NovelToon NovelToon
Jeratan Cinta Sang Duches

Jeratan Cinta Sang Duches

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Ruang Ajaib / Fantasi
Popularitas:36.7k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

Alessandro Magnus, Grand Duke penguasa Wilayah Magnus, dia terkenal kejam, dingin, dan punya insting membunuh yang tajam. Segala macam jebakan politik, racun, atau mata-mata yang dikirim musuh-musuhnya hanyalah kotoran yang bisa dia selesaikan dalam satu tebasan pedang.

Anastasia Starling adalah gadis yang selama ini terkenal pendiam, tertutup, dan lemah di seluruh kekaisaran. Namun, tidak ada yang tahu bahwa jiwa di dalam tubuh itu telah digantikan oleh seorang pembunuh berdarah dingin yang mati akibat dikhianati.

Bagi Anastasia yang baru, air mata adalah tanda kelemahan yang menjijikkan, berbekal insting bertahan hidup yang kuat, mulut yang tajam, kemampuan bertarung, serta rahasia ruang dimensi di dalam jiwanya, dia menolak menjadi boneka politik

"Hugo, mundur tiga langkah, matamu terlalu lancang menatap istriku. Jaga batasanmu sendiri sebelum aku menganggap kesetiaanmu itu sebagai ancaman yang harus ku potong kepalanya." _Grand Duke Alessandro Magnus.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SALING MENGUNTUNGKAN

Alessandro melangkah dengan langkah kaki yang berat dan cepat.

Sepanjang jalan, para ksatria dan pelayan yang berpapasan langsung menepi, menundukkan kepala dalam-dalam karena tidak berani melihat wajah sang Grand Duke yang saat ini tampak seperti iblis yang siap mencabik musuhnya.

Sementara Anastasia yang ada di gendongan Alessandro, terlihat sangat puas karena berhasil menjebak Arkan masuk ke dalam jebakan nya, bahkan kedua kesatria istana menyaksikan itu semua dan percaya bahwa sang Pangeran Mahkota telah melakukan kejahatan pada Grand Duchess Magnus.

"Pria bodoh, berani bermain-main dengan ku," batin Anastasia, tersenyum miring.

Begitu sampai di depan pintu kamar Anastasia, Alessandro menendang pintu itu dengan keras.

Brak

Dia membawa Anastasia masuk dan membaringkannya di atas ranjang besar dengan sangat hati-hati.

Nina yang berlari mengikuti dari belakang langsung masuk dengan napas terengah-engah, wajahnya masih menyisakan rona kepanikan.

"Nero! Panggil tabib sekarang juga!" perintah Alessandro tanpa menoleh, suaranya menggelegar memenuhi ruangan.

"Tidak perlu," ucap Anastasia cepat,

Anastasia perlahan duduk di tepian ranjang, lalu menatap Nina yang berdiri ketakutan di dekat pintu.

"Nina, keluar dulu, ambilkan aku air hangat dan kain bersih, tapi jangan panggil tabib. Pergi sekarang," perintah Anastasia, datar.

"B-baik, Grand Duchess!" jawab Nina patuh, dia segera membalikkan badan dan keluar dari kamar, menutup pintu dengan rapat.

Setelah memastikan pelayannya pergi, Anastasia mengembuskan napas panjang lalu meluruskan punggungnya.

Segala raut wajah menderita, air mata, dan tubuh gemetar yang dia tunjukkan di taman tadi lenyap seketika, yang tersisa hanyalah Anastasia dengan tatapan mata biru yang tenang dan senyum miring yang licik.

Alessandro yang melihat perubahan drastis itu langsung menyipitkan matanya, dia berdiri tegak di depan Anastasia, melipat kedua tangannya di depan dada sembari menatap istrinya dengan dahi berkerut.

"Jadi semua yang di taman tadi hanya bualanmu?" tanya Alessandro, suaranya terdengar rendah dan penuh selidik.

Anastasia mengangkat lengan gaunnya yang robek, melihat goresan kecil di kulitnya yang sebenarnya sama sekali tidak terasa sakit baginya.

