnya.

"Lepasin!" ucap Kiara, berusaha memberontak. Kali ini taktiknya salah, ia kalah tenaga, dan tidak dapat melawan saat pria itu berhasil meloloskan pakaian yang dikenakannya.

"Kiara?" Rama seolah gila, ia tak sanggup lagi menahan gejolak hasratnya yang menggebu.

Semua keindahan yang ada pada sang gadis, telah menghilangkan akalnya.

Kiara yang saat ini dikuasai oleh sosok perewangan Nyai Ronggeng, ternyata memiliki dorongan yang sama, dan pengaruh jin yang membawa kedua terhanyut dalam sebuah permainan terlarang.

Melihat Kiara tak lagi memberontak, membuat Rama semakin bersemangat, dan seluruh hasratnya yang terpendam, ia salurkan secepatnya.

Hingga saat pembobolan gawang terjadi, Rama terdiam sejenak, mengatur nafasnya. Ada sesuatu yang berbeda, rasa yang lebih manis, dan membuatnya semakin tak bisa meninggalkan gadis itu.

"Kiara, aku gila tanpamu." ucapnya dengan nafas yang memburu, lalu menyenggamai sang gadis dengan penuh gelora.

1
Nurr Tika
ki wage bukan lawanya
Arinda Fira
Dari selingkuh jadi pembunuh
Arinda Fira
astaga rama, dapat yang setia malah cari barang murah
🌹Widian,🧕🧕🌹
gimana buat menghindari dari peletnya Kiara, kan kasihan pak kades jadi begitu ?
FiaNasa
kau ini fitnah saja Lo tin,,kan jadi Ken tempeleng si Wegom alias Wewe gombel🤣🤣sabar ya wegom🤣
Titik wildan
belum ada yg bisa menghentikan nyi ronggeng,yg di kira akan bantuin kiara ternyata belum nongol lagi,malah jauh
Nurr Tika
lanjut thor
FiaNasa
pasti Reno nasibnya sama kek Rama,,itu dipanggil NYI ronggeng buat dibunuh lalu mayatnya ditaruh di bekas galian kubur itu
FiaNasa
itu rudalnya si Reno mau lepas landas beidah😄😄😄
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
lhaha kadi kok g bisa lihat trus piye
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
ahhh trus piye jal
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
hahh reno meningal lagi knp malh smkin bnyk korbanya ini mah lrbih dr gila
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
hahhhh pie sih mlh dadi kebalik
Tini Nurhenti
/Joyful//Joyful//Joyful//Facepalm/
Desyi Alawiyah
Hadeehhh Jhon-Jhon... ☺☺
Desyi Alawiyah
Sawan Kiara... 😮
neni nuraeni
jgn smpai ya si Jhony jdi korbanya lagi,,, jgn smpai deh ada korban lagi
kinoy
aaahhh..payah ah .lemah si jhony mah..g kuat iman eunk
Nurr Tika
kiara ntar tabur tuai loh
Desyi Alawiyah
Owalah, kembali ke Kiara yah, kirain 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!