NovelToon NovelToon
Wanita Simpanan Naik Kelas

Wanita Simpanan Naik Kelas

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Badboy / Selingkuh / Cinta Terlarang / Single Mom / Hamil di luar nikah / Chicklit
Popularitas:185.9k
Nilai: 4.6
Nama Author: Eka Pradita

(Update setiap weekend)

Sungguh pahit hidup Olivia yang selama 4 bulan belakangan ini harus menjadi wanita simpanan dari Adams, pria yang merupakan kekasih sahabatnya yang bernama Alena hanya demi menutupi kesalahan yang dilakukannya.

Hidup Olivia kian menderita saat dirinya dinyatakan hamil. Awalnya ia sempat mengira jika anak yang dikandungnya adalah anak dari Adams. Pria yang selalu memanfaatkan tubuhnya sebagai pelampiasan di saat Alena sibuk dengan rutinitas dan jadwal shootingnya yang padat. Namun, Adams mengungkap bahwa ternyata dirinya mandul hingga membuat Olivia merasa bingung dengan ayah dari bayi yang dikandungnya saat ini.

Bagaimana cara Olivia dapat menemukan pria yang telah menghamilinya? Dan, apakah Olivia bisa menemukan kebahagiaan dengan segala kesedihan dan kemalangan yang dialaminya?

Follow Instagram Author: ekapradita_87

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Pradita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penuh Pertanyaan

Selamat membaca!

Alena pun langsung menggenggam tangan Olivia dan mengajaknya menuju butik Gucci yang selalu ramai oleh pengunjung. Barang pertama yang Alena hampiri adalah Gucci Stuart Hughes Belt, sebuah ikat pinggang yang memang sering digunakan oleh Alena.

"Oliv, yang ini bagus enggak? Kebetulan aku butuh belt baru karena yang lama sangat membosankan." Lagi dan lagi Alena bertanya pada sahabatnya itu yang hanya berpangku tangan sambil melihat barang-barang branded yang berada di dalam butik tersebut.

"Bagus banget, kamu cocok pakai itu, tapi apa enggak kemahalan harga sebuah belt sampai miliaran gitu?" protes Olivia karena ikat pinggang yang Alena pegang saat ini dibanderol harga 3,62 miliar.

"Memang mahal, tapi ini 'kan desainnya mewah ditambah logo dobel G super ikonik, jadi wajarlah kalau harganya segini? Menurut kamu gimana?"

"Percuma aja kamu tanya aku, Len, ujung-ujungnya kita debat dan kamu tetap akan beli karena alasan desainnya yang mewah!"

"Jangan gitu dong, managerku yang cantik! Iya deh, hari ini aku nurut sama kamu, jadi menurut kamu aku beli apa dong di butik ini?" tanya Alena sambil merangkul pundak Olivia yang membuat keduanya terlihat begitu dekat.

"Mungkin tas lebih baik untuk keperluan shooting dan bisa terlihat mewah di kamera. Coba deh kita lihat tas yang ada di pojokan sana, itu model baru dan kamu harus punya." Olivia mengajak Alena berpindah tempat menuju tas yang membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama. Namun, wanita itu tak sanggup membelinya apalagi sampai bermimpi untuk memilikinya.

"Kamu suka itu?" tanya Alena seraya menatap dalam wajah Olivia yang telah menemaninya sepanjang berkarir di dunia entertainment.

"Suka, kamu pasti akan semakin terlihat glamor saat menggunakan tas berbahan dasar kulit ular ini. Apalagi kalau kamu pakai rok span warna hitam dan jas coklat."

"Ya sudah kalau gitu aku beli itu untuk kamu!" Selesai mengatakan hal itu, Alena pun langsung meminta kepada karyawan yang melayaninya agar mengeluarkan tas tersebut dari tempatnya untuk ia beli.

