Axel Rio terjebak bertahun-tahun dalam kesalahan masa lalunya. Ia terlibat dalam penghilangan nyawa sekeluarga. Fatal! Mau-maunya dia diajak bertindak kriminal atas iming-iming uang.
Karena merasa bersalah akhirnya ia membesarkan anak perempuan si korban, yang ia akui sebagai 'adiknya', bernama Hani. Tapi bayangan akan wajah si ibu Hani terus menghantuinya. Sampai beranjak dewasa ia menghindari wanita yang kira-kira mirip dengan ibu Hani. Semakin Hani dewasa, semakin mirip dengan ibunya, semakin besar rasa bersalah Axel.
Axel merasa sakit hati saat Hani dilamar oleh pria mapan yang lebih bertanggung jawab daripada dirinya. Tapi ia harus move on.
Namun sial sekali... Axel bertemu dengan seorang wanita, bernama Himawari. Hima bahkan lebih mirip dengan ibu Hani, yang mana ternyata adalah kakak perempuannya. Hima sengaja datang menemui Axel untuk menuntut balas kematian kakaknya. Di lain pihak, Axel malah merasakan gejolak berbeda saat melihat Hima.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septira Wihartanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Her Hatred
Aku sadar betul Ical Cs membenci Farid. Anak-anak ini bisa sangat kejam ke manusia yang mereka anggap lemah. Ical Cs kalau tidak diberi aktivitas yang memacu adrenalin, mereka akan bosan dan malah menyerang anak lain. Mereka berusaha berbuat keributan setiap harinya, karena sejak kecil mereka memiliki kelainan itu.
Mereka akan mereda kalau diberi Sab*, tapi jelas tak akan kulakukan itu.
Walaupun aku tahu mereka sering membeli barang itu, ya jelas aku tahu ciri dan baunya, kan aku dulu juga penggunanya.
Reaksi orang terhadap barang itu berbeda-beda. Aku menggunakannya untuk meredakan stressku karena ibuku pergi. Hal itu membuatku sering terkena serangan panik. Hal itu agak mereda kalau aku menghirup si kristal.
Tapi kalau untuk Asep dan Ical, (Anton tidak begitu suka mengkonsumsinya karena karena dia hipertensi, kalau menghisap sab* dia bisa batuk darah) barang haram itu bereaksi sebaliknya. Adrenalin mereka memuncak, mood mereka berantakan. Mereka lebih sering kesal, marah, halusinasi, dan mereka jarang tidur. Mereka harus kuforsir agar tenaganya habis baru mereka bisa tidur dan kalem.
Dan mereka menyuruh Farid menghisapnya. Waktu itu usia Farid 3 tahun. Luar biasa biadab anak-anak ini. Anak 3 tahun dipaksa untuk...
Karena Farid kejang-kejang, aku harus keluar uang lagi untuk biaya pengobatannya. Sementara setelahnya Asep dan Ical kusiksa habis-habisan sampai mereka pingsan.
Karena itulah... mereka mendendam ke Farid.
Kenapa kebalik sih? Yang bikin masalah mereka kenapa malah serasa korban? Lawannya balita down sindrom pula. Memang dasar gila ya gila aja.
Tapi, Hani mengira akulah yang melakukannya.
Karena dia beranggapan, aku mampu membeli sab*. Dan aku yang memberikannya ke Ical Cs, saat mereka ngobat, mereka jadi beringas dan menyerang Farid.
Kuperhatikan saja tingkahnya, memang dia bisa apa?
Berkali-kali dia kabur dari kampung sambil membawa Farid. Tanpa dia tahu kalau usianya juga masih anak-anak, apalagi posturnya mungil dan dia cantik. Pasti akan ada orang yang membawanya ke kantor polisi, lalu polisi akan menyelidiki siapa dia.
Dia akan diserahkan kepada keluarganya tanpa dia tahu kalau musuh terbesarnya di dunia adalah Om-nya sendiri. Dia pasti akan langsung dihabisi karena sang pewaris masih hidup.
Dia tidak tahu kalau kehidupan yang nista ini sebenarnya untuk melindungi hidupnya.
Tapi waktu itu dia belum cukup mengerti walau kujelaskan panjang lebar. Aku harus menunggunya setahun lagi agar dia benar-benar dewasa dan setelah aku yakin penalarannya mulai berkembang.
Untungnya aku selalu dapat menemukannya dan membawanya pulang kembali.
Buntutnya... Farid meninggal suatu hari karena Hani telat pulang, aku menghabiskan malamku mencari Hani, dan lupa kalau Farid tidak kuawasi.
Hani menginap... di rumah pria itu.
Pria yang kucuri hapenya.
Saat aku kembali tanpa hasil, waktu itu aku belum tahu kalau Hani ternyata menginap, aku diberi tahu warga kalau Hani menggendong Farid ke puskesmas.
Aku langsung menyusul mereka ke puskesmas, dan kulihat keadaan Farid sudah sangat tragis.
Aku marah... dan langsung tahu itu perbuatan Ical dan kawan-kawannya.
Aku sembunyi sesaat, aku menangis sejadi-jadinya di persembunyianku. Aku menangisi Farid, aku menangisi kelalaianku, dan aku menangis karena Hani menangis sambil sujud ke orang lain.
Aku bahkan tidak bisa menunjukkan ke orang lain mengenai rapuhnya hatiku.
Itu kelemahanku, aku jelas tidak akan menunjukkan hal itu. Bisa-bisa aku dihabisi.
Dalam tangisku aku berpikir, kalau Hani harus pergi dari kampung ini.
Karena setelah Farid, mereka pasti akan mengincar Hani.
