Aku adalah Gadis yang tidak punya keberanian untuk membantah apa kata orang tua, Aku di jodohkan dengan laki-laki yang tidak pernah aku temui sama sekali, Aku menangis,bukan karena ku jauh dari orang tuaku, melainkan karena sikap suamiku yang hanya menganggapku sebagai sebuah pajangan, yang mana kehadiranku tidak pernah dia anggap ada, dia laki-laki yang begitu sempurna, aku berusaha kuat, demi orang tuaku, demi mertuaku yang begitu tulus mencintaiku, setidaknya, aku masih berguna di dalam rumah besar ini, Setiap malam aku sekamar dengannya, tapi itu tidak berbeda dengan tinggal sendiri, dia tidak pernah tidur satu ranjang denganku, entah apa karena dia jijik dengan kehadiranku, ataukah dia mempunyai gadis impian lain di luar sana, dengan tanpa sengaja aku hadir di tengah-tengah mereka sebab itulah, ia begitu enggan melihatku, aku sudah tidak kuat, kesabaranku ada batasnya, meski ku tahu perasaan cinta kini hadir di hatiku untuk suami ku yang tidak menatapku sama sekali,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fiah MSI probolinggo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 10 Rasaku
Lama aku berbincang dengan kedua pelayan itu, rasanya senang,lepas dari beban pekerjaan dan beban perasaan sesaat mereka melihat keluar aku ikuti arah pandangan mereka, ternyata Arion berjalan ke arah kemari,
"mbak tugas kami sudah selesai, kami permisi dulu"ucap mereka bersamaan,
terlihat Arion sudah mendekat ke arah mejaku, dan lanhsung duduk di depanku,
"terimkasih...Anis, Fitri... karena sudah menemani istriku, kembalilah bekerja,"ucap Arion, yang di jawab dengan bungkukan badan mereka memberi hormat kepadaku dan Arion,
"terimakasih"ucapku,
"untuk apa,karena mengajakmu kemari?"ucapnya,
"iya, terimakasih,karena sudah menjadikan aku yang pertama untuk di ajak kemari"
"apakah kau bahagia hanya dengan hal ini, maaf,bukannya aku mengabaikan mu selama ini, aku begitu banyak pekerjaan, dan juga maaf atas sikapku yang dulu-dulu"
"boleh aku tau alasanmu bersikap sperti sekarang Arion?"
"kau pasti heran... tidak perlu ku jawab Ra, Oya sudah selesai makannya?"
"sudah,kamu sendiri?"
"sudah barusan sama anak-anak studio, kalau begitu, ayo lanjutkan perjalanan kita, masih lumayan soalnya"
tanpa menungguku Arion melangkahkan kakinya mendahuluiku, aku hanya bisa mengikutinya dari belakang, saat Arion sudah berada di luar, dan aku masih di dalam studio tiba-tiba..
"mbak Ara..."
salah satu anak buah Arion yang berada di studio menghentikan aku, ku hentikan langkahku dan ku hadap ke arah seseorang yang mendekat denganku,
"iya ada apa?"tanya ku dengan senyuman,
"ini mbak, ponsel mas Arion tadi mas Arion lupa mengambilnya"
"maksudnya?"
"tadi mas Arion melakukan panggilan Vidio call dengan mbak Tania, tapi karena baterainya lobet jadi dia memakai ponselku untuk menghubunginya, sedangkan ponselnya ia charger, dan yang di bawa mas Arion adalah hp ku mbak, bisa tidak aku minta tolong?"
deg...deg....deg...
jantungku serasa berhenti berdetak, hatiku menjadi hancur, bagaikan kaca yang kini telah menjadi serpihan,
"bukannya tadi kalian makan bersama"ucapku dengan menahan suara yg bergetar, dan menahan air mata,
"tidak mbak, kami sudah makan sebelum kalian datang"jawab polos karyawan itu,
"baiklah, sebaiknya, kamu kembalikan sendiri ponsel Arion ya,"
dengan rasa takut karyawan itu berlari kecil ke arah Arion, wajahku menjadi pucat pasi, mataku memerah karena menahan air mata, dadaku terasa sesak, hah... apa rasaku ini hanya ilusi,
aku benci kamu Arion... setidaknya bersikaplah seperti biasa jangan memberi harapan jika akhirnya akan seperti ini, kau.. kau..
