NovelToon NovelToon
Pemuas Nafsu Istri Sang Ketua Mafia

Pemuas Nafsu Istri Sang Ketua Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Mafia / CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Keluarga / Persaingan Mafia
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Vionnaclareta

Demi menjalankan misinya mencari tahu mengenai pelaku pembantaian massal keluarga Anthony, dengan rela Tuan Vigor menikahkan putri tunggalnya dengan seorang mafia yang merupakan putra sahabatnya untuk melancarkan misinya dan mendapatkan harta yang ia inginkan. namun lain halnya dengan si mafia, yang mempunyai tujuan lain dengan adanya ia masuk kedalam keluarga elit itu untuk bisa menguasai dan mengendalikan keluarga itu lewat Calon istrinya yang saat ini mendapat julukan Bloody Queen.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vionnaclareta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Serangan

Beberapa menit yang lalu, setelah melihat situasi yang benar benar di luar prediksi Leo pun langsung mengambil handphone miliknya dan menghubungi salah nomor disana.

"Luca kau dimana?" Tanyanya sembari melihat satu persatu pemilik mobil dan motor itu mulai turun dan mendekat ke arah mobilnya.

(Kita sudah sampai tuan, kita berada sekitar 100 meter dari mobil tuan sekarang.)

"Siapa mereka? Aku tahu mereka sudah mengikuti ku sejak tadi malam, apa mereka orang kiriman Laurent?" Tanya Leo sebab memang dia sudah merasa janggal dengan rombongan motor yang terus mengikuti dari semalam setelah ia pulang dari rumah Laurent.

(Saya kurang tahu Tuan, tapi sepertinya mereka tidak hanya mengincar tuan tapi Noona Yoona juga, jadi berhati hatilah tuan sebab mereka sudah mengepung mobil tuan dari segala arah termasuk dari arah Noona sekarang.) Ucapnya yang sontak membuat Leo melirik ke arah Yoona yang sedang memegang pembuka cendela mobil miliknya.

'siapa mereka? Apa mereka orang suruhan Laurent? Aku harus memastikannya sendiri? Kalau benar, mereka pasti tidak akan berani melukaiku.' Batin Yoona sembari perlan membuat kaca cendela mobilnya

"Jangan buka cendelanya Yoona." Larang Leo, namun Yoona yang bersikeras dan penasaran itupun samasekali tidak menghiraukannya oung membuka cendela mobilnya itu, hingga ketika kaca jendela itu baru 50 persen terbuka, tiba tiba saja sebuah pedang yang begitu panjang langsung masuk dan mengarah telat di depan matanya.

"ARGHHH!!!" Teriak Yoona yang sontak menutup kedua matanya, namun anehnya benda tajam itu sama sekali tidak menggorek ataupun menyentuhnya, dia sama sekali tidak merasakan sakit atau semacamnya dan malah yang ia rasakan adalah sesuatu yang terus menetes mengenai wajahnya.

Yoona memberanikan diri untuk membuka kedua matanya, dan ketika dua bola matanya terbuka dia melihat sebuah tangan yang sedang menggenggam erat mata pedang itu hingga mengeluarkan darah yang begitu deras dan terus menetes ke wajahnya.

Yoona mendongakkan wajahnya dan menatap kearah pemilik tangan tersebut, Leo yang melihat wajah Yoona yang penuh dengan noda darah miliknya itupun langsung menarik pedang itu menggunakan kedua tangannya dan menusukkan nya tepat pada leher pemilik pedang panjang itu.

"Tutup cendelanya!!!" Bentak nya dengan sontak membuat Yoona langsung menutup kaca cendelanya miliknya kembali.

"Luca apa yang sedang kau lakukan, kenapa lama sekali?" Ucap Leo pada ponsel miliknya yang sedari tadi masih terhubung ke panggilan.

(Maafkan saya tuan, saya masih berusaha mencari cela dari sini.

100 meter ke kanan sekaramg ada sedikit cela mobil, tuan bisa langsung pergi lewat jalur itu, sementara kita akan langsung menghalangi jalan mereka agar tidak mengikuti tuan lagi.)

"Seratus meter ke kanan? Baiklah." Ucapnya yang langsung melajukan mobilnya itu dengan begitu cepat mengikuti arahan dari asisten pribadinya dan menerobos semua orang ada di depannya.

"Pegangan yang erat." Lanjutnya pada Yoona yang sedari tadi pandangannya tidak bisa lepas dari luka Leo. Sementara Leo fokus melarikan diri dan melajukan mobil nya itu dengan kecepatan tinggi meninggalkan tempat itu.

Melihat pergerakan Leo secara tiba tiba membuat mereka semua bergegas masuk dan mengejar, namun dengan cepatnya rombongan mobil Luca sudah terlebih dulu menghadang mereka sehingga mereka tidak bisa mengejar mobil tuannya itu.

