NovelToon NovelToon
Satu Arah

Satu Arah

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Tamat
Popularitas:289.7k
Nilai: 5
Nama Author: Kacang Kulit

"Haiii, Ganteng. Lagi joging, ya?" sapa Agatha setelah berada di depan Elvano. Kepalanya mendongak karena perbedaan tinggi mereka. Senyuman lebar tersungging di bibir manisnya.

Elvano berdecak malas. "Menurut lo? Udah tahu, masih aja nanya."

Selain dingin dan tidak pandai berekspresi, mulut Elvano juga sedikit tajam, membuat siapa pun yang mendengar ucapannya merasa sakit hati.

"Galak banget," cibir Agatha.

***

Ketika secercah cahaya datang menghangatkan hati yang telah lama membeku, akankah mereka dapat bersatu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kacang Kulit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10 - Merepotkan

"Kantin, yok!"

"Duluan aja, gue mau ke toilet."

Farhan mengangguk, kemudian menyeret Lucky menuju kantin. Sedangkan Elvano bergegas menuju toilet.

Ketika Elvano berada di depan toilet, dia melihat Agatha yang sedang bersandar pada dinding dengan mata terpejam. Wajahnya terlihat sangat pucat.

Kebetulan letak kamar mandi siswa dan siswi bersebelahan. Karena itu Elvano bertemu dengan Agatha yang kebetulan juga ada di toilet.

Elvano mengernyit, merasa ada yang tidak beres pada Agatha. Apa gadis itu sedang sakit?

Kenapa juga gue harus peduli?

Elvano merutuk dalam hati. Benar, mengapa harus peduli? Toh mereka bukan siapa-siapa.

Elvano berniat masuk ke dalam toilet tetapi urung karena mendengar suara seperti benda jatuh.

Braakk

Agatha pingsan.

Elvano membelalakkan matanya. Terlalu terkejut melihat tubuh Agatha yang tergeletak di atas lantai. Dengan segera, Elvano berlari menghampiri Agatha.

Elvano berjongkok, mencoba menepuk pipi Agatha pelan.

"Tha?"

Ngrepotin aja!

Elvano menghela napas pelan. Sepertinya dia harus menggendong Agatha menuju UKS. Ingat, Elvano terpaksa melakukan ini.

Sesampainya di UKS, Elvano meletakkan tubuh Agatha perlahan di atas ranjang. Kebetulan Bu Tina juga sedang berada di UKS. Beliau sempat terkejut melihat Agatha yang pingsan di dalam gendongan Elvano.

"Loh, itu Agatha kenapa?"

"Pingsan," jawab Elvano singkat.

"Saya tau," jengkel Bu Tina. "Maksudnya kenapa bisa pingsan?" Guru muda itu tidak heran mengapa Elvano berbicara sangat singkat. Di sekolah, Elvano memang terkenal sebagai siswa yang dingin dan tidak banyak bicara.

"Saya gak tau, Bu."

"Yasudah, tolong ambilkan minyak kayu putih. Kamu beliin teh anget juga ya buat Agatha. Biar Ibu yang jaga Agatha."

"Iya." Elvano berlalu meninggalkan UKS. Sangat merepotkan.

...***...

Sekitar setengah jam kemudian, Agatha mulai membuka matanya. Kepalanya terasa pusing, tubuhnya juga sangat lemas. Gadis itu mengedarkan pandangannya, di mana dia?

"Kamu udah bangun?"

Suara Bu Tina membuat Agatha menoleh.

"Saya kenapa, Bu?"

"Kamu pingsan, gara-gara saya hukum, ya?" Bu Tina meringis, mungkin dia terlalu keras memberikan hukuman sampai anak didiknya pingsan seperti ini.

Agatha tersenyum tipis, "Saya lemes banget, Bu. Boleh izin gak ikut pelajaran?"

"Yasudah, sekarang kamu istirahat saja. Ini ada teh sama makanan." Bu Tina berdiri, bersiap untuk pergi.

