NovelToon NovelToon
Berbagi Cinta: CEO-KU YANG BODOH

Berbagi Cinta: CEO-KU YANG BODOH

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Poligami / Balas Dendam / Romantis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:309.7k
Nilai: 5
Nama Author: Haryani

Candy seorang gadis lulusan SMK harus terjebak dalam sebuah pernikahan dengan seorang CEO muda, Ezza. Lambat laun tanpa disadari cinta mereka perlahan tumbuh sampai lahirlah putra mereka Daffin.

Tetapi restu dari Ibu Ezza tak kunjung didapat sampai ahirnya Candy dijebak ibu mertuanya dan Ezza mempercayai hal itu. Karena merasa sakit hati, Ezza pun menyetujui calon yang dipilihkan ibunya untuk menggantikan posisi Candy sebagai istrinya.

Delima hadir menjadi orang ketiga dalam rumah tangga Ezza, tetapi ia hanya mengincar harta Ezza. Saat Ezza terjebak rekan bisnis hingga masuk penjara, Delima menjauh.

Saat itulah cinta mereka diuji. Candy yang berjuang demi keluarga besar Hadi Wijaya saat Ezza dipenjara. Ia pun yang memperjuangkan Ezza sampai ahirnya ia bisa keluar dari penjara.

Dengan segala ketulusan cinta Candy akankah mampu mengembalikan kasih sayang dari suaminya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

UJIAN KEDUA

Bagaimanapun yang namanya naluri ibu, sejauh apapun jarak yang memisahkan, ia akan bisa merasakannya.

Begitu pula dengan Candy yang mempunyai firasat kalau putranya sakit.

"Sebaiknya aku menelpon orang rumah," batinnya.

Kring .. Kring ... Kring ....

Dering suara telepon rumah membuat Delima terusik. Apalagi ia sedang memasang bulu mata palsu saat ini.

"Dih siapa sih yang telepon pagi-pagi gini, nyebelin banget."

Mau tak mau ia pun harus mengangkat telepon itu karena kalau dibiarkan saja pasti akan semakin berisik.

Tap ... Tap ... Tap ...

Delima menuruni tangga satu persatu, kini ia pun sudah sampai pada telepon itu.

"Hallo ..."

"Iya hallo, siapa ya, pagi-pagi kok ganggu orang."

"Duh, kenapa dia yang mengangkat teleponku?" batin Candy.

Ia me-remas bajunya sambil memikirkan harus mengatakan apa pada Delima, agar ia tidak mengenali suaranya.

"Ma-af Daffinnya ada?"

"Ini siapa ya, kok berani tanya-tanya anak saya?" hardik Delima.

"Saya guru les bahasa Inggris untuk Daffin."

"Oh, maaf apa dia lupa ijin ya? Karena sejak dua hari lalu ia masuk rumah sakit?"

"Astaghfirullah ..." ucap Candy dalam hati.

"Lalu dia dirawat dimana Bu?"

"Rumah Sakit Ibu dan Anak di jalan Ahmad Yani."

"Terimakasih info-nya, selamat pagi," ucap Candy buru-buru mengahiri teleponnya pagi itu.

"Iya sama-sama, selamat pagi."

.

.

Tak berapa lama kemudian, Candy terlihat panik. Hal itu terlihat jelas dari wajahnya. Ia pun hendak mengemasi beberapa barangnya lalu beranjak pergi.

"Loh nduk, kamu mau kemana?"

"Bu, maafkan saya, anak saya lagi sakit di kota, saya harus menemuinya sekarang."

"Lah trus mau sama siapa kamu kesana? lagian kamu lagi hamil lo nduk, ibu hawatir."

"Astaghfirullah, ia baru ingat kalau ia sedang hamil, tetapi kesehatan putranya juga sangat penting."

Melihat kepanikan Candy, ibunya Luna bisa merasakan kegundahan hatinya. Lalu ia pun teringat putrinya.

