NovelToon NovelToon
Istri Cadangan Sang Mayor

Istri Cadangan Sang Mayor

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Menikahi tentara / Ibu Tiri
Popularitas:57.7k
Nilai: 5
Nama Author: Mommy Ghina

"Tante Kei, mau nggak jadi mamanya Rafka?"
"What!! Berarti jadi Ibu Persit dong? Dan jadi bini Mayor kaku kayak kanebo?"

Mayor Satria Pramudya, 33 tahun, sudah lima tahun menduda, keluarganya sudah mendesaknya untuk menikah lagi. Sementara, Rafka, anaknya sejak lahir sudah dekat dengan adik istrinya–Keisa Azzura, 21 tahun.

"Dek, kamu yakin Kakak boleh nikah lagi?"
"Ya, boleh lah, masa dilarang. Nanti ularnya bisa karatan loh ... lama-lama menduda. Lagian, Rafka juga butuh sosok ibu."
"Kalau begitu Kakak boleh melamar Adek?"
"Eh, Apa! Maksud Kak Satria gimana?

Keisa tak menyangka kakak iparnya meminang, sedangkan ia sudah punya cowok incaran. Apalagi Satria tidak pernah mengucapkan kata cinta dan ada sesuatu...

Bagaimanakah rumah tangga Satria yang kaku menghadapi Keisha yang barbar? Belum lagi ada rahasia Satria yang tiba-tiba...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy Ghina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15. Tamu Sore Hari

Dua hari sejak panggilan telepon malam yang penuh teka-teki itu, langit sore Jakarta tampak sedikit mendung. Jam digital di pergelangan tangan Keisha menunjukkan pukul empat lebih lima belas menit ketika sepeda motor matic milik Rendra perlahan memasuki pekarangan rumah keluarga Farrel.

"Makasih ya, Ren, udah repot-repot nganterin sampai depan pintu," ucap Keisha sembari turun dari boncengan dan melepas helmnya, lalu menyerahkannya kembali kepada Rendra.

"Santai aja, Kei. Kan sekalian gue mau ngambil makalah kelompok kita yang bab dua kemarin. Biar bisa langsung gue jilid malam ini," jawab Rendra sambil tersenyum ramah, merapikan letak jaket denimnya.

Baru saja Keisha hendak melangkah menuju teras, matanya menangkap sosok SUV hitam pekat yang terparkir rapi di bawah carport. Nomor pelatnya sangat ia hafal. Itu mobil Mayor Satria. Keisha sempat mengerutkan keningnya heran. "Tumben sore-sore hari kerja begini Kak Satria udah nongol di sini? Biasanya kan jam dinasnya padat banget," batin Keisha.

"Eh, Ren, mending kamu masuk dulu aja ke dalam. Yuk, duduk di dalam dulu, di luar mendung banget nih, takutnya keburu hujan sebelum aku ketemu makalahnya," ajak Keisha sembari memberikan isyarat dengan kepalanya.

"Oh, boleh deh. Makasih, Kei," Rendra menurut saja. Ia mematikan mesin motornya, menurunkan standar ganda, lalu berjalan beriringan bersama Keisha menuju pintu utama yang tampak setengah terbuka.

Belum sempat Keisha mengetuk pintu, sebuah hantaman kecil dari arah dalam langsung memeluk kaki kulotnya. Rafka, dengan kaos rumah bergambar pahlawan super, mendongak dengan mata bulat yang berbinar riang.

"Tante Keiii! Udah pulang!" seru bocah lima tahun itu bersemangat.

"Halo, Jagoan Tante! Kok belum mandi sore, hm?" Keisha berjongkok sebentar, mencubit gemas pipi keponakannya.

Rafka langsung membisikkan sesuatu dengan gaya heboh, seolah sedang menyampaikan dokumen rahasia negara. "Tante Kei, Papa ada di dalam! Papa datang bawa kue bolu pandan, bolu keju kesukaan Tante Kei banyak banget!" laporan si bocil dengan suara yang sebenarnya tidak bisa dibilang berbisik karena masih terdengar jelas ke teras.

Keisha terkekeh pelan. "Oh ya? Wah, asyik dong. Ya udah, Rafka, ini ada Om Rendra. Salim dulu sama Om Rendra."

