Kalandra Pramana adalah putra sulung dari pasangan Sabda Pramaditya dan Cinta Nirmala, ia menjadi pewaris berikutnya dari keluarga Pramana, Kalandra atau yang akrab di sapa Andra, adalah pria dewasa yang sudah cukup usia untuk menikah, namun ia lebih suka melajang.
Apa jadinya saat Cinta meminta Andra menikahi gadis yang belum lulus SMA?
Kalya Mahira adalah gadis berusia 18 tahun terpaksa mengikuti keinginan orang tuanya menikah dengan Kalandra yang usianya jauh diatasnya.
Season 1 :
Seorang pewaris tunggal bernama Sabda Pramaditya, memiliki paras tampan dan populer.
Awalnya terpaksa membuat kesepakatan dengan gadis cantik seperti bidadari bernama Cinta Nirmala,
Namun siapa sangka, Sabda yang tidak pernah manis terhadap wanita, karena trauma dengan Mantan kekasihnya dahulu. justeru malah jadi budak cinta istrinya sendiri.
Kisahnya Manis ^^
Semanis senyuman pembaca.
Jangan Lupa Tekan Love, Like dan tinggalkan Komentar Ya :P
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Apple Cherry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sabda Cinta ~ Kamu Cantik
Maksud Lo cewek bidadari?" Rama terkaget dan memastikan.
"**** bidadari?" Seru Rayhans yang penasaran.
"Lebay Lo! Bidadari apaan! Yang Jelas Gue bakalan Nikah sama dia" Tutur Sabda Santai.
"Namanya Cinta" Terang Sabda lagi.
"Astaga Apa gue nggak salah denger sab? Lo bilang nggak tertarik kenapa malah mau Lo nikahin?"
"Cewek Mana sih yang Lo bedua lagi omongin. Nggak Ngerti Gue nih!" Rayhans bingung.
"Jadi Gue waktu di Bar ketemu pelayan Cewek Cakep abis. tapi si sabda ni bilang nggak tertarik sama sekali biangnya. Eh sekarang bilang dia mau nikah sama cewek itu. gimana nggak kaget Gue Rey!" Ujar Rama.
"Emang secakep apa sih tu cewek penasaran Gue jadinya" Sahut Rey.
"Udah nggak usah di pusingin. Gue lagi males jelasin ke Lo semua, yang jelas
Gue cuma mau kasih tahu itu aja. Gue dan Cinta bakalan Nikah minggu depan setelah wisuda S2 gue kelar. Dah gue mau cabut dulu lah"
"Woy Sab! Maen pergi aja Lo. nantilah duduk dulu ceritain dulu bikin gue penasaran aja Lo!" Ucap Rama yang masih terheran. sedangkan Rey hanya menggelegkan kepala tidak mengerti.
****
Hari ini Tepat dimana dua hari sebelum pernikahan Sabda Dan Cinta akan di gelar.
Kemarin Sabda baru saja melaksanakan Wisuda S2 nya dengan Lancar.
ia resmi menyandang Gelar MBA.
sebagai seorang pewaris Pramana Grup yang dikenal Perusahaan sangat Besar. hingga Keluarga Pramana menyandang orang terkaya seibukota bahkan saat ini kekayaanya sudah melebihi itu.
Cinta merasa gelisah ia sudah tidak bisa berbuat apa apa lagi selain menerima nasibnya menjadi seorang istri Sabda Pramaditya. alih alih senang menikah dengan seorang pewaris tunggal konglomerat. malah membuat Cinta merasa tertekan. Masalahnya Sikap Sabda yang sangat Acuh dan angkuh membuat Cinta menjadi sangat sulit beradaptasi. meskipun begitu Cinta masih bersuyukur karna Orang Tua Sabda sangat baik terhadap dirinya.
Saat Cinta sedang menyendiri di sudut kamarnya, tiba tiba ada telpon Masuk dari Sabda. Cinta terkesiap entah kenapa Jantungnya berdebar debar padahal ini hanya sebuah panggilan telepon saja pikirnya.
( "Hallo" ) Cinta
( "Kamu dimana?" ) Sabda
( "Di Rumah" ) Cinta
( "Aku akan menjemputmu 10 menit lagi. bersiaplah segera" ) Sabda
Panggilan di akhiri oleh Sabda
"Ya Tuhan ada apa denganya kenapa dia tidak bisa lebih ramah sedikit. kenapa nada bicaranya itu sangat menyebalkan. sekarang dia tiba tiba menjemputku. pasti ini karena dua hari lagi aku akan menikah denganya."
Cinta segera bersiap siap karena Sabda sebentar lagi akan menjemputnya. sejujurnya dia masih belum bisa merima pernikahan kontrak ini. rasanya dia ingin kabur. namun semuanya percuma. dia tau sebatas mana kemampuanya. bagaimana mungkin dirinya bisa melawan Seorang Sabda Pramaditya yang tersohor itu.
Setelah 10 Menit akhirnya Sabda datang dan Cinta sudah menunggu tepat di depan Rumahnya. Sabda tidak menatap Cinta hanya membuka kaca jendela mobilnya.
"Masuk"
Cinta hanya mengikuti keinginan Calon suami kontraknya itu.