"Nduk, apa kamu sudah memberitahu Luna tentang hal ini?"

Candy menggeleng.

"Sebaiknya kamu telepon Luna, siapa tau ia bisa memastikan keadaan putramu disana."

"Oh ya yang ngangkat telepon kamu barusan siapa?" tanya ibu semakin penasaran.

"Delima Bu, istri muda Mas Ezza."

"Kok ibu meragukan keterangan darinya ya, ya sudah mending kamu sholat dhuha dulu, siapa tau bisa tenang."

"Iya Bu."

Tanpa berpikir lama, ahirnya ia pun mengambil air wudhu dan segera melaksanakan sholat dhuha.

.

.

"Assalamu'alaikum kak Luna."

"Wa'alaikumsalam, ada apa Candy?"

"Mbak, aku mau minta tolong, tadi pagi aku menelpon orang rumah, katanya Daffin sakit."

"Innalillahi... trus sekarang dimana?"

"Di rumah sakit ibu dan anak."

"Kamu tenang saja, lebih baik aku yang mengunjungi Daffin, kamu tinggal kasih tau aku tentang data dirinya."

"Baik, terimakasih banyak kak."

"Sama-sama."

.

.

Setelah sambungan telepon terputus, Luna segera memikirkan sebuah cara agar ia bisa pergi ke sana.

"Siapa yang telepon Luna?"

"Teman saya yang waktu itu pernah saya ceritakan."

"Kenapa lagi?"

"Putranya sedang di rumah sakit, dan saya harus memastikan apakah ia benar sakit atau itu sebuah alasan saja dari madu-nya."

"Memang dia dirawat dimana?"

"Di rumah sakit ibu dan anak."

"Wah, kebetulan sekali, nanti sore saya mau menjenguk salah satu kerabat saya... mau barengan ga?"

"Loh serius Bu?" tanya Luna dengan mata berbinar.

"Iya, masa aku bohong."

"Wah, terimakasih banyak Bu."

"Sama-sama."

.

.

Meski Luna pernah bekerja di perusahaan milik Tuan Hadi, tetapi ia tidak pernah bertemu secara langsung maupun berbicara empat mata dengannya.

Helaan nafas panjang terdengar kali ini, apalagi kini ia sudah berada tepat di rumah sakit yang dimaksud. Beberapa saat lalu, bossnya benar-benar membawanya ke rumah sakit.

Kini Luna dengan terpaksa menemui Tuan Hadi untuk menayakan kabar Daffin.

Saat ia mencoba melangkah masuk, tangannya ditahan oleh beberapa pengawal yang berjaga di depan pintu.

"Maaf nona siapa? dan ada keperluan apa?" tanya salah satu pengawal yang berbadan paling besar.

"Waduh, beginikah kehidupan orang kaya? sampai sakit aja penjagaannya luar biasa," batin Luna.

"Jawab! Kenapa malah bengong!"

"Aku ga boleh keliatan lemah."

Go Luna ... Go Luna ... teriaknya menyemangati diri sendiri.

"Saya Laluna, saya teman baik Nyonya Candy, bukankah putranya yang bernama Daffin ada di dalam?"

Mereka saling memandang satu dengan lainnya. Lalu salah seorang diantaranya mencoba menghubungi Tuan Besar mereka.

"Hallo Tuan, maaf ada seorang wanita yang mengaku teman baik Nyonya Candy ingin menjenguk Daffin."

"Apa! tahan dia sampai aku datang."

"Baik Tuan."

"Maaf Nona Luna, Tuan menyuruh Anda untuk menunggu sampai beliau hadir disini."

"Hhhh ... baik."

Dengan lunglai ia pun mendudukkan dirinya di kursi tunggu.

.

.

Beberapa menit kemudian ...

Tap ... Tap ... Tap ...

