Jika aku bisa aku bisa memilih aku lebih baik hidup sederhana bersama suami dan kedua anakku.Setelah usaha yang kami jalani begitu sukses ternyata rumah tanggaku malah di uji dengan berbagai masalah bahkan aku tidak pernah menyangka suami yang begitu mencintaiku selama ini tega ingin menyingkirkan ku demi selingkuhannya.
Ikuti kisah cerita ini jangan lupa dukung dan subscribe dan tinggalkan jejak makasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agustina Pandiangan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10 ~ Banyak hal yang aneh ~
Vito mengantar Melisa ke rumah yang dia beli khusus untuk selingkuhannya itu,dia tidak banyak bicara membuat Melisa semakin kesal dan sampai Melisa Vito meninggalkan rumahnya dia tidak berbicara sepatah kata pun.
" Dasar sialan,aku tidak membiarkan hubungan mereka terus berjalan,dan aku juga tidak mau hannya selingkuhan saja." Ucapnya dengan wajah penuh amarah.Dia masuk ke dalam rumahnya lalu melempar koper dan semua barang belanjaannya,mendapat kemewahan dan perhatian lebih dari Vito tidak membuatnya puas malah dia semakin serakah dan ingin menguasai seluruh kehidupan Vito.
"Apa pun yang terjadi aku harus bisa memiliki Vito seutuhnya dan menyingkirkan wanita itu secepatnya." Ucapnya dalam hati sambil duduk di sopa empuk miliknya.
Sementara itu Vito baru saja sampai di rumahnya,dia melihat mobil istrinya sudah terparkir di dalam bagasi ada perasaan sedikit takut di hatinya jika Naura bertanya macam-macam kepadanya.
Setelah merasa sedikit lebih tenang,Vito keluar dari dalam mobilnya,tidak lupa dia merogoh kantongnya dimana dia menyimpan kalung yang dia belikan tadi khusus untuk hadiah ulang tahun Naura.
"Semoga dengan hadiah ini,hati Naura sedikit lebih lembut kepadaku,capek juga beberapa bulan ini dia selalu cuek kepada ku." Ucapnya lalu mencium kalungnya dan kembali memasukkan kotak kecil itu ke dalam kantongnya.
Setelah sampai di ruang tamu,keadaan rumah sedikit sepi mungkin semua orang sudah masuk ke kamar masing-masing.Setelah menyuruh pembantu membawa kopernya ke dalam kamarnya Vito bergegas menuju kamar Naura dan juga anak-anaknya benar saja saat dia membuka pintu kamar hatinya sedikit tersentuh saat melihat Naura mengajari kedua putra dan putrinya belajar mengaji.
Saat melihat pemandangan itu,ada sedikit rasa bersalah di hatinya tapi itu hannya sesaat karena dia lebih menyukai kehidupannya bersama Melisa yang bisa memberikan kepuasan di atas ranjang kepadanya.
"Papa!! Papa sudah pulang?" Tiba-tiba Yuna beranjak dari tempat duduknya lalu menghpiri papanya yang sedang berdiri di depan pintu sambil menatap ke arah mereka.
Naura menghentikan kegiatannya,begitu juga dengan Yuda dia beranjak menghampiri papanya lalu mencium pucuk tangan papanya.
Vito berjalan ke arah mereka,mereka terlihat canggung karena memang sudah lama hubungan mereka kurang harmonis baik antara anak dan papa begitu juga suami dan istri.
Tidak ingin terlihat canggung,Vito mengambil kotak perhiasan dari kantongnya lalu mengambilnya dan membukanya di depan Naura.
"Selamat ulang tahun ya sayang,aku minta maaf karena belakangan ini cukup sibuk hingga kita jarang berbicara."Ucap Vito.Naura cukup kaget,dia sudah lupa entah kapan terakhir suaminya itu memberinya hadiah ulang tahun dan hari ini entah apa yang merasuki suaminya hingga memberinya Hadian ulang tahun.
"Yee....Mama ulang tahun hari ini,selamat ulang tahun ya ma...Semoga mama semakin baik dan selalu bahagia." Ucap Yuna lalu menyalami dan mencium ibunya begitu juga dengan Yuda membuat Naura sedikit bingung.
"Papa...Inikan ulang tahun mama,kita makan di restoran yuk pa...Kita sudah lama sekali tidak pernah makan diluar,papa selalu sibuk dengan pekerjaan papa." Ucap Yuna mengagetkan Vito.
Sebenarnya Vito sudah malas keluar rumah,dia sudah sangat lelah tapi karena tidak ingin mengecewakan kedua anaknya akhirnya dia menuruti kemauan kedua anaknya.
