NovelToon NovelToon
Ketika Cinta Tak Mampu Berdusta

Ketika Cinta Tak Mampu Berdusta

Status: tamat
Genre:Duda / Cintapertama / Tamat
Popularitas:148.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sarah Mai

Kisah cinta yang terhalang dengan keegoisan orang tua. Namun kembali dipertemukan oleh takdir setelah semuanya berubah.

Cerita hanya fiktif belaka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarah Mai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Malam hari.

"Krek!" Mila membuka kecil pintu kamar ibunya.

Posisi tidur Wirda terbaring miring membelakangi Mila. Wanita paru baya itu terlihat diam-diam sedang menahan rasa sakit.

"Apa obat ibu sudah habis?" gumam sedih Mila mulai gelisah. Namun ia tidak ingin mengusik keadaan Wirda.

Mila menutup kembali pintu kamar. Lalu bergerak mendapatkan Wita di kamarnya. Ternyata Ibu satu anak itu sedang asyik dengan ponselnya.

"Belakangan tingkah si Mba sedikit berbeda. Selalu saja tersenyum-senyum sendiri dengan ponselnya," kata hati Mila mulai curiga dengan tingkah sang kakak yang tidak biasanya.

"Hei!" Mila menyentuh lembut bahu Wita. Sang kakak begitu terkejut. Serasa tersengat listrik hingga membuat ponselnya terjatuh ke kasur.

"Ngapain sih? Senyum-senyum sendiri. Lagi lihat apa?" tegur kepo Mila.

"Video lucu!" Jawab singkat Wita.

"Kamu kalau masuk kamar Mba, ketuk dulu?" Tegur Wita merasa tidak senang dengan tingkah Mila yang kurang sopan.

"Em, Biasanya juga enggak!" gumam Mila.

"Pasti mba lagi chat dengan Mas Yoga kan?" tebak sang adik.

"Enggak Mila!" Wita tidak mengaku ia bangkit meletakkan ponselnya di atas meja rias.

"Ingat pesan ibu Mba. Kita ini sudah janda. Separuh harga diri kita sudah jatuh di mata orang lain!"

"Iya!"

"Mba. Mila mau tanya? Apa obat ibu sudah habis?"

Wita terdiam dalam raut berpikir.

"Em. Mba cuma beli obat yang biasa. Karena kalau yang khusus untuk kanker, satu paketnya saja 10 juta. Duit darimana Mila?"

"Ibu kan masih ada tabungan Bapak. Pakai itu dulu!"

Wita menunduk sedih.

"Sudah menipis sekali, terpakai Mba"

"Untuk apa? Bukannya Mas Reno setiap bulan transfer?"

Wita semakin kaku lalu reflek memalingkan badannya menahan tangis.

"Mba! Kamu menangis?" Mila mendekati Wita karena semakin bingung dengan tingkah kakaknya yang tidak terbuka dengan dirinya.

"Mas Reno sudah tidak mengirim lagi buat Alika. Katanya keuangan sulit. Usaha Mba juga mandeg. Kamu tidak izinkan Mba kerja di luar. Mba terpaksa pakai tabungan itu," ucap tangis Wita dengan linangan airmata.

"Jadi si Reno brengsek itu sudah melupakan anaknya. Enak sekali jadi laki-laki seperti dia?" ucap geram Mila.

"Hiks!" Tangisan Wita semakin terisak.

"Ayo tuntut Reno Mba! Alika itu anak kandungnya! Kamu itu kenapa si? Lemah banget. Diselingkuhi diam aja. Alika tidak dikasih uang, kamu juga diam," hentak kesal Mila terhadap Wita.

"Hiks...hiks...Bagaimana Mba harus menuntutnya? Kita ini bisa apa?" ucapan. hancur Wita.

Mila pun terdiam. Tak lama, air matanya juga ikut terjatuh. Hatinya terasa perih. Kehidupan dan sikap orang lain kepada mereka kian hari kian semena-mena.Tidak ada tameng yang melindungi keluarga itu.

"Dreet!" Tiba-tiba terdengar suara getaran ponsel Wita, panggilan dari Yoga.

Wita tidak berani menerima panggilan Yoga di depan Mila.

Akhirnya Mila memilih keluar. Kepalanya terasa sakit dan berat. Tidak ada ruang untuk memikirkan hubungan Yoga dan kakaknya.

Meskipun Mila sudah keluar dari kamar. Wita tetap tidak menerima panggilan Yoga. Ia tidak ingin ada orang lain yang mendengar suara parau tangisannya. Wita hanya mengirimkan pesan kepada Yoga.