Rafka mengalihkan pandangannya pada Rendra yang berdiri di belakang Keisha. Bocah itu menurut, menyalami tangan Rendra dengan sopan meski matanya menatar pemuda itu dengan tatapan penuh selidiknya yang khas—warisan mutlak dari tatapan tajam sang ayah.

"Yuk, masuk, Ren. Duduk di ruang tamu dulu ya, agak berantakan enggak apa-apa kan," ujar Keisha mempersilakan Rendra untuk menempati salah satu sofa kayu di area ruang tamu bagian depan.

"Aman, Kei. Kayak ke rumah siapa aja," sahut Rendra canggung, terutama karena ia mulai mendengar lamat-lamat suara berat pria dewasa dari arah ruang tengah yang hanya dibatasi oleh sebuah lemari pembatas kayu besar.

***

Di ruang tengah yang sejuk, Ayah Farrel tampak duduk santai sembari menikmati secangkir kopi hitam. Di hadapannya, Satria duduk dengan posisi tegap yang sempurna. Pria itu tampaknya baru saja kembali dari markas, karena ia masih mengenakan kemeja seragam dinas harian (PDH) hijau lumutnya, lengkap dengan lencana dan tanda pangkat Mayor di pundak, meski kancing bagian paling atasnya sudah dibuka sedikit untuk mengurangi rasa gerah. Mereka berdua sedang terlibat obrolan serius mengenai perkembangan bisnis logistik keluarga yang belakangan ini dipegang oleh Satria, dan membicarakan yang lainnya.

Langkah kaki Keisha yang teratur terdengar mendekat dari arah koridor depan. "Assalamu'alaikum, Ayah ... Sore, Kak Satria," sapa Keisha dengan nada cerianya yang biasa begitu kepalanya menyembul dari balik lemari pembatas.

Ayah Farrel mendongak, lalu tersenyum hangat. "Eh, anak bungsu Ayah baru pulang. Kok sore banget, Kei? Banyak kelas?"

"Iya, Yah, tadi ada kelas pengganti dulu di jam terakhir," jawab Keisha sembari berjalan mendekat dan menyalami tangan ayahnya dengan takzim. Ia kemudian melirik ke arah Satria yang duduk diam di sofa sebelah. "Eh iya, Yah, di depan ada Rendra yang nganterin Keisha pulang. Ia mau sekalian mengambil draf makalah kelompok yang kemarin ketinggalan di kamar aku."

Ayah Farrel mengangguk-angguk paham. "Oh, Nak Rendra yang waktu itu menjemputmu ya? Ya sudah, suruh duduk yang nyaman dulu. Mau dibuatkan minum apa?"

"Enggak usah repot-repot, Yah, cuma sebentar kok, cuma mau ambil kertas aja," sahut Keisha santai.

Sementara Ayah Farrel merespons dengan ramah, Satria justru menunjukkan reaksi yang sangat kontras. Pria bertubuh tegap itu sama sekali tidak membalas sapaan sore dari adik iparnya. Sudut matanya hanya bergulir lambat, melirik ke arah lorong ruang tamu depan tempat Rendra berada. Sepasang mata hitam pekatnya memicing tajam selama beberapa detik, memancarkan aura dingin yang mendadak membuat suhu di ruangan itu terasa turun beberapa derajat. Rahang tegasnya mengetat samar, memperlihatkan ketidaksukaan yang tertahan dengan sangat rapi di balik ekspresi datarnya.

Melihat respons kakak iparnya yang sedingin es batu kutub utara itu, Keisha memilih untuk bersikap masa bodoh. Ia sudah sangat terbiasa dengan sifat 'kanebo kering' milik Satria yang moody dan penuh teka-teki itu.

"Ya udah, Keisha ke atas sebentar ya, Yah, mau cari makalahnya dulu di meja belajar," pamit Keisha, lalu langsung melesat menuju anak tangga, mengabaikan suasana mencekam yang mendadak diciptakan oleh tatapan tajam sang Mayor.