Derap langkah Tuan Hadi sudah terdengar dari tempat duduk Luna. Ia pun segera berdiri dan memberi hormat kepadanya seperti para pengawal yang berjaga di depan kamar Daffin.

"Nona Luna?" sapanya ramah.

"Iya Tuan, saya Luna."

"Silahkan masuk," ajaknya.

Ahirnya ia bisa bernafas lega saat ini. Ia pun memasuki sebuah ruangan VVIP. Ia sempat terpesona akan interior ruangan itu.

"Mewah banget, begini kali ya enaknya jadi orang kaya, sakit aja fasilitasnya kaya di hotel."

Instruksi Tuan Hadi membuat Luna tersadar dari lamunannya.

"Silahkan duduk."

"Terimakasih Tuan."

"Langsung saja, apa benar, Anda teman menantu saya?"

"Benar Tuan, saya dan Candy adalah sahabat dan kini ia berada di rumah kedua orangtua saya yang berada di desa."

"Benarkah? bisa Anda ceritakan bagaimana hal itu bisa terjadi."

Lalu Luna mulai menceritakan semua hal yang terjadi pada Candy sejak ia diusir dari rumah suaminya sampai ahirnya ia pun membawa Candy pulang.

Helaan nafas berat nan panjang terdengar dari orangtua di depannya ini. Luna sadar betul dengan sikap Tuan Hadi, karena dari penuturan Candy, beliau lah yang selama ini baik terhadapnya.

Lalu setelahnya Tuan Hadi mulai menceritakan hal yang terjadi pada Daffin cucunya.

Dari sana, ia tau keadaan Daffin dan kondisi keluarga Ezza sepeninggal Candy.

"Ya Allah Candy, aku kira keluargamu baik-baik saja, ternyata ujian hidupmu lebih besar dariku."

Setelah ia mendapatkan semua informasi, Luna sempat melihat putra Candy. Tak lupa ia mengambil gambarnya untuk dikirim kepadanya.

"MasyaAllah ganteng banget putramu," batin Luna.

"Semoga kamu cepat sembuh ya, sebentar lagi tante akan membawa mama kamu kembali," ucap Luna sebelum berpamitan padanya.

.

.

Setelah semua informasi berhasil di dapatnya, Luna segera mengabari Candy lewat ponsel.

"Ya Allah sayang, maafin mama," ucap Candy sambil mencium foto Daffin yang dikirim Luna barusan.

Tak terasa air matanya mengalir deras.

"Andai hari itu ia tetap bertahan, mungkin saat ini Daffin akan baik-baik saja."

"Sayang maafin mama..." begitulah rintihan Candy malam itu.

 

Sayangnya kenyataan Daffin sakit, bukan memberi ketenangan pada Candy melainkan beban pikirannya semakin bertambah. Ia juga tidak bisa membayangkan rumah tangga suaminya seperti apa saat ini. Terlebih semua pelayan dan sopir sudah kembali ke mansion utama.

.

.

Beberapa minggu kemudian ...

"Hari ini jadwal periksa ya nduk?"

"Iya Bu."

"Ya sudah, ibu temani ya."

Candy pun mengangguk. Lalu keduanya segera pergi ke rumah bidan yang biasa digunakan Candy untuk periksa.

Sebenarnya seminggu yang lalu ia sudah periksa, tetapi karena kondisi kehamilan Candy ada sedikit masalah, kini ia harus kembali untuk memastikan keadaan yang sebenarnya.

 

Bak jatuh tertimpa tangga, saat Candy memeriksakan kandungannya kembali, gejala awal pre-eklamsia yang pernah ia ketaui sebelumnya kini sudah semakin meningkat fase-nya.

"Ya Allah kuatkan hati hamba dalam menerima ujianmu kali ini... Aamiin"

.

.

...🌹Bersambung🌹...

.

.

...Karena hari ini hari Senin, boleh dong VOTE/gift buat Candy dan Daffin 🤗...

...Makasih banyak semuanya🙏...