Sementara disisi lain, Leo masih mempertahankan kecepatan mobilnya, hingga beberapa kilo meter kemudian dia mulai menormalkan kembali kecepatan mobilnya itu.

"Kau baik baik saja?" Tanya Yoona tiba tiba sebab sedari tadi Leo terus mencengkeram alat kemudinya dengan begitu erat dengan kedua tangannya tanpa merintih sekalipun.

"Menurut mu? Seandainya kau mendengarkan ku sekali saja Yoona, bagaimana kalau mereka benar benar berhasil mencongkel matamu itu." Kesalnya namun Yoona hanya diam tidak menjawabnya.

Suasana mobil itu kembali hening, hingga beberapa menit kemudian mobil Leo pun akhirnya masuk melewati pintu gerbang rumah milik keluarga William, setelah berhasil memarkirkan mobilnya itu, tanpa banyak bicara dia pun langsung turun dari dalam mobil Leo.

"Noona...." Salah satu bodyguard disana sedikit terkejut dengan kondisi Yoona yang baru saja keluar, sementara bodyguard lain bergegas lari masuk kedalam untuk memberitahukan hal tersebut.

Yoona masuk begitu saja kedalam rumah tanpa menghiraukan banyaknya tatapan dan pertanyaan yang terlempar padanya.

"Astaga Yoona, ada apa denganmu? Kau baik baik saja? Kenapa kau terluka seperti ini, katakan siapa yang sudah menyerang mu umm." Ucap Vigor yang panik ketika melihat putrinya masuk dengan kondisi wajah yang penuh dengan darah, seolah olah seseorang sudah melukai wajahnya.

"Cukup Pa!!! Hetikan....jangan menànyakan hal hal bodoh seperti itu, semua darah bukan milikku, tapi....." Bentaknya.

"Apa? Apa maksudmu." Tanya Vigor yang semakin bingung dengan pernyataan Yoona dan disaat yang bersamaan Leo pun akhirnya masuk kedalam rumah itu,

"Tapi miliknya, dia yang terluka." Lanjutnya làlu pergi begitu saja dari hadapan Vigor sementara mama papanya mulai tertuju pada Leo yang baru sampai di sana.

"Ada apa ini sebenarnya, kau yabg terluka Leo? kenapa?" Tanya Vigor yag masih belum mengerti dengan situasi saat ini.

"Aku baik baik saja paman, hanya luka kecil, paman jangan khawatir." Jawabnya.

"Luka kecil, coba mana lihat." Vigor langsung meraih tangan kanan Leo begitu saja.

"Astaga Leo, luka kecil kau bilang, telapakmu hampir terbelah dua begini kau bilang hanya luka kecil,,,," ucap Vigor lalu meraih tangan kiri Leo dan melihat luka yang sama disana.

"Ya tuhan, bisa bisanya kau menyetir di kondisi seperti ini,kau ini habis megang mata pisau atau gimana Leo." Khawatirnya sehingga membuat Leo langsung menarik kedua tangannya kembali.

"Aku baik baik saja paman,,,,"

"Sekarang katakan, sebenarnya ada apa ini, kalian habis diserang atau gimana Uhh, atau jangan jangan Yoona yang sudah menyerangmu?"

"Pa, bisa bisanya kau menyalahkan putrimu sendiri Eoh," bantah Evie.

"Bukan seperti itu, kau tahu sendiri bagaimana sifat putri kita kan ma, aku takut kalau dia merencanakan sesuatu yang tidak tidak pada Leo."

"Aku benar benar baik baik saja paman, dan semua ini tidak ada kaitannya dengan Yoona, jadi paman tenang saja." Lerai Leo.

"Tuh dengar, itu semua berarti Yoona tidak melakukan apa apa padanya." Potong Evie.

"Oke oke sudah, kalau begitu panggil dokter keluarga kemari untuk mengobati lukanya, aku ingin menghampiri Yoona sebentar dikamar." Ucap Vigor yang sudah tidak mau lagi berdebat dengan istrinya itu lalu pergi begitu saja dari hadapan mereka berdua.

Vigor naik ke lantai atas, tepatnya di kamar putrinya karena memang yang menepati kamar di lantai atas hanyalah Yoona seorang, sementara yang lainnya menepati kamar yang ada di lantai bawah. Sesampainya disana, pria itu langsung masuk begitu saja kedalam.

"Yoona." Panggilnya ketika melihat putrinya itu sedang duduk di depan meja rias miliknya sembari memakai beberapa produk wajah.

"Papa," respon Yoona yang sontak menatap sekilas kearah nya.

"Kau serius baik baik saja Yoona?" Tanyanya memastikan setelah melihat luka Leo yang begitu parah.

"Bukankah Yoona sudah bilang, jangan menanyakan hal bodoh seperti itu, bukankah aku sudah menjelaskan semuanya pada papa." Jawabnya yang kembali menatap pantulan wajahnya di cermin.