***

Sepeninggal Keisha ke lantai atas, suasana di ruang tengah kembali sunyi. Rafka yang sejak tadi mengekor di belakang tantenya, kini berjalan mendekat ke arah sofa tempat ayahnya duduk. Dengan kepolosan anak kecil yang tanpa saringan, bocah itu langsung *nyelendot* manja di lengan tegap Satria, lalu membisikkan sesuatu dengan volume yang cukup keras hingga terdengar oleh Ayah Farrel.

"Papa ... Papa ...," panggil Rafka sembari menarik-narik ujung kemeja seragam Satria.

Satria menundukkan kepalanya sedikit, menatar anaknya. "Ada apa, Rafka?"

"Di depan ada pacarnya Tante Kei, Pa. Om Rendra yang ganteng pakai jaket biru itu loh," celetuk Rafka dengan wajah tanpa dosa. "Kata Tante Kei tadi, Om Rendra sengaja mau main ke rumah kita."

Uhuk!

Ayah Farrel yang baru saja hendak menyesap kopinya langsung tersedak kecil mendengar kalimat cucunya. Pria paruh baya itu buru-buru meletakkan kembali cangkirnya ke atas tatakan, lalu melirik ke arah menantunya dengan tatapan cemas.

Mendengar kalimat yang keluar dari mulut polos anaknya, tubuh Satria mendadak menegang sempurna. Pandangan matanya yang semula tertuju pada cangkir teh di atas meja, kini beralih sepenuhnya ke arah ruang tamu depan.

Bersambung...

1
Sugiharti Rusli
kalo si Ingrid yang diberikan peluang, pasti langsung terima dengan sangat bahagia, karena itu memang tujuan dia ikut ke Jakarta, cari kerjaan mah modus saja
Sugiharti Rusli
bahkan saat Satria sudah mengutarakan niatnya pun, Keisha menolaknya dan merasa tidak tertarik jadi istri tentara
Sugiharti Rusli
karena selama ini mana pernah si Keisha cari" perhatian pada dirinya yang sudah jadi duda kakaknya selama lima tahun ini,,,
Sugiharti Rusli
Satria malah ga suka perempuan yang merasa dirinya pantas menjadi pendamping dirinya saat ini, dia malah suka yang cuek model adik iparnye sendiri
Sugiharti Rusli
apalagi yang sok" caper dari dirinya dengan sangat kentara yah😁😁😁
Sugiharti Rusli
tapi sayang Ngrid, kamu bukan tipikal yang Satria inginkan sebagai calon istri,,,
Sugiharti Rusli
jadi penasaran sama reaksi kedua ortu Satria saat dia mengutarakan niatnya, apalagi sepertinya sang ibu sudah memilih perempaun lain yang dia bawa swkarang
Sugiharti Rusli
dan sekarang di saat ortunya datang ke Jakarta, mau tidak mau Satria harus membiacarakan hal itu nanti,,,
Sugiharti Rusli
karsna bagaimanapun Satria sudah mengutarakan niatnya meminang sang adik ipar ke ayah mertuanya,,,
Sugiharti Rusli
apalagi saat sang ibu ingin segera bertemu cucunya dari bandara, hal itu akan membuat suasana tidak akan kondusif
Sugiharti Rusli
meski Satria belum tahu maksud kedua ortunya membawa serta si Ingrid bersama mereka, tapi feelingnya mengatakan lain deh,,,
Puput Assyfa
jangan harap satria mau melirikmu grind karena km terlalu banyak drama untuk cari perhatian supaya dilirik,
Puput Assyfa
pasti Inggrid gencar bgt pengen dapet satria ditambah dapat dukungan dr ibunya satria makin di atas angin
Engkar Sukarsih
nah kan dah ketauan...kalau kedatangan orang tua bang Satria,ada udang di balik bakwan 🤭🤭🤭nih
Wiek Soen
kayaknya Satria mw bilang klo sdh melamar Keisha
Wiek Soen
ternyata oh ternyata ada niat terselubung Ingrid,semoga Satria konsisten dg Keisha
Naufal Affiq
ngomong aja satria,kalau kau sudah punya pilihan calon istri,biar orang tua mu tau
Fa Yun
totalitas sekali carmuk mu Astrid
Teh Euis Tea
wahh bibit ulat bulu nih si inggrit
Mutaharotin Rotin
laaannjjuut mak ghin 🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!