NovelToon NovelToon
Dibuang Karena Mandul, Dinikahi Konglomerat

Dibuang Karena Mandul, Dinikahi Konglomerat

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mandul / Balas Dendam
Popularitas:10.6k
Nilai: 5
Nama Author: CHIBEL

Demi melindungi harga diri suaminya yang mandul, Larissa rela menanggung caci maki sebagai wanita mandul. Namun, pengorbanannya dibalas dengan surat cerai dan pengusiran kejam setelah sang suami memalsukan hasil medisnya demi bersanding dengan wanita lain.

Tiga tahun berlalu, dunia terguncang ketika Larissa bangkit sebagai istri dari CEO terkaya dan melahirkan dua anak yang sehat. Saat kebohongan masa lalu mulai terbongkar, giliran Larissa yang memegang kendali untuk membuat mantan suaminya merangkak dalam penyesalan seumur hidup.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CHIBEL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9 - Pengusiran yang kejam

Dunia hukum bisa menjadi tempat yang sangat dingin bagi mereka yang tidak memiliki uang dan kuasa.

Bram tidak membuang waktu sedikit pun. Dengan menggunakan jasa Pak Satria yang licik dan sarat pengalaman memanipulasi hukum serta jaringan relasi luas milik Vera, gugatan cerai itu didaftarkan ke Pengadilan Agama dengan kilat.

Sidang demi sidang bergulir bagaikan mimpi buruk yang berjalan cepat bagi Larissa. Dia berdiri di ruang sidang seorang diri, tanpa didampingi pengacara.

Di seberang meja, Bram duduk dengan tenang dikelilingi oleh tim kuasa hukum yang siap menguliti hidupnya hingga ke tulang-tulangnya.

Larissa mencoba bersuara di depan majelis hakim. Dengan sisa-sisa keberaniannya, dia menyatakan bahwa hasil tes dari Rumah Sakit Medika Kirana itu janggal dan bahwa Bram sebenarnya juga memiliki masalah kesuburan. Namun hukum tidak berjalan di atas untaian kata tanpa bukti.

"Apakah Anda memiliki bukti otentik atau rekam medis pembanding untuk mendukung pernyataan Anda, Ibu Larissa?" tanya hakim ketua dengan nada datar dari balik meja tingginya.

Larissa tertegun, lidahnya mendadak kelu. Pikirannya melayang pada wadah besi tempat abu hitam kertas yang dibakar Bram. “Tidak ada, Yang Mulia... dokumennya telah dihancurkan,” lirihnya dengan kepala tertunduk.

Di sudut ruang sidang, Pak Satria langsung tersenyum culas, sementara Bram meliriknya dengan pandangan penuh kemenangan.

Dengan mudah, tim pengacara Bram membalikkan keadaan, menuduh Larissa sedang berhalusinasi dan mengarang cerita bohong karena frustrasi atas vonis "kemandulan mutlak" yang diterimanya.

Dokumen dari dr. Hendra yang sah secara hukum di atas kertas menjadi senjata pamungkas yang tidak bisa digoyahkan.

Lebih kejam lagi, Pak Satria berhasil memanipulasi pasal dalam perjanjian yang mengikat pernikahan mereka. Karena Larissa divonis mengalami "cacat biologis bawaan permanen" yang sengaja disembunyikan, sebuah narasi palsu yang dibangun rapi.

Larissa dianggap telah melakukan penipuan dan gagal memenuhi kewajiban mutlak seorang istri untuk memberikan keturunan bagi keluarga Baskoro.

Pada sidang putusan yang berlangsung sebulan kemudian, palu hakim diketuk dengan keras.

Tok! Tok! Tok!

Majelis hakim meresmikan perceraian mereka. Atas dasar manipulasi hukum tersebut, hakim memutuskan bahwa Larissa tidak berhak mendapatkan harta gono-gini sepeser pun.

Dia dibuang dari kehidupan keluarga Baskoro seperti seonggok barang rusak yang tidak lagi memiliki nilai guna, dibiarkan keluar dari pernikahan lima tahun itu dengan tangan kosong.