"Tentu saja, kalau aku tidak menggores lenganku sendiri, mana mungkin para ksatria bodoh itu percaya kalau Pangeran kesayangan mereka baru saja melakukan kekerasan fisik," jawab Anastasia, tersenyum miring.

Alessandro terdiam sejenak, lalu sebuah tawa pendek yang terdengar tidak percaya lolos dari mulutnya.

"Kamu benar-benar gila, Anastasia, kamu sengaja melukai dirimu sendiri hanya untuk menjebak seorang Pangeran Mahkota?" tanya Alessandro, menggeleng kan kepala nya.

"Melukai diri sendiri?" ulang Anastasia mendengus geli, lalu menatap Alessandro dengan tatapan meremehkan.

"Goresan kecil seperti ini bahkan tidak layak disebut luka, Ale. Tapi dampaknya? Luar biasa, bukan? Sekarang Arkan terkunci di kamar tamu kita sebagai tahanan politik atas tuduhan kejahatan dan penganiayaan terhadap Grand Duchess Magnus," lanjut Anastasia tampak terlihat sangat puas.

Alessandro berjalan mendekat, lalu mendudukkan dirinya di kursi kayu yang berada tepat di samping ranjang, matanya masih menatap lekat ke arah goresan di lengan Anastasia.

"Lalu, apa rencanamu selanjutnya? Arkan adalah penerus takhta. Kaisar tidak akan tinggal diam jika tahu putranya ditahan di sini," tanya Alessandro, cukup penasaran dengan istri licik nya.

"Itulah intinya," jawab Anastasia, matanya berkilat penuh kemenangan.

"Biarkan Kaisar panik, aku tahu posisi politik Arkan di ibu kota sebenarnya sedang goyah. Dengan adanya bukti bahwa dia mencoba mencuri peta pertahanan Magnus dan mencelakai ku, posisi tawar mu di depan kekaisaran akan naik berkali-kali lipat. Kamu bisa meminta kompensasi apa pun yang kamu mau dari Kaisar untuk menebus putra bodohnya itu," jawab Anastasia, santai.

Mendengar penjelasan Anastasia, Alessandro tanpa sadar mulai kagum dan penasaran.

Gadis yang awalnya dia kira hanyalah mata-mata murahan, ternyata memiliki otak yang jauh lebih cerdas dan berbahaya daripada para penasihat perangnya di ruang rapat.

"Kamu memanfaatkan suamimu sendiri untuk membalas dendam pada mantan tunanganmu, hah?" tanya Alessandro dengan senyum miring yang terkesan menggoda.

Anastasia membalas senyuman itu dengan tidak kalah menantang, dia memajukan tubuhnya sedikit ke arah Alessandro.

"Bukan memanfaatkan, Suamiku, ini disebut kerja sama yang saling menguntungkan, aku mendapatkan kepuasan melihat Arkan hancur, dan kamu mendapatkan keuntungan politik serta militer yang besar dari kekaisaran. Bukankah itu kesepakatan yang bagus?" ucap Anastasia, dengan suara menggoda nya.

Alessandro menatap bibir ranum Anastasia yang sedang tersenyum licik, lalu pandangannya turun ke arah tangan wanita itu, tanpa diduga, Alessandro mengulurkan tangan kanannya, menangkap pergelangan tangan Anastasia yang terluka dengan lembut, menghindari goresan darahnya.

"Kesepakatan yang sangat bagus," ucap Alessandro, suaranya mendadak berubah menjadi agak serak.

"Tapi lain kali, jika kamu butuh darah untuk membuat drama, gunakan darah musuhmu. Jangan biarkan kulitmu tergores lagi di depanku. Itu mengganggu pemandangan ku," lanjut Alessandro, mulai peduli tapi gengsi.

Anastasia sempat tertegun sesaat menerima perlakuan tak terduga itu, kulit tangan Alessandro yang kapalan karena sering memegang pedang terasa sangat hangat di pergelangan tangannya. Namun, dia dengan cepat menarik tangannya kembali dengan gerakan santai agar tidak terlihat salah tingkah.

"Apa kamu mulai perduli dengan istri mu ini Grand Duke Magnus yang terhormat?" tanya Anastasia, tersenyum miring, menyentuh rahang tegas Alessandro.

