Marsya, seorang istri yang selalu di hina oleh suami dan keluarga nya hanya karena dia dianggap karyawan di salah satu toko kue.
Tapi tanpa sepengetahuan keluarga suami nya, bahwa toko kue itu adalah milik nya dan dia adalah seorang sarjana.
Dia sengaja menyembunyikan identitas nya atas permintaan sang ibu, kini Marsya tahu sendiri seperti apa suami nya dan juga keluarga nya.
Selain di berikan nafkah yang jauh dari kata cukup, Marsya juga di duakan oleh suami nyam dengan seorang wanita yang merupakan rekan kerja suami nya di kantor.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21
Hati Marsya benar - benar kecewa, Dani sudah melakukan sesuatu yang tidak seharusnya dia lakukan. Seperti nya Dani benar - benar menganggap Marsya sebagai wanita miskin dan tak berguna, Marsya bertekad akan membuat Dani dan keluarga nya menyesal
"Bagai mana Sya? Apakah kau masih mau bertahan dengan laki - laki seperti itu?" Tanya Arum pada Marsya.
"Tidak mbak, aku tidak sudi lagi menjadi istri nya. Tapi ini belum saat nya mbak, aku akan bermain - main dulu dengan mereka. Aku akan membalas semua perbuatan mereka!" Marsya mengepal kan tangan nya.
"Bagus lah, tapi sebaik nya jika mbak boleh menyarankan jangan terlalu lama Sya. Kau akan semakin sakit hati nanti nya!" Nasihat Arum pada Marsya.
"Iya mbak, aku akan membuat mas Dani menyesal nanti nya!" Marsya berjanji pada diri nya dan juga Arum.
"Oh ya mbak, apakah mbak Arum sudah mengundang mas Dani dan Mela di acara pertunangan nya mbak dan mas Galih?" Tanya Marsya pada Arum.
"Sudah, mbak bahkan mengundang semua karyawan kantor mbak!" Jawab Arum sambil menyeruput minuman milik nya.
"Aku akan memberikan kejutan untuk mas Dani dan jangan itu mbak, akan ku permalukan mereka di acara itu nanti nya!" Marsya memberi tahu rencana nya dan sang Mama pada Arum.
"Boleh juga itu Sya, mbak dukung kamu. Katakan pada mbak jika kau butuh bantuan dari mbak!" Arum sangat senang karena kini Marsya sudah bangkit dan mulai membalas dendam pada Dani dan juga selingkuhan nya.
"Aku ingin semua orang menyebut Mela sebagai pelakor, aku ingin dia mendapat kan sanksi sosial karena sudah berani bermain - main dengan ku!" Ujar Marsya lagi.
"Betul sekali Sya, mbak juga sudah tidak sabar lagi untuk memberi pelajaran pada kedua manusia tidak tahu diri itu. Mbak akan pastikan setelah mereke berdua benar - benar menikah, tidak ada perusahaan mana pun yang akan menerima mereka!" Arum berkata dengan sangat geram.
Marsya mengangguk kan kepala nya, dia tahu kekasih dari kakak nya itu tidak main - main dengan ucapan nya.
*******
Di tempat yang berbeda, Dani sangat senang karena keinginan nya untuk memiliki istri kaya raya akan segera terwujud. Dia dan keluarga nya sudah tidak sabar lagi untuk menguasai kekayaan orang tua nya Mela.
"Aku sudah tidak sabar lagi untuk segera menikah dengan Mela, sebentar lagi impian ku akan segera terwujud!" Guman Dani sambil tersenyum.
Begitu pun dengan Mela, dia tak kalah bahagia dari Dani. Impian nya untuk menikah dengan pria kaya sebentar lagi akan terwujud, hanya dengan mengakui Vila dan perkebunan teh itu sebagai milik orang tua nya sudah membuat Dani tergila- gila pada nya
"Sebentar lagi mas Dani akan menjadi milik ku, aku akan menguasai semua gaji nya mas Dani. Ibu pasti bangga pada ku!" Guman Mela sambil tersenyum puas.
Tanpa mereka sadari bahwa Mela dan Dani saling menipu satu sama lain, jabatan Manager yang Dani dapat kan saat ini karena rekomendasi dari Marsya. Marsya lah yang sudah diam - diam membantu Dani naik jabatan, tapi Dani merasa bahwa semua nya berkata kerja keras diri nya sendiri.
