Karya orsinil tanpa menjiplak karya lain.
Promo tanpa like mending gak usah!!
Update dari hari Senin-Jum'at.
Zenaya Calista, anak korban perceraian orang tua nya. Ibu nya yang selingkuh membuat keluarga kecil Zen berantakan dan hancur.
Zen bisa di katakan anak berada namun Zen tidak pernah meminta sedikit pun kekayaan orang tua nya. Zen anak tunggal, keadaan keluarga yang hancur membuat menjadi wanita yang mandiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tantiirosmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10
Pagi tiba membangun Zen, Zen beranjak dari ranjang dan bergegas mandi, usai mandi Zen membereskan barang-barang nya seketika air mata Zen tumpah dimana ia pergi ke Inggris untuk kesekian lama nya karena yang di awali oleh perceraian orang tua nya dan membuat Zen menjadi anak broken home.
Untuk kedua kali nya Zen pergi ke Inggris lagi di karenakan hati nya yang teramat sakit akibat perbuatan Avin dan Rara.
Hentikan tangisan bodoh mu ini Zen! Jangan kau tangisi lelaki seperti Avin! .Batin Zen menjerit.
Zen menghapus air mata nya kemudian Zen berlalu pergi menuju bandara, tanpa sarapan pagi Zen melangkah kaki nya menaiki taksi.
Satu jam berlalu Zen tiba di bandara, Zen berlari menuju kedalam bandara.
Visual Zenaya Calista.
Zen beserta penumpang lain yang akan pergi menuju negara Inggris memasuki pesawat setelah semua masuk pesawat terbang dengan sempurna.
~
Arul berhenti di sebuah hotel tempat Zen menginap, dapat di simpulkan bahwa hanya Arul saja yang masih care kepada Zen sahabatnya. Rara dan Kevin bahkan sudah pergi dari kehidupan Zen sebelum Zen pulang ke Indonesia.
Arul memasuki loby hotel dan menanyakan kamar atas nama Zen.
"Permisi mbak, saya ingin menyakan nomor kamar atas nama Zenaya Callista?" Tanya Arul.
"Maaf mas, kamar atas nama Zenaya Callista sudah cek out dari hotel kami" Balas resepsionis.
"Sejak kapan mbak?" Tanya Arul penasaran.
"Sejak 3 jam yang lalu mas" Balas resepsionis ramah.
"Baiklah terimakasih" Ucap Arul berlalu.
Arul berlalu melajukan mobilnya, pikirannya kacau karena ponsel Zen sejak tadi pagi tidak aktif.
Kemana kau Zen? Apa mungkin kau pulang ke Inggris. Jika begitu aku sebagai sahabat mu akan tenag. Batin Arul.
Arul memutuskan untuk pulang ke kantor karena masih ada pemotreran yang harus Arull kerjakan. Tadi nya Arul khawatir kepada Zen dan ingin menyampaikan kabar bahwa Zen di undang Rara agar hadir di pernikahannya.
Singkat cerita, Zen tiba di negara kelahiran nya dengan selamat. Zen langsung pulang menuju rumah nenek nya, namun sayang setelah tiba di rumah nenek nya masih di kantor. Karena bosan di rumah Zen melajukan mobil nya menuju kantornya.
Di perjalanan Zen banyak memikirkan Avin, namun pikiran itu Zen tepis karena tidak berguna.
Usai bergelut dengan pikirannya, Zen tiba di kantor nya tepat jam makan siang, Zen melangkah kan kaki masuk ke dalam loby tak sengaja Zen bertemu dengan Vanka sahabat nya.
Vanka berlari kegirangan saat bertemu Zen, hanya Vanka dan Arul lah yang Zen anggap masih sebagai sahabat.
"Zen how are you? I miss you" Tanya Vanka memeluk Zen.
"Im Fine, oke" Balas Zen tersenyum.
"Baiklah ayo kita makan siang sambil bercerita" Ajak Vanka.
"Aku keruangan ku dulu, pulang jam kerja aku janji akan menceritakan perjalanan ku. Bagaimana?" Balas Zen.
"Baiklah janji, aku pergi makan siang dulu yah bersama Gabriella. Dia sudah menunggu di parkiran" Ucap Vanka.
"Baiklah, bye" Balas Zen berlalu.
Zen memasuki lift khusus direktur dan menekan tombol menuju ruangannya yang paling atas, limat menit pintu terbuka, Zen keluar lift dengan anggun nya.
Kenya yang melihat Zen datang langsung berdiri menyambut nya.
"Selamat datang kembali nona Zenaya" Sapa Kenya sopan.
"Memang nya aku habis dari mana kamu berkata begitu" Tanya Zen bingung.
"Nyonya Lista berkata, nona sedang berlibur" Balas Kenya menunduk.
"Oh begitu" Ucap Zen berlalu.
Zen memasuki ruangan nya, terlihat nenek nya sedang sibuk dengan kerjaan nya.