Hari eksekusi yang paling dinantikan oleh para iblis itu pun akhirnya tiba. Larissa diberikan tenggat waktu hingga pukul dua siang untuk mengosongkan rumah yang telah dia rawat dengan seluruh jiwa raganya selama lima tahun ini.

Larissa berdiri di tengah-tengah kamar utama yang kini terasa kosong dan asing. Hanya ada satu koper kain tua berwarna cokelat kusam di sudut kasur, koper yang sama yang dia bawa saat pertama kali melangkah masuk ke rumah ini sebagai seorang istri yang penuh dengan mimpi-mimpi indah.

Tepat pukul satu siang, suara langkah kaki yang angkuh terdengar menaiki anak tangga, memecah keheningan rumah. Pintu kamar digeser dengan kasar tanpa ada sopan santun sama sekali.

Ibu Maya melangkah masuk dengan gaun sutra mewahnya, sementara di sampingnya, Vera berjalan dengan memegang sebuah daftar inventaris barang di tangannya.

Kehadiran dua wanita itu seketika membawa aroma parfum mahal yang pekat, mengusir sisa-sisa kehangatan terakhir yang ada di dalam kamar.

"Oh, masih di sini ternyata. Kupikir kamu sudah tahu diri dan angkat kaki," sembur Ibu Maya, melipat tangannya di dada sembari menatap Larissa dari atas ke bawah dengan pandangan menjijikkan.

Larissa tidak menjawab, dia hanya diam, menggenggam erat pegangan kopernya dengan tubuh yang sedikit bergetar.

Vera melangkah maju, meletakkan daftar inventaris itu di atas meja rias, lalu beralih menatap koper cokelat milik Larissa. Senyum kemenangan terukir jelas di wajah glamornya.

"Ibu, sebelum perempuan ini pergi, kita harus memastikan dia tidak membawa satu pun barang berharga milik keluarga Baskoro. Wanita yang putus asa biasanya bisa nekat mencuri apa saja."

"Kamu benar, Vera. Periksa tas dan kopernya sekarang. Jangan biarkan dia membawa barang mewah yang dibeli menggunakan uang anakku. Dia tidak berhak membawa apa pun dari rumah ini," perintah Ibu Maya dengan nada mutlak.

Dengan gerakan yang sangat tidak terhormat, Vera menyambar tas kecil yang tersampir di bahu Lana. Wanita itu menjungkirbalikkan isinya ke atas kasur. Dompet, beberapa lembar tisu, lipstik yang hampir habis, dan telepon genggam milik Larisa berserakan begitu saja. Vera mendengus kecewa karena tidak menemukan perhiasan di sana.

Tak puas sampai di situ, Vera mendekati koper besar Larissa. Dengan kasar, dia menarik ritsleting koper tersebut hingga terbuka lebar, mengacak-acak tumpukan baju dan dokumen pribadi di dalamnya tanpa memedulikan privasi Larissa.

"Vera! Apa yang kamu lakukan?! Itu barang pribadiku!" Larissa mencoba menahan tangan Vera dengan suara yang bergetar menahan amarah yang teramat sangat.

"Diam kamu, wanita mandul!" bentak Ibu Maya, melangkah maju dan mendorong pundak Larissa hingga mundur setapak. "Vera hanya melakukan tugasnya! Kamu itu keluar dari sini harus bersih! Pakaian-pakaian mewah yang dibelikan Bram untukmu ke acara formal semuanya harus ditinggal di dalam lemari ini. Itu semua dibeli dengan uang Baskoro, dan sekarang, semua itu menjadi milik Vera yang akan menggantikan posisimu sebagai nyonya di rumah ini!"

Vera tersenyum manis mendengar ucapan Ibu Maya. Setelah memastikan koper itu murni hanya berisi pakaian tak berharga, Vera menarik ritsletingnya kembali dengan sentakan kasar dan mendorong koper itu hingga jatuh ke lantai di dekat kaki Larissa.

"Semua bersih, Bu. Dia hanya membawa pakaian-pakaian sampah dan surat tidak berharga," ujar Vera dengan nada mengejek yang sangat kental.

