Seorang gadis, memulai kisah cintanya dengan hal yang mengejutkan, bagaimana tidak? setelah dilecehkan ia malah terperangkap dalam cinta yang pemuda itu berikan, akan kah perjalan kisahnya berjalan dengan baik? Baca kisah selengkapnya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mys05, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 10
Sudah sepekan pemudatu terus menghubungi Lia Chan, namun hasilnya nihil, gadis yang Nicko incar tersebut tidak pernah menanggapinya, bahkan sekedar membalas pesan-pesannya pun tidak, hal itu membuat Nicko sangat prustasi. Tidak pernah lelah Nicko menekan nomer ponsel tersebut, bahkan pria itu sampai hafal nomor ponsel Lia Chan.
"Hallo?."
Pemuda itu bernapas lega, bagaimana tidak, setelah sekian lama akhirnya Nicko mendengar suara gadis itu, meskipun hanya melalui ponsel.
"Lia Chan? aku mohon jangan matikan panggilannya." ucap Nicko.
Gadia itu terdiam meskipun saat itu panggilannya maaih berlangsung.
"Aku-aku ingin menemuimu."
"Maaf aku tidak punya banyak waktu untuk hal ini." Tegas Lia Chan
"Aku mohon temui aku di danau pusat kota, aku mohon."
Tanpa menjawab satu patah katapun, Lia Chan memutuskan panggilan tersebut secara sepihak, membuat Nicko sedikit kebingungan, apa gadis itu akan databg atau tidak.
Lina yang setiap harinya memperhatikan sang kakak, ia pun sudah berusaha untuk meyakinkan Lia Chan, namuntetap saja gadis itu tidak mempercayainya, Lia Chan hanya takut jika ia mendaapt kekecewan.
"Masalah hati memang benar-benar sangat rumit." gumam Lina dalam batinnya
***
Nicko menyandarkan tubuh jangkung itu di sebuah mobil mewah miliknya, sudah hampir satu jam lebih ia menunggu sang gadis pujaan, sesekali Nicko melirik ke arah arlojinya, namun Lia Chan masih saja belum muncul di hadapannya.
"Ada apa?"
Lia Chan berdiri begitu cantiknya di hadapan Nicko, pemuda itu mengalihkan pandangannya menatap Lia Chan.
"Kau? kau datang."
Nicko mecoba mendekati gadis itu, namun Lia Chan malah memundurkan langkahnya, seolah tidak ingin di dekati oleh Nicko.
"Diam, jangan mendekat." tegas Lia Chan
"Ayolah, kita harus bicara."
"Tidak ada yang harus kita bicarakan Nicko."
Nicko mendengus prustasi, ia menatap lirih gadis itu dengan penuh harapan.
"Aku minta maaf, ini salahku." Ucap Nicko dengan wajah yang memelas.
"Dari awal kita memang tidak seharusnya bertemu, kumohon jauhi aku Nicko."
"Hentikan omong kosong ini Lia Chan, kau salah."
Nicko meraih yangan gadis itu, ia mencengkram kuat tangan Lia Chan dna menariknya.
"Lepaskan aku bodoh, apa kau tidak waras."
Gadis itu mencoba menarik tangannya yang terus di genggam kuat oleh Nicko, pemuda itu menyentuh wajah hasil tamparan dari Lia Chan.
"Kau salah, Liaa Chan kau salah."
"Salah? kau bilang aku yg salah?"
Lia Chan terkekeh menatap Nicko dengan tatapan tajam.
"Aku memang salahh, aku salah karna aku telah jatuh cinta kepadamu, aku salah karna aku berharap kepada mu, aku salah karna aku mencintai orang yg tidak punya perasaan, kurang ajar, tidak punya hati, sepertimu!"
Mata gadis itu mulai menggengang, ia benar-benar mengatakah hal itu pada Nicko, sesosok pria yang pernah melecehkannya.
Nicko terdiam dengan wajah dingin tanpa ekspresinya, tentu Nicko sangat terkejut mendengar pernyataan tersebut yang keluar dari mulut Lia Chan, pemuda itu melepaskan cengkramannya seektika
"Bodoh, apa kau puas?"
Air matanya mulai berjatuhan, ia melangkahkan kakinya mencoba pergi dari hadapan Nicko.
"Tunggu Lia Chan,"
"Aku mencintaimu."
Seketika langkah Lia Chan terhenti, gadis itupun terkejut mendengar pernyataan tersebut yang keluar dari mulut Nicko, dengan cepat pemyda itu menghampirinya.
"Aku mencintaimu, aku mohon jangan pergi."
Spontan gadis itu langsung memeluk Nicko dengan begitu erat.
"Katakan, tolong katakan lagi."
"Aku mencintaimu, aku sangat mencintaimu."
Air mata Lia Chan berjatuhan, Nicko langsung menyeka air mata tersebut dengan begitu lembut.
"Katakan jika kau tidak akan mengecewakan aku."
Lia Chan meraih wajah Nicko yang nyaris tanpa cacat, keduanya saling menenggelamkan diri masing-masing dalam tatapan tersebut.
"Percayalah, aku tidak akan mengecewakanmu."
Nicko merengkuh bibir itu dengan amt lembut, hujan turun dan angin yang berhembus seakan menyempurnakan malam mereka, Nicko dan Lia Chan saling mengecup satu sama lain di bawah tetesan air hujan.
NEXT GUYS LIKE KOMEN DAN VOTE😍
hmor naik pitm