"Bukan seperti itu Yoona, papa penasaran, sebenarnya kau ini kemana saja sampai semingu nggak pulang.

"Kenapa papa tiba tiba begitu penasaran, dan menanyakan hal seperti itu padaku, biasanya papa tidak pernah peduli kemana saja aku pergi." Jawab Yoona.

Vigor menghela nafas panjang sembari mengambil sisir rambut yang sedari tadi tergeletak di atas meja rias itu. "Kau tidak sedang merencanakan sesuatu kan Yoona?" Tanyanya sembari perlahan menyisir rambut panjang putrinya.

"Maksud papa?"

"Pernikahan ini benar benar permintaan murni dari papa Yoona, tidak ada maksud terselubung di dalamnya, kau tahu hal itu bukan?" Tanyanya lagi yang membuat Yoona sontak terdiam sembari menatap pantulan wajahnya di cermin.

"Selama ini kau terus berpura pura mencintai laki laki demi keluarga, pernikahan kali ini murni permintaan dari hati kecil papa yang ingin melihat putrinya menikah dan bahagia, bukan demi harta tapi untuk diri mu sendiri Yoona." Lanjutnya sembari terus menyisir dan merapikan sehelai demi helai rambut Yoona.

"Apa?" Yoona bingung sebab ucapan papanya itu begitu bertolak belakang berbeda dengan ucapan mama nya waktu itu.

"Tunggu pa, papa serius? tapi kenapa?"

"Sebab papa sangat percaya padanya Yoona, papa yakin dia adalah pria yang tepat untukmu." Jawabnya yang membuat Yoona semakin speechless dengan apa yang dia dengar.

"Astaga, apa yang membuat papa begitu yakin dengan-nya, pa jangan percaya dengan muka lugu polosnya, apa papa tidak takut dia punya tujuan lain dan memanfaatkan keluarga kita." Bantahnya.

"Tidak Yoona, papa sudah kenal Leo sejak kecil, papa juga tahu betul bagaimana sifatnya, papa percaya dia bisa menjaga dan melindungi mu dengan baik, percayalah." Vigor mencoba meyakinkan putrinya itu namun tetap saja sampai seribu kata menjelaskan semuanya tidak akan membuat Yoona terima dengan semua kenyataan yang dia terima sekarang.

Yoona benar benar tidak percaya dengan apa yang sedang ia alami saat ini, disisi lain dia masih begitu was was dengan sikap Leo, namun di sisi lain dia tidak bisa membantah ataupun menolak permintaan papanya, sebab dibanding mamanya dia lebih dekat dengan papanya.

"Pa, bagaimana jika dia memang punya tujuan lain, bagaimana papa bisa percaya begitu saja dengan nya, mungkin saja dia ingin merebut sesuatu dari kita, bisa saja dia menjadi musuh terberat kita pa..." ucapnya meyakinkan sebab ia sangat yakin pasti ada sesuatu yang membuat pria itu tertarik hingga mau menikah dengannya.

"Benar dugaan papa, kau pasti sekarang punya rencana lain kan Yoona?" Vigor tersenyum manis ke arah putrinya yang sedari terus menunjukan raut wajah marahnya. "Percayalah setelah ini dialah yang akan menggantikan papa untuk menyisir rambutmu dan membuat mu wanita paling beruntung di dunia ini." Lanjutnya.

Yoona tersenyum smirik "Cih, tidak mungkin, semua itu tidak akan pernah terjadi Pa, tidak ada yang bisa menggantikan posisi papa di hati Yoona." Ucapnya sementara Vigor hanya terkekeh kecil dan tidak membalas ucapan putrinya itu.

'andaikan kau tahu pa, putrimu ini menyimpan satu benda yang tidak ada orang yang tahu kecuali diriku sendiri ' batinnya sembari menatap pantulan wajah papanya di cermin yang ada di depannya.

"Sayang, ada yang mencarimu!!!!" Teriak Evie dari luar kamar Yoona.

Vigor meletakan sisir Yoona di tempatnya kembali. "Sebentar papa pergi dulu." Ucapnya lalu pergi keluar begitu saja dañ meninggalkan Yoona disana.

Yoona mendengus pasrah sembari termenung menatap pantulan wajahnya. "Leo, dia itu pria jenius dan licik, bisa jadi dia sudah mengetahui tentang tujuh permata itu, hingga ia ingin sekali menikahi ku agar dapat mendapatkan nya." Monolognya.

"Sudah lima tahun lamanya aku menyimpan permata itu, dan semua mantan calon suamiku juga tidak pernah membahas ataupun menanyakan hal itu padaku, jangankan mereka mama papa saja tidak tahu" Lanjutnya yang semakin gelisah akan tujuan sebenarnya Leo yang belum pasti itu.

1
kirom hasran
Seru banget!
Libny Aylin Rodríguez
Aku butuh lebih banyak kisah seru darimu, cepat update ya thor 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!