NovelToon NovelToon
Universitas BERDARAH (Dendam Cempaka)

Universitas BERDARAH (Dendam Cempaka)

Status: tamat
Genre:Horor / Eksplorasi-misteri dan gaib / Horor/Misteri / Dendam Kesumat / Roh Supernatural / Tamat
Popularitas:164.8k
Nilai: 5
Nama Author: Neng Syantik

WARNING!
NO BOOM LIKE! HARGAI KARYA ORANG!


“Permisi! Maaf saya mengganggu, kenapa kamu malam-malam sendirian disini?” tanya Radit.

Wanita itu berhenti bernyanyi, ia sedikit mengangkat kepalanya. Tapi, ia tidak menjawab pertanyaan Radit.

“Hey, Mbak. Kenapa diam saja? Kenapa mbak berada di kelas ini sendirian? Apakah mbak tidak takut?” tanya Radit.

“Saya gak bisa pulang!” sahut wanita itu dengan suara pelan.

“Kenapa?” tanya Radit. Wanita itu hanya menggeleng pelan.

“Saya antar, ya!” tawar Radit. Wanita itu menjawab lagi dengan anggukan kepala.

Radit segera mengulurkan tangannya, wanita itu menyambut tangan Radit yang hangat. Radit terkejut setelah meyentuh tangan wanita itu, tangan yang begitu dingin.

“Kenapa tangannya begitu dingin? Apakah dia sakit?” batin Radit.


.
.
.

Cerita ini hanya fiktif belaka, apabila ada kesamaan tempat dan nama tokoh. Itu semua hanya kebetulan semata. Dan karya ini hasil imajinasi saya sendiri, bukan PLAGIAT!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Neng Syantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 10

Tanpa menghiraukan perdebatan Ayah dan Ibu Lidia. Sarah segera berlari kearah mayat sahabatnya yang ada di atas brankar rumah sakit. Di peluknya mayat itu dengan erat oleh Sarah.

“Lidia.. Kenapa kamu pergi secepat ini?” Teriak histeris Sarah. Ia memeluk tubuh yang sudah terbujur kaku itu dengan sangat erat. “Semalam kamu masih baik-baik aja, kenapa bisa begini?” Sarah semakin histeris.

Radit, Toni dan Farhan mendekati Sarah yang sedang memeluk Jenazah Lidia itu. Mereka mencoba menenangkan Sarah.

“Sar, udah. Ikhlasin,” kata Toni sembari merengkuh tubuh Sarah kedalam pelukannya.

“Jangan di tangisi terus, air mata kamu bisa menghambat perjalanannya.” Radit ikut mengusap punggung Sarah yang terus bergetar. Ia berkata begitu, bukan karena ia tidak sedih dan tidak perduli dengan meninggalnya Lidia. Tapi ia tahu, bahwa air mata yang di keluarkan tidak akan membuat Lidia kembali hidup.

“Do-do-do'ain.. Bi-bi-biar arwahnya tenang!” ujar Farhan dengan kegagapannya itu.

Kini tiba saatnya, Jenazah Lidia di masukan kedalam Ambulance dan hendak dibawa ke Kota C.

“Tante..” Sarah menggambur ke pelukan ibu Lidia. Ia memeluk ibu Lidia dengan erat.

“Tante, maafin Sarah yang gak bisa jagain Lidia,” kata Lidia yang menangis didalam pelukan ibu Lidia itu.

“Bukan salah kamu, Sayang. Ini semua sudah takdir, terimakasih sudah menemani Lidia dan mau berteman sama dia yang keras kepala,” balas ibu Lidia. Ibu Lidia juga tidak henti-hentinya menangis. Kepergiaan putri semata wayangnya itu menjadi hantaman keras pada hatinya.

“Tante pamit, ya!” Ibu Lidia melepaskan pelukannya. Wanita separuh baya itu memasuki Ambulance untuk menemani mendiang putrinya.

Belum lagi ambulance itu melaju. Seseorang memanggil nama Lidia. “Lidia!” sosok Cempaka yang mengenakan dress putih selutut itu datang untuk menemui keluarga Lidia. Dan melihat mayat Lidia.

