NovelToon NovelToon
Kebangkitan Istri Yang Direndahkan

Kebangkitan Istri Yang Direndahkan

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:743.1k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Astrid mengorbankan segalanya untuk keluarga. Namun, pengorbanannya justru dibalas dengan hinaan.

Setelah melahirkan, tubuh Astrid berat badannya naik drastis hingga membuat Lucas, suaminya yang seorang dokter, merasa malu memiliki istri sepertinya. Tak hanya itu, Marta, sang mertua, juga menganggap Astrid sebagai wanita tidak berguna karena tidak memiliki pekerjaan maupun prestasi yang bisa dibanggakan.

Puncaknya terjadi saat Lucas dan Marta mempermalukannya di depan banyak tamu undangan. Harga dirinya diinjak-injak tanpa belas kasihan, seolah seluruh pengorbanannya selama ini tidak pernah berarti. Hari itu, Astrid memutuskan untuk berhenti menangis.

Dengan bantuan Mateo, Astrid bangkit dan mengubah hidupnya. Saat satu per satu kesuksesan berhasil diraihnya, orang-orang yang dulu merendahkan mulai menyadari kesalahan mereka.

Kini giliran mereka yang memohon, sementara Astrid tak lagi peduli. Karena ada penghinaan yang bisa dimaafkan, tetapi tidak pernah bisa dilupakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Pukul lima pagi, Astrid sudah terbangun. Padahal semalaman ia hampir tidak bisa tidur. Berkali-kali ia memejamkan mata, tetapi wajah Lucas dan suara Marta terus muncul di kepalanya seperti bayangan yang menolak pergi.

"Aku rasa anak saya pantas mendapatkan yang lebih baik."

"Bukankah Ibu hanya mengatakan kenyataan?"

Kalimat-kalimat itu terasa seperti jarum yang menusuk berulang kali. Semakin ia berusaha melupakannya, semakin jelas suara-suara itu bergema di dalam pikirannya.

Astrid duduk di tepi ranjang sambil menatap sisi tempat tidur di sebelahnya, kosong.

Lucas pulang sangat larut tadi malam, saat ia sudah berpura-pura tidur. Bahkan sampai pagi ini, pria itu tidak menyentuhnya sama sekali.

Dulu mereka memang sering tidur saling membelakangi karena sama-sama lelah. Namun, tetap ada kehangatan yang terasa. Ada percakapan kecil sebelum terlelap atau sentuhan singkat yang membuat Astrid tahu bahwa dirinya masih dicintai.

Sekarang semuanya berbeda. Mereka tidur di ranjang yang sama, tetapi terasa seperti dua orang asing yang kebetulan berbagi kamar.

Astrid menundukkan kepala. Dadanya kembali terasa sesak. Namun, kali ini ia tidak membiarkan dirinya larut terlalu lama dalam kesedihan. Ada seorang anak yang harus diurus. Ada sarapan yang harus disiapkan. Ada kehidupan yang tetap berjalan meskipun hatinya sedang hancur perlahan. Ia menarik napas panjang, lalu bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju dapur.

Seperti biasa, Astrid mulai menyiapkan sarapan. Ia membuat telur dadar, menghangatkan sup, memotong buah, dan menyeduh kopi tanpa gula kesukaan Lucas. Tangannya bergerak otomatis, seolah sudah hafal setiap langkah tanpa perlu berpikir. Selama bertahun-tahun, rutinitas itu telah menjadi bagian dari hidupnya.

Namun, pagi ini terasa berbeda. Tidak ada rasa hangat yang biasanya menyertai setiap pekerjaan yang ia lakukan untuk keluarganya.

Tidak ada rasa bahagia. Ia melakukan semuanya hanya karena terbiasa.

Tak lama kemudian, suara langkah kaki terdengar dari arah tangga. Astrid menoleh dan melihat Lucas turun dengan pakaian kerja yang sudah rapi. Pria itu langsung berjalan menuju meja makan tanpa menatapnya sedikit pun.

Tidak ada ucapan selamat pagi ataupun senyuman hangat. Tidak ada juga ciuman singkat di kening seperti yang dulu selalu ia lakukan sebelum berangkat kerja.

Lucas hanya duduk di kursinya lalu menatap layar ponsel di tangannya.

Astrid menggenggam erat pegangan cangkir kopi yang masih hangat sebelum membawanya ke meja makan. Dengan senyum tipis yang dipaksakan, ia meletakkan cangkir itu di depan suaminya.

"Kopimu."

"Hm." Lucas menjawab singkat tanpa mengangkat kepala. Hanya itu, tidak lebih.

Jempol Lucas terus bergerak di atas layar ponsel, seolah dunia di dalam sana jauh lebih menarik daripada wanita yang berdiri di depannya.

Astrid tetap berdiri beberapa saat. Entah apa yang ia tunggu. Mungkin sebuah tatapan hangat dan sebuah ucapan terima kasih. Atau mungkin sekadar pengakuan bahwa dirinya masih ada di rumah itu. Yang terjadi justru membuat dadanya semakin nyeri.

Lucas tersenyum. Senyum kecil yang sangat tipis saat Lucas menatap layar ponselnya.