"Nenek" Ucap Zen memeluk.
"Zen cucu ku, kau kembali sayang?" Tanya Nyonya Lista.
"Tentu nek, nenek seperti nya capek. Nenek pulang saja, Zen yang akan meneruskan pekerjaan ini dan ngomong-ngomong Ken mana?" Ucap Zen.
"Ken ada di ruangan nya, Ken sama sibuk nya dengan pekerjaan. Baiklah nenek pulang" Balas Nyonya Lista keluar dari ruangan cucuk nya.
Zen melanjutkan pekerjaan yang tadi nenek nya berikan. Dari ara luar Ken hendak masuk ke ruang atasannya, Ken mengetuk pintu dan setelah diizinkan masuk Ken membuka pintu mata nya membelalak ketika melihat Zen di hadapan nya, tubuh nya mematung diambang pintu.
"Halo Ken, are you oke?" Tanya Zen bingung.
Mimp**i apa kau semalam Ken? Nona Zen ada di hadapan mu sekarang. Batin Ken.
"Ken halo" Tanya Zen tambah bingung.
"Ah iya nona, Im oke" Balas Ken.
Zen dan Ken membahas masalah kerja yang sangat rumit hingga senja tiba dan semua karyawan menyudahi aktifitas bekerja nya.
"Ken tolong urus pemutusan kerja sama dengan perusahaan Vin's Group" Ucap Zen.
"Apa ada masalah nona?" Tanya Ken penasaran.
"Tidak ada, aku hanya ingin memtuskan kerja sama nya" Balas Zen.
"Baiklah nona" Ucap Ken singkat.
Pintu ruangan Zen terlihat Vanka yang masuk.
"Upsss sory aku menggangu kalian" Ucap Vanka bergabung dengan Zen dan Ken.
"Ayolah Vanka kami sedang membahas pekerjaan" Balas Zen.
"Baiklah ayo kita pergi, dan kau Ken ikut bersama kami" Ucap Vanka menunjuk Ken.
"Ta-tapi nona saya... " Balas Ken yang gugup karena tangan nya sudah di tarik Vanka, begitu pun Zen yang tangannya juga di tarik Vanka.
Ken melaujukan mobil milik Zen menuju cafe langganan nya, beberapa menit kami telah sampai di cafe yang di tuju.
Zen beserta Vanka dan Ken langsung duduk di meja dan memesan makanan, Zen dan Vanka asik berbincang sedangkan Ken hanya fokus pada layar ponsel dan sesekali memandangi Zen.
Makanan tiba, ketika akan hendak makan tubuh Zen di peluk seseorang dari belakang. Zen terkejut dan menepis nya. Ken dan Vanka sontak kaget karena Reyka sangat berani sekali memeluk seorang Zen.
"What are you, Rey?!" Tanya Zen marah.
"I love you, Zen. I want to repeat from the beginning" Balas Reyka.
Kuat kan dirimu Ken, kau harus bahagia melihat nona akan ada pendamping!. Batin Ken.
Seketika Zen terdiam mendengar ucapan Reyka, seolah Zen mengingat kejadian Avin dan Rara. Kejadian itu membuat Zen tidak ingin menjalin asmara untuk beberapa.
"Halo Zen, are you oke" Ucap Reyka.
"Can not! I'm fed up with you guys" Balas Zen.
Apa! Nona menolak nya.. Arghhh sungguh senang. Batiin Ken bahagia.
"Ken aku ingin pulang saja, selera makan ku sudah hilang!" Ucap Zen mendelik pada Zen.
"Baik nona" Balas Ken.
Zen berlalu menuju mobil diikuti Vanka dan Ken, Ken melajukan mobil nya menuju rumah Vanka untuk mengantar nya pulang, kemudian melajukan mobil nya menuju kediamannya Zen.
Langit sudah gelap dan akhirnya Ken sampai mengantar kan Zen pulang.
"Baiklah nona saya pulang dulu" Ucap Ken.
"Ken bawa saja mobilnya, lagian jam segini gak ada angkutan umun sedangkan mobil mu kan ada di kantor dan besok pagi jemput aku disini" Ucap Zen.
"Baiklah nona terimakasih" Balas Ken.
Ken melajukan mobil Zen menuju apartemennya, sepanjang jalan Ken memikirkan Zen. Sungguh hati Ken senang saat Zen menolak cintanya Reyka.
**Haii readers ayoo dong dukungan nya mana);
Author sedih tau gak ada yang dukung);.
Author sedih**),
Tentang Kenangan &
Cat and Dog
Semangaaat🌹🌹🌹🌹🌹
Awal yg baik👍👍👍👍👍
Berdamailah dengan Ken,..😇😇😇
Zen,senangnys dspat asisten baru dari Satria🥰🥰🥰🥰🥰
Zen masih cinta Ken😍😍😍😍😍
Lalu ,apa yang akan Ken lakukan selanjutnya...
Penasaran...🤔🤔🤔