“Cempaka, kok kamu bisa sampai di sini?” tanya Radit. Sedangkan Toni, Farhan dan Sarah, hanya memandang Cempaka yang baru saja tiba.

“Tadi aku ke kampus, tapi disana sepi. Kata anak-anak, Lidia meninggal dan berada dirumah sakit.” Cempaka menatap dingin pada mobil Ambulance yang didalamnya ada jenazah Lidia yang di tunggui oleh ayah dan ibu Lidia sendiri.

“Jadi gitu?” Radit mendekati Cempaka.

Ayah Lidia melihat kearah Radit dan teman-teman nya berada. Ia tampak terkejut saat melihat sosok Cempaka yang berdiri di antara keempat orang itu. Saat ia melihat Cempaka dengan serius dari dalam mobil ambulance, tiba-tiba Cempaka melihatnya balik dan tersenyum kearahnya.

Ayah Lidia yang terpergok oleh Cempaka, segera mengalihkan pandangannya ke sembarang arah.

“Tidak mungkin, tidak mungkin dia. Mungkin hanya kebetulan mirip!” batin Ayah Lidia. Wajah ayah Lidia berubah pucat.

Ambulance itupun segera melaju meninggalkan area rumah sakit. Setelah ambulance yang membawa jenazah Lidia sudah tidak terlihat. Radit, Cempaka, Toni, Sarah dan Farhan segera meninggalkan rumah sakit itu.

“Cempaka, kamu balik ke kampus bareng aku aja, ya.” Ajak Radit.

“Gak usah! Aku balik sendiri aja.” Tolak Cempaka.

“Kenapa? Dari pada kamu naik angkot, mending naik motor sama aku. Gak bayar kok, lagian aku gak akan berbuat macam-macam. Kamu percaya deh, sama aku,” kata Radit. Ia pikir, Cempaka tidak mau menaiki motornya karena takut dirinya akan berbuat hal jahat pada Cempaka.

Cempaka menatap wajah Radit dengan tatapan dingin seperti biasa. Setelah itu, ia pun naik ke atas motor Radit.

Setelah Cempaka menaiki motornya, Radit segera melajukan motornya dan mengejar motor Toni yang membonceng Sarah dan juga Farhan yang membonceng angin.

“Kenapa seperti tidak ada beban?” batin Radit. Ia meyentuh telapak tangan Cempaka yang ada di pinggangnya.

“Kenapa?” tanya Cempaka.

“Gak papa, ku kira kamu ketinggalan. Abisnya ini motor kayak gak ada beban,” kata Radit. Radit pun melepaskan tangannya dari tangan Cempaka yang ia sentuh.

Cempaka diam saja setelah mendengar jawaban Radit. Bagaimana mau ada beban? Jika sosok yang menaiki motornya bukanlah manusia.

“Sikapnya sama persis seperti Harun!”

“Tunggu aku, Harun. Aku akan segera menemui dan memberitahu dirimu, dimana tempatku tinggal selama ini!”

Beberapa saat kemudian, motor Toni, Farhan dan Radit tiba di depan kampus Garuda. Mereka semua turun, termasuk sosok Cempaka.

“Cempaka, kamu mau ikut kami ke kelas kami dulu. Atau mau langsung ke kelas kamu?” tanya Radit.

“Aku langsung aja.” Cempaka berjalan lurus kearah kelasnya. Seolah-olah, ia benar-benar masuk kedalam ruangan kelas no 5.

Radit, Toni, Sarah dan Farhan segera mengikuti langkah Cempaka. Tapi, mereka bukan mengikuti, melainkan berjalan menuju ruangan kelas no 3 yang berjarak satu ruangan dari ruangan yang di masuki Cempaka.

Saat tiba di pintu ruangan no 5. Langkah Cempaka di hentikan oleh seseorang.

“Tolong jauhi manusia! Aku tau, meninggalnya teman Radit. Ada hubungannya dengan kamu!”

“Kamu harus sadar diri, alam kita berbeda. Jadi, cobalah untuk hidup di alam mu. Jangan menganggu manusia!”

“Aku tidak bisa kembali, aku terkurung di tempat ini! Meski bisa, aku tidak akan pernah kembali sebelum semua urusanku terselesaikan.” Sekedipan mata, Cempaka segera menghilang dari tempat itu.

