seorang gadis bernama Elia Tiara Dewi harus menjalani kehidupannya yang menjadi begitu suram akibat kecelakaan beberapa tahun lalu yang merenggut keceriaan dan juga warna dalam hidupnya.
Akibat kecelakaan yang merenggut penglihatannya dan lebih menyakitkannya lagi kecelakaan itu, dilakukan oleh kakak tirinya. karena merasa iri dengan kehidupan yang dijalani oleh Elia.
Hingga pada akhirnya, Elia bertemu dengan seorang laki-laki tampan bernama Gavin Harsono. yang merasa jatuh cinta, pada Gadis itu saat pandangan pertama.
Hingga Gavin memutuskan untuk menikahi Elia. namun, hal itu sepertinya ditentang oleh keluarga besar Harsono terutama sang ibu.
Namun, entah apa yang terjadi hingga membuat ibu Gavin menyetujui pernikahan putranya itu.
Mampukah Elia bertahan dengan keluarga yang tidak menyukainya dari awal? dan Mampukah Elia Bertahan saat sang suami diperintahkan untuk menikahi sang kakak tiri?
kita simak saja yuk
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhevy Yuliana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10
Sementara itu, di tempat lain lebih tepatnya di sebuah kamar, seorang gadis di tengah menangis sesenggukan Seraya memeluk sebuah foto.
" Mami aku kangen, hiks hiks" ucap Elia Soraya sesekali memandangnya sebuah foto yang berlatar belakang air terjun. seketika itu pula, ingatannya seperti dilempar ke masa lalu. masa di mana, hanya ada kebahagiaan dan keceriaan yang menyelimuti hatinya.
flashback on.
Hari ini, hari di mana, Elia akan merayakan ulang tahun yang ke-6 tahun. tentu saja hal itu membuat Elia kecil, sangat bersemangat. sedari pagi, gadis kecil itu sudah merengek kepada Mami dan ayahnya agar segera berangkat ke tempat yang akan mereka tuju.
" Ayo dong, Ayah sama Mami cepetan." ucap Elia Seraya menarik tangan kedua orang tuanya agar segera masuk ke dalam mobil.
Pak Amar dan Bu Sherly yang melihat itu, seketika Saling pandang dan melempar senyum gemas pada Putri Tunggal mereka itu. dan akhirnya, mau tidak mau, kedua orang tua Elia pun menuruti permintaan anak semata wayang mereka.
Tentu saja hal itu membuat Elia, seketika sangat senang. bahkan saking senangnya, gadis kecil itu sesekali melompat-lompat ke arah sang ayah dan juga sang ibu.
Mereka akhirnya berangkat menuju ke tempat kolam renang yang ada di sebuah wisata di kota itu. di sepanjang perjalanan, Elia tampak sangat gembira. dengan sesekali, bernyanyi dan bertepuk tangan.
Tak lama berselang, mobil yang membawa mereka, Akhirnya sampai juga di sebuah wisata kolam renang air panas. Dan itu menjadi favorit dari gadis kecil yang bernama lengkap Elia Tiara Dewi itu.
Dengan sedikit tak sabarnya, gadis kecil itu segera turun dari dalam mobil dan berlari ke arah kolam yang biasanya ia gunakan. itu tentu saja membuat Pak Amar dan Bu Sherly, dengan kompak menggelengkan kepala. karena melihat tingkah Putri mereka yang begitu menggemaskan.
Mereka bertiga akhirnya masuk ke dalam kolam air panas dengan posisi, Elia berada di pundak sang ayah.
" Ayah mami, minta foto yuk. buat kenang-kenangan nanti kalau Elia kangen." ucap gadis kecil itu secara tiba-tiba. hal itu tentu saja membuat Pak Amar dan juga Bu Sherly, seketika Saling pandang.
Karena merasa takjub dengan ucapan yang baru saja keluar dari mulut gadis kecilnya itu. dengan segera, mereka berdua menuruti permintaan Putri kecil kesayangannya itu.
Banyak sekali pose-pose yang mereka lakukan. dan tampak sekali, Aura bahagia yang terpancar dari keluarga kecil itu.
Setelah selesai berwisata, Elia dan kedua orang tuanya, memutuskan untuk pulang ke rumah. karena memang, hari sudah mulai gelap.
****
Setelah sampai di dalam kamarnya, Elia segera menaruh foto itu ke dalam bingkai yang berbentuk love yang ada di dalam laci nakasnya.
" Elia bahagia Mi, Yah," ucapnya Seraya tersenyum tipis. kemudian dengan segera, Gadis itu memeluk bingkai foto itu.
flashback off.
Elia tersenyum getir. Ternyata, tak lama setelah pemotretan di air panas itu, beberapa tahun setelahnya, kehidupannya seperti berubah 180 derajat.
