NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti

Pengantin Pengganti

Status: tamat
Genre:Komedi / Contest / Pengantin Pengganti Konglomerat / Tamat
Popularitas:324.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rhiy Navya

Sekuel Dinikahi Konglomerat Sejagat!
Biar terasa greget baca dulu novel tersebut, baru maraton ke sini.

Devin terpaksa menikahi anak dari asisten pribadi orangtuanya, karena calon istrinya kabur di hari pernikahannya.

Perintah dari Argan selaku orangtua, tidak dapat dia tolak. Terpaksa menerima pengantin pengganti, meski dia tidak mempunyai perasaan apapun.

Akankah Devin bisa membangun cinta, bersama Tasya yang super cuek? Atau justru Tasya yang sulit membangun cinta, pada Devin yang dingin nan arogan?

Simak kisahnya hanya di sini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rhiy Navya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kekecewaan Devin

Sepulang sekolah, Tasya segera pergi bersama teman-temannya menuju sebuah mall. Mereka sudah terbiasa menghabiskan waktu bersama untuk nongkrong.

"Tasya, kamu hari ini tidak ke kantor tuan Devin?" Tanya Tera.

"Tidak Tera, aku libur kerja. Aku masih sakit." Jawab Tasya, sambil tersenyum manis.

"Sakit tapi keluyuran, lucu kamu Sya." Ledek Okta.

"Harap maklum, karyawati kesayangannya." Jawab Tasya, sambil melirik Okta.

"Jangan naksir sama dia, hanya aku yang boleh." Ucap Okta.

"Halah, nanti kalau ada pria tampan lain juga lupa." Jawab Tera.

Ternyata benar saja, Okta terpesona saat melihat pria tampan masuk ke dalam restoran.

"Hmmm, pria itu tampan sekali." Okta melirik ke arah pintu masuk.

Tasya masih asyik memakan mie ayam. Dia menikmati setiap sentuhan nikmat di lidahnya.

"Huh, pedas sekali." Tasya mengipas kan telapak tangannya sendiri.

Dia segera menuang air putih ke dalam gelas. Dia meneguknya hingga masuk ke dalam kerongkongan.

"Tasya, lihat deh pria dan perempuan itu. Apa mereka berpacaran, hilang deh kesempatan aku." Ujar Okta.

Tasya melihat ke arah dua orang, yang sibuk dibicarakan oleh Okta. Awalnya dia tidak begitu memperhatikan, tapi teringat dengan foto di kamar Devin.

"Hah, tidak salah lagi itu memang dia." Tasya sampai beranjak, dari duduknya.

"Dia siapa Tasya? Kamu kenal dengan mereka?" Tanya Okta penasaran.

"Tidak, aku hanya pernah melihatnya di suatu tempat." Jawab Tasya.

Dia merogoh saku roknya, segera menjepret objek di depannya itu. Sengaja menyimpannya, mungkin saja dibutuhkan sewaktu-waktu.

"Sya, kamu ngapain mengambil gambar mereka?" Tanya Okta.

"Tidak apa-apa, sepertinya mereka pasangan yang serasi." Jawab Tasya.

Dia sudah tersenyum saja, terbesit ide jail untuk membuat Devin kesal. Dengan memberitahu tunangan yang selama ini Devin cari, akan membebaskan dirinya sendiri pikirnya.

'Lagipula aku ingin membuat pernikahan ini hancur. Aku kirim lokasi, keberadaan aku yang sekarang ah.' Batin Tasya.

Dia segera mengirim lokasinya sekarang berada. Sambil menyuruh Devin untuk segera datang, bila dia ingin melihat Clara. Tasya tidak tahu, kalau Aldo merupakan sahabat Devin.

Devin melihat pesan yang dikirim oleh Tasya melalui ponselnya. Awalnya dia kira Tasya hanya mengerjai, namun hatinya menjadi penasaran untuk membuktikan secara langsung.

Beberapa menit kemudian, Devin sudah sampai ke restoran yang berada di dalam mall tersebut.

Bugh!

