⚠️ ROMANCE ADULT COMEDY.
Tertangkap basah tidur bersama di ranjangnya, memang Kelandru yang sengaja membuat itu.
Bagaimana dia tidak tertampar dan kecewa Sania yang sudah ia pacari 2 tahun ternyata berselingkuh satu tahun ini saat Kelan berada di Australia menjalani tugas dari orang tuanya. .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Payung Hujan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
FANTASI
Pagi-pagi sekali Rea dan Kelan sudah tiba di Mily island sebuah pulau pribadi yang katanya milik teman dari Kak Miranda itu menggunakan speed boat.
Sebuah jembatan kayu menjadi tempat yang mereka injak saat tiba, lalu tampak beberapa orang datang menyambut mereka.
"Kelandru, anak laki-laki bungsu Hilantadiga, welcome to my privat island." Seorang lelaki bertubuh bak binaragawan menyambut keduanya.
"Ya Terimakasih."
Mereka pun saling beramah tamah lalu kemudian Rea bergantian menyalimi sembari menikmati welcome drink dan bunga-bunga yang diberikan.
"Semoga menikmati bulan madu kalian disini, saya Petrus pemilik tempat ini kebetulan sekali saat saya datang kalian disini, saya dan Miranda adalah teman sewaktu di Toronto."
"Oh ya. Wow tattoo mu menarik." Kelandru berbasa-basi saat mereka mulai berjalan menuju ke penginapan di atas-atas air itu.
"Ya i love tatoo." Pamerkan lelaki bertubuh tegap itu tattoo-tattoonya yang nyaris hampir diseluruh tubuh.
"Ya tattoo adalah karya seni yang indah."
"Benar sekali aku sudah mentatoo tubuhku sejak remaja, kau mempunyai tattoo?"
"Hemm tentu."
"Oh ya, dimana? Aku rasa anak-anak dari Hilantadiga sangat menjujung hal-hal yang bernila moral tinggi dan kurang tertarik dengan tatoo yang selalu di cap kurang baik."
"Tidak juga, tattoo-ku ada di punggungku."
Rea sedaru tadi diam namun mendengar semua pembicaraan, seketika mencibir dan menjulurkan lidah ingin muntah mendapatkan ucapan Kelan tentang tattoo dipunggunya.
Sebuah Ingatannya membawa Rea pada kejadian tadi pagi melihat punggung lelaki ini yang bertelanjàng bulat, seingat Rea tidak ada coretan apapun disana nyaris mulus dari atas hingga kebawah.
"Wow di punggung its very cool."
Puji lelaki itu tidak percaya, "Baiklah saya room service mengantarkan kalian, enjoy guys." Lelaki itu pergi ke arah lain.
Rea menoleh ke arah lain sambil menikmati tempat yang kian kedalam semakin tampak indah. "Dasar pembohong, punggungmu yang mana yang kau tattoo!" Gerutu Rea pelan sekali.
Namun Kelan mendengar itu lalu mendekat dan berbisik,"Jangan sok tahu atau kau jangan-jangan terus membayangkan punggungku? Ternyata kau munafik pura-pura shock padahal tersimpan dalam isi kepalamu keindahan punggungku yang mulus seperti bayi itu." Kelan tertawa pelan sangat puas mengejeknya.
Demi Tuhan Rea bergidik geli dan merasa sangat malu,"Kapan aku bilang aku melihatnya, kau sok tahu!"
"Jujur saja, kau adalah si otak mèsum yang sebenarnya, awas saja jika kau berfantasi tentangku."
Bruak
Uppss
Rea menjatuhkan sebuah tas kecil yang berisi barang-barang penting Kelan, kamera, ponsel, tablet dompet dan kartu-kartunya.
"REAA! Kau sakit jiwa barang-barangku! Kau merusaknya!"
Rea berjalan dengan santai melangkahi benda-benda yang berserakan itu, "Aku bukan asistenmu bawa sendiri. Seperti katamu aku akan berfantasi, ah iyaaa... tapi bukan memfantasikan punggungmu, kau kurang seksi, lihatlah punggung ehem si owner itu, Ohh the hot man...tunggu aku!" Desah Rea dibuat-buat segera melambai mengikuti sang owner resort sudah berjalan pergi meninggalkan mereka.
"Gadis kurang gizi, sialan! Apa katanya aku kurang seksi, kau tidak tahu begitu banyak wanita yang menggilaiku. Tanpa perlu aku susah payah meminta mereka sendiri yang menyerahkan dirinya."
"Terserah, aku ingin beritirahat menikmati liburan gratisku, selamat berbulan madu Kelandru tunggu saja Sania mu, bye...! Wow ada banyak pria tampan dan hot di tempat ini, uhuy i like it..."
Rea semakin membuat-buat tingkahnya agar Kelan semakin kesal dan ilfeel, lalu ia berputar-putsr menatapi hamparan laut yang indah dengan penginapan-penginapan yang tersusun berjarak disana lalu beberapa pria bule tampak sedang melakukan diving dan melompat-lompat ke air.
"Sialan, mau membuat telak Sania kenapa aku yang di buat telak lebih dulu oleh manusia satu ini, ehemm kau suka bermain-main dengaku ternyata. Ayo kita sama-sama berfantasi dan Sania jadi penontonnya."
Rea langsung menuju kamar dimana tempat mereka berada, ia tampak membawa coktail sembari mensesapinya dijalanan berpermukaan kayu itu.
Seketika Kelandru mendekat dan menempelkan tubuhnya memeluk Rea, "Jangan berfantasi dengan orang lain, kau memiliki suami yang sah, ayo kita berfantasi bersama-sama di ranjang kita."
"Kelandru kau sakit jiwa!" Rea segera mendorong Kelan karena shock dan laki-laki itu tertawa puas disana.
"Ayo sayang..." Keland mengeluarkan batang tembakaunya sambil tertawa, "Kenapa kau takut?"
"Berani menyentuhku aku tidak segan membubuhmu. Ini bukan pernikahan sungguhan. A-aku punya kekasih Kelan, kau jangan macam-macam."
"Hahaha kau sangat percaya diri." Kelan mendudukin sebuah tempat bersantai disana, mulai mengudarakan asap tembaunya.
Sialan dia menjebakku.
"A-aku bukan percaya diri hanya tidak ingin saja kau tertarik kepadaku, aku memiliki 3 lelaki saat ini. Jangan sampai kau menjadi yang ke-4 aku terlalu lelah."
"Memacari 3 laki-laki?"
"Hemm iya, kenapa? Aku menyukai ke tiga-tiganya."
Kelandru tertawa setahu dia Rea tidak berpacaran dan dia menyukai Sagara sepupunya namun tidak kunjung ditanggapi.
"Apa yang dilakukan orang memacari 3 orang sekaligus. Kau pengarang yang tidak handal."
"Terserah jika tidak percaya." Rea segera masuk kedalam kamar milik mereka sudah kehabisan kata.
.
.
.
.
.
.
adakah karya author yg lain
padahal bagus lho ceritanya
semangat lagi ya kak payung
love kak