Bahkan Dani sudah berselingkuh di belakang Marsya, tapi Marsya tidak akan diam saja. Dia akan membuat Dani menyesal saat dia mengetahui fakta yang sebenar nya, Dani dan keluarga nya akan menyesal saat mereka mengetahui siapa sebenar nya Marsya.
*****
Marsya pulang ke rumah tidak seperti biasa nya, dia pulang setelah waktu magrib berlalu. Dia sholat magrib dan makan di rumah nya terlebih dahulu, setelah itu baru lah dia pulang.
"Dasar menantu kurang ajar, bisa - bisa nya kamu keluyuran seharian sementara kamu enak - enakan berada di luar!" Begitu Marsya pulang dia langsung di sambut dengan suara cempreng ibu mertua nya.
"Aku keluar juga kerja bu, kalau anak ibu mampu memberi nafkah pada ku maka aku tidak akan keluar!" Jawab Marsya dengan berani.
"Kamu semakin kurang ajar ya Marsya, aku akan adukan kamu sama Dani biar kamu di cerein sama anak saya!" Ujar bu Ana sambil berkata pinggang.
"Oh ya, silahkan saja. Saya tidak takut di cerai kan oleh anak ibu!" Marsya balik menantang ibu mertua nya.
Dasar wanita miskin, cepat kamu masak sana saya sudah lapar!" bu Ana menyuruh Marsya untuk memasak.
"Ibu masih punya kaki dan tangan kan? Jadi masak saja sendiri, yang mau makan juga siapa!" Jawab Marsya dengan berani.
Marsya berlalu meninggal kam bu Ana yang masih mengeluarkan omelan dan makian nya untuk Marsya, tapi Marsya sudah tidak perduli lagi. Cukup sudah pengorbanan nya selama ini, dia tidak pernah di hargai.
Karena Marsya tidak mau memasak, akhir nya bu Ana dengan sangat terpaksa pergi ke dapur intuk memasak sendiri. Perut nya sudah sangat lapar, untuk memesan makanan dari luar itu tidak mungkin sebab Dani mengurangi jatah uang nya sekarang. Dani melakukan semua itu agar nisa segera menikahi Mela, mereka sudah tidak sabar lagi unyuk menguasai harta keluarga nya Mela.
"Punya menantu tidak berguna, dasar orang kampung mana miskin lagi. Kalau saja aku tidak butuh pembantu gratisan, sudah lama aku suruh Dani mencerai kan diri nya!" Omel bu Ana samnil memotong sayuran.
Pak Amin yang mendengar istri nya ngomel, bergegas pergi ke dapur untuk membantu nya memasak.
"Bu, kalian jangan keterlaluan sama Marsya!" Pak Amin mengingat kan istri nya.
"Pak, pak, kok kamu masih aja mau belain wanita miskin dan tidak berguna itu. Sebentar lagi Dani akan menikahi Mela, anak dari pemilik perkebunan teh yang luas!" Bu Ana menceritakan tentang Mela.
"Bu, ibu ini sama - sama perempuan dan kita juga punya anak perempuan. Kok tidak ada simpati nya sama sekali, bagai mana jika suatu hari nangi Bela yang di perlakukan seperti Marsya, bagaimana perasaan ibu. Eling bu, eling,,,,!" Pak Amin memberi nasihat pada istri nya.
"Bela itu berpendidikan tinggi pak, ya tidak mungkin lah dia akan di perlakukan seperti itu. Bela itu nanti nya akan kerja di kantoran, bukan sebagai pelayan toko seperti Marsya!" Bu Ana tidak perduli dengan nasihat dari suami nya.
"Astagfirullah hal adzim bu, nyebut bu, nyebut. Bisa - bisa nya ibu bicara seperti itu, kita tidak tahu seperti apa hidup kita ke depan nya. Marsya itu istri yang baik bu, jangan karena uang dan harta ibu akhir nya menyesal!" Pak Amin pusing memikirkan kelakuan istri nya yang semakin menjadi.
"Udah lah pak, jangan banyak bicara kamu. Ibu semakin pusing mendengar nya!" Ujar bu Ana pada suami nya.
Pak Amin yang awal nya ingin membantu istri nya memasak, mendadak pergi dari dapur. Dia sudah tidak tahu lagi apa yang harus dia lakukan agar istri nya sadar, pak Amin pergi ke teras depan dan memilih duduk di sana sendirian.