Sebuah tinjuan mengenai wajah Aldo. Dia terkejut dengan kedatangan Devin, karena baru saja selesai makan dengan Clara. Dia hendak beranjak, untuk pergi dari tempat itu.

"Devin, kamu sejak kapan ada di sini?" Tanya Aldo, dengan raut wajah cemas.

"Aku berada di sini, cukup untuk menyaksikan kemesraan kalian." Devin melirik pada telapak tangan, mereka yang bergandengan.

"Devin, tolong dengarkan penjelasan aku." Ucap Aldo.

"Tidak perlu ada yang harus dijelaskan lagi." Jawab Devin.

"Devin, kamu jangan main tangan iya sama Aldo." Sahut Clara, dengan suara yang meninggi.

"Oh tenang saja, pacar kesayangan milikmu masih hidup." Jawab Devin.

"Bilang saja kamu merasa cemburu, karena aku meninggalkan kamu dihari pernikahan." Pancing Clara, ingin membuat Devin lebih emosi.

Devin membenarkan jasnya, dengan arogan membuang wajah ke sembarang arah.

"Hahah kamu lucu sekali. Bahkan banyak perempuan di luar sana, yang jauh lebih baik dari kamu." Devin tertawa menyeramkan.

"Kalau banyak yang lebih baik, kenapa harus datang ke sini hanya untuk mengganggu waktu kami." Ucap Clara, tidak mau kalah.

"Oh mengganggu, maaf iya sudah menganggu tuan dan nona." Devin tersenyum lebar, sambil membungkukkan tubuhnya sedikit.

"Sayang, lebih baik kita pergi dari sini." Clara segera menarik tangan Aldo.

Devin hanya memandang punggung mereka, yang sudah berlalu keluar restoran. Kedua telapak tangannya terkepal, dia melirik ke arah Tasya yang sedang sedikit tersenyum.

"Berani sekali, kamu menertawakan aku." Ucap Devin, dengan sedikit membentak.

"Maaf tuan Devin." Jawab Tasya.

"Oh, atau kamu sengaja ingin membuatku kesal." Ucap Devin.

"Eh tuan Devin aku sengaja menyuruhmu ke sini, supaya kamu bisa melabrak pria itu." Jawab Tasya.

"Bukan urusanmu." Ucap Devin ketus.

"Memang bukan urusanku. Harusnya ada ucapan terimakasih padaku, karena meluangkan waktu untuk hal tidak penting ini." Jawab Tasya.

"Lebih baik aku tidak datang ke sini, daripada kamu hanya menyuruh aku untuk melihat pria itu." Ucap Devin.

Dia segera berlalu dari hadapan Tasya, hatinya sebenarnya sakit namun tidak menunjukkannya.

"Teman-teman aku pergi dulu iya. Sepertinya tuan Devin harus dihibur. Dia baru saja patah hati. Dadah semua!" Tasya berpamitan, sambil melambaikan tangannya.

Dia berlari menyusul langkah kaki Devin, yang sudah jalan terlebih dulu. Tasya segera membuka pintu mobil, lalu masuk ke dalam sana.

"Tuan Devin kenal dengan pria tadi?" Tanya Tasya.

"Bukan urusanmu." Jawab Devin, singkat dan jelas.

"Iya sudah, kalau tidak mau bercerita." Tasya membuang wajahnya ke arah luar.

"Sebenarnya, pria itu sahabat akrabku di kampus." Jawab Devin.

"Hah, benarkah?" Tasya mengalihkan pandangannya ke arah Devin.

"Iya, kamu kira aku bercanda denganmu." Jawab Devin.

Tasya menjadi merasa bersalah, Devin terlihat kecewa.

"Maafkan aku iya tuan Devin, karena aku sudah membuatmu datang ke restoran tadi." Ucap Tasya.

"Tidak apa-apa, ini bukan salahmu." Jawabnya.

"Apa sekarang kita akan pergi ke kantor?" Tanya Tasya.

"Tidak, kamu akan kembali ke rumah orangtuaku." Jawab Devin.

"Kapan kita akan berpisah?" Tanya Tasya.