1
Noerlina Akbar
Lumayan
Noerlina Akbar
Kecewa
Akun Tiga
ah dah disakiti juga balikan anjing lah othor paling goblok yg pernah ada
Ran Aulia
terimakasih author 👍👍👍👍👍
Masitoh Masitoh
menarik..tulisnya cinta candy walau tersakiti..
Sri Supeni
alhamdulillah..mulai terurai
@Kristin
bangus cerita nya Thor 😀
VLav
hai ka, aq mampir ya, mulai baca pelan2, salam dari menikah karena berbohong 🥰
Sulati Cus
belum2 udah bikin emosi
Maulana ya_Rohman
mampir thor
🦊⃫⃟⃤Haryani_hiatGC𝕸y💞🎯™: terima kasih kak, semoga suka dengan ceritanya 🙏😊
total 1 replies
Bila Elgifani
ini udah sah jatuh talak.. tapi dibawah nya mrk ttp seperti suami ustri bahkan ezza menggauli candy dengan duawali doa bersetubuh.. ini author lg ngimpi, salah tulis atau lupa saat nulis kata2 talak? asli ngasal.. wkwk
🦊⃫⃟⃤Haryani_hiatGC𝕸y💞🎯™: terima kasih kak, ini menurut saya pribadi ya kak

Islam tidak langsung memisahkan antara suami dan istri itu melalui ucapan talak, akan tetapi masih memberikan waktu dan kesempatan bagi suami untuk berpikir ulang sebelum memutuskan. Waktu menunggu inilah yang disebut dengan masa idah. Kata 'idah' berasal dari bahasa Arab yang berarti "hitungan". Menurut syara ialah masa menunggu bagi perempuan yang dicerai oleh suaminya, apakah karena cerai hidup atau cerai mati. Masa idah hanya berlaku bagi perempuan yang sudah digauli suaminya. Sedangkan perempuan yang dicerai suaminya sebelum digaulinya tidak mengharuskan adanya idah. Berhubungan suami istri di masa idah adalah halal dan merupakan tanda rujuk yang dilakukan suami baik dengan niat ataupun tidak, karena dalam talak raj'i (dapat kembali) status perempuan itu masih istri suaminya, di mana suami masih wajib menafkahi istrinya dan mereka masih saling mewarisi hingga habis masa idahnya. Jika habis masa idah seorang istri tanpa ada rujuk maka saat itu dia sudah menjadi orang lain bagi suaminya dan putuslah hubungan pernikahan mereka.🙏
total 1 replies
Ryan gaming
thor hukuman buat si ezra yg kurang
🦊⃫⃟⃤Haryani_hiatGC𝕸y💞🎯™: masih banyak dibelakang kak..yuk baca sampai akhir😊
total 1 replies
Titik pujiningdyah
hukum y berrat, jangan sampai delima meninggal dlu sebelum menderita
🦊⃫⃟⃤Haryani_hiatGC𝕸y💞🎯™: uda kena karma akak 😘
total 1 replies
Titik pujiningdyah
semangat sembuh dong bu Hadi!!!
Ghiie-nae
aku baru mampir kak...🙏🙏🙏


salam dari jodohku Cinta Pertamaku 🙏🙏🙏
@𝕬𝖋⃟⃟⃟⃟🌺Idha
jgn bilang ada yg gangu onel 🙈🙈🙈🙈
@𝕬𝖋⃟⃟⃟⃟🌺Idha
gmn mau hamil belah duren aja blm 🙈🙈🙈🤭
@𝕬𝖋⃟⃟⃟⃟🌺Idha
seru ternyata awal awal mereka menikah
@𝕬𝖋⃟⃟⃟⃟🌺Idha
kejar ketinggalan dulu onel
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ʀͩᴏᷞsͧᴍᷠiͣa✰͜͡v᭄HIAT
betull jngan biarkan celah untuk org lain masuk dlm rmh tngga kita..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!