Sontak perkataan Alena membuat Olivia sangat terkejut. Hingga akhirnya, wanita itu dengan cepat menolaknya. "Len, sumpah ini enggak lucu! Kamu tuh apa-apaan sih pakai beliin aku tas segala. Pokoknya aku enggak mau ya!" tolak wanita itu karena merasa tidak pantas untuk mendapatkannya.

"Please, kali ini jangan menolak pemberian dariku. Aku ikhlas membelinya untuk kamu, untuk sahabat sekaligus manager terbaikku yang sudah menemanimu sejauh ini dalam berkarir."

"Tapi ini terlalu berlebihan, Alena. Aku tidak pantas pakai tas branded dan kamu lebih pantas pakai tas itu."

"No, aku beli itu untukmu! Ayo kita ke kasir, tasnya sudah disiapkan untuk kamu bawa pulang ke Sydney. Semoga kamu suka ya sama hadiah sederhana dariku."

"Alena, kenapa sih kamu repot-repot kasih aku hadiah segala. Aku enggak enak menerimanya karena itu begitu spesial."

"Sudah ah, jangan kebanyakan protes. Kamu itu lebih cocok berdebat sama orang-orang yang menyulitkan pekerjaanku, itu juga kalau ada, karena mereka tidak berani berhadapan denganmu yang memang paling jago dalam masalah itu."

Olivia pun hanya dapat mengesah dengan kasar karena wanita itu memang tak pernah menang jika lawannya berdebat adalah Alena.

"Makasih banyak ya, Len, kamu sudah sangat baik padaku selama ini. Aku selalu bingung bagaimana caraku berterimakasih padamu. Sekali lagi makasih banget," ucap Olivia dengan senyum yang terulas dari kedua sudut bibirnya.

Hal itu membawa ingatan Olivia jauh ke belakang, di saat ia membutuhkan banyak uang untuk operasi sang ibu.

"Kenapa dulu kamu tidak membantuku, Len? Kalau saja kamu membantuku, pasti aku tidak akan mencurangi isi kontrakmu itu dan mengambil sebagian uangmu untuk biaya Ibuku operasi," batin Olivia yang seketika merasa mual dengan rasa sakit yang seperti tertusuk-tusuk sesuatu di bagian kepalanya.

Ketika Olivia hampir memuntahkan sesuatu dari mulutnya, ia pun segera pamit pada Alena untuk pergi ke toilet.

Alena pun tampak cemas dan membiarkan Olivia pergi. Namun, ia tak bisa meninggalkan proses transaksi yang saat ini sedang berlangsung.

Setibanya di dalam toilet wanita, Olivia segera memuntahkan isi perutnya di wastafel dengan rasa sakit di bagian kerongkongannya. Bulir-bulir keringat dingin mulai membasahi dahinya hingga wajahnya berubah pucat pasi.

"Ya ampun, kenapa aku tiba-tiba mual begini sih? Apa jangan-jangan aku masuk angin ya karena semalaman aku tidak dapat tidur dengan nyenyak," batin Olivia menerka-nerka sambil memijat dahinya dengan perlahan-lahan.

Wanita itu bergegas membasuh wajahnya yang pucat dengan air yang mengalir pada kran wastafel. Kemudian Olivia kembali menghampiri Alena yang ternyata masih menunggunya di butik Gucci, tempat dimana dirinya meninggalkan Alena.

"Hei, Oliv. Gimana kondisimu, apa masih mual?" tanya Alena yang sudah menjinjing sebuah tas belanjaan yang berisi tas untuk sahabatnya itu.

Mendengar pertanyaan Alena yang begitu mencemaskannya, membuat Olivia seperti menemukan alasan yang tepat agar dirinya dapat meminta izin kepada Alena untuk kembali ke hotel tanpa harus dicurigai. Hal yang menjadi permintaan Adams sewaktu di dalam studio pemotretan.

"Badanku terasa lemas, kepalaku juga pusing banget. Len, aku boleh balik duluan enggak ke hotel? Sepertinya aku butuh istirahat."

Alena pun tersenyum getir saat memandangi wajah managernya itu yang terlihat pucat.