"Maaf Mas. Kita chat saja, Wita sedang menidurkan Alika.

"Ok. Mas sudah transfer yah!" Balas Yoga memberikan emoticon senyuman manis.

Wanita itu terkejut. Yoga mengirimkan uang sebesar 5 juta rupiah hanya untuk biaya catering makan siang dan malam porsi satu orang.

"Ini kebanyakan Mas?" Balas Wita.

"Tidak masalah, yang penting ponsel kamu tetap stand by," jawaban balasan Yoga membuat dahi Wita berkerut karena tidak mengerti.

"Maksudnya?" tanya Wita kembali.

Yoga tidak membalasnya.

Di dalam kamar. Mila kembali menangis. Ia membuka kalung dan anting-anting emas miliknya yang tersisa. Perhiasan pusaka pemberian Almarhum Heru.

Janda muda itu terduduk sedih mengingat masa lalu saat usianya masih 10 tahun.

*

"Naaaaaah, ini buat Mila!" Tawa girang Heru menyerahkan kalung dan anting-anting untuk putri bungsunya."

"Beneran ini buat Mila, Pak?"

"Iyah Doong, uang Bapak mu ini banyak, bisa beli apa saja?"

"Asyiiik!" Mila terlihat kesenangan dan langsung memeluk Bapaknya.

*

Dua bola mata Mila terlihat berkaca-kaca dan berkata pada dirinya.

"Meskipun Bapak sudah membuat hidup kami menderita namun masih ada kenangan terindah yang terlanjur tumbuh dan sangat kokoh di hatiku sehingga aku tidak bisa membenci Bapak ku sendiri!"

Mila bergegas menghapus air matanya. Besok hari, ia berniat ingin menjual emas tersisa demi membeli obat ibunya.

Hari berikutnya.

Bagas mulai panik dan terdesak. Pasalnya besok pagi. Ia harus berangkat ke Kalimantan untuk menghadiri jadwal bisnis yang telah direncanakan. Sementara ibu pengasuh Emma belum juga ada.

Tanpa sengaja. Bagas menyoroti Yoga yang sedang duduk asyik tersenyum-senyum sendiri bersama ponselnya. Mereka baru saja melakukan meeting membahas proyek Tani di ruangan taman belakang.

*

(isi chat)

"Maaf yah Mas, sepertinya tadi tempe Wita keasinan," potongan chat polos Wita kepada Yoga.

Membaca 'tempe Wita' reflek Yoga tersenyum lebar dan membuat pikiran liarnya hidup. Chat mereka semakin hari semakin asyik dan candu.

"Rasanya mantab. Tempe Wita paling enak. Mas nagih," balas Yoga dengan tersenyum-senyum

Yoga terkejut, karena Bagas sudah berdiri galak dengan melipat kedua tangannya tepat dihadapan pria yang sedang kasmaran itu.

"Sepertinya Wita Anjani sudah berhasil memikat mu?" celoteh Bagas.

"Apa maksud mu?" Tanya Yoga tidak ingin mengakui.

"Jangan pikir aku ini tidak tau, kau sedang kasmaran dengan siapa," hentak Bagas.

Yoga terdiam namun tatapannya mulai membangkitkan emosi jiwa.

"Semua password rahasia mu. Bertuliskan Wita Anjani. Kau juga sengaja beli rumah di depan rumah si Tuan Takur itu supaya bisa memandangi putrinya setiap hari. Mas! Apa enggak ada wanita lain yang bisa kau cintai yang lebih pantas untukmu atau jangan-jangan kau sudah dipelet sama Wita?" hardik Bagas.

"Anjir! Dia pasti bayar hacker sampai bisa tau password rahasia ku?" gumam sebel Yoga.

"Itu hanya praduga mu saja, Gas!" Jawab Yoga bangkit menantang Bagas.

"Aku tau Gas. Sekarang kau sudah hebat. Kau bisa membeli apapun yang kau inginkan. Tapi kau tidak perlu ikut campur untuk semua urusan pribadiku dan kenapa sekarang justru aku melihat sifat Tuan Takur Heru berpindah kepadamu?" tantang Yoga.

"Jadi kau menyalahkan aku. Setelah kau enak-enakkan chat dengan perempuan, tidak membantu memikirkan tentang Emma," hentak marah Bagas.

"Sudah berapa banyak pengasuh yang aku berikan kepada kamu, Gas! Tapi semua tetap kurang di matamu. Aku pikir kau bukan mencari pengasuh melainkan pendamping hidup!" Bentak keras Yoga, emosinya mulai terpancar.