"Makasih, Bu." Agatha mengangguk sopan pada Bu Tina.

"Saya pergi dulu."

Setelah Bu Tina pergi, hanya ada keheningan. Agatha menghela napas. Kepalanya masih saja berdenyut. Perutnya juga lapar. Gadis itu menatap makanan yang ada di atas meja.

"Tumben Bu Tina baik, ngasih makanan ke gue?" gumam Agatha. Mungkin karena Bu Tina merasa bersalah telah membuatnya pingsan, walaupun sebenarnya bukan salah Bu Tina.

Agatha bangkit dari posisi berbaringnya. Dia segera mengambil bungkusan roti yang tergeletak di atas meja. Ia pun meminum teh hangat terlebih dahulu untuk melegakan tenggorokannya yang kering.

Ketika sedang sibuk memakan makanannya, suara teriakan seseorang membuatnya terkejut. Alhasil Agatha terbatuk-batuk karena tersedak.

"AGATHA!"

"Uhuk-uhuk."

"Eh, ini minum dulu."

Agatha meminum segelas teh yang disodorkan oleh Chacha.

"Bisa gak sih, gak usah ngagetin?" kesal Agatha.

"Ya, maaf. Gue tuh terlalu khawatir. Lo kok bisa pingsan? Lo gak sarapan? Kenapa bisa dihukum? Telat pasti! Tumben banget bisa telat, biasanya kan lo rajin? Tha, jawab dong. Kok diem sih?" tanya Chacha menggebu-gebu.

"Aduh, Cha. Kepala gue pusing banget. Nanya satu-satu bisa gak?" Agatha memijat pelipisnya

Chacha meringis meminta maaf, gadis itu sangat khawatir mendengar kabar Agatha pingsan. Sebelumnya, ini tidak pernah terjadi. Karena itu cepat-cepat Chacha pergi ke UKS setelah Bu Tina mengatakan bahwa Agatha tidak bisa mengikuti Jam pelajaran berikutnya karena sakit.

"Lo kenapa dihukum?"

"Gue telat."

"Terus kenapa bisa pingsan? Lo belum sarapan?"

"Belum, gak sempet. Cuma makan roti aja tadi."

"Astaga, lo tuh harus inget sarapan. Udah tau punya maag. Lain kali jangan sampai lupa sarapan," omel Chacha.

"Iya, bawel. Ini gue makan." Agatha menunjuk roti yang sedang dia makan.

Chacha mendengus, yang dia maksud adalah makan nasi, bukan hanya roti. Mana kenyang kalau hanya memakan roti?

"Lo pingsan di mana?"

"Di mana ya?" Agatha mencoba mengingat-ingat di mana terakhir kali dia berada. Seingatnya, setelah bel istirahat berbunyi, dia berlari ke toilet untuk membasuh wajahnya yang terasa panas.

"Di depan toilet kalau gak salah."

"Yang bawa lo ke sini siapa?"

"Mana gue tau! Pas udah sadar tiba-tiba udah di sini. Tadi ada Bu Tina juga." Agatha tidak terlalu mempermasalahkan siapa yang membawanya kemari.

"Paling Bu Tina minta tolong anak PMR." tebak Chacha.

"Iya, kali. Gue gak peduli. Gue mau tidur lagi, lo ke kelas aja sana!" Agatha kembali berbaring.

"Males, gue temenin lo aja."

"Bilang aja mau bolos," cibir Agatha.

"Itu tau." Chacha tersenyum lebar. Selagi ada kesempatan, mengapa harus disia-siakan?

"Dasar!"

...***...

Andai Aga tau kalau dia di gendong El, pasti jingkrak-jingkrak.