aku tak bisa lagi menahan tangisku, aku berlari menuju ke toilet yang berada di studio itu, ku basuh mukaku, terdengar ketukan pintu dari luar,
"Ara... Ra.. kau di dalam..."
ya aku kenal suara itu, suara orang yang dari tadi membuat kebohongan, tidak pernah mengajak Tania kemari, tapi karyawannya sudah mengenalnya,
"Ara... kau benar-benar di dalam kan Ra.. apa yang terjadi... kau baik-baik saja kan?"tanya nya orang di luar, namun tidak aku peduli kan, kenapa... kenapa sesakit ini...
ku pegang dadaku, kiremas kerah bajuku, menyandar Kedinding menangis tanpa mengeluarkan suara, aku harus bagaimana, bagaimana dengan ibu bapak nanti jika melihatku seperti ini, Arion .. kenapa kau menyakiti sedalam ini, kenapa... apa rumah tangga kita memang harus berkahir... .ketika pintu di depan semakin terdengar kencang, saat ia mengatakan jika ingin menobrak pintu, bersamaan dengan ku bukanya pintu,
"Ara.. kau baik-baik sa..." saat Arion ingin berkata, ku angkat tanganku, memberi isyrat agar dia tidak lagi meneruskan kata-katanya, aku berjalan melewatinya, mendahuluinya masuk ke dalam mobil, kini aku duduk di belakang, aku menyendekapkan tanganku di dadaku, menengadahkan kepalaku memandang langit mobil itu,
dengan tanpa kata, Arion masuk kedalam mobil, ia menghidupkan mobilnya dan melajukan dengan kecepatan yang sedang, bukan keheningan lagi yang tercipta, tapi seolah-olah kami tidak saling kenal satu sama lain, ku lihat sedikit ia seperti ingin bicara kepadaku tapi ia urungkan, aku pejamkan mataku, berharap bisa terlelap, dan melupakan semuanya,
"Ara...kau baik-baik saja kan?" tanyanya dengan berani, aku tidak menjawab, aku hanya memejamkan mataku, menahan tangisku yang akan meledak, aku ingin sekali lari dari mobilnya, tapi aku takut orang tuaku cemas,
mengapa sesingkat ini kau memberi kebahagiaan kepadaku... apakah aku tidak pantas bahagia, dan kamu Arion... tidak bisa kah kamu memberiku waktu untuk bahagai tanpa melibatkan Tania di dalamnya, Arion... aku putuskan saat aku kembali kerumah mu,aku akan menuntut cerai dengan mu, aku sudah lelah, hatikusudah hancur,
tanka aku sadari air mataku lolos dari pelupuk mataku, kini kami sudah hampir tiba, hari mulai sore hari, sebelum Arion mematikan mesin mobilnya, ia bertanya kepadaku,
"ada apa dengan mu Ra..?"
"saat kita kembali ke Surabaya, kita akan urus perceraian kita,kau akan bebas dari ikatan ini" ucapku sambil membuka pintu mobil itu kulihat Arion mematung di dalam mobil, aku tidak lagi melihat kearahnya, air mataku hampir saja lolos lagi tapi suara ibuku yang menghentikan ku,
"Ara... benarkah ini kamu nak?"ucapnya sambil memegang pipiku,
"iya buk.. ini Ara...bapak bagaiamana? dan bagaiamna kesehatn kalian?" tanyaku
"kami baik nak, loh mana suamimu?" tanya ibuku,mungkin Arion mendengar suara ibuku yang menatapnya, makanya ia turun dari mobil dan menyalami tangan ibuku,
"bagaiaman kabar ibu?"tanya dengan ramah,
"baik nak, mari... mari masuk..."ucap ibuku yang menuntunku ke dalam rumah, rumah sederhana yang aku tinggali mulai saat kecil, keadaan dan suasana rumah tidak berubah sama sekali, aku rindu kehangatn dirumh sederhanaku,
"bapakmu masih kesawah nak, bentar lagi datang,"ucap ibuku menuangkan kopi di gelas kami,
"ibu jangan lakukan ini, kami bisa melakukan hal itu sendiri,"ucapku
"tidak apa-apa nak, minumlah, bentar lagi bapakmu akan datang"
"adik dimana Bu?"tanyaku,
"dia masih mengaji nak, bentar lagi juga akan datang, kalian sudah makan nak?"