Keduanya hampir saling tinju. Namun terhenti saat mendengar suara lembut dari seorang wanita yang tiba-tiba muncul.

"Assalamualaikum Mas, permisi!"

Sapa Mila Asyari. Hartati mengizinkan Mila masuk ke rumahnya untuk kembali melamar menjadi pengasuh Emma dan ia juga menyuruh Mila agar bertemu langsung dengan Bagas.

*

Sepertinya menjadi pengasuh Emma adalah jalan satu-satu ku. Biarlah aku dihina, dicaci maki bahkan diludahi Mas Bagas sekalipun aku sudah siap. Asalkan Ibu tetap hidup dan bebas dari rasa sakitnya. Begitu juga dengan Mba Wita dan Alika. Aku sudah kehilangan harapan dan satu-satunya kebahagiaan yang tersisa hanyalah mereka. (Dalam Benak Mila)

1
ρυтяσ✨
Alhamdulillah🤲🤲🤲🤲 walaupun q terlat baca ini😭😭😭😭😭
trimakasih banyak kaaaaa🙏🙏🙏🙏 akhir'y pecah telor

bikin karya baru yoook
ρυтяσ✨
dih ko bisa q g tau ini up🤔🤔🤔dan sudah END pula😭😭😭😭😭
Muzie✰͜͡v᭄
Seneng akhirnya happy ending,,, semuanya bahagia dengan pasangan nya masing²,,, bahagia kumpul bersama keluarga,,, akhirnya cinta sejati tau kepada siapa hati ini berlabuh,,,cinta bisa mengalahkan rasa dendam dan rasa cinta yang besar bisa melewati segala rintangan dan masalah,,,
Doa Bu Wirda tembus ke langit sehingga anak² beliau bisa mendapatkan kebahagiaan,,,
Muzie✰͜͡v᭄
Pecat saja penghianat aparat yang tidak bertanggung,,,ini yang bikin negara kita rusak karena oknum aparat yang tidak bertanggung jawab
Muzie✰͜͡v᭄
Panik dong kak Wita masa kagak sih,,wong Bagas terluka parah banget
Muzie✰͜͡v᭄
mulai deh Bagas manja manja sama Mila,, semua di bilang pada sakit,, kesempatan baik ya Bagas jangan di sia² kan
Muzie✰͜͡v᭄
Alfin beraninya keroyokan bukan lelaki, dasar licik si Alfin,,,
Very cepat datang dong tolong bos Bagas jangan sampai terlambat,,,
Mila jangan keluar nurut apa kata Bagas tetap di dalam mobil saja
Muzie✰͜͡v᭄
Aku bacanya kok deg deg kan semoga Mila dan Bagas baik² saja,,, baru juga bahagia sebentar sekarang datang masalah lagi
Muzie✰͜͡v᭄
sederhana sekali Mila,,, keinginan yang sederhana itu akhirnya bisa terwujud,,,
Muzie✰͜͡v᭄
Pohon rambutan salah sasaran tersambar petir gara² selingkuh 😂😂😂
Muzie✰͜͡v᭄
Gak bakalan bosen Mila sama kamu
Muzie✰͜͡v᭄
Sabar ya Mila,,,
Emang paling susah ngurusin anak mertua di lawan takut dosa, sudah bawel ya apalagi monster biawak😂😂😂
Muzie✰͜͡v᭄
Gercep juga Bu Hartati membawa Emma untuk tidur sama Bu Hartati, biar Jhon nya Bagas bisa bekerja 😂😂
Muzie✰͜͡v᭄
Lah siapa yang nikah ini,,,masa yang malam pengantin duluan si Yoga sama Wita😂😂😂
Muzie✰͜͡v᭄
Lah Bagas nyaa maunya sama Mila bukan sama ponakan situ😂😂
Muzie✰͜͡v᭄
Alhamdulillah semoga sakinah mawadah warohmah,,, aamiin
Muzie✰͜͡v᭄
Sah akhirnya Sah lagi mereka menjadi suami istri
Muzie✰͜͡v᭄
Lah si Very kompor meleduk, sekarang bos Lo sudah insyaf,,
Muzie✰͜͡v᭄
Mulai dari awal lagi aja Mila,,,buka hati kamu kembali buat Bagas,, sekeras apapun Mila ingin menjauh dari Bagas tapi takdir mempersatukan mereka kembali,,
Muzie✰͜͡v᭄
apem nya si Mila pulen kaya ketan makanya bikin nagih😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!