Sepanjanga perjalanan mereka tidak berbiacara satu sama lain.
Cinta merasa suasana ini terasa begitu canggung akhirnya ia memulai mengajak berbicara Sabda.
"Kita Mau kemana?" Tanya Cinta.
"Memilih Gaun untukmu. Mamaku yang membantumu memilih. aku hanya menjemputmu saja"
"Oh" cinta hanya membulatkan mulutnya. dan tidak bertanya lagi.
"Laki laki yang menemuimu tempo hari itu. apa dia masih mengejarmu?"
"Maksudmu Devano?"
"Tidak penting siapa namanya buatku. Setelah kau menjadi istriku jangan pernah mencoba mendekati Laki laki lain. kau harus sadar siapa dirimu."
"Bukankah ini hanya pernikahan Kontrak?"
"Memang, Tapi aku tidak suka sesuatu yang ada di sekitarku di ganggu oleh orang lain"
"Apa maksudnya aku tidak mengerti sama sekali. apa ia hanya tidak mau menanggung malu kalau ketahuan orang lain bahwa istrinya dekat dengan laki laki lain." begitu yang ada di pikiran Cinta.
"Kau paham?" .
"Ya"
"Bagus, Kita sudah sampai. Bersikaplah dengan baik. jangan terlihat Canggung berada di sampingku"
"Hei yang membuatku canggung adalah sikapmu itu Tuan Sabda yang terhormat!" Tentu saja itu hanya berani ia utarakan di hati saja.
"Baik" Jawab Cinta.
Sabda menggandeng tangan cinta memasuki butik terkenal tempat ia akan memilih Gaun pernikahan. lagi lagi Jantung Cinya berdebar debar. ini bukan pertama kalinya Sabda menggandengnya namun rasanya ia masih gemetar.
"Ada apa denganmu Cinta!"
Delia yang sudah menunggu putranya sejak tadi. terkesiap melihat Sabda yang sudah datang menggandeng tangan Cinta.
"Cinta anak Mama, Mama tungguin daritadi kok lama sih sayang.."
"Maaf Ma, tadi Cinta agak lama bersiap di rumah"
"iya nggak apa apa Sayang, Mama kira karena sabda yang lama jemput kamunya tadi"
"Udah sama Ma, ajak dia cari Gaun. Sabda Nggak ikut deh males!" Tutur Sabda.
"Sabda kamu nggak boleh gitu kamu kan suaminya jadi kamu harus temani Cinta dong!"
"Iya Deh biar cepet. ribet emang Mama"
"Dasar Kamu susah banget kalau dibilangin Mama"
Sementara Cinta tidak banyak bicara ia hanya menuruti omongan calon Mama mertuanya yang sangat baik terhadapnya itu.
Akhirnya Cinta sudah selesai memilih Gaun. Saat ia kenakan Gaun itu di tubuhnya. Cinta terlihat Sangaat Cantik sehingga Mata Sabda tidak berkedip memandang kecantikan Alami yang dimiliki Cinta. Sabda tidak memungkiri kalau Cinta memang Cantik namun ia Gengsi untuk mengakuinya bahkan menunjukkanya di depan Cinta.
"Sayang kamu sampai nggak berkedip gitu pasti karena cinta cantik kan?" ujar Delia.
"Hm.."
"Gengsi banget sih kamu sama calon istri sendiri juga, Puji dong Sabda!"
"Bawel banget kenapa jadi Mama yang ribet sih."
"Mama, Nggak perlu sampai begitu kok. Cinta nggak minta di puji sama sabda Ma," Akhirnya Cinta ikut bicara karena ia tidak mau nantinya disalahkan oleh Sabda dipikirnya ia ingin dipuji benaran dengan Sabda.
"Kamu Cantik mengenakan Gaun itu" Ucap Sabda dengan wajah datarnya. ia mengatakan itu agar Mamanya tidak berisik lagi. namun sebenarnya juga menurut pandangan Sabda. cinta memang terlihat Cantik.
"Waahh.. Lihat Cinta, Sabda bilang kamu cantik tuh.."
"Terimakasih Sabda"
Suasana berubah menjadi semakin canggung antara Sabda dan Cinta. bagaimana nanti saat mereka sudah Sah menjadi sepasang suami istri. membayangkanya saja membuatku ingin menangis. pikir Cinta saat itu.
Sabda Hanya memandang kearah Ponselnya saat itu. seperti ada sesuatu yang ia pikirkan. Wajahnya berubah drastis setelah ia menatap layar ponsel.
"Shit!!!" Sabda Membanting Handphone miliknya ke lantai hingga Handphone miliknya itu hancur.
"Sabda Kamu ngapain banting Handphone begitu sih!" Deline terheran sekaligus Marah. ia mendelik kearah Sabda.
"Handphone Sabda Rusak Ma, Jadi Sabda banting aja sekalian." Sambil mengepalkan tangan ia kemudian berbalik dan pergi menarik tangan Cinta lalu membawanya pergi.
"Sabda kamu mau kemana?" Teriak Delia.
"Mau Kencan!" Sahut Sabda.
"Apa Kencan??" Delia terkesiap sebentar lalu tersenyum senang.
sementara Cinta masih berusaha mencerna baik baik maksud perkataan Sabda Barusan.
"Kencan??"