Larissa menatap tumpukan barang pribadinya yang berserakan di atas kasur dengan pandangan mata yang mendadak mati. Rasa sakit di dadanya sudah melewati batas hingga dia tidak bisa lagi meneteskan air mata.

Dengan perlahan dan tenang, Larissa memunguti barang-barangnya di atas kasur, memasukkannya kembali ke dalam tas kecilnya, lalu menarik tuas koper kainnya dari lantai.

Gerimis mulai turun membasahi bumi ketika Larissa melangkah keluar melewati pintu depan rumah. Langit siang itu tampak begitu gelap, menumpahkan butiran air yang dingin ke atas kepalanya yang berjalan tanpa payung.

Setiap langkah kaki Larisa di atas paving blok halaman rumah terasa begitu berat. Tubuhnya kaku, namun matanya menatap lurus ke depan.

Di belakangnya, suara dentum pintu utama yang ditutup dengan keras oleh Ibu Maya terdengar seperti suara palu eksekusi yang menandakan bahwa dia telah sepenuhnya diusir dan dibuang ke jalanan.

Larissa menghentikan langkah kakinya sejenak di dekat gerbang luar. Entah karena dorongan apa, dia membalikkan badainya perlahan, menatap untuk terakhir kalinya ke arah rumah yang penuh dengan kenangan pahit manis selama lima tahun hidupnya.

Bersambung

1
sunaryati jarum
Semua manipulatif Bram dan Vera dikuliti publik, rasain
sunaryati jarum
Tanggung jawablah Vera kau kan sudah menikmati Bram dan hartanya, sekarang kau tinggal membayar sebagai penghuni hotel prodeo
YAM
smpe sini terlalu greget ma mc nya bego gampang di tindass😡😡
Sindy Puspita: Hehehehe, hidup kadang emang harus bego dulu kak🤭🙏
total 1 replies
sunaryati jarum
Bu Maya langsung koit
sunaryati jarum
Emak tunggu hasilnya, Larissa
sunaryati jarum
Ingat kamu hamil jangan terlalu emosi
Batara Kresno
makin seru bagus ceritanya lanjut thor
sunaryati jarum
Hanya dengan mengumumkan kehamilan Larissa kebohongan Bram dan Vera terbongkar dengan sendirinya.Jika sejak awal jujur sama Bu Maya, mungkin dia tidak mengecap Larissa mandul,dan cari solusi bersama.Kalau sudah begini kalian sendiri yang hancur, bahkan Bram tidak tahu dirinya menghina Vera juga,lucu .Sudah tahu dirinya yang bermasalah kok melempar kekurangan pada orang lain🤣🤣🤣
sunaryati jarum
Nah bagaimana Bu Maya masih mempertahankan jika Larissa mandul?
sunaryati jarum
Selamat Larissa akhirnya bersama Sultan Sang Penguasa Raja Bisnis kamu hamil, semoga sehat bayi dan kamu
Sindy Puspita
Terima kasih atas dukungannya kak🙏 Ditunggu updatenya besok malam ya
Batara Kresno
masih kurang thor dirunggu upnya ttp semangat trimakasih udah up 3 bab🙏🙏🙏
Batara Kresno
mampus lho bu maya
Batara Kresno
ko cuma 1 tumben pengin liat keluarga bram mampus
sunaryati jarum
Lanjut
sunaryati jarum
Nah,kan tanpa Larissa membalas sakit hatinya, mereka sudah mendapatkan balasan atas kejahatan mereka
sunaryati jarum
Terbongkar kebohongan kamu,ingin hati menutupi kekurangan Bram,namun merugikan diri sendiri
sunaryati jarum
Tidak usah membalas mereka sudah kenaa karma karena ulahnya dan provokasi Vera.Hiduplah dengan bahagia sudah
Emak suka cerita ini , tidak bertele- tele, alurnya runtut
sunaryati jarum
Jatuh mental sekarang , orang yang kalian hina bersanding dengan pria terkaya dan berkuasa
sunaryati jarum
Waah mantap Bos Bayu to the point , langsung gass pool.Langsun nikahin,Bos
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!