Jadi aku langsung merancang rencana untuk mengeluarkannya dari kampung ini, dia sudah berusia 18 tahun, masyarakat sudah akan menganggapnya dewasa. Kalau diperiksa secara fisik, terutama gigi dan sistem reproduksi, dia akan sesuai dengan usianya dan tidak ada yang bisa mengganggunya karena dia sudah dewasa. Ini waktu yang tepat. Dia bisa mencari kerja di tempat lain.
Tapi sejujurnya aku belum siap untuk mengatakan hal sebenarnya mengenai masa lalunya.
Setelah kejadian itu, Hani mulai sering bertingkah.
Dia menjebakku, menjebak Ical, Asep dan Anton, dia seakan ingin balas dendam terhadap kematian Farid.
Aku tahu, aku pantas dibalas atas kelalaianku. Aku juga berduka karena kematian Farid.
Kebencian Hani terhadapku seakan pertanda dari Yang Maha Esa, kalau tugasku di tempat ini sudah selesai. Dan sudah saatnya aku melepaskannya.
Hani meyakinkanku untuk mencuri peralatan kantor di suatu gedung.
Aku sering melewati gedung itu.
Gedung mewah mentereng milik sebuah perusahaan tambang.
Bodohnya aku, karena aku masih berduka, banyak hal yang terjadi, pikiranku tidak merasakan adanya bahaya, sensor kewaspadaanku tumpul, aku curiga akan sikap Hani saat dia bilang kalau dia menyusup ke gedung mewah yang katanya tanpa penjagaan dan mencuri seragam Office Girl.
Tidak mungkin semudah itu kan.
Namun... entah kenapa aku hanya bisa pasrah saja.
Aku seakan tidak memiliki semangat untuk bermain sebagai Ketua Genk lagi.
Daripada memikirkan mengenai tingkah Hani, lebih baik mengusahakan agar pembuatan dokumen identitas diri Hani yang baru, selesai dengan cepat.
Setelah dia bisa pergi dari sini, aku juga akan pergi. Membawa anak-anak yang tersisa yang belum terkontaminasi dengan kebencian, hidup di kontrakan bersama mereka sambil bekerja.
Itu rencanaku.
Ya tapi tentu saja tidak berjalan semulus yang dipikirkan.
**
Long story short... kampung kami pun diserang
Oleh orang-orang korporat, dari gedung tempat pria itu bekerja.
Karena pencurian yang kami lakukan.
Oooh, ini ternyata rencana Hani.
Luar biasa juga anak itu bisa memikirkan hal-hal seperti ini.
Selengkapnya ada di episode 20-21 di Alpha Love Story ya.
Yang jelas saat itu terjadi, aku diserang bertubi-tubi oleh berbagai macam preman.
Preman korporat.
Dan itu sebabnya aku terdampar di apartemen ini.
Kini, tujuanku berubah. Karena Devon sudah menemuiku dan bersedia untuk menikahi Hani, menjaga anak itu dari segala macam bahaya, aku pun menceritakan siapa Hani sebenarnya. Dari mana dia berasal dan bagaimana keadaanku yang sebenarnya.
Kini,
Adalah masa kini.
Kejadian berikutnya bukan masa lalu tapi masa depan.
Hal-hal yang tidak kutahu akan jadi apa.
Namun aku bertekad mengubah nasibku.
Orang-orang ini... tempat Devon bekerja, orang dari Praba Grup.
Aku pernah mendengar mengenai desas-desus mereka yang katanya berbahaya.
Setelah kupelajari... kurasa...
Kurasa aku bisa masuk menjadi bagian dari mereka.
Karena ternyata, setiap karyawan kantornya bermasalah.
Namun aku memiliki nilai jual.
Untuk menjual diriku, aku harus bertemu dengan owner dari Prabagrup.
Damaskus Prabasampurna.
Namun dia dijaga oleh 7 anjing.
Untuk melewatinya, aku harus menyingkirkan satu persatu anjing-anjing itu.
Ini... adalah kisah perjuanganku untuk masuk ke lingkaran pertemanan berbahaya, yang kupikir bisa melindungi diriku selamanya dari musuh-musuh bapakku, sekaligus musuh-musuh Hani.
Aku beranjak dari dudukku.
Dan memandang ke luar jendela.
Aksiku akan dimulai dengan menemui salah seorang anak buah Damaskus, yang bernama Artemis.
Lily tadi pagi bilang kalau Artemis mau datang ke kantor untuk audit internal tahunan.
Dan sebenarnya... aku benar-benar takut bertemu Artemis.
Caranya menghajarku... seakan dia memang bertekad membunuhku.
Aku baru kali ini bertemu manusia yang memiliki level seberbahaya itu. Yang meledak-ledak seakan pertarungan adalah kegemarannya.
Tapi gilanya...
Aku merasa bisa belajar banyak darinya.
**
tapi aku lupa dmn bacanya Madam.. kekehkehh 🤭
Paling ringan ya lumpuh ☹️😭😭🤧🤧
hah, kekuatan nya... bahkan Lily aja mengakui klo Devon itu kuat di r4nj4ng.. Layla aja nyerah sama kelakuan Devon yg selalu tau titik s3nsitifnya, cuma yg aman dari jerat Devon Kayla istri Zaki tapi tetep bisa grepe² si Devon nya.
kamu gk salah kah Devon pilih istri Hani... bisa ngimbangi gk dia , aduh kog kasian sama Hani 😬
Gimn kabar Hani thor?
Selamat hari rays idul fitri madaaammm 😍😍😍🙏🏼🙏🏼🙏🏼