Naura juga tidak kuasa untuk menolak permintaan kedua anaknya,walaupun sebenarnya dia benar-benar malas untuk keluar apalagi harus ganti pakaian lagi.
Setelah mereka keluar rumah,di dalam mobil hannya terdengar canda tawa antara Yudha dan Yuna,keduanya tampak bahagia karena papa mereka yang sudah lama mengabaikan mereka akhirnya menuruti keinginan mereka lagi.
" Pa!! selama beberapa hari ini papa kemana? kami merindukan papa!" Tanya Yuna tiba-tiba membuat Vito kaget karena tidak menyangka putrinya akan bertanya hal seperti itu kepadanya.
Vito batuk kecil,bingung harus memberikan jawaban apa kepada putrinya dia takut Naura juga menunggu jawaban darinya.
"Papa tidak kemana-mana sayang,papa hannya lembur di kantor yang kebetulan pekerjaan papa sangat banyak." Jawab Vito seadanya.Takut kedua anaknya semakin banyak ngomong dia mempercepat laju mobilnya hingga akhirnya mereka sampai di sebuah restoran yang cukup ramai.
Naura tau kalau suaminya sedang berusaha mengelak saat kedua anaknya mencari tau tentang dirinya,dan dia juga tau kalau pria itu sudah berbohong kepada mereka bertiga.Rasanya dia cukup malas untuk keluar dari dalam mobil tapi karena tidak ingin membuat kedua anaknya kecewa dia akhirnya keluar dari dalam mobil dan mengikuti langkah kaki mereka.
Sementara itu Melisa yang sudah rebahan di atas ranjang tiba-tiba merasa perutnya lapar,melihat jam masih pukul sembilan malam dia memutuskan keluar dari rumah untuk mencari makan untuknya.
Melisa membawa mobilnya menuju restoran yang tidak jauh dari rumahnya,malam ini entah kenapa dia tidak bisa mengajak perutnya untuk kerja sama karena itulah sebabnya dia memutuskan pergi ke restoran untuk makan malam.
Naura dan keluarganya sedang menunggu makanan yang sudah mereka pesan,tidak lupa Vito memesan kue ulang tahun untuk istrinya dan berharap Naura tidak bertanya yang aneh- aneh kepadanya.
Setelah pesanan mereka dihidangkan Vito menyalakan lilin yang sudah disediakan Yuda dan Yuna terlihat sangat bahagia terlihat dari wajah mereka yang sangat bahagia.Sebenarnya Naura tau kalau ini semua hannya sebuah trik suaminya untuk membujuknya kembali atas semua sikap sombong suaminya selama ini kepada keluarganya dan tentu saja itu tidak bisa menyembuhkan rasa kecewa Naura terhadap suaminya,tapi melihat kebahagian kedua anaknya itu sudah cukup baginya dan itu melebihi hadiah emas yang di berikan oleh suaminya.
Mereka menikmati makan malam dengan penuh kebahagian,Vito beberapa kali menyuapi Naura dan hal itu semakin membuat Yuna dan Yuda bahagia.
"Papa sama mama romantis banget,semoga papa selalu seperti ini ya pa...Papa tidak boleh menyakiti mama." Ucap Yuda.Dan Vito hannya tersenyum tipis membalas ucapan putranya.
Tanpa mereka sadari tidak jauh dari mereka seorang wanita menatap sinis kepada mereka,wajahnya memerah dan matanya penuh kecemburuan,dia tidak terima bersikap romantis dengan istrinya.Melisa mengepal kedua tangannya,ingin sekali dia melabrak mereka tapi dia menahan amarahnya.
Tidak tahan lagi melihat kemesraan Vito dengan Naura,Melisa langsung keluar dari dalam restoran lalu masuk ke dalam mobilnya lalu mengambil ponsel miliknya dan menghubungi nomor Vito.
Nafsu makannya hilang setelah melihat Vito dan keluarganya sedang menikmati makan malam di restoran dia sangat kesal kepada Vito karena dia buru-buru pulang dari rumahnya ternyata untuk membawa istri dan keluarganya ke restoran.
"Dasar bajingan...Aku tidak bisa di perlakukan seperti ini,mereka harus cerai apa pun yang terjadi!!" Ancamnya lalu memukul stang mobilnya dengan penuh emosi apalagi saat Vito menolak panggilannya.
🌺🌺🌺 bersambung 🌺🌺🌺
udah tau suaminya pake uang gak jelas juga bukan di ambil tabungan nya atau di umpetin msh jaa di biarin..
masak gak peka suami selingkuh 😡