Ye Fan adalah seorang psikopat yang menjadikan orang-orang jahat sebagai target eksekusinya. Ia menikmati perburuan tersebut tanpa rasa bersalah.
Sebelum kematiannya, Ye Fan menghabiskan waktu dengan sebuah game kultivasi yang menurutnya sangat menarik, karena di dalamnya ia bisa memburu dan membunuh para penjahat tanpa batas.
Namun, hidupnya berakhir ketika ia tewas ditembak polisi. Saat membuka mata kembali, Ye Fan mendapati dirinya telah bereinkarnasi ke dalam dunia kultivasi—dunia yang persis seperti game yang pernah ia mainkan, tempat hasrat lamanya kini dapat terwujud sepenuhnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21: Akhir dari Sang Elang
Ye Fan tidak membuang waktu. Dengan koordinasi dari sistem, ia melesat menuju Lembah Bayangan, markas pusat Klan Elang Darah. Ia tidak datang untuk bernegosiasi. Baginya, Klan ini adalah predator yang gagal, dan di hadapan sang Pemburu predator seperti Ye Fan, kegagalan berarti kepunahan.
Di sana Ye Fan di hadang oleh seorang penjaga dengan tatapan penuh intimidasi.
"Siapa kau?!" teriak penjaga gerbang lembah saat melihat bayangan hitam mendarat di tengah markas mereka.
Ye Fan tidak menjawab. Ia hanya mengaktifkan "Mata Penghakiman". Seketika, seluruh lembah berubah menjadi lautan tanda merah di matanya. Penuh dosa, penuh darah orang tak bersalah.
"Musnahlah kalian para sampah!" bisik Ye Fan.
Ia melepaskan aura Puncak Inti Qi (Level 9) miliknya secara penuh. Tanah di lembah itu retak, dan bangunan-bangunan kayu mulai runtuh karena tekanan gravitasi yang luar biasa. Ye Fan melambaikan tangannya, memanggil teknik "Napas Naga Hitam" yang kini telah berevolusi. Naga hitam raksasa dari energi murni melahap seluruh lembah, membakar setiap anggota klan tanpa sisa.
Dalam waktu kurang dari satu jam, Klan Elang Darah yang ditakuti selama puluhan tahun itu lenyap dari peta. Seluruh esensi mereka diserap oleh sistem dan diolah menjadi pil energi murni di dalam Inventori.
Kembali ke Sekte Pemburu Bayangan
Setelah pembersihan total, Ye Fan kembali ke sektenya. Ia berjalan melewati gerbang utama dengan langkah yang tenang, meskipun auranya kini jauh lebih dalam dan tak terduga.
Xiao Mei, yang sejak tadi menunggu dengan cemas di tangga paviliun, langsung berlari ke arahnya begitu melihat sosok berambut putih itu muncul di depannya.
"Ye Fan!" Xiao Mei menubruknya dengan pelukan erat. "Kau pulang... kau selamat, syukurlah."
Ye Fan membalas pelukan itu dengan satu tangan, sementara tangan lainnya mengusap lembut rambut gadis itu. "Aku sudah bilang... aku akan kembali."
Ia melirik ke arah murid-muridnya—mantan budak yang kini mulai terlihat seperti prajurit sungguhan. Ye Fan mengeluarkan beberapa botol obat dari Inventori, hasil dari pemurnian esensi para pembunuh di Wilayah Timur.
"Bagikan ini pada semua orang," perintah Ye Fan kepada salah satu murid. "Aku ingin sekte ini tidak hanya memiliki nama, tapi juga kekuatan untuk menghancurkan siapa pun yang berani mengganggu ketenangan kita."
Malam itu, Ye Fan duduk di atas atap paviliun tertinggi bersama Xiao Mei, menatap bulan yang bersinar terang. Keadaan di kota dan Wilayah Timur sudah stabil, namun Ye Fan tahu ini barulah permulaan.
[DING!]
[Status Host Saat Ini:]
Nama: Ye Fan
Ranah: Puncak Inti Qi (Level 9)
Status Lidah: Pulih 100%
Reputasi: Penguasa Bayangan Wilayah Timur
"Apa yang akan kau lakukan setelah ini?" tanya Xiao Mei pelan, kepalanya bersandar di bahu Ye Fan.
Ye Fan menatap cakrawala yang jauh. "Dunia ini luas, Xiao Mei. Wilayah Timur hanyalah satu sudut kecil. Masih banyak predator besar di luar sana yang merasa mereka adalah dewa. Aku akan menarik mereka jatuh ke tanah."
Ye Fan menyeringai. Meskipun ia belum menjadi Kaisar, di wilayah ini, kata-katanya adalah hukum yang mutlak. Dan bagi siapa pun yang memiliki hati yang busuk, nama Ye Fan akan menjadi mimpi buruk yang tidak akan pernah berakhir.