"Iya iya, aku paham. Soalnya wajahmu memang wajahmu itu pucat. Ini aku pegang juga sepetinya kamu demam. Ayo, aku antar kamu pulang ya!" Alena mulai melangkah sambil memapah tubuh Olivia. Namun, wanita itu langsung menahan gerakan Alena, hingga membuat keduanya tak beranjak dari tempatnya semula.

"Tidak usah, Len, aku pulang sendiri saja ya naik taksi. Kamu 'kan masih mau belanja, jadi mending kamu lanjut belanja karena ini adalah hari terakhir kita berada di Paris."

"Iya juga sih, aku memang masih mau belanja ke beberapa tempat sekalian beliin tas dan juga jam baru untuk Adams. Memangnya kamu kuat pulang sendiri?"

"Aku masih sadar dan masih kuat jalan kok, jadi pasti aku bisa pulang ke hotel," jawab Olivia berusaha meyakinkan Alena dengan wajahnya yang sebisa mungkin menampilkan senyuman.

"Ya sudah kalau kamu kuat pulang sendiri, kabarin aku kalau sudah sampai di hotel ya. Oh iya, kamu kuatkan bawa tas ini juga. Ini tas untuk kamu dari aku!"

"Makasih ya, Len! Aku minta maaf banget enggak bisa untuk menemani kamu belanja sampai selesai. Kamu hati-hati ya, bye, Alena!"

Olivia pun mulai beranjak pergi meninggalkan Alena yang masih menatap langkahnya, sembari menjinjing tas pemberian dari Alena. Setelah merasa cukup jauh dan sudah tak terlihat lagi oleh Alena, Olivia pun langsung menghubungi Adams untuk memberi kabar bahwa ia sedang dalam perjalanan kembali menuju hotel.

Kepergian Olivia dengan kondisi seperti itu, meninggalkan rasa penasaran di dalam pikiran Alena saat ini. "Kok Olivia mual-mual dan kepalanya pusing ya? Apa jangan-jangan dia hamil anaknya Arnold?" ucap Alena penuh pertanyaan yang masih terus menatap ke arah menghilangnya Olivia dari pandangannya.

...🌺🌺🌺...

Bersambung ✍️

Berikan komentar dan gift kalian ya.

Terima kasih sudah mau bersabar untuk menunggu updatenya.

Mohon berkomentarlah yang memotivasi.

Follow Instagram Author juga ya : ekapradita_87

1
Tina TinuL
mampir mumpung punya Noveltoon nih 😁 ... ngeselin amat Si Adam
Cher Ganbate
ini ga di update lg ya thor
Cher Ganbate
hayo update lg thor
Cher Ganbate
laaaaaaah kok isoooo, terus sm siapa oliv?
Cher Ganbate
update lg dong thor yg one night destiny nya
Cher Ganbate
aaaaasccchh gag sukaaaa sm adam ini
Cher Ganbate
ya ampun jangan oliv, jangan bohongin alena lg, kasian
Cher Ganbate
uwooooowww sedih bgt nih kek na ini cerita
Tika Panda
good
Sky Blue
D tungguin bget klanjutnnya ya kax🥰🥰🥰😣😣😣
Nanang magelang
keburu lupa alurnya thor
Milanajiha
up dong kak
Eka Pradita: Ditunggu ya
total 1 replies
Yul Yati
okkk
Yul Yati
wkwkwkkw lucuu
Erbanana
apa yang akan dilakukan Alana
Erbanana
Ayo Kevin akui anakmu sebelum menyesal.
Mbak Nana
sesuatu yang wow sekali yang kamu dengar .Kevin ayah dari bayi yang dikandung Olivia
Mbak Nana
temukan angel ,agar hati Olivia agak luluh padamu
Mbak Nana
akhirnya mau juga disuapi Adams .
walaupun diajak ngomong cuma anggukan kepala saja .
Mbak Nana
kamu sadarnya terlambat dams
selama empat bulan bersama kamu hanya kau jadikan simpananmu tak pernah menghargai olive
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!