Hal itu cukup untuk membuat jantung Astrid terasa seperti ditusuk sesuatu yang tajam. Sudah lama sekali ia tidak melihat senyum seperti itu. Senyum yang dulu sering diberikan Lucas kepadanya. Senyum yang membuatnya jatuh cinta berkali-kali kepada pria yang sama.

Astrid merasakan tenggorokannya mendadak kering. Jarinya tanpa sadar mencengkeram ujung celemek yang dikenakannya. Ia berusaha menenangkan diri dan mengabaikan berbagai kemungkinan yang mulai bermunculan di kepalanya.

Mungkin itu pesan dari teman kerja atau chat dari grup rumah sakit dan hanya obrolan biasa.

Namun entah kenapa, kali ini Astrid tidak benar-benar percaya pada alasan-alasan yang ia ciptakan sendiri.

Lucas sedang menatap layar ponselnya ketika terdengar suara langkah kaki kecil dari arah tangga.

"Papa ...!" Suara cadel itu langsung membuat Astrid menoleh.

Ariana berjalan tertatih-tatih sambil memeluk boneka kelinci yang ukurannya hampir setengah tubuhnya. Rambutnya masih sedikit berantakan karena baru bangun tidur. Celana piyamanya naik sebelah.

Begitu melihat Lucas, wajah mungil itu langsung berseri-seri. "Papa pulang?"

Astrid tersenyum tipis. Bagi Ariana, melihat ayahnya di pagi hari tetap menjadi hal yang menyenangkan.

Lucas sebenarnya sudah berangkat dan turun lagi karena mengambil berkas yang tertinggal di kamar.

"Iya, Sayang." Lucas menjawab tanpa mengalihkan pandangan dari ponselnya.

Ariana segera berjalan menghampiri. Tangannya yang kecil menarik ujung celana ayahnya.

"Papa ... gendong."

Lucas masih sibuk mengetik sesuatu. "Nanti, ya."

"Benta! aja." Ariana mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi, minta digendong.

Biasanya Lucas akan langsung mengangkatnya. Namun kali ini pria itu hanya mengusap sekilas kepala putrinya.

"Papa lagi sibuk."

Senyum Ariana perlahan memudar. Mata bulatnya berkedip beberapa kali. Seolah tidak mengerti kenapa ayahnya tidak menggendongnya seperti biasa.

Anak itu lalu menoleh ke arah Astrid. "Mama ...."

Astrid langsung membuka kedua tangannya. "Sini, Sayang."

Ariana berlari kecil menghampiri ibunya. Kemudian memeluk leher Astrid erat-erat. Pipi chubby-nya menempel di bahu sang mama.

Astrid mengelus punggung putrinya perlahan. Hatinya terasa nyeri. Bahkan anak sekecil Ariana mulai merasakan perubahan Lucas.

"Papa jahat?" bisik Ariana dengan suara polos.

Astrid langsung menahan napas.

Lucas yang mendengarnya sekilas mengangkat kepala. "Ariana, Papa tuh lagi sibuk. Kamu harus mengerti."

Namun, gadis kecil itu sudah kembali sibuk memainkan telinga boneka kelincinya. Tidak mengerti kalau kalimat sederhananya barusan menusuk hati kedua orang tuanya dengan cara yang berbeda.

Astrid mencium puncak kepala putrinya. "Lain kali Papa pasti gendong Ariana." Meski dalam hatinya, ia tidak lagi yakin akan banyak hal.

1
Wirly Pena
Semangat thor, karya yang bagus 👍

halo temen2, Jangan lupa mampir di " aku istrimu bukan babumu "

terimakasih 🙏
Punkpunk 234
larut dalam haru..aku tuh 🥺🥺
ikutan happy.. boleh ya.. 😍👍😍
Punkpunk 234
saammaa Juull.. aku juga kesel liat leletnya bang Teo.. gercep ngapa bang.. 💪👍💪
Punkpunk 234
apartemen mewah hadiah dr Lucas udah disita bloomm.. ?!? plus barang² mewahnya.. !?!
Punkpunk 234
semoga hukumullah segera menimpanya.. masuk hotel prodeo laa.. 😂👍😂
Punkpunk 234
jom Astrid.. jangan jadi cewek menye².. sadarlah.. c Lucas itu penipu ulung 😡 tinggalkan suami mental rusak keq c ibliz Lucas.. 😡😡😡
Punkpunk 234
dasar suami biadab.. mampoozz aja loe blizz 😡😡😡
Punkpunk 234
aku ikut mampir thoorr..
Yasinta Niken
ayo jawab Mateo
Yasinta Niken
Aduhhh Mateo Kamu kelamaan nembak Astrid hati2 diambil orang lho
Yasinta Niken
semangat Astrid 👍👍👍
niktut ugis
asli bagus banget ceritanya Thor
niktut ugis
memang tidak ada orang dewasa ya saat Astrid & Mateo kerja?
Yasinta Niken
aduh Lucas kamu memang manusia yang tak punya hati kehancuranmu sudah semakin dekat 😄😄😄
Yasinta Niken
bagus Astrid lawan mak lampir Marta 👍
Yasinta Niken
OOO Mak Lampir datang 🤭
Yasinta Niken
hati2 ya Astrid semoga berhasil dengan teman yang baik 💪
lyla lafiya
👍
Yasinta Niken
nah lho starla sebentar lagi hidupmu juga akan hancur
Yasinta Niken
sebentar lagi hidupmu diambang kehancuran Lucas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!