"Sepertinya kamu sudah tidak sabar lagi iya." Jawab Devin.

"Tentu saja, statusku sebagai istri tidak nyaman. Apalagi saat pernikahan, aku adalah pengantin pengganti." Keluh Tasya.

"Itu 'kan hanya statusmu, pada kenyataannya kamu belum melaksanakan kewajibanmu sebagai istri." Jawab Devin.

"What? Hello, kita ini menikah tanpa dasar cinta sama cinta. Please deh, jangan ngomongin soal kewajiban." Tasya menggerutu.

"Iya sudah, kamu tidak perlu khawatir. Nanti kita juga pasti akan bercerai, bila sudah genap satu tahun." Jawab Devin.

Tasya mengacungkan dua jempolnya, pertanda dia sangat setuju. Tasya tersenyum, membayangkan hari yang ditunggu segera tiba.

Clara mengobati luka pada sudut bibir Aldo. Dia merasa kesal, karena Devin menggunakan kekerasan.

"Aldo, maafin aku yang tidak bisa mencegahnya tadi." Ucap Clara.

"Tidak apa-apa sayang, kamu tidak perlu merasa bersalah." Jawab Aldo.

Clara tersenyum, dia langsung memeluk Aldo. Dia sudah terlanjur mencintai pria buaya, berkedok setia itu. Aldo mengelus dengan lembut kepala Clara. Sebenarnya bukan hanya Clara satu-satunya perempuan, yang ada di hati Aldo.

"Sayang, kita pergi ke tempat lain saja yuk." Ajak Aldo.

"Iya sayang, kita bermain sepeda saja." Jawab Clara, mengusulkan idenya.

Tasya dan Devin sudah sampai rumah. Mereka langsung disambut, oleh Argan dan Nadin.

1
De'Ran7
ngapain buat orang nangis..kek kurang kerjaan aja dah nih orang
De'Ran7
dih udah baik di gantiin..kalo gak yg malu banget kan situ ya.wkwk dikhianati udah gitu pengantinnya lari lagi sama sahabatnya
De'Ran7
hm..lucu sekali ya itu kata²(maaf)..pasti sakit banget dah tuh n malu jga sama orang yg undang
De'Ran7
ini mah udah keliatan kaleus kalo dia cewek gk bener..mudah dirayu
Amanah Amanah
lanjut ahh..
Amanah Amanah
Yana minta adiiik😄😄
Amanah Amanah
satu kawan satu musuh ya...
Amanah Amanah
singkat padat dn jesusu ya thooor
Amanah Amanah
ooooh ..gitu ya...Rumi bls dendam
Amanah Amanah
aneh ah ...Heru dn argan Kya g pernh menghdpi mslh yg lebih besar dri ini,jln pkirannya g mennjukn klo dia seorng yg konglomerat😏😏
Amanah Amanah
msa orng Kya g bisa menyelesaikan mslh Kya gini,g nyruh orng2 utk mnyeldikinya gitu
Amanah Amanah
kenapa sikap Heru sama argan jdi ksar si thooor secara dia itu kndlu asistennya argan,dan ada apa dg Rumi ya ...koq dia dendam SMA Tasya dn devan
Amanah Amanah
siapa ya...dalng di balik semua ini apa dia rumi atau Ferdian?
Amanah Amanah
iiiiih Smpe segitunya ya Ruby...itu kriminal,g mkir nnti dia mendekam di oenjara
Amanah Amanah
sabaaar hdpi ujian dg kepla dingin sya
Amanah Amanah
Tasya si nangis knpa thooor?
Amanah Amanah
kembali ke pelakor2 GJ
Amanah Amanah
ngebalas pesn dri kampus koq SMA mm nya yg nelpon g di bls ya...?
Amanah Amanah
begitulah klo g nrut swami,menyesl setelah kejdian yg menimpanya,semoga Tasya segera di temukn
Amanah Amanah
duuuuh tuh dokter lgi pdkt ya....SMA rubis,sayang jga si dr. tmpn,baik HTI hrus Deket dengn ult kket mcm rubis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!