semua wanita pasti menginginkan kebahagiaan menjalani rumah tangga nya
begitupun dengan rara, dia menikah dengan pujaan hatinya yang sudah berpacaran selama tiga tahun dan akhirnya Rio menikahinya pesta begitu ramai , namun sangat disayangkan di malam pertama nya rasa harus menjadi janda, dua memilih menjadi janda daripada harus mempertahankan runah tangga nya yang masih seumur satu hari itu, rasa tak sengaja menemukan suaminya sedang bersama seorang wanita dan berapa hancur seketika perasaan rara
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasri Ani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MALAH SATU MOBIL DENGAN RITA
setelah kejadian malam itu, jon tidak ingin bertemu dengan rita lagi jika keluar bersama rara dan kebetulan rita datang, jon selalu mencari alasan untuk menghindari pertemuan mereka , seperti saat ini. ketika keduanya sedang sedang jalan jalan di sebuah mall, jon melihat rita dari kejauhan dn dengan cepat beralasan menerima panggilan sebelum rita melihat dn menghampirinya,dan benar saja, saat jon pergi rita langsung melihat rara lalu menyapanya.
"halo ra"
"heey"
"sendiri aja?? "
"nggak.. tadi lagi sama mas jon. cuman dia lagi pergi sebentar karna menerima telepon " jawab rara.. ada sedikit rasa kecewa di hati rita, semenjak kejadian itu seperti nya lelaki itu sudah tudak mau lagi bertemu dengannya namun berbeda dengan rita, ada perasaan yang tumbuh di hatinya, ada rasa rindu, dan gelisah jika tidak melihat jon,
"kamu sendiri?? " tanya rara
"iya, jalan jalan yuk.. kita keliling aja dulu!! " ajak rita, rara menoleh mencari jon namun matanya tak menemukan keberadaan lelaki itu,
"ayo.. nanti juga pasti nyusul!! " rita menarik tangan rara
Saat sedang memilih pakaian, ponsel rara berdering
"halo yank? "
"halo.. sayang..maaf ya.. aku kayak nya lagi diare jadi gak bisa nemenin kamu jalan jalan, "
"ha.. kamu sakit.. yaudah kita kerumah sakit aja sekarang!! " rara panik
"gak perlu sayang. kamu lupa,, aku kan dokter cuma ini.. aku masih sesekali keluar masuk toilet dan sedikit lemas.. aku tunggu dimobil aja ya "
Rara menghela nafas tapi juga kasian, rara pun mengangguk
"baiklah.. aku sebentar lagi pulang, sekarang aku lagi sama rita"
"iya aku tau"
"ha... mas tau kalau aku sama rita? "
"ah.. nggak.. maksudku aku tau kalau kamu pasti bisa ngertiin aku"
"ooh.. yaudah.. kamu istirahat saja dulu yank.. Aku temani rita keliling dulu sebentar" telepon pun di putuskan
"siapa ra?? " tanya rita
"biasa... mas jon lagi kurang enak badan jadi katanya gak bisa nemani belanja "
"ha... skit.. mas jon sakit. dia sakit apa. trus gimana keadaan nya sekarang?? " tanya rita khawatir
rara sedikit tersinggung dengan kekhawatiran sahabatnya itu.
"udah.. gak apa apa kok.. katanya dia sudah minum obat, tinggal istirahat dong, katanya dia nunggu di mobilnya ".
"alhamdulillah" jawab rita expresi wajahnya yang tadi penuh rasa khawatir perlahan kembali legah, rara yng melihat itu merasa ada yang aneh pada sahabat nya
"Rit.. kamu sekhawatir itu sama job.?? "
"aah.. itu... ya wajar lah.. kan kamu sahabat aku dan dia pacar kamu! "" rita tersenyum kecut lalu kekuar dari tokoh baju
Rara berjalan sambil menatap rita sesekali, setelah pua keduanya mengakhiri keliling nya dan rencananya akan pulang, rita mengajak makan namun rara dan jon sudah makan, jadinya ajakan rita ditolak oleh rara,
"ra.. eem boleh nebeng gak sama kalian"
"kamu gak naik mobil".
"nggak.. tadi aku naik taksi kesini"
"ada apa.. biasanya kamu kalau keluar sendiri naik mobil sendiri.. . yaudah.. "
"makasi ya"
Rara dan rita berjalan menuju mobil Jon. jon yang sedang bersandar di kursi mobil dengan mata tertutup tidak melihat kedua wanita itu.
pintu terbuka dan rara pun lngsung duduk
"sudah selesai sayang belanjanya,, maaf ya ku gak bisa temani kamu" ucap jon pada kekasihnya itu
"iya. gak apa apa kok yank.. lagian kan ada rita yang nemanin, dan maaf yank.. kita antar rita pulang dulu ya soalnya kasian kan kalau dia naik taksi, ya kan rit??"
Rara menoleh kearah belakang, mata jon pun ikut menoleh kebelakang dan rasanya seperti tersengat listrik jantungnya berdetak sangat kencang matanya melotot,
"yank... kamu kenapa?? "