1
Dey Desuka
Alhamdulillah luar biasa bahagiaaa😄
Dey Desuka
woyy thorrr umurku tahun ini 38 tahun, tapi malem ini berasa balik lagi jadi 17 tahun karenamu..... nostalgia ku bayangin aku SMA si hantan🤣 gile gak tuh🤣🤣🤣
Ulfa Monalisa
Sandi
Ulfa Monalisa
jadi keinget sama nenekku🥹🥹
Ulfa Monalisa
👍👍👍👍
Ulfa Monalisa
Aku juga pengen 🤭🤭
Ulfa Monalisa
Oke guys...
daripada panjang2 bosan bacanya 🙏
Ulfa Monalisa
Awal yang kerennnn👍👍
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
seru🙂
udah tamat si tapi kok ngak sampai nikah 🙂
Aegis: kenapa gak sekalian sampe meninggal aja🥴
total 1 replies
Anna Andriani
cewe Bego, udah d tolak d kasih harepan malah Nerima aja
Anna Andriani
terlalu bertele bertele, cewe nya bego juga
Paon Nini
tim belajar yang bener biar g bego
Paon Nini
ya g tau wkwkwkw
lagian kamu beluk jadi pacarnya mau gimana lagi selain berenti. kamu mau diganggu terus sama cowok yang ngak kamu suka? cegil boleh berkelas harus 🥴
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝕡𝕖𝕣𝕒𝕤𝕒𝕒𝕟 𝕕𝕒𝕣𝕚 𝕒𝕨𝕒𝕝 𝕜𝕖𝕝𝕦𝕒𝕣𝕘𝕒 𝕖𝕝𝕧𝕒𝕟𝕠 𝕔𝕦𝕞𝕒 𝕞𝕒𝕞𝕒𝕙𝕟𝕪𝕒 𝕤𝕒𝕞𝕒 𝕒𝕕𝕚𝕜𝕟𝕪𝕒𝕟𝕕𝕠𝕒𝕟𝕘 𝕘𝕒 𝕡𝕖𝕣𝕟𝕒𝕙 𝕒𝕕𝕒 𝕡𝕖𝕞𝕖𝕣𝕒𝕙 𝕡𝕒𝕡𝕒𝕙𝕟𝕪𝕒.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝕨𝕒𝕒𝕙𝕙 𝕤𝕒𝕟𝕕𝕚 𝕒𝕜𝕦 𝕓𝕒𝕝𝕚𝕜 𝕓𝕖𝕟𝕔𝕚 𝕜𝕒𝕞𝕦 𝕥𝕖𝕣𝕟𝕪𝕒𝕥𝕒 𝕘𝕒 𝕤𝕖𝕓𝕒𝕚𝕜 𝕒𝕨𝕒𝕝 𝕜𝕒𝕞𝕦 𝕕𝕖𝕜𝕖𝕥𝕚𝕟 𝕒𝕘𝕒𝕥𝕙𝕒 𝕡𝕒𝕕𝕒𝕙𝕒𝕝 𝕚𝕓𝕝𝕚𝕤 𝕓𝕖𝕣𝕞𝕦𝕜𝕒 𝕕𝕦𝕒.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝕠𝕨𝕙 𝕔𝕖𝕨𝕖𝕜𝕟𝕪𝕒 𝕤𝕚 𝕞𝕖𝕝𝕒𝕥𝕚 𝕒𝕜𝕦 𝕚𝕟𝕘𝕖𝕥𝕟𝕪𝕒 𝕞𝕦𝕥𝕚𝕒𝕣𝕒/𝕥𝕚𝕒𝕣𝕒 𝕥𝕖𝕞𝕖𝕟 𝕤𝕖𝕜𝕠𝕝𝕒𝕙 𝕪𝕘 𝕜𝕒𝕥𝕒𝕟𝕪𝕒 𝕔𝕒𝕟𝕥𝕚𝕜 𝕚𝕥𝕦 𝕨𝕒𝕜𝕥𝕦 𝕘𝕖𝕟𝕘𝕤 𝕖𝕝𝕧𝕒𝕟𝕠 𝕟𝕘𝕠𝕓𝕣𝕠𝕝 𝕕𝕚 𝕜𝕒𝕟𝕥𝕚𝕟, 𝕞𝕒𝕦 𝕟𝕪𝕖𝕓𝕦𝕥 𝕟𝕒𝕞𝕒 𝕡𝕖𝕝𝕒𝕜𝕦𝕟𝕪𝕒 𝕕𝕚𝕒 𝕒𝕛𝕒 𝕝𝕦𝕡𝕒𝕟𝕪𝕒 𝕞𝕚𝕟𝕥𝕒 𝕒𝕞𝕡𝕦𝕦𝕟.🤣🤣