"sudah Bu"jawabku,
"Bu.. aku kekamar dulu ya Bu.."
"baiklah, bawa suami mu istirahat juga, maaf le.. rumah kami tidak sebesar rumah mu"ucap ibuku sambil mengelus lengan suamiku,
"tidak apa-apa Bu, ruamh Ara juga rumahku, rumahnya nyaman Bu"jawab Arion
apakah dia ingin membalas budiku karena selalu bertingkah sebagai pasangan harmonis di hadapan kedua orang tuanya, jadi dia ingin membalas usaha ku dengan berpura-pura menjadi suami yang baik begitu bagus juga,
ku berjalan ke arah kamarku, dan diikuti dengan Arion, aku tidak bisa menghentikannya, karena ada ibu yang mengikuti kami,ku buka pintu kamarku, terlihat sama seperti dulu, ku sapu pandanganku ke setiap sudut rumahku, ingatn akan masa lalu bermain-main di hadapanku, namun saat pandangan ku tertuju pada tubuh yang dengan santai berbaring di ranjang ku kenangan itu menghilan senyumanku pun memudar,
dari cinta berubah jadi obsesi .
ini faris penjahat yang sebenernya
menjaga Ara dari Tania gak mesti harus menikahi Tania jg .
gak Arion , gak Troy , gak Daniel , gila semua cara berpikirnya ketularan Tania
Tania jangan sama Daniel lah .. kasihan Daniel nya.
tapi masih pengawal 1.
Daniel ini kismin atau kaya sih ??
satpam aja gak ada.. tukang kebun gak ada.
si bibi sampai repot nutup pintu gerbang .
paling gak hitung-hitung untuk keselamatan nya sendiri lah , biar bisa miting kepalanya si Tania 😁
sudah Arion begini , di tambah iklan bos yang di buka handuk bagian bawahnya sama karyawannya...😁
tapi tetap aja Tania bukan wanita baik-baik..
mending cuek tapi jangan ngucap kasar .. ini sudah cuek , bicara kasar .
eh Ara mudah luluh, jadi perempuan punya harga diri ngapa sih
sedangkan di bandara aja Arion bisa peluk dan cium Ara ...padahal lobi bandara tempatnya lebih terbuka ..🤦🏻♀️
dikamar sendiri rumah sendiri . Arion merasa di awasi ..tapi di bandara santai wae...
coba cek , mata Tania bintitan nya sebesar apa .. mungkin di kamar mandi Arion jg di awasi /Facepalm/
itu di rumah sendiri.
orang kaya punya satpam dan pembantu. kok bisa-bisanya kamar di rumahnya di awasi orang lain.
di kamar Arion ucapannya kasar .
Arion belum berusaha banget ..baru usaha gitu aja sudah luluh....🤦🏻♀️
alasanmu sampai sini belum masuk akal Arion .
meski orang tua Tania sponsor Arion .. bukan berarti mementingkan Tania .
apalagi sampai banyak bohong dan sikapnya ke Ara buruknya berlebihan
apa mau mu Arion .. jadi suami kok gitu .
gak guna banget ...
apa gak tau niat Tania itu gimana .
dan yaaahh boleh lah ini dimaafkan masih bisa dilasih kesempatan, selagi dia gak selingkuh dan celap celup,
beda lagi sama yg novel menceritakan rumahtangga yg perempuannnya disiksa diusir dieslingkuhin dan punya anak tp gak ditangung jawab malah milih selingkuhannya/atau pacarnya lamanya.
trs kalo udah tau kebusulan si selingkuhan itu dia nyesel balik lagi sama istrinya, dan bodohnya siistri mau aja balikian dirayu dikit, dikata manis" dikit luluh blusing deg degan berdebar, dan ujung"nya mau balikan. kadang aku heran yg cerita model beginian. kadang aku bertanya" seandainnya yg nulis dapat kejadian seperti itu masihkan mereka mau balikan??! bener novel tp sedikit berlogika lah, tp kadang klo dikomen malah marah" 🤭🤭😅