Khaira yang hamil saat kuliah terpaksa tidak melanjutkan cita cita nya, ia hamil terbuai oleh rayuan kakak kelas yang playboy.
Namun setelah menikah nasib Khaira justru tragis karena Sam, suami nya yg meneruskan kuliah bermain api dengan teman kampus nya.
Sementara di sisi lain ada Bram kakak Sam yang memberi perhatian kepada Khaira.
Akankah Khaira mengakhiri pernikahan nya? dan melanjutkan scandal yang di buat dengan Bram?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chariz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 10
Jimmy terlihat gelisah dari tadi ia terus memperhatikan jam di pergelangan tangan nya.
"Kenapa belum datang" gumam Jimmy
Tak lama kemudian, Adreena muncul bersama kakak es balok nya.
"Maaf ya kak Jim, nunggu lama" ucap Adreena sambil malu malu.
Jimmy tersenyum, lalu menunduk sopan pada Bram, yang di sapa memasang wajah dingin seperti enggan di tegur. Jimmy menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal, merasa canggung dengan Bram karena meskipun ia sering main ke rumah utama tetapi hanya sesekali bertemu dengan Bram.
Sementara di apartemen, Mika yang bosan menunggu kepulangan Bram memilih bersantai di balkon sambil membawa botol anggur guna mengurangi pikiran nya yang kalut.
Tes!!
Buliran bening itu jatuh tak terbendung, menyisakan penyesalan. Seandainya...
Banyak kata seandainya di benak Mika, mungkin saat ini ia dan Bram menjadi keluarga harmonis seperti orang lain pada umumnya.
Andai....dulu jika ia tidak pergi keluar negeri untuk mengejar karir model nya mungkin Bram, suaminya itu masih bisa bersikap hangat kepada dirinya.
BODOH!
Satu kata yang selalu ia katakan berulang kali pada dirinya sendiri.
*****
Adrena tiba di rumah, ia berjalan sambil menghentakkan kakinya. Pintu ia tutup dengan keras membuat Meilani dan Pram yang tengah bersantai, menatap kaget pada putrinya itu.
"Kenapa marah marah sampai lupa salam?" tegur Meilani.
"Tanya aja sama dia" jawab Adrena tak lama kemudian dari balik pintu muncul Bram.
Bram yang dituduh hanya mengangkat bahu.
"Mam masa nganter aku jalan sama kak Jimmy, kak Jimmy nya malah di interogasi kayak interview kerja" rengek Adrena.
"Batal beli novel nya, kak Jimmy udah malu" tambah Adrena.
Hahaha!
Meilani tertawa sedangkan Pram tersenyum tipis melihat tingkah kedua anaknya.
"Ishhh gak lucu Mam" ucap Adrena.
Ia kembali menghentakkan kakinya, dan langsung pergi ke kamar nya. Bram pun pamit untuk membersihkan diri.
Meilani hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan adik kakak itu, eh tapi kan mereka anaknya, Meilani tidak sadar tertawa kecil.
"Eh Khaira, Nak kamu mau kemana?" Meilani melihat menantu nya keluar kamar.
"Mau ke dapur Mam, haus" jawab Khaira.
Meilani mengangguk sambil berlalu meninggalkan Khaira pergi ke kamar nya.
(Sore-sore begini enaknya nge teh) batin Khaira sambil senyum-senyum.
Tidak di sadari ada seseorang yang memperhatikan nya sambil senyum-senyum juga.
Hihi!
(Eh kenapa aku di sini?) pikir Bram, (tapi Khaira gemas kalau seperti itu)
Bram terus berperang di otak nya antara perasaan dan kewarasan.
😂
Sedangkan orang yang di lihatnya sedang membuat makanan untuk menemani minum teh, fokus nya teralihkan saat ekor matanya melihat seseorang yang berada di dekat dapur.
Khaira menoleh.
"Kak Bram, udah pulang sama Adrena?" tanya Khaira.
"Sudah" Bram gelagapan karena Khaira sudah melihat nya.
"Kok cepet?"
"Gak tahu" Bram tidak ingin menjelaskan alasan Adrena pulang lebih cepat karena kelakuan diri nya.
"Kamu buat apa?" tanya Bram.
"Cerita nya aku mau nge teh di taman samping, ini aku buat temennya teh"
"Mau di temani?"
(Huh kadal lagi modus🤣)
Khaira tampak berpikir, "Emang Kak Bram gak sibuk? gak ada kerjaan yang di bawa ke rumah?" Khaira memberondong pertanyaan ke arah Bram, namun di mata Bram Khaira tampak menggemaskan.
"Sore ini aku free, gak tahu kalo malem" jawab Bram, padahal di meja kerjanya sudah menumpuk dokumen-dokumen kantor yang harus ia pelajari.