𝕞𝕒𝕒𝕗 𝕪𝕒 𝕖𝕝𝕚𝕤𝕒 𝕛𝕕 𝕜𝕒𝕞𝕦 𝕜𝕖𝕥𝕦𝕕𝕦𝕙 𝕤𝕒𝕞𝕒 𝕒𝕜𝕦.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝕜𝕒𝕝𝕒𝕦 𝕓𝕖𝕟𝕖𝕣 𝕡𝕖𝕝𝕒𝕜𝕦𝕟𝕪𝕒 𝕤𝕒𝕟𝕕𝕚 𝕥𝕣𝕤 𝕪𝕘 𝕔𝕖𝕨𝕖𝕜𝕟𝕪𝕒 𝕤𝕚𝕒𝕡𝕒 𝕪𝕒... 𝕘𝕒 𝕞𝕦𝕟𝕘𝕜𝕚𝕟 𝕖𝕝𝕚𝕤𝕒 𝕜𝕒𝕟.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝕒𝕟𝕖𝕙 𝕡𝕖𝕞𝕖𝕣𝕒𝕟 𝕦𝕥𝕒𝕞𝕒𝕟𝕪𝕒 𝕜𝕠𝕜 𝕞𝕚𝕟 𝕓𝕒𝕟𝕘𝕖𝕥 𝕕𝕒𝕣𝕚 𝕒𝕨𝕒𝕝 𝕓𝕒𝕔𝕒, 𝕘𝕒 𝕪𝕒𝕟𝕘 𝕡𝕖𝕣𝕖𝕞𝕡𝕦𝕒𝕟𝕟𝕪𝕒 𝕘𝕒 𝕪𝕒𝕟𝕘 𝕔𝕠𝕨𝕠𝕜𝕟𝕪𝕒 𝕡𝕒𝕤𝕣𝕒𝕙 𝕤𝕒𝕛𝕒.👎👎
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝙬𝙖𝙙𝙪𝙪𝙝 𝙨𝙞𝙖𝙥𝙖 𝙩𝙪𝙝, 𝙨𝙖𝙣𝙙𝙞 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙨𝙞𝙖𝙥𝙖 𝙩𝙪𝙝?🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝙮𝙖 𝙧𝙚𝙨𝙞𝙠𝙤 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙟𝙪𝙜𝙖 𝙖𝙜𝙖𝙩𝙝𝙖 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙩𝙖𝙪 𝙝𝙪𝙗𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙙𝙞 𝙜𝙖𝙣𝙩𝙪𝙣𝙜 𝙜𝙖 𝙙𝙞 𝙥𝙚𝙧𝙘𝙖𝙮𝙖 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙚𝙡𝙫𝙖𝙣𝙤 𝙩𝙖𝙥𝙞 𝙢𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙩𝙚𝙩𝙖𝙥 𝙗𝙚𝙧𝙩𝙖𝙝𝙖𝙣 𝙟𝙖𝙙𝙞𝙣𝙮𝙖 𝙢𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙝𝙖𝙩𝙞 𝙩𝙧𝙨𝙗𝙮𝙜 𝙖𝙙𝙖 𝙠𝙖𝙧𝙣𝙖𝙗𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙟𝙚𝙡𝙖𝙨 𝙚𝙡𝙫𝙖𝙣𝙤 𝙜𝙖 𝙖𝙙𝙖 𝙥𝙚𝙧𝙟𝙪𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙨𝙚𝙠𝙖𝙡𝙞 𝙗𝙪𝙖𝙩 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙢𝙪𝙣𝙙𝙪𝙧
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!