BERSAMBUNG!

.

.

.

1
secreinz
Luar biasa
Dtyas Aldric
muncrat2 yang baca Thor ... pengen lihat dech wajah x Farhan
Dtyas Aldric
yah 😱😱😱
terbongkar dech persembunyian x
Dtyas Aldric
aku mampir Thor ..
walau telat sih 🥺
Qillah julyan
namanya juga fiksi yaa..suka2 yg nulis..😅..
Pitri Komariah
Biasa
Anisa Zahra
menurutku gara" pengalaman yg sudah d lalui Radit skrg Radit jadi bisa liat hantu dh alnya dia udh msk k alam lain dan lainnya
Anisa Zahra
semoga cempaka GK slh paham lgi y
Anisa Zahra
tuh kan jadi kasian anak mereka yg jadi korbannya😭
Anisa Zahra
maaf ini kok jalan ceritanya kaya judul film sih namanya lentera merah pemerannya LCB laudya Chintya Bella. sama" membahas dendam kepada teman se fakultas dengan menjadikan anak mereka sebagai umpan 🙏🙏
maaf bukannya sok tau hanya menyampaikan sja mungkin endingnya beda ya kn. saya harap seeprti itu
ega cempluk
kok Cempaka muncul lg sih ....?ga TAMAT dong jadinya
Anisa Zahra: klo menurutku itu bkn cempaka dh. menurutku itu hantu lain yg menyadari klo Radit skrg bisa liat
total 1 replies
ega cempluk
apa mungkin Ayah Lidia yg membunuh Cempaka? berarti Cempaka ini pacarnya ayah Radit dulu yg menghilang tanpa kabar...
Anisa Zahra: kn mmg iy emgnya kmu GK nyimak
total 1 replies
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓪𝓹𝓪 𝓡𝓪𝓭𝓲𝓽 𝓳𝓭 𝓫𝓲𝓼𝓪 𝓵𝓲𝓪𝓽 𝓼𝓮𝓽𝓪𝓷 𝔂𝓪🤔🤔🤔
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓡𝓪𝓭𝓲𝓽 𝓴𝓪𝓶𝓾 𝓱𝓻𝓼 𝓴𝓾𝓪𝓽💪💪💪💪
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓪𝔂𝓸💪💪💪💪💪💪
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓼𝓮𝓶𝓸𝓰𝓪 𝓽𝓮𝓶𝓪𝓷" 𝓻𝓪𝓭𝓲𝓽 𝓫𝓲𝓼𝓪 𝓫𝓪𝔀𝓪 𝓵𝓰 𝓡𝓪𝓭𝓲𝓽 𝓴𝓮 𝓪𝓵𝓪𝓶 𝓷𝔂𝓪𝓽𝓪 𝔂𝓪💪💪💪💪💪💪
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓴𝓮𝓷𝓪𝓹𝓪 𝓒𝓮𝓶𝓹𝓪𝓴𝓪 𝓳𝓭 𝓳𝓪𝓱𝓪𝓽 𝔂𝓪🤔🤔🤔
Anisa Zahra: sebenernya cempaka GK jahat cuma sepertinya dia TDK terima kalau cintanya slama ini sia sia. dia kesepian karna itu dia menginginkan Radit yg notabennya anak Harun kekasihnya dgn bgtu dia pikir bisa mengobati rasa dkt hatinya pda harun
total 1 replies
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓷𝓰𝓪𝓴𝓪𝓴 𝓵𝓲𝓪𝓽 𝓹𝓸𝓵𝓲𝓼𝓲 𝓼𝔂𝓸𝓴 𝓵𝓲𝓪𝓽 𝓒𝓮𝓶𝓹𝓪𝓴𝓪🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓲𝓷𝓲 𝓹𝓸𝓵𝓲𝓼𝓲 𝓴𝓮𝓶𝓪𝓷𝓪 𝔂𝓪🤔🤔🤔🤔🤔
Anisa Zahra: kemana mna hatinya senang nnti jadi pahlawan kesiangn
total 1 replies
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓷𝓰𝓮𝓻𝓲 𝓪𝓷𝓭 𝓼𝓮𝓻𝓮𝓶😱😱😱😱😱
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!