"Jangan mulai Anastasia..." desis Alessandro, merasa tubuhnya panas karena sentuhan dari Anastasia.

Anastasia tidak menarik tangannya. Jari-jemari lentiknya justru bergerak perlahan, menyusuri garis rahang tegas Alessandro dengan gerakan yang sangat berani.

Sepasang mata birunya menatap lurus ke dalam manik mata gelap sang Grand Duke, memancarkan kilatan menantang yang dipenuhi kelicikan.

"Mengapa? Apa seorang Grand Duke yang terkenal kejam di medan perang mendadak gugup hanya karena sentuhan dari wanita yang dianggap pajangan?" goda Anastasia, memperlebar senyum miringnya.

Alessandro menahan napasnya sesaat, cengkeraman tangannya di pergelangan tangan Anastasia yang tidak terluka mendadak mengencang, namun tidak sampai menyakitinya.

Aura dingin yang biasanya menguar dari tubuh pria itu seolah menguap, digantikan oleh ketegangan lain yang membuat suasana kamar terasa semakin panas.

"Jangan bermain api denganku, Anastasia. Kamu tidak tahu apa yang bisa dilakukan oleh iblis Magnus ini jika kamu terus memancingnya," desis Alessandro dengan suara yang semakin rendah dan serak, menatap lekat-lekat bibir ranum di depannya.

Anastasia terkekeh pelan, sebuah tawa renyah yang terdengar sama sekali tidak terintimidasi oleh ancaman Alessandro, dia perlahan menarik tangannya dari rahang Alessandro, lalu menyandarkan kembali punggungnya ke bantalan ranjang dengan gerakan yang sangat santai.

"Aku tidak sedang bermain api, Ale, aku hanya sedang menguji seberapa kuat pertahanan suamiku yang katanya tidak punya hati ini," jawab Anastasia enteng, sembari merapikan bagian depan gaun tidur luarnya yang sedikit berantakan.

Alessandro mendengus kasar, berusaha menetralkan kembali detak jantungnya yang mendadak berpacu lebih cepat dari biasanya.

1
Atik Kiswati
mantsap bgt alurnya.....👍👍👍
renjani
wah seru nih..jadi penasaran dgn Hugo..tapi yg pasti Hugo akan bertekuk lutut samatasia...
Noey Aprilia
Psangn idiot....pntsn jodoh.....😛😛😛....
imel
aku gak sabar dengan gebrakanmu Anastasia buat jinakkan serigala liar🤭
renjani
bagaimana rasanya tamparan tasia Arkan..makyos👍👍👍🤭🤣🤣
Fajar Fathur rizky
kaisar felix siap siap aja takhta di ambil oleh Alessandro
Anandita Syifa Malika
Semangat kakkk!!!!
IG : hofi03_skrniii: terimakasih sayangggg 🤍
total 1 replies
kaylla salsabella
😍😍😍😍
kaylla salsabella
semangat
kaylla salsabella
😍😍😍
kaylla salsabella
lanjut
Eka Putri Handayani
gak sabar nunggu kelanjutannya, cepat up ya kak🥰
ryuka
sukurin kamu nenek lampirrr
miss blue 💙💙💙
kayak nya yg paling dendam sama arkan itu nina ya 🤣🤣🤣🤣
miss blue 💙💙💙: kasih kontak dukun online kak, biar dia bisa santet online si arka 🤣🤣🤣
total 2 replies
kaylla salsabella
cie.. cie
letslalaviena
BAGUSSS BGTTT
IG : hofi03_skrniii: thank you sayanggggg 🤍
total 1 replies
kaylla salsabella
idih mimpi tuh kaisar🤭🤭
Atik Kiswati
lnjt....
IG : hofi03_skrniii: stay tuned ya kakkkk🤍
total 1 replies
Eka Putri Handayani
cie ada yg mulai terpesona nih sm ana🤣🤭ditunggu kebucinannya ale
Eka Putri Handayani
pokoknya minta imbalan wilayah yg paling subur yg memiliki hasil bumi berlimpah dan separuh kekuatan militer Kekaisaran jd kaisar dan putra mahkota idiotnya semakin takut dngn ale klo bisa jg nnt buat aja ale dan anatastasia jd pemimpin kekaisaran🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!