Karena yang tersisa saat ini, adalah sebuah siksaan yang diberikan kepada ibu dan kakak tirinya. Elia pun berharap, ibu kandungnya akan segera menjemput dirinya.
Karena sepertinya, sang ayah tidak begitu bisa membantunya. Terbukti sampai selama ini pun, laki-laki paruh baya yang berstatus sebagai ayahnya itu, hanya diam saja. entahlah, sepertinya Ayah kandungnya sendiri, menutup telinga dan mata sehingga tidak melihat penderitaan anaknya. begitulah pemikiran Elia.
Padahal yang sebenarnya terjadi adalah, Pak Amar sama sekali tidak pernah tahu akan kehidupan yang dijalani oleh putrinya. Karena laki-laki paruh baya itu, sangat mempercayai istri barunya. Pak Amar tidak pernah berpikir, jika istri barunya itu akan menyakiti anak semata wayangnya.
Entahlah, Bagaimana perasaan laki-laki paruh baya itu. Sepertinya rasa sayang yang ada di dalam hatinya, sedikit terkikis. semenjak Elia mengalami kondisi yang tidak bisa melihat itu.
Pak Amar pun, tidak pernah mempercayai gosip-gosip jika Monalisa lah pelakunya yang membuat Elia sampai seperti ini. Karena Bu Sofia selalu memperlihatkan sikap putrinya yang begitu lembut jika bersama Elia.
***
" Pah kok ngelamun?" tanya Bu Sofia dengan nada lembut Seraya sesekali mengusap punggung suaminya itu.
Pak Amar yang mendengar, penuturan istrinya pun, seketika menoleh dan tersenyum tipis." tidak apa-apa Ma, Papa hanya kepikiran sesuatu." ucap laki-laki itu Seraya menghela nafas panjang.
" mikir apa, jangan bilang kalau Papa kepikiran tentang mantan istri?" tanya Bu Sofia dengan sedikit nada cemburunya.
" ngomong apa sih," ucapnya Seraya menepuk pipi istrinya itu dengan Sedikit keras. Hal itu tentu saja membuat Bu Sofia yang mendengarnya, rasa seketika mendengus kesal.
" Bagaimana keadaan Elia, apakah sudah ada pendonor mata untuknya?" tanya laki-laki paruh baya itu pada istrinya.
Sungguh, Amar tidak menginginkan kondisi yang menimpa anaknya. bahkan laki-laki paruh baya itu, sudah mencari orang-orang yang ingin mendonorkan matanya.
Namun, Sampai saat ini pun, laki-laki paruh baya itu belum menemukan Kurnia yang cocok untuk Elia. Bukan sayang, lebih tepatnya, Pak Amar diam-diam memiliki Obsesi yang sangat kuat.
Yaitu, laki-laki paruh baya itu tidak menginginkan keturunannya dipandang lain oleh public. Karena bagaimanapun, Pak Amar adalah seorang pengusaha. Otomatis, keluarganya akan disorot oleh semua kalangan.
Untuk itulah, laki-laki paruh baya itu setuju dengan ide yang yang dilontarkan oleh ibu Sofia. Di mana, Elia tidak boleh keluar ke mana-mana. Namun sayangnya, wanita paruh baya itu memiliki rencana lain atas usulannya itu.
Yaitu, dengan membiarkan Elia mencari makan sendiri saat Pak Amar tidak ada di rumah. jika laki-laki paruh baya berada di rumah seperti ini, dengan terpaksa, wanita paruh baya itu membiarkan Elia berada di rumah.
Mendengar pertanyaan dari suaminya, membuat Bu Sofia menggelengkan kepala." belum ada Pah, kalaupun tidak ada, tidak usah dipaksa. dia kan tetap menjadi anak Papa." ucap Bu Sofia dengan lembut.
" tidak mah, Aku tidak ingin memiliki anak kekurangan fisik seperti itu." ucap Pak Amar Seraya melangkah pergi dari sana.
" dan sayangnya, aku akan menghalangi rencanamu itu. Biarkan saja Elia berada dalam kondisi seperti itu. agar anakku, tidak Merasa tersaingi." ucap Bu Sofia Seraya menatap tubuh suaminya menghilang dari balik pintu.
Setelahnya, wanita paruh baya itu segera keluar dari kamar menuju ke dalam kamar Putri kesayangannya.
*****
Sementara itu di tempat lain, terlihat tiga orang laki-laki muda tampak sedang bercengkrama di dalam sebuah apartemen mewah di pusat kota itu. siapa lagi jika bukan Gavin, Arman dan juga Justin.
elia bahagia nya
kapan dia dpt karma thor dak
sabar gemes
yang judul baru sudah di fav tapi belum sempat baca semangat buat up nya kk...